
Rombongn penghatar jenazah ibu dan Bapak kini telah sampai di Ciamis, aku sengaja memeilih tempat kelahiran Bapak maupun ibu sebagai tempat peristirahatannya yang panjang .Kini aku hanya bisa meratapi kuburan Bapak dan Ibu , rasanya sesak hati ini aku merasa belum bisa membahagiakan mereka tapi takdir berkata lain mereka telah pergi yang jauh dan tak mungkin bisa kembali lagi.
Ya Alloh temptkanlah mereka di tempat yang paling indah di sisimu , lapangkanlah kuburnya dan di ampuni segala dosa-dosa mereka.
Hari semakin gelap tapi aku belum juga bangkit di pusaran Bapak dan Ibu , menangis hanya itu yang bisa aku lakukan .
" Dek ayo pulang , hari sudah mulai gelap gak baik buat Adek " ucap Abang sambil merangkul pundakku.
" Sebentar lagi Bang adek masih kangen Bapak sama ibu "
" Apa kata suamimu benar nak, ayo kita pulang " timbal ibu mertua.
Tak bisa berbuat apa-apa akhirnya aku menurut perkataan Abang dan juga Ibu mertuaku.
Aku harus iklas melepas kepergian mereka, aku gak boleh kaya gini masih ada orang-orang yang sayang serta peduli padaku siapa lagi kalau bukan suami dan keluarganya.
Karena sekarag aku hanya punya adik yang tak akan aku biarkan sendri, aku akan minta pada Abang agar adik ku biarkan tinggal bersamaku.
Mobil yang aku tumpangi mengarah ke rumah Bapak dan Ibu aku meminta izin pada Abang untuk tak pulang kembli ke Bandung. Aku ingin malam ini mengadakan tahlil pertama di rumah Orang tuaku.
Sesampainya di sana bayangan memori memori saat bersama mereka terlintas di mataku , aku masih merasa kehadiran mereka. Di tempat ini aku dan adikku di besarkan kini hanya tinggal kenangan tak Ada lagi Ibu yang lembut ibu yang selalu melerai ku ketika aku bertengkar dengan adik, tak ada lagi Bapk yang selalu menasihati kami Jika kami salah , sirna sudah tak akan ada lagi momen seperti itu.
Mataku tertuju pada kamar Ibu dan Bapak aku buka pintu lalu aku telusuri setiap sudut kamar Itu, disana ada foto keluarga Bapak, ibu aku dan juga Adik . Lagi-lagi aku tak bisa menahan diri air mata lolos begitu saja.
Aku begitu terpuruk aku merasa ada di ujung jurang yang ingin bangkit tapi begitu susah.
.
.
.
Jam menunjukan pukul delapan malam, orang-orang yang ikut tahlilan telah membubarkan diri. Saat pikiranku sedang menerawang jauh entah kemana aku di kejutkan oleh tepukan Abang di bahu.
" Adek kita istirahat yah besok kita harus pulang kembali ke Bandung "
" Tak bisakah sehari lagi di sini? pintaku pada Abang.
" Abang besok banyak kerjaan , apa Adek juga tega meninggalkan adik di sana sendirian? tanya Abang padaku.
Aku terdiam mencerna semua perkataan Abang, baiklah aku tak boleh egois masih ada suami dan Adikku yang membutuhkan diriku.
" Baiklah ,, Adek akan istirahat "
Aku melangkahkan kakiku ke kamar yang dulu aku tempati , suasananya masih sama seperti terakhir kali aku datang kemari saat pernikahanku dengan Abang yang mendadak. Tak terasa waktu itu sudah berjalan selama satu tahun dan kini Alloh telah menitipkan kehidupan di rahimku. Allah memang maha adil, selalu tau apa yang hambanya butuhkan. Ibu dan Bapak memang telah tiada tapi sekarang Alloh mengganti mereka dengan menghadirkan buah hati aku dan Abang, Aku berharap kehamilanku bisa membawa kebahagian .
__ADS_1
.
.
.
.
..
.
.
Perjalanan Ciamis -Bandung menghabiskan kurang lebih 3 jam, tentunya perjalanan yang melelahkan apa lagi semenjak aku hamil tubuhku merasa lebih cepat lelah .
" Adek beristirahatlah pasti adek lelahkan?
"Ia Adek lelah sekali , tapi temenin adek istirahat yah rasanya adek gak mau jauh dari Abang " rengek ku pada Abang.
Abang mengusap pucuk kepalaku
" Abang ada urusan sebentar, jadi adek istirahat sendiri saja yah"
" Ada urusan apa memangnya? sampai-sampai Abang mau langsung pergi lagi"
" Bener ya Bang jangan pergi terlalu lama, Adek gak mau jauh-jauh sama Abang kalau abang gak ada Adek suka kepikiran Bapak sama ibu terus "
" Ia ..Dek inget yah iklasin kepergian Bapak sama Ibu mereka pasti sedih melihat ade terus-menerus terpuruk dan menangisi mereka. "
" Ini Adek juga berusaha untuk mengikhlaskan mereka , meski kadang kenangan bersama mereka selalu hadir "
" Abang paham, kepergian Bapak sama Ibu meninggalkan luka di Hati Adek , dari pada menangisi mereka lebih baik kita kirim mereka doa, Dan yang harus adek inget bahwa isrti Abang itu yang bernama Aisyah Husnah adalah wanita yang kuat, ceria dan tak mudah putus asa "
" Terima kasih , Abang sudah membuat adek tenang, terima kasih juga atas perhatian dan kasih sayang Abang pada adek"
" Ia "
-
-
-
-
__ADS_1
-
" Irman. ..apa benar Yang tadi kamu bicarakan bahwa adikku telah sadar " tanyaku pada Irman
" Ia temui lah adik mu" titah Irman
Saat ini aku berada di rumah sakit setelah mendapat telpon dari Irman bahwa adikku telah sadar dari koma nya selama satu bulan , karena senang sampai-sampai aku lupa mengabari Abang kalau aku pergi ke rumah sakit untuk menemui adikku. Akhirnya aku memutuskan untuk mengirim pesan memberi tahu Abang bahwa aku pergi kerumah sakit .
cklek
suara handle pintu terbuka.
Mataku tertuju pada adikku, air mata tak bisa aku tahan lagi seketika itu pula aku berlari dan memeluk tubuh adikku. Entah harus mulai dari mana aku memberi tahu pada dia kalau Ibu dan juga Bapak telah tiada.
" heyy kenapa kau cengeng sekali " ucap Johan adik ku.
" Aku bahagia Jo akhirnya kamu sudah sadar setelah satu bulan koma" jawabku dengn isak tangis.
" Lebay ... biasanya juga kakak gak pernah selebay gini"
" Aku serius Jo...Bagaimana apa kau sudah merasa baik? ...harusnya sih kau sudah baik-baik saja secara satu bulan kau terlelap tidur " candaku pada Johan.
" Aku udah baik kok Kak tak ada yang perlu di khawatirkan. oh iya kak kalau kabar Ibu sama Bapak gimana? mereka baik-baik saja kan?
Deg.....
pertanyaan itu seolah-olah menusuk kerelung hatiku, apa yang harus aku jawab Johan baru sadar , apa Harus aku bilang padanya sekarang kalau Bapak sama Ibu telah tiada? Tidak mungkin Johan baru sadar aku tak mau membuat dia syok, aku tak mau membuat dia drop lagi.
" Kak!!!!! teriak Johan menyadarkan lamunan ku.
" Eh ia Jo..kamu ini buat kakak jantungan saja, "
" Abisnya kakak malah bengong, bukannya di jawab pertanyaan Jo"
" Sudah kamu jangan terlalu banyak pikiran dulu kau baru juga sadar, lebih baik kamu istirahat lagi ya" Bujuk ku pada Johan mengalihkan pembicaraan .
" Aku kan hanya bertanya keadaan Bapak sama Ibu saja, apa susahnya tinggal ngomong saja" Kesal Johan.
" Ia kakak tahu, udah deh kamu istirahat lagi kakak mu pergi dulu mau menemui dokter Irman ada sesuatu yang ingin kakak tanyakan padanya "
" cih. kau ini sungguh kakak yang menyebalkan " ...
.
.
__ADS_1
.
Bersambung. .....