Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Teror 2


__ADS_3

Saat pikiranku sedang menerawang jauh entah kemana , jo datang dan memelukku kebiasaan jo memang seperti itu di saat aku punya masalah atau apa jo selalu memelukku mencoba mentransfer semangat ke jiwaku.


Dan aku akui cara seperti itu memang ampuh, aku jadi merasa nyaman, aman dan hangat.


Ku melirik ke arah jo dan tersenyum, jo melepaskan pelukannya lalu duduk di sebelahku.


" Jo , maksudnya itu apa yah? kakak gak ngerti perasaan kakak , kakak gak pernah punya musuh atau pun punya masalah dengan orang lain " ucapku sambil meletakkan kepalaku di bahu jo.


" Jangan terlalu di pikirkan kan, jo yakin itu hanyalah kerjaan orang iseng saja"


" Tapi jika itu benar gimana? orang itu menginginkan nyawa kakak jo "


" Tenang kak jo akan cari tahu siapa orang nekat berbuat konyol seperti ini kalau perlu kita usut tuntas lewat jalur hukum biar Orang itu kapok "


" Kakak percaya padamu jo, kakak serahkan semuanya padamu . Mungkin jika hanya keselamatan kakak saja Yang terancam tak masalah tapi kakak takut keselamatan Shafira, kamu dan orang-orang yang dekat dengan kakak pun akan terancam keselamatannya, dan kakak tak mau hal itu terjadi " .


" Jo janji kak akan selalu menjaga kakak juga Shafira tak boleh ada orang yang melukai kakak maupun Shafira walaupun itu seujung kuku tak akan jo biarkan"


Sambil tersenyum dan mengelus kepala jo " Kakak percaya padamu jo"


" Yaudah sekarang kakak istirahat saja , urusan Cafe biar jo yang handle " sambil menepuk dadanya menyombongkan diri.


" ia "


Baru mata ku pejamkan handphone miliku bergetar dan nama Mas Irman tertera disana.


Aku mencoba untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum aku benar-benar mengangkat telpon darinya. Aku takut mas Irman tahu yang akan membuat dia khawatir padaku .


Ku tarik nafas dalam-dalam lalu aku buang lewat mulut, setelah tenang aku langsung menggeser ikon berwarna hijau itu.


" Hallo, Assalamu'alikum mas"


" Wa'alaikum salam, sayang . Sayang apakah Kamu udah makan siang? "


" Udah mas , ada apa emangnya? "


" Yah kayanya mas telat , tadinya mau makan siang bareng kamu yang "


" Mas belum makan siang? ini udah jam dua lo mas "


" Hehehe, sibuk yang mas habis selesai melakukan operasi"


" Yaudah Aisyah kesana sekarang, bawa makan siang buat mas, tunggu dan jangan kemana-mana "


" Ia ia mas gak akan kemana-mana kok. sampai jumpa di rumah sakit sayang , Assalamu'alikum "


" Ia , Wa'alaikum salam mas "


Sambungan telpon terputus, jujur aku masih takut dengan ancaman orang itu tapi ketika mendengar mas Irman belum makan aku merasa tak tega apalagi mas Irman bilang ia baru selesai melakukan operasi, pasti rasanya lelah sekali.

__ADS_1


Aku berusaha menguatkan diriku sendiri, " Aku gak boleh lemah, gak boleh takut aku yakin jika orang itu benar-benar mengancam ku dan aku terlihat biasa -biasa saja pastinya orang itu akan merasa heran dan akan berhenti mengganggu ku lagi " gumamku


Ok fiks setelah merasa tenang, aku pergi ke dapur dan menyiapkan makan siang yang kelewat untuk mas Irman.


Tak lama Jo datang dan terheran-heran melihatku sedang membuat nasi kotak .


" Kakak mau kemana ? tanya Johan padaku sambil ia duduk di sampingku.


Aku melirik Jo sekilas " Kakak mau ke rumah sakit , mas mu belum makan "


" Gak boleh kak, kakak diam saja di sini Jo gak ijinkan kakak keluar!!!"


" Kamu ini kenapa sih Jo, udah kakak kan gak kenapa -kenapa "


" Kak!!


" Jo!!


" Yaudah deh ia , tapi Jo anter ya?"


" Gak usah, kamu tetap saja di sini .Ok"


"Tapi....


" Udah gak ada tapi -tapi , udah ah kakak mau pergi. Assalamualaikum Jo"


" Wa'alaikum salam, Hati-hati kak"


" Ia , bawel "


Lima belas menit kemudian,


Mobilku telah sampai di parkiran rumah sakit, aku mencari tempat untuk memarkirkan mobilku.


Setelah mobilku terpakir dengan cantik aku segera turun tak lupa aku menjingjing bekal untuk mas Irman.


Baru beberapa langkah ku melangkahkan kaki, tiba-tiba ada sesuatu yang keras yang mengenai punggungku hingga begitu sakit .


" Awww" pekik ku


Aku melihat ke sekeliling tidak ada orang satu pun yang ada hanya gulungan kertas yang membentuk seperti bola . Aku ambil dan isinya batu yang menurutku cukup besar dan pantaslah punggungku terasa sakit .


Dalam kertas itu tertulis " KAMU HARUS MATI " , refleks aku buang kertas itu aku kembali melihat sekeliling tapi tak ada orang . Wajahku seketika pucat pasi langsung saja aku berlari dan bergegas keruangan Mas Irman.


Mungkin karena panik dan tergesa-gesa sampai akhirnya tak sengaja tubuhku bertabrakan membuat tubuhku hilang keseimbangan, tapi anehnya Aku tak terjatuh ternyata mas Irman sigap menahan tubuhku dan itu berarti aku bertabrakan dengan tubuh mas Irman.


" Kamu kenapa sayang, " tanya mas Irman khawatir.


" Itu.... itu..." ucapku sambil menunjuk ke arah parkiran.

__ADS_1


" Itu apa?, mas gak paham "


" Itu...itu..." mulutku begitu sulit untuk berkata


" Yaudah ayo ke ruangan mas saja, kamu terlihat ketakutan seperti itu yang . Istirahat lah dulu nanti ceritakan pada Mas apa yang sebenarnya terjadi"


Tanpa berkata aku hanya bisa pasrah mengikuti semua perkataan mas Irman, mungkin mas Irman benar aku butuh istirahat supaya aku bisa kembali tenang.


Tapi pikiranku tak bisa tenang, aku gelisah memikirkan ancaman itu . Di pikiranku bertanya - tanya berbuat kesalahan pada siapakah aku sedangkan aku sadar , aku sedikit berinteraksi dengan orang lain selain keluargaku dan karyawan - karyawan ku di Cafe.


Rabb, apa yang harus aku lakukan aku gak mau hidup penuh rasa ketakutan seperti ini .


Dret. ...dret......


handphone ku bergetar ada satu chat dari no yang tak aku kenal.


Tanpa rasa curiga aku membukanya dan ternyata sebuah voice masegger.


Aku putar kiriman VM itu, tapi lagi-lagi membuat aku takut dan terkejut hingga tak sadar handphone ku lemparkan.


" KAMU HARUS MATI" Bunyi pesan suara itu.


" Aaaaaa" teriak ku.


Mas Irman datang dan bertanya apa yang terjadi.


" Sayang... kamu kenapa ? "


" Mas itu.... itu..." menunjuk ke arah handphone yang ku lempar tadi.


Mas Irman mengambil handphone ku dan memutar ulang pesan suara itu , dengan diriku menutup kedua telinga karena tak mau mendengar suara itu.


Setelah mendengarkan pesan suara itu mas Irman terlihat kesal dan mengumpat sendiri,


" Sejak kapan teror ini kamu alami yang?" tanya mas Irman.


Aku tertunduk dan menjawab " Baru hari ini, tapi ini ancaman yang ke tiga "


" Apa??? kenapa kamu gak bilang yang? "


" Aku pikir itu orang iseng saja , tapi setelah mendapatkan tiga kali ancaman dalam sehari ini aku yakin orang itu serius mas ingin membunuh ku" Aku terisak.


" Tenang sayang mas pasti akan mencari siapa orang yang telah berbuat seperti ini padamu, mas janji"


" Tapi salahku apa mas, kenapa orang itu mau membunuhku mau aku mati"


" Tenang sayang, ada mas disini ok. Mas gak akan siapa pun menyakiti mu yang . Bahkan seujung kuku pun mas tak akan biarkan ada yang menyakitimu , percayalah " ,


Setidaknya ada perasaan damai, tenang dan aman ketika mas Irman berjanji seperti itu. Semoga saja siapa saja itu orang yang telah menggangu ku Alloh buka kan pintu hatinya dan mengetuk nuraninya untuk menyadari apa yang dia perbuat sungguh tidak lucu.

__ADS_1


__ADS_2