
Kini terjawab semua rasa penasaran aku maupun mas Irman, ternyata aku beneran hamil dan yang membuatku shock ternyata aku hamil baby Twins Lagi. Sungguh anugerah Alloh yang tak bisa aku ungkapkan selain rasa syukur.
Saat ini aku sedang di rumah , tahu Aku hamil mas Irman langsung membwa ku pulang dan memintaku untuk tidak melakukan aktivitas apa pun , selain rebahan saja diatas kasur. Ini terlalu berlebihan menurutku, dulu saja aku sering melakukan aktifitas seperti biasa tapi kehamilanku baik-baik saja.
Tapi walau bagaimana pun aku tetap hargai keputusan mas Irman itu. Sebenarnya ada rasa seneng dihati, mengingat dulu saat hamil anak-anak gak pernah sekalipun dapat perhatian seperti ini. Boro -boro perhatian ketemuan pun sangat jarang, sekali bertemu malah pertengkaran yang terjadi. Alloh swt memang selalu tahu apa Yang terbaik untuk setiap umatnya, saat Kehamilan dulu tak pernah ada masalah malahan seperti sedang tidak mengandung saja, aku yakin Alloh tahu bahwa suamiku dulu akan lari dari tanggung jawabnya. Tapi kehamilan sekarang sungguh berbanding terbalik, ada rasa mual bahkan tadi pagi pun muntah -muntah, belum lagi bawaannya itu ingin di perhatikan lebih , malas untuk melakukan sesuatu .Tapi aku bersyukur mas Irman begitu perhatian padaku.
Hari demi hari aku lewati , selama masa kehamilanku ini aku benar-benar di manjakan mas Irman , Ya Alloh senengnya kelewatan ini mah, lunas sudah penderitaan ku di masa kehamilan dulu, kini sudah terbayar oleh mas Irman. Apa yang Dulu aku inginkan kini Mas Irman lah yang mewujudkannya, rasa cinta , sayang dan perhatiannya sangat membuat ku merasa di hargai sebagai seorang istri. Mas Irman sama sekali tidak egois , ia selalu memperhatikan pasangannya, mas Irman bilang kalau aku seneng, bahagia maka istri ku pun harus seperti itu, jika isrti ku perhatian maka aku pun akan perhatian padanya, tapi jika aku terluka maka cukup aku saja yang merasakannya istriku jangan.
Bagaimana Aku tak merasa besar kepala, jika perkataan Mas irman sungguh membuatku seperti itu. Terima kasih mas untuk semua yang telah kau berikan padaku , semoga kaulah cinta terakhir ku sampai ke janah-nya.
******
Kehamilanku sudah memasuki bulan ke empat, dimana pada Masa ini Alloh swt telah meniupkan ruh pada janin yang ada di rahimku ini, pada masa ini pula takdir nya mulai di tentukan. mulai dari urusan jodoh , rizki samapi maut .
Saat ini aku sedang berdiri di depan cermin, di balik sana aku melihat pantulan tubuhku dengn perut yang sudah terlihat besar, karena aku hamil baby Twins membut kandunganku terlihat besar meski baru berusia empat bulan. Aku tersenyum senang sambil terus mengelus perutku sambil Memasangkan earphone ke perutku dengan tujuan memberi stimulasi janin ku dengan ayat-ayat Alquran.
Terlalu asik sendiri sampai aku tak sadar , ada dua tangan kokoh yang sudah melingkar di atas perut besar ku. Siapa lagi kalau bukan mas Irman suami terhebatku.
__ADS_1
" Mas, kok udah pulang? ucapku pada Mas Irman sambil tanganku mengelus pipinya.
" Kangen Kamu Yank, kamu tahu sendirikan semenjak kamu hamil entah kenapa Mas rasanya gak mau jauh sama kamu, maunya tuh kaya gini terus " memeluk dari belakang sambil mengelus perutku.
" Aneh, itu mah modus kamu saja mas" ucapku terkekeh
mas Irman malah semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher ku membuat aku kegelian sendiri.
" Mas udah ih geli tahu, Mas udah makan belum? kalau belum kita makan yuk ! aku lapar mas " sambil berusaha melepaskan pelukan mas Irman.
" Kamu belum makan ? Ini sudah jam berapa Yank ! Jangan bilang kalau anak-anak juga belum makan!"
Mas Irman melepaskan pelukannya lalu langsung membalikkan tubuhku hingga berhadapan langsung dengannya.
" Jangan kaya gitu Yank, kasian baby Twins kita. Kamu harus banyak makan gak boleh telat juga"
" Tapi aku maunya makan bareng kamu mas, kalau gak ada kamu selera makan ku hilang " memasang wajah cemberut.
__ADS_1
Mas Irman hanya bisa menghela nafas kasar , dengan tingkah manjaku ini. Jujur saja sejak bersama mas Irman aku jadi manja tapi tingkat kemanjaanku meningkat saat aku hamil . Wajar gak sih? suka bingung sendiri dengan tingkah laku ku, apa setiap ibu hamil mengalami hal seperti itu? , Sebenarnya kehamilan pertamaku pun perasaan manja ,ingin diperhatikan lebih juga ada, hanya saja Aku tahan sendiri nyadar diri karena saat itu rumah tanggaku di ambang kehancuran. Apa lagi orang yang ingin aku jadikan tempat bermanja -manjaan terlaku sering meninggalkanku, tak punya banyak waktu untukku.
Kenapa semakin ingin melupakan momen menyedihkan itu , malah semakin ingat saja , suka tiba-tiba terlintas di pikiranku. Rabb, aku sudah melupakannya , melupakan masa lalu bahkan aku sudah memaafkan mereka orang-orang yang secara terang -terangan menyakitiku. Tapi kenapa teringat kembali?
Sekarang aku bahagia, punya suami hebat, anak-anak hebat dan sekarang akan lahir anggota baru baby Twins ku. Rabb aku berharap rasa bahagia ini jangan dulu kau ambil , terus selalu hadir di hidupku.
Kini Mas Irman membawaku ke meja makan , dengan penuh cinta ia menyuapi ku sesuap demi sesuap. Sesekali ia masukan kedalam mulutnya. Aku merasa seperti anak ABG saja yang baru merasakan kasmaran, makan sepiring berdua , oh romantis kan? Terima kasih my baby twins ku lau membuat umma sama Abii bisa bermanja - manjaan gini , membuat Umma dan Abii bermesraan terus. Atas qudrat dan Iradat Alloh melalui kalian baby twins kami bisa seperti ini. Semoga selamanya akan seperti ini meski nanti sudah tua sekali pun. well, bukankah kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakannya? Maka ciptakanlah kebahagiaan itu.
kebahagian terbesar ku adalah kehadiran suami dan anak-anak, mereka sumber kebahagiaan ku , sumber semangatku tanpa mereka apa lah diriku ini.
********
Hari ini ada janji dengan dokter intan , dokter kandungan yang di pilih mas Irman. Pemeriksaan ini ingin mengetahui perkembangan my baby twins sekaligus ingin tahu jenis kelamin baby Twins.
Seperti biasa dokter intan menyuruhku berbaring dan perlahan aku menyingkapkan baju agak sedikit ke atas lalu dokter mengoleskan gel ke perut dan mulai mengeratkan alat di perutku.
Di monitor itu terlihat dua makhluk kecil yang mulai berbentuk sempurna yang bergerak -gerak , terdengar detak jantung mereka pula. Kulihat ke arah mas Irman disana terlihat ekspresi yang begitu bahagia. Senyumnya tak pernah terhenti Terlukis disana. Lagi -lagi momen seperti ini malah membuatku teringat kejadian dulu. Dimana saat itu aku meminta Abang untuk mengantar kandungan ku tapi dengan tegas ia menolak, hingga akhirnya Jo lah yang mengantarkan ku, bahkan ia sampai mengaku sebagai suamiku.
__ADS_1
Tapi hari ini aku begitu terharu, keinginan ku dulu kini terwujud sekarang , keinginan yang menurutku cukup sederhana . Ingin di temani suami tiap kali cek kandungan. Terima kasih untuk segalanya my husband, my everting, my hero, my love. Ingin rasanya aku tunjukan pada dunia inilah suamiku, suami yang tiada duanya, suami yang paling pengertian dan semua yang setiap wanita inginkan ada di diri Mas Irman . Ia love you my husband, Ana uhibuka fillah. Semoga cinta kita selalu ada dalam rido nya.