Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Baby Rey and Baby Rein


__ADS_3

Pendengaran ku semakin tidak jelas, dan mataku semakin gelap dan aku pun tak ingat apa-apa lagi.


************


Mataku mulai terbuka dengan perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina mataku. Aku edarkan pandanganku ke setiap sudut ruangan,takk nampak seorang di sini. Kesadaran ku belum pulih seluruhnya, hingga rasa perih tiba-tiba aku rasakan di perutku ini.


Aku merabanya dan merasa ada sesuatu yang aneh. Perutku nampak rata, dan terasa begitu perih. Aku jadi teringat akan sesuatu, bukankah aku tadi akan melahirkan, kenapa aku gak ingat, lalu dimana baby twins ku berada.


Sibuk dengan pikiran yang sangat membingungkan, entah mungkin aku masih linglung atau apa, sampai-sampai saat melahirkan aku tak ingat baby udah lahir apa belum, selamat atau tidak. Karena yang aku ingat, tadi aku sedang berusaha mengejan. Terdengar suara pintu terbuka, aku menolehkan pandanganku ke sana, ada mas Irman ternyata.


"Yank kam____" ucap mas Irman aku tangkis segera karena terlalu banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya.


"Mas, dimana baby kita? bukannya tadi aku mau melahirkan? terus kenapa perutku terasa perih seperti ini? bergerak pun begitu sakit dan juga apa ini (menunjuk ke selang infus) kenapa harus pakai beginian segala? " ucapku benar-benar tanpa jeda.


Mas Irman tak langsung menjawabnya, ia hanya diam dan terus berjalan kearah bangsal ku. Kemudian ia duduk di bangsal dan tiba-tiba mendaratkan kecupan lama di kening. Aku merasakan sesuatu jatuh di pipiku, aku menyentuhnya ternyata itu air mata. Mas Irman menangis, pikiranku pun mulai mengira-ngira apa terjadi sesuatu.


"Mas, kenapa kamu nangis? dimana baby kita?" tanyaku pada mas Irman.


Lalu mas Irman menegakkan kembali tubuhnya, memegang tanganku begitu erat dan mencium pundak tanganku begitu lembut.


"Terima kasih yank, udah mau mengandung dan melahirkan anak ku, aku janji ini yang terakhir. Mas gak akan meminta ataupun mengizinkan kamu untuk hamil kembali. Cukup ini, aku sungguh syok saat itu aku benar-benar takut kehilangan dirimu" isak mas Irman dengan terus memegang tanganku.


"Apa yang terjadi? kenapa mas berbicara seperti itu? apa terjadi sesuatu pada baby twins kita? "

__ADS_1


Mas Irman menggeleng dengan air mata terus jatuh, baru pertama kalinya aku melihat pria yang aku cintai menangis seperti ini.


"Baby twins kita lahir dengan selamat,mereka sedang di periksa dulu, takut ada air ketuban yang masuk ke paru-paru mereka"


"Memang apa yang sebenarnya terjadi? Aisyah gak ingat mas, Aisyah hanya ingat tadi sedang mengejan lalu tak tahu apa-apa lagi. Bangun-bangun Aisyah sudah ada disini dengan perut yang kempis dan rasa sakit di perut"


"Tadi kamu pingsan yank, dan baby kita terlalu lama di dalam.Dokter bilang kalau gak segera di tindak bisa-bisa baby nya keracunan air ketuban. Apa kamu tahu yank?aku benar-benar panik tadi. Aku takut kehilanganmu, akhirnya dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi secar. Maafin mas yah, dan mas ucapkan Terima kasih lagi udah mau mengandung dan melahirkan anak mas. Ternyata taruhan nyawa saat melahirkan itu benar adanya dan mas sendiri melihat serta merasa kan takut untuk kehilangan"


"Sudah jadi kodrat seorang wanita mas, dan mas tak perlu meminta maaf dan berterima kasih pada Aisyah. Justru Aisyah yang harusnya berterima kasih, Terima kasih sudah bersedia menemani proses melahirkan Aisyah. Mas tahu? dulu, dulu banget aku hanya seorang diri itu pun aku langsung terpisah dengan salah satu anakku. Rasanya sakit, udah berjuang mempertaruhkan hidup, tapi dia orang yang ada di masa lalu tanpa rasa kasihan sedikitpun langsung memisahkan seorang ibu dengan anaknya" Aku pun mulai terisak, jujur saja dari awal hamil sampai sekarang detik ini juga bayangan masa lalu serasa terulang kembali. Hanya saja di kehamilan yang sekarang selalu ada dia di sisiku, siapa lagi kalau bukan mas Irman suami terhebat ku, suami tercinta ku.


Aku sudah berdamai dengan masa lalu, tapi tetap saja jika ada suatu kejadian yang mengingatkanku bukan tak mungkin aku akan teringat kembali. Apa lagi sekarang orang yang ada di masa lalu sedang bertaruh nyawa melawan penyakit yang di deritanya. Tentunya tak layak untukku membenci dirinya.


**********


Tiga hari di rumah sakit, akhirnya hari ini bisa pulang. Di rumah anak-anak, Ibu mertua serta Jo juga Riska sudah mempersiapkan kejutan untuk menyambut baby twins ku. Reyhan Azzam sanjaya dan Reina Azzura Sanjaya adalah nama baby twins yang Mas Irman berikan, nama ini sudah Mas Irman siapkan jauh-jauh hari tepatnya saat usia kandungan ku empat bulan.


Akhirnya sampai juga di rumah, semua keluarga sedang berdiri di dekat pintu untuk menyambut kedatangan kami. Wajah-wajah berseri terlukis di bibir mereka, sedangkan anak-anak mereka langsung berlari menghampiriku.


"Umma, dedek kembarnya mana?"kalimat pertama yang anak-anak ucapkan.


Aku berusaha memeluk mereka, sebab perut bekas Operasi masih terasa sakit. Setelah memeluk mereka aku pun menjawab pertanyaan mereka.


" Udah gak sabar yah nungguin dedek kembar? " tanyaku

__ADS_1


"Ia Umma,"


Baby twins memang masih ada di dalam mobil di gendong oleh baby sitter sementara untuk menjaga dan merawat baby twins sampai aku pulih dari pasca operasi secar.


"Sambut dong dedek kembar nya, tuh masih di dalam mobil" ucapku dan seketika mereka langsung membuka pintu mobil. Sedangkan aku sambil di papah Mas Irman berjalan menuju orang-orang yang sudah dari tadi menyambut kedatangan kami.


"Mantuku sayang, Selamat yah atas kelahiran baby twins nya" ucap Ibu mertua dan memelukku.


"Terima kasih Bu,"


"Kakak... eh maksudnya teteh Jo turut berbahagia. Akhirnya kali ini benar-benar suami teteh yang menemani, bukan Jo lagi (Jo tiba-tiba menangis) terus bahagia teh, kebahagiaan Jo itu teteh. Sudah cukup dulu teteh menderita sekarang waktunya teteh bahagia" lalu Jo memelukku dengan terus menangis.


Aku pun tak kuasa, ikut menangis merasa terharu. Sebegitu besarnya rasa sayang Jo padaku, aku rasa tak ada adik sehebat, se cengeng dan se perhatian Jo di dunia ini.


"Terima kasih Jo untuk segalanya, kamu lihat sendiri kan teteh udah bahagia? tinggal kamu Jo, teteh gak akan tenang jika kamu belum mengejar kebahagian mu. Jika kamu bilang teteh adalah kebahagiaan mu, maka kamu juga adalah kebahagian teteh. Teteh bahagia jika kamu bahagia, teteh akan sedih jika kamu juga sedih."


Aku meraih tangan Jo dan Riska lalu menyatukan tangan mereka. "Segera halalkan status kalian, kalau bisa hari ini juga kalian teteh nikahkan" celetuk ku membuat semua orang kaget termasuk Jo dan Riska.


Suasana haru malah berubah dengan gelak tawa "Teteh kalau ngomong seenaknya saja, main mau nikahin Jo saja. Tanya dulu tuh sama calon adik iparnya mau apa gak? kalau Jo mah mau, hari ini juga" ucap Jo dengan cengengesan.


"Tuh, dah ngebet aja kamu Jo" ucap mas Irman


"Udah ah kok malah bahas Jo sih, perasaan ini kan harinya baby twins. Nanti kita atur waktu untuk membahas ini ok"

__ADS_1


Apa yang Jo bilang benar, hampir saja kami melupakan kehadiran baby twins. Kini baby twins sudah ada di kamar mereka beserta Teteh sama Aa nya.


Melihat pemandangan seperti ini membuat hati senang, Umma berharap kalian harus saling menyayangi dan saling melindungi. Seperti nya kehadiran baby Rey juga Baby Rein membawa dampak positif untuk semuanya, bukan hanya untuk ku juga Mas Irman.


__ADS_2