
Hari ini adalah hari kepulangan keluarga Abang yang ada di London, sedangkan besok orangtua ku juga akan datang ke Bandung. Kepulangan keluarga Abang dan kunjungan keluargaku di kampung tak lain untuk menyaksikan prosesi wisuda Abang.
Dan momen ini merupakan momen pertama keluarga Abang maupun keluargaku berkumpul dengan formasi lengkap semenjak aku dan Abang menikah
" Adek..." Terdengar teriakan Abang dari luar " Udah belum?? cepat kita harus segera sampai di bandara."
" Ia Abang sebentar lagi" kataku dengan sedikit berteriak.
Aku berjalan kearah mobil dan tak lupa aku mengunci pintu rumah.
" Maaf.. Abang jadi lama menunggu adek "
" Tak masalah, " ucap Abang sambil melihat ke arahku lalu menyalakan mobilnya.
Selama di perjalanan menuju bandara aku hanya diam ,memikirkan bagaimana sikap Sharon sekarang apa ia masih saja tak bisa menerima aku sebagai kakak iparnya, atau bagaimana sungguh aku tak tahu. Tapi yang jelas hatiku bilang bahwa sampai sekarang pun Sharon masih tak menerimaku.
Kegelisahan ku ini dapat terbaca oleh Abang, Abang meraih tangan ku yang begitu dingin .
" Adek kenapa? ? Abang perhatikan adek begitu gelisah apa lagi ini tangan Adek begitu dingin. "
" Adek gak kenapa -kenapa kok bang " jawabku dengan tersenyum di paksakan.
Aku terpaksa berbohong karena aku tak mau Abang kecewa kalau ia tahu bahwa aku masih merasa takut Sharon tak menerimaku.
"Abang tahu dek , adek masih memikirkan Sharon kan?? tanya Abang padaku tapi aku tak menjawabnya aku hanya menundukn kepalaku.
" Dek percayalah kepada Abang, Sharon pasti akan menerima adek . Sharon sebenarnya gadis baik hanya saja ia memang suka bersikap kurang baik terhadap orang yang baru ia kenal. Abang yakin adek bisa mengatasinya karena abang tahu kalau istri Abang itu orang yang kuat, baik hati , penyabar, penyayang dan tak pernah putus asa Sharon pasti hatinya luluh."
" Tapi adek tak seperti yang Abang kira, yang harus Abang tau adek itu orangnya rapuh , namun selalu berusaha terlihat baik-baik saja" ucapku dengan nada bergetar menahan air mataku.
Abang hanya tersenyum menanggapi perkataanku.
" Abang tak percaya, yang Abang tahu bahwa istri Abang itu Aisyah Husnah seorang wanita yang kuat tak mudah putus asa. "
" Ih Abang harus gimana lagi sih adek menjelaskannya, Adek tak seperti itu" ucapku kesal
Abang hanya membalasnya dengan senyumnya Yang termanis, lalu berkata "Udah jangan di bahas lagi yang pasti adek punya waktu 1 bulan bersama dia manfaatkan waktu yang 1 bulan itu untuk mengambil hati Sharon, gimana? setuju? tanya Abang padaku.
" Ok adek setuju"
" Nah gitu dong itu baru istri Abang, kata Abang sambil mengelus kepala ku.
-----------
Di Bandara
__ADS_1
Saat tiba di Bandara aku dan Abang menunggu di tempat yang bisa dengan jelas langsung terlihat oleh keluarga Abang. Semenjak menikah inilah kali ke 3 aku bertemu dengan orang tua Abang, gugup? sudah pastinya karena berasa asing kembali jika lama tak bertemu di tambah pertemuan aku dengan keluarga Abang begitu singkat.
" Bang adek ketoilet dulu yah , " izinku pada Abang
" Jangan terlalu lama, cepatlah kembali " titah Abang.
"Siap Bos "
Aku rasa solusi aku pergi ke toilet itu tepat setidaknya aku akan berwudu untuk menetralisir kegugupan ku. Aku tak terlalu memperhatikan jalan sehingga aku tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang dan yang membuat aku kaget ternyata orang itu sangat aku kenal.
" Azka---Aisyah " ucapku dan AzkA bersamaan .
" Ya Alloh AzkA kamu kemana saja ? apa kabarmu? kenapa kau tak pernah terlihat di kampus? kau pindah yah? kenapa tak kasih kabar? tanyaku pada Azka bertubi-tubi.
" Stop Aisyah, baru bertemu kamu udah ngasih pertanyaan yang begitu banyak, aku jadi bingung jawabnya. "
" Maaf, habisnya kau keterlaluan tiba-tiba saja menghilangkan bagai di telan Bumi saja" seloroh ku.
" Aiss kejam sekali perkataanmu Aisyah " AzkA terkekeh.
" Yaudah Jawab dong aku kan tadi nanya "
" Mau yang mana dulu? ?
" Yang mana saja, yang penting jawab semuanya.
flasback
pov AzkA
Hari ini aku di kabarkan oleh ayah , kalau aku akan di sekolahan di London. Awalnya aku menolak dengan alasan masih ingin tinggal di indonesia. Padahal alasan sebenarnya kenapa aku menolak karena seorang gadis, yang membuatku tertahan untuk tetap berada di Indonesia.
Namun di sisi lain aku juga gak tega, awalnya ayah menyuruh kakak untuk melanjutkan kuliah bisnis di London . Tapi kakak tak mau jadi pembisnis tapi ingin jadi seorang pengacara dan mendirikan Firma sendiri.
Sedangkan diriku? jujur saja belum punya tujuan , kuliah ambil jurusan hukum pun karena mengikuti kakak bukan kemauan sendiri. Setelah aku pikir-pikir lebih baik aku terima saja tawaran Ayah untuk kuliah bisnis di London.
Aku akan berangkat besok aku berusaha untuk menghubungi Wanitaku namun sayang semua kontak yang ada di handphone ku semua terriset, jika bertemu langsung itu tak memungkinkan .Akhirnya aku pun pergi tanpa berpamitan pada Wanitaku pada hal saat itu aku ingin sekali bertemu dengan dia untuk yang terakhir kalinya.
flasback of
pov AzkA of
" Oh jadi gitu ceritanya, tapi ngomong - ngomong siapa tuh gadis yang kau maksud itu aku jadi penasaran, cerita dong"
" Nanti kamu juga tahu Aisyah cepat atau lambat " jawab AzkA
__ADS_1
" Curang kamu , main rahasian segala kita kan udah bertema sejak di bangku Smp meski beberapa tahun kita berpisah hingga akhir kita bertemu lagi di kampus" .
" Aku ingin memastikan nya dulu, jika sudah yakin aku akan segera melamarnya selagi ayah dan ibu ada di Indonesia.
" wihh selamat yahh, semoga berhasil "
" Terima kasih "
"Astagfirullah" pekik ku
" Kenapa ?
"Azka sepertinya aku harus segera pergi , semoga kita bertemu lagi " ucapku sambil menyatukan kedua tanganku di dada, assalamu'alikum "
" waalaikumsalam, tapi tunggu dulu Aisyah ...Aisyah "
Terdengar Azka memanggil ,tapi Aku langsung berlari ke tempat dimana tadi Abang menunggu .Dari jauh terlihat ayah, ibu dan juga Sharon sudah ada, ceroboh kenapa aku lupa kalau abang menungguku bahkan tujuanku ke toilet pun terlupakan.Sebelum menghampiri mereka Aku menenangkan diri dulu tarik nafas lalu buang, setelah merasa tenang aku berjalan ke arah mereka.
" Assalamu'alikum ayah ibu , sapa ku sambil bersalaman.
"waalaikumsalam "
" Ya alloh mantu ibu, sini sayang ibu kangen sama kamu " ucap Ibu mertua sambil tak hentinya menghujani wajahku dengan ciuman.
" Ibu sudah kasihan istri Rudi "
" Ibu kangen tau Rudi, jadi biarin ibu seperti ini"
Aku hanya bisa tersenyum sebagai balasannya. Tiba-tiba mataku mengarah pada sesosok gadis yang cantik siapa lagi kalau bukan Sharon, aku mencoba untuk menyapanya.
" Hi Sharon, apa kabar??
Namun tak ada jawaban darinya bahkan uluran tanganku pun tak ia balas, melihat situasi seperti itu Abang langsung mencairkan suasana.
" Oh ia bu..mana bocah ingusan itu, ? tanya Abang
Aku heran siapa yang di maksud Abang dengan bocah ingusan.
" Adik mu tadi pergi ke toilet , tapi sampai sekarang tak kunjung datang " jawab Ibu mertua
Tak lama terdengar seseorang berucap,
"Adik tersayang mu ada di sini kakak"
, suara itu seperti aku kenal Aku menoleh dan ternyata benar, itu AzkA. Jadi adik yang sering Abang ceritakan itu AzkA?
__ADS_1
Terlihat Abang saling berpelukan sepertinya mereka amat saling menyayangi, aku senang dan tak menyangka ternyata AzkA temanku adalah adik Abang aku jadi penasaran bagaimana respon AzkA kalau tau aku ini kakak iparnya . Untuk saat ini ia belum menyadari kehadiran ku.
bersambung