
Pagi telah datang dan mentari telah hadir menggantikan cahaya bulan . Pagi ini entah kenapa hatiku begitu bahagia terlebih bila mengingat perkataan Abang semalam .Janjinya untuk menikahiku secara resmi kini akan secepatnya terlaksana, semoga saja Abang benar-benar menepati janjinya.
Aku senandungkan sholawat favoritku untuk menemani pagi ini, sambil memasak dan sesekali Terlukis senyuman di bibirku teringat kembali perkataan Abang.
" Abang. .adek akan terus mengingat kan agar kau tak lupa" batinku dalam hati.
Ketika aku sedang asik dengan aktivitas ku tiba-tiba dari belakang tangan kekar melingkarkan ke pinggangku dan sangat mengagetkan ku.
" Astagfirullah! !Abang apa-apa sih. ..adek kaget tahu" ucapku kesal karena abang telah berhasil membuatku kaget.
" HEhe maaf adek sayang, habisnya adek begitu fokus sampai-sampai Abang datang pun tak Adek hiraukan. "
"Kan adeknya lagi masak bang... Abang tunggu saja sebentar lagi juga matang , nanti kita sarapan bareng yah.." titah ku pada Abang dan mendapatkan anggukan dari Abang.
" Ok sayang ..ucap Abang lalu mencium keningku penuh cinta.
---
Setelah acara sarapan usai aku dan Abang pun pergi kekampus berbarengan. Selama dalam perjalanan tak ada pembicaraan sepatah katapun keluar dari mulutku atau pun Abang, karena saat ini Abang sedang sibuk berbicara dengan seseorang di balik teleponnya. Sedangkan aku memainkan handphone mengskrol dan melihat medsosku yang sudah lama tak aku gunakan.
Ku tengok kearah Abang dan ternyata ia sudah selesai , namun tiba-tiba Aku melihat mimik wajah Abang menjadi sedih hingga membuat aku penasaran dan dengan hati-hati aku mulai berbicara pada Abang.
" Telpon dari siapa Bang? tanyaku pada Abang.
" Teman Abang dek.. jawabnya singkat
" Terus kenapa Abang terlihat bersedih setelah menerima telpon tadi?
" Masa sih. .itu perasaan adek saja , lihat nih abang baik-baik saja kan?? ucap Abang sambil tersenyum terpaksa.
Aku hanya membalas nya dengan senyuman, mungkin Abang belum mau cerita biarlah aku tidak akan terlalu memaksanya mungkin saja ini bersifat privasi.
" Adek. .nanti pulang ngampus gak apa-apa adek pulang sendiri?
" lho emangnya Abang mau kemana?
" Abang ada keperluan, takut lama"
__ADS_1
"Ia udah bang nanti adek naik taxi saja" ucapku sambil tersenyum
Setelah dua puluh menit perjalanan sampailah di kampus, aku turun terlebih dahulu dan tak lupa Aku pamit lalu salim pada Abang. Sedangkan Abang memarkirkan mobilnya.
Berhubung aku ada kuliah pagi maka aku bergegas masuk kelas tanpa menunggu Abang terlebih dahulu. Sayup -sayup terdengar seseorang memanggil manggil namaku.
" Aisyah. ...Aisyah. .tunggu! !!! teriak seorang wanita.
Aku hentikan langkah kakiku dan mencari sumber suara tadi yang memanggil namaku. Dan nampak seorang wanita berlari ke arahku dengan nafas yang tersengal -sengal dia adalah Anna melinda wanita terpopuler di kampus ini. Seperti biasa entah ada angin dari mana tiba-tiba ia menghampiriku,
Dengan sedikit ngos -ngosan ia mulai berbicara padaku.
" Aisyah, tadi aku lihat kamu sama kak Rudi!!!
" Ia aku memang berangkat bareng sama kak Rudi, ada apa yang emangnya? ??
" Gak kenapa napa hanya saja sedikit aneh ..tidak biasanya ia dekat dengan wanita tapi sedekat itu sampai -sampai ia mengizinkan wanita masuk kedalam mobilnya.
" Aku kan udah bilang kak,kalau aku itu salah satu keluarganya jadi menurutku wajar -wajar saja tak ada yang perlu di anggap aneh"
" Kalau ga ada yang mau ditanyakan lagi saya mau minta izin pergi karena aku punya jadwal pagi" pamit ku pada kak Anna
" Baiklah. ..lain kali kita ngobrol lagi yah?
" insyaallah kak"
Aku pun bergegas meninggalkan Kak Anna, namun lagi-lagi langkah kakiku terhenti kala seseorang memanggil namaku.
" Aisyah! ! teriak beberapa orang wanita yang sama sekali tak aku kenal.
" Kakak memanggilku? ? ada keperluan apa yah???
" Gini Aisyah aku mau nitip ini dong buat kak Rudi, tolong bilangin ini dari Qiana, ucap salah seorang mahasiswa sambil menyodorkan kota kecil warna pink.
" Aku juga nitip ini yah, tolong ucapin salma aku buat kak Rudi, bilang dari Eka" ucap mahasiswi satunya lagi sambil menyerahkan paperbag.
Semua mahasiswi itu yang berjumlah 5 orang benar-benar telah membuat waktu aku terbuang sia-sia ku hanya bisa bersabar menghadapi mereka.
__ADS_1
" Maaf sebelumnya kenapa kalian malah menitipkan ini semua padaku ???? kenapa gak kalian kasih langsung saja sama orangnya. "
" Aisyah kamu Bodoh apa pura-pura Bodoh sih..kau kan tahu sendiri kak Rudi mana mau menerima apa lagi deket -deket sama lawan jenisnya bisa -bisa kami dapat tatapan membunuhnya. " ucap salah seorang mahasiswi yang bernama Qiana.
" Lalu hubungan nya denganku apa???
" Kau kan saudaranya, tolonglah bantu kami agar kak Rudi mau melirik kami " ucap sih seorang mahasiswi lainnya yang bernama Amrita.
" Astagfirullah, kenapa kelakuan kalian seperti ini bawa -bawa Aku segala yang ada kepentingan itu kalian tapi kok jadi aku yang begitu repot. " ucapku sedikit kesal.
" Ayolah tolong kami. ..
" Baiklah , ini adalah yang pertama dan untuk yang terakhir kalinya juga, aku gak mau ikut campur urusan kalian lagi"
" ok terima kasih Aisyah " ucap semua mahasiswi
Setelah keinginan mereka terlaksana tanpa pamit mereka langsung pergi seperti wanita yang tak punya sopan santun. Aku hanya diam mematung dan memperhatikan hadiah dari mahasiswi itu untuk Abang.
Aku membuang kasar nafasku, Merasa lelah sama keadaan seperti ini semenjak mereka melihatku begitu dekat dengan Abang banyak mahasiswi yang keganjenan , mereka begitu sengaja mendekatiku agar bisa membantu mereka mendapat hati ataupun perhatian dari Abang. Sakit? ? sakit tentu rasanya bagaimana tidak aku ini istri Abang tapi mereka begitu terang - terangan menunjukan kesukaan mereka pada Abang sampai ada yang memanfaatkan diriku.
Istri mana yang tidak akan merasa bersedih ketika ada wanita lain minta di sampaikan salamnya pada suamiku, hancur rasanya hatiku aku begitu tak di hargai sebagai seorang istri .Tapi aku sadar mereka seperti itu karena memang tak ada yang tahu status aku sebagai istri abang yang mereka tahu aku hanyalah keluarganya.
Wahai para wanita pengagum suamiku, Stop jangan seperti itu lagi andai kalian tahu laki-laki yang sering kalian kagumi itu suamiku. ..yah lelaki itu suamiku Jadi Stop jangan ganggu hubungan kami, hancur hatiku ini .Yah aku hanya bisa bergumam di dalam hatiku saja tanpa berani berkata yang sebenarnya.
Kata Ibu dalam berumah tangga pasti akan begitu banyak ujian entah dari manapun datangnya, bisa dari suami, anak, keluarga, mertua bahkn mungkin dari Orang lain pun bisa. Dan kini aku merasa rumah tanggaku sedang Alloh uji melalui suamiku banyak wanita yang datang kepadaku hanya untuk sekedar menyampaikan salam mereka maupun hadiah -hadiah dari mereka sungguh itu membuat hatiku sakit dan cemburu. Meski aku tau Abang tak akan menghinakan mereka tetap saja perasaan sakit hati dan cemburu ada , lucu? ? memang sangat lucu rumah tanggaku ini .Tuhan sabarkan aku , jagalah hati suamiku dan kuatkanlah rumah tanggaku dari berbagai ujian dari Mu .
.
.
.
.
.
Assalamualaikum readers ...mohon maaf baru biasa up lagi di karena kemarin -kemarin adik Author melahirkan jadi saya sibuk bolak balik gak jelas 😊😊😊
__ADS_1