Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Kebahagian yang Hakiki


__ADS_3

Enam tahun kemudian


Waktu berlalu begitu cepat tak terasa baby Rey juga baby Rein sudah berumur eNam tahun, dan saat ini mereka sekolah TK di tempat dulu Teteh sama Aa nya sekolah. Tapi sekitar dua bulan lagi mereka akan keluar.


Sedangkan ketiga anakku kini sudah kelas empat MI. MI itu setara dengan sekolah dasar atau SD, tapi Mereka tidak tinggal di sini, tinggal di pesantren yang ada di Bogor sekolah sambil mondok.


Awal-awal memang terasa berat, harus tinggal jauh dari anak-anak. Tapi ini untuk kebaikan mereka juga, bahkan para ulama dan kiai saja anak-anak mereka sengaja mondok di tempat jauh dan tentu nya pesantrennya yang bagus.


Sebentar lagi Rey sama Rein pun akan aku kirim mondok di tempat yang sama dengan Teteh dan Aa. Biarlah sekarang aku membuat mereka menangis karena bilang tak betah, bilang rindu keluarga ingin pulang, atau apa pun itu alasan mereka. Dari pada nanti aku atau pun mas irman yang di buat menangis oleh kelakuan anak-anak yang buruk.


Menurutku dengan mondok mereka jadi punya dua ilmu yang di dapat, ilmu untuk mengejar dunia juga ilmu untuk mengejar akhirat. Kelak siapa yang akan mendoakan kita kalau sudah meninggal, tentunya anak-anak kita yang sholeh dan sholehah yang doanya tembus ke langit. Bahkan doa anak sholeh sholehah bisa meringankan siksa orang tuanya di alam kubur.


Dan aku berharap inilah salah satu jalan atau cara untuk mewujudkannya. Sementara Jo, kini ia Sudah menikah dengan Riska dan telah di karunia seorang pangeran tampan berusia empat tahun dan seorang putri berusia dua tahun.


Abang, ayah anak-anak ia sudah sembuh sungguh mukjizat nyata yang Alloh SWT tunjukan. Setelah tigal tahun lalu di nyatakan sembuh, abang langsung pulang ke Indonesia. Anak-anak menangis kejer memaksa sang Ayah untuk tinggal bersama mereka. Tapi, itu tidak mungkin terjadi. Akhirnya berkat bujukan mas Irman mereka mengerti dan membiarkan ayahnya kembali ke Bandung.


Dan tepat lima bulan lalu abang sudah menikah lagi dengan seorang wanita mojang Bandung, yang usianya terpaut sepuluh tahun dan sang istri kini sedang mengandung dua bulan.


Rentetan kebahagian yang Allah SWT terus berikan, Kami ucapkan syukur Alhamdulillah. Meski aku tahu hidup bukan hanya sekedar bahagia ada kalanya Alloh menguji umatNya untuk menaikkan derajat ke imanan kita. Aku harap jika waktu itu tiba, kita bisa melewatinya dengan sempurna.


**************


Hoek... hoek...


Pagi ini perutku terasa mual dan muntah. Rasanya sudah tak ada tenaga lagi untuk berdiri, aku hanya bisa duduk di lantai kamar mandi. Aku mengelus perutku yang rata sambil tersenyum karena di dalam rahim ku sedang ada satu nyawa.


Tadinya mas Irman benar-benar menyuruhku untuk tak hamil lagi, alasannya karena saat aku melahirkan Rey dan Rein merasa syok dan takut kehilanganku. Tapi dengan sedikit penjelasan pada mas Irman tentang niat aku untuk hamil kembali mas Irman mau mengerti.


Tapi tetap ada syaratnya, aku harus stay terus di rumah jangan minta macam-macam, apa lagi minta kembali jalan-jalan di saat hamil besar. Aku hanya terkekeh saat mendengar syarat dari mas Irman.


Saat aku sibuk merasakan mual yang masih terasa, mas Irman datang dan kaget melihatku terduduk di lantai kamar mandi.


"Ya Alloh sayang, kamu kenapa?" ucap mas Irman lalu membantuku untuk bangun.


"Lemes mas, sepertinya kehamilan yang ini begitu parah. Tiap pagi pasti kaya gini" ucapku sambil terus di papah berjalan ke arah ranjang.


"Mas kan udah bilang, lima anak sudah cukup jangan nambah lagi. Mas gak mau yah kejadian enam tahun lalu terulang" protes mas Irman lalu membaringkanku di atas ranjang.


"Mas, kok bicara kaya gitu. Kalau Aisyah gaak hamil lagi nanti Aisyah kesepian, gak ada anak-anak. Belum lagi si kembar dua bulan lagi nyusul teteh sama Aa nya."


"Kan ada mas, gak akan kesepian yank"


"Terus kalau mas ke rumah sakit Aisyah harus gimana? kan gak ada kegiatan. Jadi dokter lagi kan mas gak bolehin, jadi ini satu-satunya cara biar Aisyah gak kesepian saat mas gak di rumah"

__ADS_1


"Hmm,ia maafin mas. Lagian mas bukannya gak mau punya anak lagi, yang namanya anak kan rizki dari Alloh. Tapi yang mas gak mau itu saat harus menyaksikan kamu kesakitan, bahkan sampai kehabisan tenaga dan tak sadarkan diri"


"InsyaAllah kehamilan sekarang gak akan sampai ada drama-dramaan segala, janji" ucapku.


"Yaudah sekarang kamu istirahat yah, Rey sama Rein biar mas yang anter" mas irman mencium pucuk kepalaku.


"Maaf yah udah ngerepotin kamu mas"


"Sama sekali gak di repotin yank, jangan bicara seperti itu. Mas berangkat sekarang yah, kamu hati-hati di rumah kalau mau apa-apa panggil bibi"


"Ia mas"


**********


Mungkin karena bumi ini sudah tua, hingga waktu bergulir pun tak terasa. setahun serasa sebulan, sebulan serasa seminggu, seminggu terasa sehari dan begitu seterusnya. Seperti saat ini menunggu kelahiran anak ke enam ini yang di perkirakan berjenis kelamin perempuan begitu terasa cepat, baru saja kemarin aku ngerasa mual dan muntah dan sekarang waktu kelahiran sudah ada di depan mata. Aku harap lahiran kali ini bisa normal, tanpa harus melakukan operasi secar. Meski banyak orang yang bilang kalau udah pernah di secar pasti kehamilan berikutnya akan di secar kembali.


Tapi, aku yakin untuk kelahiran ini aku bisa lahiran normal. Seperti biasa suami siaga ku selalu ada di dekat ku, apa lagi tanggal HPL yang semakin deket membuat ia gak pernah pergi ke rumah sakit, ia hanya menghabiskan waktunya di rumah bersamaku, tanpa mereka anak-anak ku tersayang.


"Yank, nanti kalau udah besar si bungsu gak usah mondok yah, biar nemenin kamu saja di rumah"


"Teteh sama aa nya pada mondok masa yang ini enggak. Lagian kenapa manggil si bungsu sih gimana kalau nanti aku hamil lagi, si dedek kan gak jadi bungsu dong"


"Udah punya niat saja pengen nambah anak lagi, doyan yah buat anak nya" canda mas Irman.


"Ya Allah, Istri mas kok jadi vulgar gitu sih Ngomongnya. Jangan-jangan.... " mas Irman menggantungkan perkataannya.


"Jangan-jangan apa mas? tanyaku penasaran.


Mas Irman tak menjawab, ia hanya tersenyum penuh arti dan perasaanku jadi tak enak seperti ini.


" Mas, kamu kenapa ih" tanyaku sedang yang di tanya terus saja menatapku dengan tatapan yang mendamba.


"Udah empat hari lho yank, kan katanya kalau udah bulannya harus sering di tengokin" Bisik mas Irman di telinga ku membuat sekujur tubuhku meremang.


Belum aku menjawab, mas Irman malah langsung saja mencumbu ku. Aku hanya pasrah saja, asalkan jangan samapi menganggu si dedek bayi saja.


Di tengah aktifitas kami yang serba nanggung ini, tiba-tiba aku merasa keram di perut bagian bawah, seperti akan melahirkan.


"Mas, sakit " ucapku sambil memegang perutku.


"Kamu mau melahirkan yank?" tanya mas Irman panik.


"Sepertinya negitu" ucapku di sertai rasa mulas di perut.

__ADS_1


Dengan secepat kilat, mas Irman langsung memakaikan kembali baju ku juga bajunya. Setelah itu mas Irman menelpon seseorang untuk menyiapkan segala sesuatu untuk proses bersalin ku.


Cukup lima belas menit perjalanan sampai juga di rumah sakit. Aku segera di larikan ke ruangan bersalin, sebelumnya aku pernah bilang pada mas Irman kalau di lahiran kali ini ingin normal no proses secar, qudratullah, pembukaan jalan lahir udah pembukaan sepuluh dan baby terus saja meminta keluar. Hingga hanya sekali mengejan baby girl ku lahir kedunia dengan selamat, sehat dan tanpa proses secar.


AISYILA RENATA SANJAYA, itulah nama bayi perempuan ku, seperti biasa mas Irman lah yang memberikan namanya.


Alhamdulillah, Alhamdulillah aku ucapkan beribu Terima kasih padamu ya Robb. Atas nikmat yang senangtiasa kau limpahkan pada keluarga kecil ku ini.


Kini terulang kembali, keluarga berkumpul kembali namun sayang kali ini tanpa kelima anakku. Robb, sekali lagi aku mohon jangan dulu kau ambil kebahagian ku ini. Aku bahagia melihat Jo sudah bahagia dengan keluarga kecilnya, Abang di Bandung juga kini sudah berbahagia ia di karunia seorang putra yang ia beri nama David.


"Teruslah bersama ku yank, sampai tua samapi maut memisahkan kita, samapi ke Jannah-Nya."


"Aku akan terus bersama mu mas, karena kamu adalah Suamiku, suami dunia akhirat ku. "


Sambil memeluk baby Ais mas Irman memeluk kami, mencium pucuk kepala ku lama. Momen yang mengharukan, hingga tak sadar air mataku juga air mata mas Irman jatuh. Ini adalah air mata kebahagiaan dan inilah yang dinamakan kebahagiaan yang hakiki.


Untuk anak-anak ku yang kini sedang mondok, Umma doakan semoga ilmu kalian berkah, semua cita-cita kalian terwujud dan jadilah anak sholeh sholehah kebanggan Umma dan Abii.


Dan kini orang yang ada di hadapan ku, yang sedang sibuk ngajak main baby Ais, ia adalah lelaki yang tiada duanya, Perfect, bersamanya apa yang dulu aku inginkan ia Wujudkan, ia adalah lelaki yang tak pernah marah atau membentak ku, Lelaki yang paling sabar, paling pengertian. Dan perlu kalian tahu LELAKI ITU SUAMI KU, mas IRMAN SANJAYA.


_the and_


Season 1 selesai


selanjutnya season 2 yah


season kedua ini akan mengisahkan anak bungsu Aisyah dan irman, bernama Aisyila Renata Sanjay /Ais.


season ke dua ini akan memakai sudut pandang orang pertama (Aisyila)


sinopsis:


Aisyila seorang gadis cantik pendiam, pintar dan sederhana. Karena hanya dia seorang yang tak di kirim mondok membuat sang umma dan abinya benar_benar mendidik dan menerapkan dasar agama yang kuat. Agar Ais tidak terbawa oleh arus modernisasi yang meresahkan.


Sikap pendiam nya membuat ia sulit untuk bergaul. Selama di kampus ia hanya memiliki satu sahabat, Reni namanya. Saat berhadapn dengan makhluk yang bernama pria seketika ia akan seperti mayat hidup, kaku, jutek no smile, bahkan berkata pun seperlunya.


Ia lakukan semata-mata untuk menjaga kehormatan dirinya di hadapan pria, Ais selalu ingat pesan umma "semua yang ada pada diri wanita itu aurat termasuk suara, cara berjalan yang sengaja di lenggak lenggokin itu pun aurat. Ada batasan antara wanita dan pria, berdosa jika sampai kita melanggar batasan itu. Jangan takut di bilang kuper, ketinggalan jaman atau apa pun itu jika tak punya pacar. Kamu harus tahu pria yang serius itu akan memintamu lngsung pada walimu bukan mengajak pacaran, yang malah akan menjerumuskan pada zina"


Suatu hari secara tidak sengaja ia bertemu dengan seorang pria bernama Zain, hingga membuat pertemuan -pertemuan secara tidak sengaja ini terus terulang.


Ini bukan kebetulan tapi takdir, pikir Ais. Begitupan Zain berpikir sama seperti Ais kalau pertemuan mereka bukan semata-mata kebetulan tapi ada campur tangan Allah SWT.


Selanjutnya gimana yah???? apa Zain tipe pria Ais? begitupun sebaliknya apakah Ais wanita yang Zain impikan?

__ADS_1


terus Pantengin lelaki itu suamiku season 2 yah.....


__ADS_2