Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Cemburu


__ADS_3

Aku masih mematung sambil memperhatikan hadiah yang ada di tanganku dari wanita-wanita pengagum suamiku, sungguh sakit rasanya hati ini . Cemburu? ? sudah pasti aku cemburu bagaimana aku tidak cemburu ketika ada wanita lain yang secara terang -terangan memberi hadiah atau pun sekedar memberi salam pada suamiku dan itu harus melalui aku.


Tersadar dari lamunan aku bergegas menuju kelas, aku berjalan dengan tatapan kosong ragaku ada di kampus tapi jiwaku melayang memikirkan rumah tanggaku. Rumah tanggaku begitu rumit , dan aku juga Abang yang membuatnya begitu rumit padahal tinggal bilang saja kalau kami sudah menikah tapi sulit sekali mengutarakan perkataan itu. Biarlah aku dan juga Abang yang menanggung semua ini toh ini juga keinginan kita menyembunyikan pernikahan ini.


Air mataku tak terasa jatuh tanpa permisi dahulu, padahal aku berusaha untuk menahannya namun gagal karna rasa sakit dan cemburu terlalu banyak. Dari kejauhan terlihat ketiga sahabatku berjalan menuju ku , segera mungkin aku hapus air mataku takut mereka akan berpikiran yang tidak -tidak cukup aku saja yang merasakan rasa sakit dan cemburu tak ingin aku berbagi masalahku meski itu dengn mereka sahabatku.


" Mami " panggil mereka padaku


aku sambut mereka dengan senyuman termanisku berpura-pura baik-baik saja.


" Hai. . .aku kangen kalian " ucapku sambil memeluk mereka.


"Sama mami kita juga kangen " jawab Risya


" Udah ah kita kekelas yuk sebentar lagi masuk " ucapku sambil melihat ke arah jam di tanganku.


"Tunggu mami..." cegat Sifa. ..


" Apa lagi sih fa " protes Mery dan Risya bersamaan


" Mami itu apa yang Mami bawa? tanya Sifa dan langsung saja Mery dan Risya mengarahkan pandangan nya pada sesuatu yang aku bawa.


" Eh ia ..itu apa mami?? hmmm jangan-jangan hadiah buat kami yah " ucap Mery sambil menarik hadiah dari pengagum suamiku yang aku pegang.


sontak aku kaget dan menepis tangan Mery " Jangan di pegang !!! ini punya orang ga sopan kalau kita ambil atau sekedar melihatnya"


" Maaf mami , emangnya itu punya siapa?


" kok kalian kepo sih... sejak kapan kalian jadi kepo kaya gini biasanya juga kalian itu cuek " goda ku sengaja untuk mengalihkan perhatian mereka.


" Ah mami. ..mami juga kenapa jadi main rahasia -rahasian segala biasanya juga mami suka terbuka sama kita " ucap Mery


yang telah berhasil membuatku diam tak berkata, apa yang tadi Mery ucapkan memang benar entah kenapa sekarang ini aku suka menyimpan rahasia terutama mengenai masalah pribadiku seolah-olah tak ingin orang lain tau sekali pun itu mereka.


" Siapa yang main rahasiaan segala, gak kok aku hanya bercanda tau haha, ucapku sambil tertawa . " Kalian pengen tahu yah...sini mendekat jangan jauh-jauh ," ucapku sambil melambaikan tangan agar mereka mendekat dan setelah mereka benar-benar mendekat aku langsung berlari sengaja ingin membuat mereka penasaran.


"Mamiiiiiiii " terdengar teriakan manggil ku..

__ADS_1


Aku tertawa senang karena telah berhasil menjaili mereka, selain saat bersama Abang bersama mereka pun segala masalah yang aku punya sejenak terlupakan seolah-olah tak punya masalah hidup. Oh sahabatku tetap lah seperti ini buatlah hatiku senang terus .


Mereka mengejarku dan terlihat mulut mereka komat kamit aku yakin mereka sedang menggerutu, sudah menjadi kebiasaan mereka mulutnya tak akan berhenti ngoceh sampai semua unek -unek mereka keluar semua. Tak terlalu memperhatikan jalan akhirnya aku pun bertabrakan, dengan seseorang membuat hadiah -hadiah yang aku bawa jatuh berserakan .


brugh. ...


"Auww " pekik ku


" Maaf , apa kau baik-baik saja Aisyah " tanya seseorang yang sangat aku kenal


Aku mengangkat kepalaku dan terlihatlah wajah seseorang yang akhir-akhir ini tak ingin aku lihat.


" A- ku tidak apa-apa, maaf tadi aku tidak memperhatikan jalan makannya aku menabrak mu.


" Ini juga salahku karena tidak memperhatikan jalan tapi malah asik memainkan handphone ku"


Lalu aku teringat kembali dengan hadiah -hadiah yang berserakan segera aku mengambilnya kembali dan menaruhnya di kantong kresek. Saat aku sedang membereskan hadiah -hadiah itu ke tiga sahabatku telah sampi denagn nafas mereka yang tersengal -sengal.


" Mami sumpah..larimu cepat sekali" ucap Sifa


" Mami gak ada akhlak banget sih sama kita, sahabat sendiri dijailin " timbal Risya


" Mami sih ..apa susahnya sih tinggal bilang saja itu hadiah punya siapa, atau pun untuk siapa " oceh Mery


Ketiga sahabatku tak menyadari kehadiran Irman disini , jika mereka menyadari aku yakin gaya bicara mereka tak akan seperti ini tapi akan mereka lembut -lembut kan , dasar sahabatku.


" khemm " Irman berdehem.


sontak ketiga sahabatku menoleh kesumber deheman itu, mata mereka membulat dan terdengar mereka menyebutkan nama Irman.


" Eh ada Pak Irman, maaf pak sejak kapan Bapak berdiri di sana?? tanya Sifa sambil tersenyum kikuk.


"Semenjak kalian berdebat yang gak penting, sekarang Udah debatnya? soalnya 5 menit lagi pelajaran saya , kalian tinggal pilih mau aku pergi duluan ke kelas dan kalian terlambat lalu akan saya hukum atau kalian sekarang juga cepat ke kelas nanti saya menyusul" ancam Irman.


" Jangan pak! !! ijinkan kami ke kelas terlebih dahulu "


" Kalau begitu ..CEPAT! !!!

__ADS_1


bentak Irman yang membuat aku dan sahabatku kaget.


Namun sebelum aku melangkah Irman memberiku secarik kertas, aku memandangnya sekilas lalu menunduk kembali


"Apa ini?? tanyaku


" Nanti juga kamu tahu, tapi tolong baca dan jangan kau buang "


" Baiklah "


------


Jam menunjukan pukul 20.30 malam namun Abang tak juga pulang, beberapa kali aku hubungi nomornya namun tak kunjung juga Abang mengangkatnya. Tak biasanya Abang seperti ini bahkan memberi kabar pun tidak, Abang kamu dimana adek khawatir.


Satu jam sudah aku menunggu Abang tapi belum terlihat juga batang hidungnya, aku coba menelpon nya sekali lagi siapa tahu Abang angkat namun sia-sia saja.


Untuk menghilangkan kebosanan aku mengambil laptop dan memutar film korea favoritku. Tapi ke khawatir aku pada Abang terus saja mengganggu, aku berdiri menuju jendela ingin melihat mungkin Abang sudah ada di depan dan lagi-lagi belum juga pulang.


"Sudahlah aku lebih baik lanjut nonton film korea saja"


Saat bokongku akan ku jatuhkan pada kursi aku jadi teringat akan surat dari Irman tadi siang. Aku penasaran apa isi surat darinya dan ingin apa sebenarnya dia .


Aku buka dan memulai membaca surat darinya.


**Dear Aisyah


Assalamu'alikum Aisyah.


Maaf bukannya aku lancang , tapi aku rasa ini tepat dengan memberimu surat ini karena jika aku berbicara langsung tentunya kau tak akan mau dan akan terus menghindar.


Aisyah inilah isi hatiku padamu , janjiku padamu delapan tahun lalu akan selalu aku pegang, aku sadar diri kau kini telah menjadi istri orang lain tapi entah dapat keyakinan dari mana bahwa kau tercipta hanya untukku. Aku akan terus menunggu mu Aisyah berapa tahun pun lamanya. Karena aku yakin kau hanya untukku dan akan selalu untukku.


Maaf Aisyah bukan berarti aku mendoakan kau berpisah dengan suamimu ,tapi ini hanya keyakinan ku saja bahwa suatu saat nanti kau akan menjadi miliku .


Bodoh ya aku? aku memang lelaki Bodoh Aisyah, aku yakin tak akan ada lelaki yag seperti ku di dunia ini. jadi aku mohon kau jangan memaksaku untuk melupakanmu atau memaksaku untuk berhenti mencintaimu.


Terserah kau suka atau pun tidak tapi inilah janjiku. Jika pun aku harus menikahi wanita lain , wanita yang kini ingin Mama ku jodohkan dengan ku , tetap saja hatiku hanya untukmu dan pastinya hatiku tetap akan berlabuh padamu. Aku hanya tinggal menunggu takdir saja**.

__ADS_1


"Dari kekasih masa depan mu"


bersambung. .........


__ADS_2