
Terlihat Abang saling berpelukan sepertinya mereka saling menyayangi, aku senang dan tak menyangka ternyata AzkA temanku adalah adik Abang. Aku jadi penasaran bagaimana respon AzkA kalau tau aku ini kakak iparnya tapi saat ini ia belum menyadari kehadiran ku.
Begitu juga dengan Sharon ia nampak berbeda saat bersama kedua kakaknya, sungguh pemandangan yang menurut diri pribadi sangat mengharukan. Andai sikap Sharon sama seperti itu terhadapku, tapi aku yakin Sharon pasti bisa bersikap baik kepadaku seperti yang Abang katakan hanya tinggal menunggu waktu saja.
Saat Abang dan adik -adiknya melepas kerinduan mereka hingga mengacuhkan keberadaan ku beserta ibu dan ayah mertua , aku mencoba untuk menyadarkan mereka bahwa di tengah-tengah mereka masih ada aku ibu dan ayah mertuaku.
" ehem " Aku berdehem.
hingga Abang tersadar lalu melihat kearah ku, tatapan matanya menunjukan penyesalan karena telah mengacuhkan ku dan aku membalas dengan senyuman yang mengartikan bahwa aku tak apa-apa dan tak masalah.
" Azka kakak sampai lupa, bukankah kamu ingin tahu kakak ipar mu??
" Ia kak dimana kakak ipar? tanya AzkA sambil melihat ke sekeliling .
" Kak ipar ada di belakang mu" jawab Abang
AzkA begitu bersemangat ia langsung membalikkan tubuhnya menghadapku. Saat itu aku langsung melambaikan tanganku dan menyapa AzkA niatku ingin bercanda pada Azka dan keluarga Abang berpura-pura tak kenal AzkA dan memperkenalkan diri.
" Hallo AzkA, aku kakak ipar mu namaku Aisyah " ucapku sambil menahan rasa ingin ketawaku.
Namun AzkA hanya terdiam dan mematung Aku berpikir mungkin ia terkejut mengetahui kalau aku sekarang menjadi kakak iparnya. Aku panggil namanya namun AzkA tetap terdiam dan terus menatap ke arahku, melihat situasi ini ku jadi canggung tatapan matanya menandakan bahwa ia butuh penjelasan kenapa aku bisa sampai menikah dengan Abang.
" Azka !! tolong jaga matamu, jangan segitunya kamu melihat kakak ipar mu " celetuk Abang hingga menyadarkan AzkA
" Eh ..maaf kak..AzkA kaget tak menyangka ternyata kakak ipar ku itu orang yang aku kenal " ucap AzkA dengan tersenyum seperti dipaksakan.
" Jadi kalian sudah saling kenal? ?? tanya Ibu mertua
" Ia ibu, Abang, aku sama AzkA sudah saling kenal " ucapku
" Tapi tadi adek tadi seperti tak kenal AzkA?
" Adek pura-pura bang maksud adek mau ngasih kejutaan sama AzkA tapi respon AzkA malah kaya gitu, diam saja"
" Eh a. ...nu a...ku terkejut sekali jadi respon ku tadi begitu berlebihan. "
" Yaudah Syukur kalau udah saling kenal, jadi nanti kalian tak canggung lagi " ucap Abang sambil memegang tanganku dan menepuk-nepuk pundak Azka.
" Ayo sebaiknya kita segera pulang biar ibu, ayah, Sharon dan Kamu AzkA bisa segera beristirahat " sambung Abang.
__ADS_1
" Ya nak ayah sama ibu capek mau istirahat " ucap Ibu mertua
" Yaudah ibu, ayah, AzkA dan Sharon mari kita pulang " ucapku dan di anggukan mereka.
------------
pov AzkA bag 2
Hari ini aku beserta keluarga akan pulang ke indonesia, tentunya itu yang sangat aku nantikan karena aku bisa kembali bertemu dengan dia wanita pujaan hatiku. Bayang -bayang wajahnya , senyumnya tutur katanya dan semua yang berhubungan dengannya kini menari -nari di pikiranku ingin secepatnya sampai di Indonesia.
" Azka apakah kau sudah menyiapkan barang -barang mu yang akan di bawa? tanya ibuku.
"Azka gak akan bawa apa -apa, kalau masalah baju di sana juga ada bu?
" Yaudah terserah kamu saja, sekarang Ibu mau ke kamarnya Sharon mau lihat apa dia sudah siap -siap apa belum"
" Ok bu"
Jam 13.00 waktu London pesawat yang aku dan keluarga tumpangi akan lepas landas , seperti biasa aku memandangi wanita pujaan hatiku di layar handphone ku rinduku sudah tak bisa aku tampung lagi. Kalau di ibaratkan air rasa rinduku tak bisa lagi aku simpan di wadah karena terlalu penuh, dan kini menyebar kesegala arah begitulah gambaran rasa rinduku sekarang.
Entah jam berapa pesawat yang aku tumpangi sampai di bandara internasional soekarno hatta, untuk sampai ke Bndung kami menaiki lagi pesawat domestik menuju ke Bandung.
Tepat jam 09.00 pagi aku dan keluarga sampai di Bandung ,
namun tiba-tiba Aku ingin ke toilet saking tergesa-gesa aku bertabrakan dengan seseorang, saat Aku liat dan hendak meminta maaf mataku dibuat terkejut sesosok makhluk Tuhan yang paling indah Ada di hadapanku.
Bukan hanya aku dia pun merasa terkejut ketika melihatku bahkan ia sampai membanjiri ku dengan pertanyaan -pertanyaan yang mungkin sejak aku menghilang tiba-tiba pertanyaan itu mengganjal di hatinya.
Aku cerita semua dari awal hingga akhir kepergian ku secara tiba-tiba, deg...deg...masya Allah hatiku berdekup tak normal ketika melihat ia tersenyum. Senyuman yang sangat aku rindukan, senyuman yang mampu membuatku tak bisa tertidur dengan nyenyak karena senyuman nya selalu hadir di pikiranku.
Ketika tengah asik berbincang -bincang dia tiba-tiba meminta izin pergi karena ia bilang ada keperluan, tak rela rasanya harus berpisah lagi belum semuanya terobati rasa rinduku ini.
" Tunggu aku, aku pasti akan segera menghalalkan mu " gumam ku sambil memegang dadaku yang sedari tadi jantungku berdekup tak normal.
Dari kejauhan aku melihat kakak, orang yang sangat aku segani setelah ayah dan ibu . Ia merupakan seorang kakak yang penyayang, sabar dan selalu ada untuk adik -adiknya ia lah sosok yang sangat aku kagumi andai aku seperti mu kak .
Terdengar dia memanggil -manggil ku dengan sebutan bocah ingusan rindu sekali di panggil seperti itu oleh Kakak.
Kami saling berpelukan untuk melepas kerinduan kami. Di tengah-tengah pelepasan kerinduan terdengar orang yang berdehem, aku tak tahu ia siapa dan tak tahu dari mana suara deheman itu karena kurang jelas. Tapi berbeda dengn respon kakak yang langsung melepaskan pelukannya dan Secara tiba-tiba berkata
__ADS_1
" Azka bukankah kamu ingin tahu kakak ipar mu? ??
" Mau kak...dimna sekarng kakak iparnya?
" Tuh ia ada di belakang mu "
Mendengar itu aku langsung membalikkan tubuhku dan deg jantungku serasa berhenti seketika itu juga mataku tak hentinya lihat ke arah seorang wanita yang Abang sebut kakak ipar. Aku terdiam aku sedang tak bermimpikan? ? apa kakak ipar ku itu dia?? orang yang aku cinta ? Sakit, hancur hati ini menerima semua ini. Takdir sungguh sedang mempermainkanku orang yang aku cintai bahkan aku berniat untuk mempersunting nya kini sudah jadi milik kakakku. Ya Alloh kuatkan hati ini dalam menerima semuanya pupus sudah harapanku dan selamanya tak akan pernah bisa bersamamu Aisyah Husnah.
Harus dibawa kemna kini perasaanku?, jujur saja aku belum sepenuhnya menerima kenyataan yang menyakitkan ini. Inikah yang namanya patah hati? sakitnya luar biasa ..sakit tapi tak berdarah.
.pov AzkA of
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon maaf baru Update , dukung terus Author yah..mari kita saling mendukung