
Pagi ini suasana rumah di sibuk kan dengan persiapan untuk menghadiri prosesi wisuda Abang , terlihat jelas dari raut wajah Abang rasa bahagia yang mungkin Abang sendiri pun tak bisa untuk menjelaskan rasa gembiranya itu. Melihat Abang seperti itu membuat aku senang semoga saja apa yang di cita-cita kan Abang bisa tercapai tanpa ada halangan apapun.
Pikiranku teringat kepada keluargaku setelah kemarin memberi kabar akan datang hari ini , ku lihat jam yang terpasang di tanganku menunjukan pukul sembiln pagi lalu ku raih handphone dan mencari kontak yang bertuliskan nama Ibu .
tut....tut....
Terdengar sambungan telpon di sebrang sana.
" Hallo, Assalamu'alikum nak "
"waalaikumsalam bu, Ibu sudah sampai mana sekarang?
" Ibu udah masuk tol sayang, Insya allah Ibu, Bapak sama Adik mu pasti tepat waktu"
" Ia Bu, oh ya nanti langsung ke kampus Aisyah saja ya Bu soalnya sekarang kami mau berangkat "
" Ia nak
" Yaudah Aisyah tutup dulu yah telponnya, hati-hati di jalan ya Bu. Assalamualaikum
" Wa'alaikum salam "
Lega rasanya setelah mendengar suara Ibu berarti kecemasan ku kemarin mungkin saja hanya kecemasan karena ibu tak akan segera kesini. Kerinduan ku kepada mereka sudah tak bisa lagi aku tahan, " Ibu, Ayah, Adik. .Aisyah menunggu kalian " gumamku.
Saat pikiranku sedang membayangkan keluargaku berada di hadapanku tiba-tiba Abang memanggilku,
" Adek, ayo kita harus berangkat "
" Ia Bang tunggu "
Akhirnya jam sembilan tiga puluh aku beserta keluarga Abang berangkat ke kampus untuk menghadiri prosesi wisuda Abang.
---------
Saat sampai di kampus Abang bergegas ke aula sedangkan aku minta izin pamit terlebih dahulu kepada ibu dan ayah mertua untuk pergi mengisi daptar hadir di kelas sekaligus menghindar dari orang-orang yang selalu mengurusi hidup orang karena kebersamaan aku dengan orang tua Abang.
Sekampus sudah tahu dengan orang tua Abang karena mereka itu donatur tetap di kampus ini dan sudah pasti setiap ada event kampus mereka akan diundang.
" Ibu ,Ayah , Aisyah mohon izin dulu mau kelas dulu nanti Aisyah menyusul "
__ADS_1
" Baiklah nak , Ibu tunggu di dalam yah.
Ibu Ayah dan Sharon pun bergegas pergi menuju aula. Sedangkan AzkA tak tahu pergi kemana semenjak dia tahu aku kakak iparnya entah kenapa ia seperti menjaga jarak denganku bahkn untuk menyapa pun tak pernah.
Tak ingin mengambil pusing dengan sikap AzkA padaku , aku pun berjalan menuju kelas untuk mengisi daftar hadir dan juga untuk bertemu ketiga sahabatku . Aku sudah menduga - duga mereka pasti akan menghujani ku dengan pertanyaan -pertanyaan mereka.
Baru juga kaki kananku melangkah masuk kelas mereka berteriak-teriak histeris.
" Mamiiiiiiii. ." panggil mereka bersamaan
Aku menghela nafas bersiap -siap akan introgasi mereka.
" Mami kau kemana saja, kenapa kemarin gak masuk?, terus kenapa chat sama call kami tak ada yang mami balas? kami khawatir tahu mami tega sekali , udah gak anggap kami sahabat lagi yah ....cerocos Mery
" Ia Mami gitu , lanjut Sifa dan Risya bersamaan.
" Ia maaf yah...kemarin aku ada urusan sampai lupa ngabarin kalian "
" oh jadi gitu .. sepenting apa memangnya sampai-sampai kami mami lupakan " kesal Sifa
" Jangan pada ngambek dong, nanti aku beliin permen ya , atau ga balon " candaku
" Gak lucu! !! gertak mereka
" Maafkan kami mami karena telah berburuk sangka kami kira mami sudah tak mengakui kami sebagai sahabat " ucap Sifa dan di iya kan oleh Mery serta Risya.
" Sudahlah jangan di bahas lagi, lagian ini salahku juga yang tak memberi kalian kabar , oh ya aku kayanya harus segera menyusul ayah dan ibu mertua ku takut mereka menungguku, Nanti setelah acara selesai kita ketemuan di kantin yah, jangan lupa tolong isiin daftar hadir ku"
" ok mami"
------------
Acara prosesi wisuda Abang berjalan dengan khidmat, harusnya aku seneng melihat Abang kini telah bergelar sarjana hukum tapi hati ini kenapa begitu gelisah aku merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi.
Saat pikiranku menerawang jauh memikirkan sesuatu yang membuat gelisah, saat itu juga Ibu mertuaku bertanya mengenai keluargaku yang belum juga datang. Saking aku tadi fokus mengikuti acara prosesi wisuda Abang jadi tidak terlalu memikirkan ibu, bapak dan juga Adik.
Terakhir aku menelpon ibu jam sembilan pagi dan beliau bilang sedang di tol, aku lihat lagi jam menunjukan pukul sebelas siang harusnya mereka sudah sampai kenapa jam segini belum juga terlihat mereka.
Akhirnya pikiran -pikiran buruk pun terngiang -ngiang di otakku takut terjadi sesuatu Yang menimpa mereka.
__ADS_1
" Aisyah sayang , kemna orang tuamu kenapa mereka belum juga datang" tanya ibu mertuaku
" Aisyah juga gak tahu bu, tapi tadi waktu Aisyah telpon udah di tol harusnya mereka udah sampai satu jam lalu."
" Cobalah kamu hubungi mereka lagi"
" Baik Bu "
Ada benarnya apa yang Ibu mertua bilang , tanganku pun merogok kedalam tas mencari handphone. Saat handphone ku sudah di tangan aku lihat ada sepuluh panggilan tak terjawab dan lima chat yang masuk,
" Ya ampun aku lupa malah mensilent nadanya , jangan-jangan Ibu dari tadi ingin memghubungiku" gerutu ku
Dan ternyata benar saja sepuluh miscall semuanya atas nama Ibu begitu juga dengan lima chat yang masuk semuanya dari nomor ibu.
Aku coba untuk membaca terlebih dahulu chat yang di kirimkan ibu untukku .
Bak di sambar petir ketika aku membaca isi chat tersebut, yang mengatakan bahwa pemilik nomor ini mengalami kecelakaan .
Aku terdiam aku syok membaca chat itu, akhirnya aku memutuskan untuk menelpon balik no ibu untuk memastikan.
tut...tut. ...tut..
sambungan ketiga panggilan pun di angkat
"Hallo, assalamualaikum bu ini Aisyah. Ibu jangan bercanda yah dengn bilang kalau ibu kecelakaan gak lucu tahu bu, ucapku dengan menahan tangisaku.
" Maaf nona apa anda benar keluarga korban? ? karena memang benar pemilik nomor ini mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit H*san S*dikin" tanya seseorang di balik telpon sana
" Apa!!!!! tidak mungkin keluarga ku kecelakaan tadi mereka baik-baik saja , ayo ngaku kamu siapa ? tolong kembalikan handphone ibuku.
" Tenang nona, untuk apa saya berbohong untuk jelasnya silahkan nona datang kesini "
Air mataku kini tak bisa aku tahan lagi aku coba untuk tak menangis dan tak mengeluarkan suara tangisan, tapi gagal ibu mertuaku melihat aku menangis. Beliau bertanya ada apa dengan diriku tapi aku tak sanggup lagi untuk berkata-kata yang ada di pikiranku sekarang ingin rasanya cepat-cepat menemui ibu ayah dan Adikku.
" Nak ada apa dengn mu? kenapa menangis? tanya ibu mertua
Tanpa memberi tahu mereka aku langsung berlari dari aula , meski acaranya belum selesai tapi aku tak bisa lagi untuk menunggu. Bahkan ibu mertua memanggilku mau kemana pun aku sama sekali tak merespon nya.
Sepanjang perjalanan aku hanya bisa menangis, tak peduli orang berkata apa .
__ADS_1
Apakah ini maksud dari kegelisahan ku selama ini , bahwa akan terjadi sesuatu kepada keluargaku.
" Ya Alloh kenapa semua terjadi begitu cepat , lindungi dan selamatkanlah keluargaku " doaku dalam hati