Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Kejutan 2


__ADS_3

Assalamualaikum Aisyah. .


assalamualaikum calon istri Abang. .


deg


suara itu ? kata-kata itu?


Aku mencari sumber suara itu dan kulihat sebuah monitor besar yang sedang memperlihatkan dirinya.


Dia...


Ku coba untuk menutup mataku dan terus meracu " ini pasti mimpi, itu pasti bukan dia, itu pasti halusinasi saja"


Saat ku membuka mataku lagi , wajah itu masih ada terpangpang di monitor. " jadi ini bukan mimpi ?, ini nyata ? " Batin ku.


Seketika itu perasaan sakit, luka hatiku kembali terbuka, dan entah kenapa aku hanya bisa diam saja menatap dia didalam monitor itu. sedangkan air mataku tak hentinya menetes.


Jika saja dia di depan mataku langsung , ingin rasanya aku memukuli dia, dan bertanya dimana dia sembunyikan anakku.


" Aisyah , masih ingat kah Kamu dengan kata-kata itu?, maafkan aku Aisyah ,aku telah membawamu kedalam penderitaan, maafkan aku yang telah mempermainkan perasaanmu, maafkan aku yang telah menjadikan dirimu pelampiasan dendamku dan maafkan semua kesalahan yang aku torehkan padamu," ucap pria itu penuh penyesalan dan berderai air mata.


" Maafkan aku juga telah memisahkan mu dengan anak kita. Apakah kamu tahu alasanku membawa salah satu anak kita? Alasannya hanya satu . Karena Aku sudah jatuh cinta padamu Aisyah. Aku pikir dengan membawa salah satu anak kita , sedikit banyaknya akan mengobati rasa rinduku padamu saat kita benar benar telah bercerai. Ide itu pun disetujui juga oleh Lisa jauh sebelum kau melahirkan. Dengan berhasilnya rencanaku membuat Irrman hancur , maka berakhir pula pernikahan kita . Awalnya berat tapi itu harus aku lakukan, karena ada satu hati yang harus aku jaga perasaannya kala itu. Lisa, yah hati yang hatus aku jaga itu milik Lisa. .Wanita yang telah menemaniku selama 4 tahun dan merelakan aku untuk menikahi mu Aisyah. . Tentunya aku lebih memilih Lisa daripada pada dirimu sudah terlalu banyak suka duka yang aku lalui bersama Lisa, termasuk penolakan orang tuaku"


Pria itu menjeda bicaranya, dengan isakan penuh kepiluan. Kalau aku ? jangan di tanya lagi karena aku benar-benar bersedih , aku tak suka jika harus mengingat dan mengungkit lagi masa lalu.


"Aisyah, apa kamu tahu, dulu aku pikir keputusanku untuk berpisah denganmu itu suatu kebenaran . Dan hidup dengan Lisa juga suatu kebenaran, aku membayangkan akan hidup bahagia dengan Lisa membesarkan anak-anak ku bersamanya. Dan maaf saat itu aku benar-benar egois, tak mau tahu dengan perasaanmu yang telah aku sakiti. Kebahagianan yang aku bayangkan tak terjadi, dugaanku salah, Kau tahu? Aku merasa Tuhan sedang menghukumku. satu-satu sumber kebahagian ku seperti di renggut. Pertama Lisa , dia...dia meninggal Ketika melahirkan karena pendarahan yang hebat "

__ADS_1


Perkataannya terjeda, mungkin karena tak sanggup harus mengingat kembali masa lalu.


" Sepeninggal Lisa , aku merawat dua anakku , satu dari mu dan satu dari Lisa. Aku berperan sebagai seorang ayah dan Ibu. Bisa kau bayangkan betapa reportnya aku waktu itu? Sampai -sampai aku membawa kedua anakku ke tempat kerjaku . Aku sama sekali tak mempekerjakan babysitter, semua Aku yang handle. Hingga suatu hari Ibu pulang ke Indonesia, dan menawarkan diri untuk merawat kedua anakku , tapi aku menolak. Aku tak mau merepotkan beliau, anggap saja aku secara tak langsung mengusir ibu dan menyuruhnya kembali ke London . Meski Ibu menolaknya, tau aku bersikeras agar ibu kembali ke London. Mungkin ibu tersinggung Dengan perkataanku yang waktu itu aku bilang " Ibu jangan ikut campur hidup Rudi, Rudi bisa sendiri tanpa bantuan siapa pun " , Besoknya beliau sudah tak ada lagi ."


" Selanjutnya kebahagian ku yang di ambil ( menangis , dan tertunduk lalu mengngkat kembali kepalanya) .Kau lihat keadaanku sekarang? Lihat ini , ( menunjuk ke badan) sekarag aku kurus, lemah . Ini ( menunjuk ke kepala) rambutku berangsur rontok, dan Lihat ini ( menunjuk peralatan medis yang menempel di badan ) , aku sakit Aisyah . Tuhan benar-benar menurunkan karma kepadaku, setelah apa yang telah aku perbuat padamu di masa lalu."


" Saking malunya dengan keadaanku, aku rela putus kontak dengan keluarga, aku ganti nomer handphone, pindah rumah dan pindah kantor juga. Aku tak mau mereka menertawakan keadaanku. Aku yakin siapa saja yang melihat keadaanku pasti akan berkata" itu karma atas apa Yang telah aku perbuat. "


" Aisyah sekarang aku sakit, tenagaku sudah lenyap, lemah dan aku hanyalah manusia yang tak berguna. Rasanya perih Aisyah, saat kita sakit parah tapi tak ada satu keluarga pun yang menemani, hanya dua malaikat kecilku saja yang selalu menemaniku. Saat aku sakit seperti ini , mereka berdua benar-benar tak bisa mendapatkan kasih sayang lagi dari sosok ayah maupun Ibunya. Aku sudah tak bisa merawat dan memperhatikan mereka lagi, hanya babysitter yang selama dua tahun ini menggantikan diriku."


" Inilah permainan takdir Aisyah , Saat rumah sakit yang menangani diriku bilang , Aku harus pindah dan di bawa ke luar negeri. Tapi aku menolak, Aku bilang pindahkan saja aku ke rumah sakit terbaik di jakarta saja. Dan di sinilah awal mula aku bertemu lagi dengan Irman. Ternyata rumah sakit terbaik itu milik Irman, hingga pertemuan tak sengaja itupun terjadi. Hingga akhirnya aku bisa berbicara sekarang meski Ini hanyalah rekaman saja."


" Aisyah, aku merasa hidupku sudah tak punya harapan lagi . Penyakit ku sepertinya sudah berhasil mengalahkan pertahananku. Maka dengan ini aku ucapkan kembali beribu -ribu kata maaf atas apa yang telah aku lakukan padamu di masa lalu. Aisyah aku juga akan mengembalikan Shakira padamu, dia butuh kasih sayang ibunya. Dan ... ( tertunduk, lalu mengangkat kembali kepalanya ) Aku titip juga Arsya anak aku dengan Lisa, Aku mohon (,mengatupkan kedua tangannya ) terima dia , Arsya juga membutuhkan sosok seorang ibu, aku mohon ,Ini permintaan terakhirku Aisyah. Aku ingin jika aku meninggal nanti tak ingin membawa dosa masa lalu, tak ingin ada beban karena terus teringat akan nasib Arsya yang sudah tak punya kedua orangtua ."


Sakit, perih , hatiku seperti di tikam berpuluh -puluh sembilu. Mas Irman menggenggam erat tanganku. Dia selalu saja tahu saat ini aku membutuhkan kekuatan. Malang sekali nasibmu Abang, jujur aku sudah memaafkan mu,tapi kadang jika aku mengingat perlakuan mu dulu sungguh membuat hatiku sakit kembali.Rasanya tak ingin lagi meneruskan meihat rekaman video itu,mau lari saja tapi, tanganku di genggam erat Mas Irman .Membuat aku harus melihat rekaman video sampai selesai.


Kulihat Abang, dia menangis, dia begitu memprihatinkan .Walau bagaimanan pun aku masih punya rasa empati, apalagi dia ayah dari kedua oh bukan maksudku dari ketiga anak -anakku. Tak lama Abang kembali meneruskan perkataanya setelah tadi terjeda karena tangisannya.


"Oh iya Aisyah , Aku punya kejutan untukmu semoga kamu suka. Tapi aku yakin kamu pasti akan suka. mmm Sepertinya aku terlalu banyak bicara, (terkekeh ) maaf yah. Astagfirullah, hampir lupa, Aisyah ada salam dari Ibu,ayah juga Sharon. Kau tahu Aisyah sekarang Sharon amat menyukaimu dan ingin bertemu denganmu , yah meski terlambat, tapi aku harap kamu mau menemuinya . Mmm aku rasa sudah lebih dari cukup aku berbicara, aku lelah ,ingin tidur rasanya. Assalamualaikum Aisyah, berbahagia yah dan kejutannya jangan lupa kau minta pada suamimu. bye (,melambaikan tangan) "


jlep. ....Rekaman videonya mati.


Seketika hening, suasana Yang tadinya bergemuruh kini menjdi hening. Bukan hanya aku bahkn mereka yang menyaksikan video itu turut menangis. Entah apa yang membuat mereka menangis,


Ku hapus air mata ku, Aku arahkan tubuhku pada Mas Irman hingga berhadapan -hadapan. Aku melihat manik matanya , meminta penjelasan kejutan Apa yang Abang maksud.


" Mas ak....." tiba-tiba saja mas Irman membawaku kepelukannya.

__ADS_1


" Aku amat mencintaimu Aisyah, " ucap mas Irman lalu mengecup lama keningku ,


Aku tersenyum " Apa lagi aku mas, amat sangat, sangat mencintaimu"


" Apa kamu sudah siap? tanya mas Irman.


" " Sudah siap? ulangku penuh kebingungan.


" Siap untuk apa mas? tanya balik ku.


" Kejutan dari Rudi," jawabnya begitu antusias.


" Kau tahu?"


" Tentu saja , karena ini itu sudah kami rencana"


" Kami? maksudnya? tanyaku bingung.


" Kau harus menjelaskannya Mas,"


" Iya nanti mas akan jelaskan semuanya , sekarang matamu Mas tutup yah, " membalikkan badanku dan mulai mengarahkan kain hitam panjang pada mataku.


" Jawablah dulu mas ( menahan tangan mas Irman ), aku butuh penjelasan. Dan kenapa pula harus main tutup mata segala, gak lucu mas,"


" Ya ampun, ( menepuk jidat ) istri mas kok cerewetnya level 10 sih"


" Mas.....

__ADS_1


Mas Irman hanya terkekeh dan kembali melanjutkan menutup mataku. Kejutan apa sebenarnya ini, dan kenapa mas Irman bilang Kami? , Kami siapa maksudnya, ...


tbc


__ADS_2