
Ada perasaan lega di hatiku saat semua masalah yang terjadi antara aku juga Rani selesai. Awalnya mas Irman menolak saat aku bilang akan menarik kembali tuntutan terhadap Rani.
Mas Irman sempat menolaknya , namun saat aku menjelaskannya dengn cukup hati -hati ia mau menerima keputusan yang telah aku ambil.
Sementara itu, Rani di bawa oleh kedua orang tuanya ikut mereka ke Singapore untuk tinggal bersama , serta untuk tujuan penyembuhan kakinya .Yang kata orang rumah sakit dan dokter disana sangat bagus -bagus, berbeda jauh disini.
Hari -hari yang ku lewati, tak berbeda jauh dengan hari-hari sebelumnya. Mengntarkan Shafira sekolah serta pergi ke Cafe .
Pagi ini saat aku mengantar Shafira, aku teringat akan seseorang yang katanya , istrinya bekerja disini. Aku begitu penasaran , yang membuat aku penasaran dia berkata tidak tahu menahu tentang anakku shakira adik kembaran Shafira saat aku bertanya padanya.
Aku pun memberanikan diri untuk pergi keruang guru dan bertanya perihal ada tidaknya tenaga pengajar yang ibaru.
Tok. ..tok...
" Assalamu'alikum " Aku mengucapkan salam sebelum masuk.
" Wa'alaikum salam, Mari masuk " jawab seorang guru dan mempersilahkan aku masuk dan duduk. .
" Ada keperluan apa ibu datang kemari, mungkin saya bisa bantu " tanya guru itu.
" Maaf bu sebelumnya , perkenalkan nama saya Aisyah .Saya wali dari Shafira" mengulurkan tangan dan saling menjabat.
" Begini bu, kalau saya boleh tahu apa benar di sini ada Guru baru"
" Iya betul ibu , kemarin memang ada guru baru kalau gk salah namanya Gisel, beliau pindahan dari London "
Kemari? ulangku dalam hati .Kenapa guru ini bilang kemarin lalu sekarang ? Karena penasaran aku pun bertanya kembali.
" Kemarin? ulangku
" Lalu sekarang dimana dia" sambungku lagi.
" Maaf ibu , kemarin lusa memang guru baru itu masuk.Tapi entah kenapa besoknya ia langsung resign " jelas guru itu .
Deg ,,,
hatiku tiba-tiba sakit , dalam otakku hanya terpikir satu pertanyaan saja , kenapa baru masuk langsung resign lgi? Dan aku yakin Ini pasti gara-gara AzkA. Aku yakin dia yang melarang istrinya kerja disini. Dia pasti takut akan bertemu aku lagi dan memaksa ia untuk mengakui dimana Abang nya menyembunyikan anakku.
Aku jadi yakin , kalau AzkA pasti tahu sesuatu tentang anakku. Karena gak mungkin dia sampai gk tahu, dia adiknya, keluarganya . Batinku
Setelah mendengar penjelasan dari guru itu , aku pamit pergi.
Sepanjang jalan aku hanya diam , berpikir sesuatu .Jika istri AzkA keluar sehari setelah dia masuk, itu jari dimana ia bertemu AzkA untuk pertama kalinya , setelah 4 tahun lamanya tak bertemu, Ini fiks, menambah keyakinan ku kalau AzkA tau sesuatu tentang anakku.
Dia lari dariku , menghindar dariku artinya dia tak ingin aku tahu . Kenapa semua orang seolah-olah senang sekali bermain-main denganku.
Apa tak ada Seorang pun yang menginginkan Shakira anakku kembali? . Dan juga apakah Ayahnya sama sekali tak punya niat untk mempertemukan aku engga anakku?
Sungguh jika dipikirkan membuat otak ku pusing,
kini aku berada di dalam mobil, hilang sudah mood ku untuk pergi ke Cafe. Maka aku putuskan untuk tetap di sini sambil menunggu Shafira pulang, dan mencoba menenangkan diri. Mungkin dengan sendiri dulu beban pikiranku bisa sedikit berkurang.
Ku sandarkan pungguku ke jok mobil, serta memposisikan tubuhku senyaman mungkin. Tak lama handphone ku bergetar, ku rogoh tas untuk mengambil handphone.
Tertulis disana nama Mas Irman, dia selalu hadir diwaktu yang pas. Saat pikiranku sedang kacau seperti ini pun dia selalu tiba-tiba hadir. Mas Irman seolah-olah merasakan apa yang aku rasa.
__ADS_1
Tak pernah sebelumnya ia menelpon ku pagi-pagi seperti ini.
Menggeser ikon hijau, lalu mendekatkan handphone ke telinga.
" Halko,Assalamu'alikum mas "
" Wa'alaikum salam, yank"
" Yank kamu dimana, " tanya mas Irman di sebrang sana
" Aisyah lagi disekolah Shafira mas, kenapa gitu? tanya balik ku.
" Jam segini kok masih disana, apa ada kepentingan Yank "
" Enggak mas, Aisyah kepengen saja nunggu Shafira pulang,. Aisyah lagi gak mood kemana-mana "
" Yank, kamu kenapa? coba cerita ke mas. Mas kan udah pernah bilang jangan memendam masalah sendiri., cobalah bagi , ceritakan biar tak jadi beban "
Tuh dugaanku benarkan? Mas Irman selalu saja tahu saat aku sedang punya masalah atau pun saat aku sedang memikirkan sesuatu.
Aku coba untuk tenang aku tak boleh nangis, aku tak boleh mengkhawatirkan mas Irman.
" Hallo Yank, , kamu masih disana kan?" tanya mas Irman di balik telpon karena sedari tadi aku hanya diam menenangkan diri dulu.
" Ia mas, Aisyah masih disini "
" Coba cerita sama mas Yank, kamu kenapa ?:
" Nanti Aisyah ceritain mas, tapi bukan di telpon "
" Yaudah sekarang kamu pulang, jangan hanya berdiam disana, Shafira pulang masih lama, terus jangan pula ke Cafe biar Jo saja yang urus disana. Kamu pulang ke rumah yah nanti mas nyusul "
" Yaudah ia , kita ketemu di Cafe, sampai ketemu di Cafe yah terus ceritakan semua sama mas. Jangan sekali-kali kamu memendam masalahmu sendiri. ok. Mas tutup telponnya yah .Assalamualaikum Yank.
" Ia , Wa'alaikum salam "
tutt. .tutt
sambungan telpon terputus.
Perhatian kecil yang mas Irman beri padaku , sudah lebih dari cukup. Aku seneng rasanya memiliki mu mas.
kau Selalu ada di saat aku membutuhkan dorongan, sokongan juga di saat aku bersedihpun pundakmu selalu ada untuk ku jadikan sandaran.
********
Kini , aku sedang duduk melamun di kursi dekat jendela daguku ku topang di atas sandaran kursi , dengan mata menatap kearah jalan raya. merenungi hidup , terjadi perubahan besar dalam hidupku terkadang aku merasa bukanlah seperti diriku. aku merasa diriku yang dulu sudah tak ada.
Aku sadar yang namanya hidup itu pasti ada pasang surutnya, begitu juga hidupku. Masalah demi masalah datang , masalah satu selesai datang masalah lain . Tuhan maaf ... kembali lagi aku mengeluh .
Saat pikiranku entah terbang kemana , seseorang memegang kepalaku dan mengusap ngusap nya dengan lembut , nyaman rasanya. Aku pun tersadar dari lamunan ku. , dan ku lihat mas Irman yang tengah tersenyum padaku.
Damai rasanya melihat senyumnya , jika aku sudah halal baginya ingin sekali rasanya memeluknya, aku membutuhkan dekapannya. Hanya saja aku sadar diri aku masih belum halal untuk pria yang ada di hadapanku ini . Tapi masanya pasti akan tiba .
" Kau sudah datang mas? kok aku gak tahu sih !" ucapku pada Mas Irman sambil membenarkan posisi dudukku.
__ADS_1
" Gimana mau tahu , orang kamunya melamun kaya gitu. "
" Maaf ...
" Sudahlah , abaikan mas bercanda .Mas sengaja jalan ngendap -ngendap biar kamu gak tahu mas datang "
" Mas udah sarapan? mau dibuatin minum apa ? "
" Mas udah sarapan Yank, dan Gak usah Repot-repot, Sekarang Langsung Saja ceritakan semuanya sama mas"
" Mas pasti sudah tahu , apa yang menjadi pikiran Aisyah selama ini" kataku sambil ku arahkan pandangan mata kesempatan arah karena tak mau terlihat oleh mas Irman kalau mataku berkaca-kaca.
" Yank, sudah mas bilang beberapa kali , mas akan bantu kamu ,tunggu lah Yank. Untuk Sekarang mungkin belum waktunya kita menemukan anakmu"
" Sampai kapan mas, udah empat tahun mas .Aku rindu shakira , aku takut ayah serta ibu sambungnya tak menyayangi dia. hiks hiks aku takut juga Jika dia tak menganggapku sebagai Umma nya, aku gak mau sampai itu terjadi " tumbang sudah benteng pertahananku
" Sayang liat mas,!! mana Aisyah yang mas kenal dulu. Aisyah yang mas kenal tak cengeng, tak pernah mengeluh , ia selalu senantiasa sabar, sel---
perkataan mas Irman aku tangkis dengn perkataanku.
" Aisyah yang dulu sudah musnah mas, sejak empat tahun lalu saat dirinya tersakiti dan disaat anaknya diambil paksa oleh orang yang mengaku sebagai ayahnya itu"
melirik kearah mas Irman
" Dan Aisyah yang ada di hadapanmu mas , Aisyah yang baru .apa yang mas bilang tadi benar Aisyah sekarag itu cengeng, sering mengeluh meratapi takdir dan gak sabaran. hiks hiks terus Aisyah harus gimana mas .Mas bilang mau membantu tapi mas terlihat diam saja tk Ada tanda - tanda mencari anakku?"
" Kamu meragukan mas Yank?, mas diam bukan berarti tidak mencari anakmu. Mas hanya saja menyuruh orang untuk melacak keberadaan mantan suami mu itu, Mas memang masih ada hubungan keluarga dengannya, tapi kamu tahu sendiri kan Yank hubungan keluarga mas dan Rudi tidak baik-baik saja ."
" Hiks..hiks maafkan aku mas, "
"Sudahlah, ini masih terlalu pagi untuk kita berdebat, jangan menangis lagi hapus air matamu Yank, mas gak mau liat kamu kaya gini"
" Ingat Yank, sekarang mungkin belum waktunya ,tapi mas janji Shakira akan aku temukan. Kamu percakapan sama mas?
Aku hanya bisa menganggukan kepala sambil terus terisak.
" Good girl, oh ya Yank persiapkanlah dirimu sesiap mungkin, karena mas mempercepat pernikahan kita"
Aku kaget mendengar penuturan dari mas Irman, aku tak percaya tapi hatiku malah senang mendengarnya , karena memang ini yang aku inginkan.
" Kenapa di percepat mas?
" Karena mas sudah benar-benar gak sabar ingin membawamu kedekapan mas, seperti saat ini ingin rasanya mas menyentuh mu membawa kedekapan mas untuk memberi rasa aman, nyaman dan tentunya menghapus air mata kesedihan mu yank"
Aku yang tadinya menangis langsung berhenti tatkala mendengar sesuatu yang manis yang keluar dari bibir mas Irman. Sungguh sesuatu yang romantis bukan?
" Asal kamu tahu mas , apa yang tadi kamu bicarakan memang hal yang aku inginkan juga"
Mas Irman tersenyum dan berkata " Sebentar lagi, Satu minggu dari sekarang bersiap-siap lah sayang . kamu ,anakmu dan mas akan menjadi kita , satu keluarga yang bahagia "
" ia mas ku harap juga seperti itu "
" Jadi jangan bersedih lagi yah, senyum dong Yank? "
Dengan polosnya Aku mengikuti perintah mas Irman, selalu saja seperti itu
__ADS_1
:)
tbc.