
Cahaya lampu itu menyilaukan mataku, saat aku mulai membuka mataku , aku tak ingat dengan yang terjadi padaku karena yang aku rasa saat ini sakit kepala yang begitu sakit.
Lalu aku meraba perutku yang aku rasa sudah tak seperti orang yang mengandung, aku coba mengingat kembali dengan apa yang terjadi padaku.
Saat aku ingat bahwa aku telah melahirkan, dan tadi aku bertemu dengan Abang lalu membawa pergi satu anakku.
Tersadar hal itu aku menjerit aku tak terima dia yang ku sebut suami , dia yang di sebut ayah dari anakku begitu tega memisahkan aku dan anakku setelah apa yang ia perbuat padaku.
" Tidak! !!! kembalikan anakku bereng*ek "
Aku berteriak aku tak terima perbuat dia .
Saat aku berteriak histeris datang Johan, ia langsung menenangkan diriku . Aku tak terima dengan apa yang ia perbuat padaku juga pada anak-anak ku. Dia yang tak peduli , dia yang menjauh dariku tapi saat aku telah melahirkan anaknya begitu tega berbuat seperti itu. Ku tak terima aku semakin menangis sejadi -jadinya bahkan perkataan kotor pun keluar dari mulutku yang sebelumnya tak pernah aku ucapkan.
Mungkin melihat keadaanku yang begitu kacau Johan memanggil dokter, dan aku liat dokter itu sedang memain -mainkan jarum suntik, memasukan cairan bening kedalam nya, dan aku yakin itu adalah obat penenang benar saja berapa menit dokter itu menyuntikan cairan itu perlahan aku mulai tenang hanya merancau saja dan tak ingat apa-apa lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Mah...mamah jangan tinggalkan aku mah , aku tidak mau berjauhan dengan mama tolong aku mah..hiks. ..hiks. ..hiks...."
" Kamu Siapa" ?
" Aku anakmu mah......hiks....hiks..
" Anakku? ?? Benarkah kau anakku ? kemarilah sayang peluk mamah "
" hiks...hiks...
__ADS_1
" Nak kemarilah nak, kau mau kemana? Ibu di sini nak...kemarilah nak....anak ku. sayang kemarilah !!! jangan tinggalkan mama saya ..hiks..hiks tidak ....jangan pergi ..jangannnnnnnnn!!!
" Tidakkkkkkkkkkk! !!
Aku tersadar aku melihat menajamkan mataku menelusuri setiap sudut ruangan itu..., ternyata itu hanya mimpi ,aku sadar benar-benar sadar bahwa anakku telah diambil oleh seorang pria bre*gsek . Mimpi itu seperti nyata anakku pasti ia tak ingin berjauhan denganku aku merasakannya meski ia bayi yang baru aku lahirkan beberapa jam yang lalu.
" Aku pastikan akan merebutnya kembali dari tanganmu, aku akan mengambil jalur hukum aku yakin aku pasti akan menang karena bayi masih membutuhkan mamanya "
" Jangan terlalu yakin dulu "
Tiba-tiba suara itu menghentikan perkataanku, aku terkejut ketika aku melihat seorang wanita cantik sedang berdiri tepat di hadapanku.
"Dokter lisa" gumamku dan masih bisa terdengar oleh dokter Lisa
" Ia ini aku, kau masih ingat kepadaku? tanyanya
" Tentu aku mengingatmu dokter Lisa, Ku kan teman suami....eh maksudku temen mantan suamiku "
" Kembali lah pada Mas Rudi, mari kita hidup rukun bersama dan membesar kan anak-anak kita"?
" Maksud dokter dengan hidup rukun dan membesarkan anak-anak kita? apa maksudnya? ?
" Aisyah aku adalah istri mas Rudi, maaf karena aku telah merusak rumah tanggamu dengn mas Rudi " lirihnya
" Oh. jadi kamu istri Abang," sambil memperhatikan perut Lisa yang membesar.
" Mana anakku! !! kembalikan dia dasar pencuri!!
" Maafkan aku Aisyah, sungguh aku harap kita bisa memperbaiki hubungan ini dan hidup rukun "
" Aku tak sudi, aku lebih baik hidup menjadi seorang janda dari pada harus mempertahankan rumah tangga ini"
" Tak bisakah kau memberikan kami kesempatan "
" Tak ada yang harus di selamatkan dari rumah tangga ini, Jika kau tak mau mengembalikan anakku maka aku akan ambil dengan cara hukum, aku yakin aku yang akan menang karena seorang bayi sangat membutuhkan mamanya.
" Kau tahu mas Rudi kan? Aku yakin ia pasti akan berusaha untuk memenangkan ini dan meminta mu untuk kembali dengan kehidupan kita sebelumnya "
Aku benar-benar sudah geram tak tahu maksud dari semua ini , tak tahu apa yang ada di otak orang -orang ini.
" Mau kalian itu apa sebenarnya hah, ayo katakan jangan main teka -teki seperti ini . Karena aku tak lagi ingin bermain-main "
"Aku hanya ingin kita hidup rukun karena aku bukanlah wanita perebut suami orang aku hanya ingin meminta hakku saja sebagai pacar mas Rudi yang telah ia pacari selama kurang lebih 4 tahun ini. jujur awalnya aku juga tidak menerima pernikahan kau dan juga mas Rudi tapi aku sadar rasa cintaku yang begitu dalam terhadapnya menghilangkan semua kemarahanku, lantas aku saja bisa kenapa kamu enggak"?
" Sudahlah kau pergi saja dari sini, masalah anakku yang kalian bawa aku akan memikirkannya kembali caranya agar ia bisa aku dapatkan kembali "
__ADS_1
" Silahkan saja jika kamu bisa, ok mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan, , pikirkanlah baik-baik permintaanku "
Lisa pun pergi dari ruangan ku, ada perasaan tak terima dengan apa yang telah ia katakan. Sakit hati dan penghinaan yang teramat besar membuat aku Sulit untuk memaafkan mereka .
Aku pandangi wajah anakku yang bergelang biru itu dan sudah di pastikan dia anak pertamaku Shafira,
" Sayang maafin mama yah, mama tak bisa mempertahankan adikmu Shakira. Maafkan mama jika kalian harus terpisah, mama sadar diri di bandingkan Ayahmu mama bukanlah apa -apa. Kita harus pergi dari kota ini , mama yakin ayah dan ibu tirinya akan menyayangi adik mu suatu saat nanti kita pasti bisa di pertemukan lagi meski tak tahu kapan pastinya ",
Lalu aku ambil handphone yang tergeletak di atas nakas rumah sakit , aku mencoba untuk menghubungi Johan karena aku sudah tak sabar ingin meninggalkan kota ini , kota Yang penuh penderitaan dan kota penuh kebohongan.
Beberapa jam kemudian Johan datang ia menenteng dua tas,
" Kak? sudah siap?
" Tentu! ! ayo kita segera pergi Jo" titah ku pada Jo dengan penuh semangat.
Semoga saja ini adalah awal yang baik untuk kehidupanku kedepannya.
Persiapan telah begitu matang Jo lakukan niatnya aku , Jo dan juga anakku akan pergi ke Jakarta, menata kehidupan baru di sana dengan bermodalkan uang hasil penjualan tanah milik Ibu dan Bapak di Ciamis. Maafkan kami bu yang telah lancang menjual peninggalan Ibu dan Bapak, tapi Aisyah dan Johan berjanji akan mengambil lagi tanah yang telah kami jual. Doakan saja kami agar kami sukses dan bisa membanggakan Ibu juga Bapak. Terima kasih atas semua kebaikan Ibu dan Bapak yang telah mendidik dan membesarkan kami hingga kami kini menjadi manusia yang tangguh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon maaf baru bisa up dikarenakan sakit , semoga saja pada tidak kabur yah. .tetap stand di lapak ku . karena dukungan dari kalian begitu sangat berarti bagiku.