
Mobil mas Irman kini telah sampai di rumah , anak-anak langsung keluar mobil dan berlari sambil bersorak -sorak. Membahagiakan anak-anak memang mudah , cukup turuti kemauanya saja sudah Sesenang itu, tapi tetap aku dan mas Irman menuruti kemauan anak-anak karena memang permintaannya wajar, gak aneh -aneh dan kami selaku orang tuanya mampu mewujudkannya.
Terkadang aku juga ajarkan pada anak-anak, bahwa tidak semua keinginan mereka harus terwujud atau harus di wujudkan,karena mereka juga harus belajar yang namanya rasa kecewa. Dan mereka juga harus tahu dalam menginginkan atau menggapai sesuatu harus ada usahanya dan ada prosesnya.
Memiliki anak yang sholeh, sholehah itu pasti bahkan setiap orang tua pasti menginginkan itu. Kita sebagai orang tua juga mempunyai peran penting untuk mewujudkan itu. Selain dasar agama yang harus di ajarkan mereka juga harus di ajarin hal-hal yang bersifat sosial . Misalnya mengajaknya memberi pada yang lebih berhak, membantu temennya yang kesulitan ,mengajarkan untuk tidak berlebih -lebihan dan masih banyak lagi tentunya.
Aku juga ingin menjadikan mereka anak-anak yang tangguh, bertanggung jawab, menjaga marwah, penuh kasih sayang dan mempunyai rasa empati ataupun rasa simpati pada orang lain. Caranya? Banyak tentunya contohnya saja Yang pernah Aku terapkan pada Shafira, untuk menjaga marwah nya aku menyuruh ia berhijab, meski aku tahu ia belum punya kewajiban untuk itu , tapi sedari kecil aku ajarkan agar ia terbiasa, dan pokoknya masih banyak lagi . Hal-hal yang sudah aku lakukan pada Shafira akan aku lakukan pula pada Shakira dan Arsya.
" Anak-anak, jalannya pelan -pelan saja, nanti jatuh lho, " ucapku mengingatkn mereka karena mereka terus saja berlarian.
" Siap Umma! sambil mmeragakan orang yang sedang hormat.
Aku dan Mas Irman mengekor saja dari belakang, saat berada di ruang tengah aku melihat orang yang sudah beberapa Hari ini tak aku jumpai. Jo,Eah dialah Jo,Adikku satu-satunya juga keluargaku yang aku punya. Melihat raut wajahnya sudah di pastikan ia sedang meraju padaku . Aku sudah biasa menebak apa yang membuat ia seperti itu. Jujur saja semenjak menikah aku belum pernah menghubungi Jo,bertemu juga baru sekarang. Maafkan Kakakmu ini Jo.
Aku sambut tatapan merajunya dengan senyuman yang merekah, aku tahu dia gak akan bisa lama -lama marahan padaku. Dipeluk saja ,Jo sudah luluh dan kembali tersenyum. Untuk anak-anak aku dan mas Irman menyuruh mereka keatas duluan melihat kamar baru mereka.
" Jo, kamu kemari ?" ucapku sambil berjalan kearah Jo bersamaan dengan mas Irman .
Tak ada jawaban sama sekali dari Jo, ia malah semakin membuang mukanya dan meletakkan tangannya di dadanya. Gemes, melihat Jo seperti itu. Mungkin dia gak nyadar kalau kelakuannya seperti itu , kaya anak-anak. Shafira,Shakira serta Arsya saja gak seperti itu.
Aku duduk di samping Jo,lalu langsung memeluknya " Maafin kakak Jo, sungguh akhir-akhir ini kakakmu sibuk, Sib.... Belum selesai aku bicara Jo udah main nerobos saja
" Baru inget yah, kalau kakak masih punya adik, yang gantengnya paripurna , cool, mapan kaya Jo? " pede Jo.
"pprf " menahan ketawa.
Jo melirik padaku" Apa? mau ketawain Jo gitu?, ok kakak ketawa aja biar puas sekalian "
" Kamu lagi PMS Jo?, Mas kok ngerasa kamu sensitif begitu. "celetuk mas Irman
Membuat aku, Jo dan mungkin siapa saja yang mendengar akan terkejut atau bahkan tertawa terbahak-bahak. Sungguh aku gak bisa menahan lagi , membuat aku kebablasan ketawa.
" Hha, Jo beneran itu?
Jo semakin menekuk mukanya saja mendapat ledakan kaya gitu" Kakak sama kakak ipar sama saja, yang bener saja kak masa Jo PMS, Jo kan cowok tulen kali"
'' Yaudah makanya jangan sensi gitu, kaya cewe Jo. Apa yang Kakak mu bilang memang benar. Kakak mu sibuk, Sibuk ngurusin suami sama anak-anak. Yank calon istrinya tahu gak sih Jo kaya gini, sensi. Jangan sampai sensi nya sebelas dua belas sama calon istrinya, bisa -bisa kalah sensi "
Aku tak bisa jawab , hanya bisa tertawa bahagia menyaksikan kekonyolan Suami dan Adikku.
__ADS_1
" Maafin Kakak yh Jo ( memeluk jo kembali ) kakak gak lupa kok sama kamu, tapi untuk beberapa hari ini Kakak memang sibuk , kakak sedang beradaptasi dengan Suami sama Anak-anak pula. Jo pahamkan, meski kakak tahu ini bukan pernikahan pertama kakak , tapi kakak sama kakak ipar sudah berpisah lama , sekali ketemu udah ngajak nikah aja( melirik ke arah mas Irman ).Jadiny kakak berasa canggung lagi. Apa lagi sekarang ada Shakira dan Arsya Kakak juga sedang berusaha lebih dekat dengan mereka. Agar mereka tak sungkan lagi pada Kakak dan mungkin mereka juga kangen pada sosok mama . Percayalah kamu itu adik kakak satu-satunya yang paling kakak sayang, melihat kamu meraju seperti ini .Kakak harus segera menikahknmu dengan Riska."
" Hmm, maafin Jo. Sudah kebiasaan Jo tiap hari di ceramahi kakak. Gak ada kakak di rumah jadi sepi, seperti ada yang hilang. Ditambah kakak gak ada sekali pun hubungi Jo, Jo kan ngerasa jadi adik yang terbuang "
Aku juga mas Irman terkekeh mendengar ucapan Jo.
' Hahahah jo , Kamu lucu . lebay jadi cowo" Mas Irman tak hentinya tertawa sampai matanya berair. Aku menyikut mas Irman agar ia berhenti menertawakan Jo.
" Kakak ipar awas yah, terus saja terus, ledekin Jo. Kakak Jo pinta nanti malam jangan kasih jatah kakak ipar , biar tau rasa"
" Lho. ..lho. ..hubungannya apa coba, jangan Yank, jangan dengerin bocah tengil ini, masa ia nanti malam gagal lagi" ucap mas Irman, langsung berdiri dan nunjuk -nunjuk ke arah Jo.
" Apa ? gagal? " Jo terkejut hingga membuat ia tertawa
"Hahahaha , rasain. .hahah"
Pusing dengan suami dan adik ku, tanpa mereka sadari aku meninggalkan mereka, Aku ke atas menyusul anak-anak. Mereka masih saja berdebat, sesuatu yang gak penting .
*******
Setelah makan malam dan menyuruh anak-anak sholat ,aku pun menidurkan mereka kecuali Arsya, jagoanku satu-satunya ini bilang , "aku anak cowo harus berani tidur sendiri gak boleh di kelonin' aku hanya bisa menggeleng -geleng kan kepala dan mengiyakan saja permintaan Arsya.
Setelah urusanku menidurkan anak-anak selesai , aku kebawah menemui Jo dan mas Irman yaang sekarang sudah akrab kembali. Hah , mereka ternyata nyetel juga . Cocok deh Jo sama mas Irman kalau di suruh debat .
" Udah mas"
" Syukurlah, dan sekarang ( menatap Jo ) giliran kamu Jo, cepat pergi, ini sudah malam " usir mas Irman.
" Kakak ipar mengusir ku? ? apa -apa ini. Kakak tolong Jo, masa Kakak ipar mengusir ku. "
Lagi dan lagi sepertinya mereka akan berdebat kembali, gak akan ada yang akan aku bela . Biar adil , dan segera mungkin aku meninggalkan mereka kembali ke kamarku. Tak perduli mereka mau gimana juga, melihat mereka seperti itu membuat kepalaku sakit.
30 menit kemudian.
Mas Irman masuk ke kamar, aku melihatnya tanpa menoleh hanya menatap dengan ekor mata saja.
" Belum tidur Yank, ? "
Aku menggeleng" nungguin kamu mas" Lalu aku meletakkan majalah yang aku baca sembari menunggu mas Irman di atas nakas.
__ADS_1
" Jo udah pulang? sambungku lagi.
" Udah, mas seret dia pulang" canda mas Irman.
" ish , mas ini dia adikku mas. jangan kasar padanya."
" Mas bercanda kali yank. oh ya Yank udah sholat?
" udah, kalau mas sendiri?
" Mas juga udah "
Mas Irman menarik tanganku, aku terkejut karena tak tau akan dibawa kemana,
" Mau kemana mas?
" Kita ambil wudu terus shalat "
" kan udah shalat mas, masa shalat lagi" ucapku.
" kita shalat sunat dulu yank" Mas Irman tersenyum penuh arti.
Aku paham maksud mas Irman mengarah kemana, dan entah kenapa aku mulai nervous gini. Seperti seorang gadis saja yang akan melakukan malam pertama. Hihi pikiranku sudah mengarah kesana saja , aku berusaha supaya tak gugup. menyemangati diri karena ini tentunya bukan pengalaman pertama bagiku. Lain halnya dengan mas Irman yang aku yakini ini hal pertama baginya.
Aku semakin gugup saja setelah usai shalat sunah, mas Irman menuntunku ke atas ranjang. Ya Rabb, kenapa dengan diriku ? kenapa aku senervous gini. Tak hentinya aku melafalkn doa di dalam hati agar aku biasa tenang , dan tentunya bisa memberikan hak mas Irman tanpa harus ada rasa nervous kaya gini,
" Sekarang boleh Yank? ijin mas Irman
" Kapan pun boleh mas, selagi aku gak lagi ada uzur " jawabku dengan tenang.
" Ini pengalaman pertama mas, jangan ketawain mas jika kaku, apa lagi membandingkan dengan yang lain. Jujur saja mas gugup Yank. Mas bingung harus bagaimana dulu memulainya , mas awam banget hal beginian," jujur mas Irman.
Aku tersenyum, " Aku juga gugup mas, aku merasa seperti pertama kali saja. maaf ( tertunduk ) kamu dapat bekas mas, bukan yang segelan "
" Kamu ngomong apa Yank, mas sama sekali tudak memperdulikan itu. Istri Rosulullah saja semuanya janda hanya satu seorang gadis, masa mas mengeluh karena dapat janda. bukankah menikah itu bukan hanya sekedar memuaskan syahwat saja. Tapi niatan ibadah ,"
" Terima kasih mas,
Dan entah siapa yang memulai duluan hingga akhirnya,malam pertama kami yang sellu gagal, bisa kami laksanakan , semoga saja dari hasil hubungan ini bisa terlahir anak-anak kami yang sholeh dan sholehah.
__ADS_1
tbc
Hai. .hai mon maaf yah , di novel lelaki itu suamiku jangan ngarep nemu adegan ranjang yah, paling hanya sebatas adegan kissing saja. Alasannya Author yakin yang membaca novel di aplikasi ini ada anak-anak yang mash di bawah umur dan yang masih single. Author takut dengn menyelipkan. adegan ranjang secara tidak langsung Author mencontohkan pada mereka. Dan jujur Author takut malah akan jadi dosa jariah buat Author apa lagi kalau ada yang berani -berani mencobanya karena rasa penasaran. Beruntung yang udah nikah mah tinggal praktik sama pasangannya hihihi maaf yah,,,,