Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Berobat ke Singapore


__ADS_3

Adzan subuh telah berkumandang, aku bangun namun aku kaget saat sesuatu yang berat menindih perutku. Aku raba dan aku temukan satu tangan kokoh telah melingkar di perutku, aku kaget belum sadar betul . Hingga saat aku melihat sosok orang di sampingku yang kini sedang tertidur pulas, Berasa mimpi tapi ini nyata sekarang aku benar-benar telah menjadi miliknya seutuhnya.


Tak menyangka, takdir percintaanku begitu rumit bagaikan benang kusut. Aku juga tak menyangka Kalau orang yang ada di sampingku yang kini menjadi suamiku ,adalah sosok orang yang ada di masa kecilku. Lebih tepatnya tetangga saat di kampung, Di Ciamis . Bisa di bilang ia juga cinta pertamaku ,aku menyukainya sejak dulu dan kini Alloh mentakdirkan kita bersama.


Waktu itu kelurga mas Irman tetangga baru,aku masih duduk di bangku Sd sedangkan ia sudah Kuliah .Usia kami memang terpaut delapan tahun, tapi disini justru aku merasa tua sebab meski usiaku masih 25 tahun sudah menjadi janda. Tapi itu dulu, Sekarang aku telah menjadi nyonya Irman Sanjaya.


Aku terus saja memperhatikan wajah mas Irman, Masya Alloh sungguh ciptaan Tuhan yang indah kini ada di hadapanku ,lelaki tampan, sholeh ,setia paket komplit pokoknya. Aku mengusap kepalnya, menyentuh pipi, hidung mancungnya dan ah aku jadi malu sendiri.


...Lama memandangi suamiku ,aku bangun hendak mandi junub namun tanganku di tarik hingga terjerembab kedalam pelukan mas Irman. ...


Aku berteriak saking kaget nya.


" aaaaa. .." teriak ku


Aku dongkakkan kepala melihat wajah suamiku yang sudah Menarik ku tiba-tiba dan berpura-pura tertidur kembali dengn posisi saling berpelukan. Aku memukul dada mas Irman.


" Mas,jangan bercanda cepat bangun. Kita mandi terus sholat "


" Bentar Yank, masih ingin seperti ini dulu " mengeratkan pelukannya.


" Mas,aku gak bisa nafas ini,lepas. Dan cepat bangun ih" terus memberontak minta dilepaskan.


Tak ada respon dan mas Irman, akhirnya aku pun diam dan menikmati pelukan mas Irman yang begitu menenangkan. Entah membandingkan atau tidak yang jelas pelukan ini berbeda dengan pelukan orang di masa lalu. Pelukan ini begitu nyaman dan aku merasa kalau ia orng yang memelukku sedang mengisyaratkan, ini miliku dan tak ingin kehilangan lagi.


Aku sungguh mengagumimu mas, kau mau menungguku. Aku terharu kau mencintaiku begitu tulus sampai kau rela membujang dan tak membuka hatimu untuk wanita lain. Bagaimana jadinya jika takdir berkata lain, dan aku tetap milik orang di masa lalu itu.


Semua sudah diatur sang kuasa, Aku harap takdir ku tetap bersamamu. Aku mau kau menjadi yang terakhir sampai kejannah -Nya,.


" Terima kasih ya mas" ucapku mencairkan keheningan


" Terima kasih untuk apa Yank, perasaan mas gak ngasih apa -apa deh, kecuali ngasih kenikmatan semalam hihi " Mas Irman cekikikan


" ih kok bahas itu ( bersemu merah), bukan itu maksud Aisyah. Aisyah berterima kasih karena mas sudah mau menerimaku dan juga anak-anak "


" Jangan berterima kasih, karena ini memang sudah menjadi janji Mas, janji sama kamu dan Alloh swt untuk selalu menunggu dan menerima mu sampai waktunya tiba. Kalau pun waktu ini gak juga datang mungkin saja mas jadi bujang lapuk hehe 😆" ucap Mas di selangi tawa kecilnya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu mas, sangat, sangat mencintaimu, teruslah bersamaku sampai tua sampai ajal tiba " membalas erat pelukan mas Irman.


" Mas juga sangatttt mencintaimu ( mencium puncuk kepalaku ). Udah ah kita mandi , shalat lalu bangunkan anak-anak "


Aku dan Mas Irman pun bangun dan melangkah ke kamar mandi, Tak ada salahnya jika harus mandi bersama, Rosulullah pun suka mandi bersama ummirul mukminin Aisyah , selain itu biar hemat waktu .Karena waktu subuh kami terbuang dengan obrolan aku dan mas Irman.


*******


Hari ini aku ikut anak-anak, biasanya mereka hanya akan di antar oleh supir saja. Berhubung tadi aku dengar dari mas Irman, kalau abang bersedia pergi berobat ke Singapore. Senang rasanya , setidaknya masih ada harapan untuk Abang sembuh , meskipun harapan itu kecil. Tapi jika Alloh memang menghendaki Abang sembuh , ia pasti akan sembuh.


Tak ada yang biasa mengalahkan takdir, meski dokter bilang harapan hidupnya hanya 10 persen saja . Tak membuat penghalang karena dokter bukanlah Tuhan , hidup kita bukan ditentukan oleh diagnosa dokter. Tapi di tentukan sang Kuasa , pemilik alam dunia beserta isinya. Berusahalah Bang, semangat terus berpikir positif dan jangan lupa pada sang kuasa Alloh swt .


" Umma , nanti kita ketemu Ayah lagi? ucap Shafira


" Ia sayang sayangnya Umma, nanti pulang sekolah kita pergi jenguk Ayah yah, Ayah kan hari ini mau ke singapore " ucapku sambil mengelus satu-satu kepala mereka.


" Mau apa Ayah kesana Umma? tanya Arsya


" Ayah kalian mau pergi berobat, makanya Kalian harus doain ayah setiap habis sholat, biar Ayah cepat sembuh dan segera kembali kesini"


" Aku juga kok Umma" ucap Arsya dan Shakira bersamaan.


Aku tersenyum pada mereka " Good, kalian memang anak-anak Umma yang sholeh,sholehah, makin sayang deh sama kalian, sini peluk Umma" Aku merentangkan tangan dan mereka memelukku.


Aku harap kelak mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang sholeh , sholehah mengangkat derajat orang tuanya serta mereka bisa bermanfaat bagi orang banyak . Aamiin.


Rumah sakit Harapan


Jam 11 siaang aku dan anak-anak samapi di rumah sakit , sesuai telpon mas Irman kami langsung saja ke ruangan Abang, karena mas Irman sudah ada disana. Aku bukan handal pintu kamar rawat Abang, ternyata disana sudah pada kumpul. Ada kedua mantan mertuaku, Ibu mertua, Sharon , Jo , juga mas Irman.


" Assalamu'alikum "


"Waalaikumsalam " jawab semua orang yang ada di sana.


" cucu - cucu Oma pada baru pulang, " ucap Ibu mertua laku menciumi mereka .

__ADS_1


Anak-anak menyalami satu-satu yang ada di sana, termasuk juga aku, lalu aku berdiri disamoing mas irman , Persiapan keberangkatan Abang sepertinya sudah siap, dan Abang nampak resah harusnya ia senang, ia harus semangat demi kesembuhan dirinya.


" Anak-anak kemarilah" titah Abang


Lalu anak-anak menghampiri Abang dan naik ke atas ranjang di bantu oleh aku dan Mas Irman. Abang nampak memperhatiak satu-satu anak-anak, ada cairan bening menetes , Abang menangis hingga membuat siapa saja yang melihatnya ikut menangis.


" Ayah mau pergi berobat, kalian di sini baik-baik yah, jangan nakal" ucap Abang sambil memegang dagu anak-anak satu-satu.


"Ayah, harus sembuh . Shakira ingin lihat ayah seperti dulu ,Shakira juga kangen bareng Ayah" Shakira menangis.


menghapus air mata Shakira " Jangan menangis, sini mendekatlah " Shakira mendekat dan duduk di sebelah kanan Abang, di susul Shafira di sebelah kiri dan si bungsu Arsya di atas pangkuannya Abang .


" Anak-anak Ayah jangan nangis, lebih baik doain Ayah biar cepat sembuh dan kembali berkumpul bareng kalian lagi. Ingat! jangan nakal, jadi anak baik , nurut sama Umma sama Abii yah, kalian janjikan sama ayah " Abang menunjukan jari kelingking laku anak-anak menautkan jari kelingking mereka juga.


" Janji " ucap merek serentak.


" Ayah sayang kalian " Abang menangis dan ia menghapus air mata nya.


aku mendekat ke arah Abang.


"Abang kamu harus sembuh, semangat dan cepat sembahlah demi anak-anak mereka menyayangimu " ucapku dengan berusaha menahan agar tak menangis.


" Aku titip anak-anak, setidaknya aku akan tenang saat berobat nanti. Dan Aisyah aku mohon jangan membedakan kasih sayangmu pada dia ( menunjuk ke arah Arsya yang sedang ada di pangkuannya ) , dia .... ( ucapan Abang tertahan oleh tangisannya ) dia tak punya siapa -siapa lagi selain aku "


Aku sudah tak bisa lagi menahan air mataku " hiks..hiks... sungguh aku tak punya niat untuk membedakan anak-anak, mereka semua anak -anakku tentu saja aku akan menyayangi mereka sepenuh hatiku, "


" Terima kasih , terima kasih " ucap Abang begitu Lirih.


Tak lama datang seorang perawat membawa kursi roda, sepertinya Abang akan segera berangkat. Dengan di bantu Mas Irman Abang berhasil duduk di kursi rodanya. Sampai di Lobi rumah sakit , Abang meminta kami tak ikut mengantar ke airport dengn alasan , tak sanggup bila harus melihat kembali anak-anak.


Aku mengikuti kemauan Abng, hanya Sharon orang taunya perawat dan satu dokter yang menangani ia disini yang ikut, karena mereka memang akan Ikut pula ke singapore.


Sungguh aku tak kuasa melihat anak-anak menangis melepas kepergian Abang, sesak rasanya. Anak-anak hanya biar melambaikan tangan pada ayahnya, dan di blas Abang lalu pintu Mobil pun tertutup dan pergi .


" Kau orang baik Bang, selama aku bersama mu dulu aku merasa kau begitu tulus . Mungkin rasa dendam mu begitu kuat hingga kau melakukan itu padaku. Tapi aku sudah memaafkan dirimu, cepat sembuh Bang dan segera kembali "

__ADS_1


tbc


__ADS_2