Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Rudi vs Irman (2)


__ADS_3

Saat ini Abang pasti merasa kecewa karena aku mengambil gelas milik orang lain.


Di meja itu Irman terus saja mengobrol dan bertanya pada Abang, aku yakin ada sesuatu di balik itu semua .


Sedangkan ketiga sahabatku mereka sama sekali tak berkutik, mereka malah fokus memandangi Abang dan juga Irman . Sampai -sampai makanan yang tadi mereka pesan hanya di aduk -aduk saja tanpa sedikitpun di sentuh oleh mereka.


Aku berusaha Menyadarkan mimpi dan khayalan mereka.


" heyy apa yang kalian lihat, ??? kenapa makanan tak sedikitpun di makan " ucapku sambil berbisik.


" Ssstt diam lah mami jangan berisik. .." ucap Sifa sambil berbisik dan meletakkan jarinya ke mulutku.


" Ia mami untuk sementara biarkan kami seperti ini" timbal Risya


"Aku gak ngerti deh maksud kalian itu apa??


"Mami gak peka. .mentang -mentang udah punya yang ganteng. .." ucap Mery ngaur


"Seriusan aku gak paham sama kalian bertiga "


Berhubung mery duduknya bersebelahn denagn ku maka ia jadi korban kekesalan ku, Secara refleks aku mencubit paha Mery karena kesal melihat tingkah aneh mereka juga Abang yang baru pertama kali cuekin aku,


" Aww ..Mami. ...sa....." Aku langsung menutup mulut Mery denagn tanganku sedangkan Mery berusaha untuk melepaskan tanganku dari mulutnya.


Mereka yang mendengar teriakan Mery secara bersamaan menoleh .


"Kamu kenapa sih mey. ..tanya Sifa. .


Mery gak menjawab dia hanya mengelus -ngelus pahanya bekas aku cubit dan aku langsung menatap Mery dengan penuh penyesalan dan berharap dia bisa berkerja sama dengan ku.


" Mami awas yah.. aku tau mami kesal kan melihat di acuhkan kami , apa lagi kak Rudi "bisik Mery dengan nada mengejek.


" Maaf yh. .." Lirih ku dan di jawab dengan anggukan oleh Mery.


" Ada apa denganmu Mery? tanya Irman pada Mery


Mendengar di tanya oleh Irman, Mery malah diam saja dan terus menatap wajah Irman, lalu aku cubit lagi pahanya dengan pelan.

__ADS_1


" Aww..eh....enggak kenapa -kenapa pak. ..hanya saja hari ini aku seneng bisa sedekat ini sama Bapak dan juga Kak Rudi "


" Mery kamu ganjen banget sih" ucap Sifa dan Risya bersamaan.


lalu Sifa berbisik pada Mery " Kamu tuh malu-maluin kita saja, jangan terlalu jujur kenapa nanti kita di kira cewe yang kagak pernah deket sama cowok ganteng "


Melihat tingkah sahabatku kekesalan ku hilang begitu juga dengan Abang dan Irman nampak tersenyum dibuatnya.


" Oh yah tadi Bapak dengar Mery sebut nama Mami gitu. .. emang disini ada Mami mu" tanya Irman


" Hehehe. .." sahabatku malah terkekeh mendengar tuturan dari Irman sedangkan Abang yang tahu juga ikutan terkekeh.


" Pak ...Mami itu sebutan mereka pada istri saya " jawab Abang


" Ia pak. .. soalnya diantara kami hanya Mami yang paling ngertiin kita yang paling cerewet yang paling segalanya deh persis kaya mami kami. jelas Sifa..


Sedangkan aku yang sedang mereka bicarakan hanya diam dan masih menikmati makanan yang ada di hadapanku.


" Dan tentunya Adek memang udah cocok ko jadi seorang Ibu" timbal Abang yang berhasil membuat aku terkejut.


" uhuk. ..uhuk.. " Irman tiba-tiba terbatuk -batuk. .ketiga sahabatku langsung menyodorkan air minum namun Irman malah meminum air miliknya yang tadi telah aku minum setengahnya dan dia juga telah berhasil membuat mataku membulat dengan sempurna ia meminum di gelas yang sama dengan ku. Sadar akan situasi itu , Aku langsung mengalihkan pembicaraan dan sengaja ingin memanas manasi Irman.


" Insya Allah yah dek , kita ikhtiar saja. .semoga keinginan kita segera terwujud."


Ku liat mimik wajah Irman memerah. ..seperti orang yang sedang menahan amarah .Maka aku sengaja lagi bergelayut di lengan Abang.


" Maaf seperti nya saya harus segera pergi " tiba-tiba Irman berdiri dan pergi meninggalkan kami.


Perasaan ini datang lagi. ..hati aku kacau kembali seperti ada sesuatu yang menusuk - nusuk hatiku.


--------


Malam harinya di rumah Abang, Abang menarik ku dan mendudukkan ku di pangkuannya aku lingkarkan kedua tangaku keleher Abang.


" Dek? ...


" Ia bang. ..

__ADS_1


"tadi Siang yang Adek bicarakan Seriusan kan??


" Emang tadi ada berbicara apa sama Abang, ucapku dengan mengernyitkan dahi karena memang lupa


" Itu lho yang keinginan adek pengen punya baby. ..


Aku tersenyum dan mengecup sekilas bibir Abang " Tentu adek serius "


Terlukis senyuman termanisnya dari bibir Abang , sejenak aku melupakan sosok yang bernama Irman tapi kenapa jika sudah ada dia aku jadi teringat akan rasa itu .


wanita macam apa aku ini. ..kenapa aku menjdi seperti ini ??? .ini bukanlah diriku yang sebenarnya. Aku ingin kembali menjadi diriku yang dulu yang selalu menjaga kehormatan dan selalu menjaga hati hanya untuk orang yang telah halal untukku.


" Dek? ? adek kenapa? ?? ucap Abang membangunkan ku dari lamunan.


" Eh Abang enggak kenapa - kenapa "


Seketika suasana mendadak menjadi romantis seperti ini, aku yang tengah duduk di pangkuan Abang tiba-tiba mengecup keningku lalu pipi dan mengecup sekilas bi*rku dan membisikkan sesuatu ketelingaku.


" Dek Abang mau Adek sekarang boleh???


" Tentu saja boleh, apa yang Abang mau Adek tak akan menolaknya atau pun melarangnya selagi itu hal yang positif. "


Dan malam itu pun terjadi kembali penyatuan cinta aku dan Abang di malam yang dingin namun kini saling menghangatkan.


-----


Jam 03.00 pagi aku terbangun , tak lupa Aku membangunkan Abang untuk membersihkan diri dan menjalani sholat tahajud bersama. Seusai itu aku tiba-tiba terpikirkan sesuatu, sesuatu yang sejak dari dulu aku inginkan. Menikah secara sah di mata hukum karena sampai saat ini status pernikahan ku hanyalah sekedar istri siri yang tentunya sangat berpengaruh di lingkungan sosialku. meski aku tak mempermasalahkan nya tapi gimana nanti jika aku punya anak tentunya akan berdampak pada anakku juga, sungguh jika saja di dunia ini tak ada orang yang selalu ikut campur permasalahan orang lain tentunya aku tak akan memperdulikan nya.


" Bang boleh adek berbicara sesuatu? tanyaku sambil menyenderkan kepalaku ke bahu Abang.


" Tentu saja, Bicaralah" ucap Abang sambil mengelus kepalaku.


" Kapan kita menikah secara negara? adek gak mau kalau nanti adek punya baby tapi status pernikahan kita hanya siri " ucapku secara hati-hati agar Abang tak tersinggung .


Abang nampak berpikir sejenak lalu berkata " Secepatnya Abang akan mengurusnya , Adek sabar saja dulu Abang janji kok "


Setelah mendengarnya sedikit lega, mudah-mudahan saja sebelum ada kehidupan di rahimku ini aku sudah memiliki status istri sah di mata hukum maupun agama.

__ADS_1


Bukankah impian setiap wanita itu di akui pernikahannya bukan hanya sekedar siri, karena bagiku pernikahan siri itu seperti pernikahan seorang pria dan wanita yang hubungannya tak ingin orang lain tahu secara kasarnya mungkin terlihat seperti seorang wanita simpanan .


Aku tak mau di pandang seperti itu, tentunya nanti akan mempengaruhi kehidupan rumah tanggaku.


__ADS_2