Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Keluarga Abang


__ADS_3

Pagi itu Abang sudah ada di depan gerbang asrama, Abang terus saja menghubungi hingga Aku pun mesilent kan nada dering nya. Aku tak akan berbuat gitu kalau seandainya Abang lebih sabar lagi , janjian jam 08.00 jam 06.00 udah ada di depan gerbang.


Baru ku mau telpon balik si Abang udah telpon duluan.


"Assalamu'alikum


" Hallo Abang ada pagi -pagi udah jemput ?? kan janji-Nya juga nanti jam 8 pagi"


" Kangen kamu dek cepet keluar kita olahraga dulu yuk , jadi abang sengaja pagi-pagi udah dateng. "


" Ia udah tunggu Adek siap -siap dulu yah"


" Ia sayang "


Aku segara bersiap -siap dan tak lupa meminta izin kepada ketiga sahabatku.


" Seperti biasa aku mau pergi sama saudara kemungkinan akan pulang malam "


" Mami kok sehabis pulang ke kampung terus balik lagi , kami ngerasa ada yang aneh dengan mami " ucap Risya


" Aneh gimana? mungkin hanya perasaan kaya saja "


" Gak mami ini serius, kami ngerasa mami makin jauh dari kami"


" Ya a alloh, makin jauh gimana tiap hari kita ketemu , satu kamar , satu kelas pula",


" Maksud nya tuh gak ada waktu Buat kita metime gitu" oceh Sifa


" Maaf yah ..karena kan aku baru tahu punya saudara di sini, jadi dia ngajak aku keluar terus " jawabku berbohong.


" Yaudah ia ..hati-hati saja yah " timbal Mery.


" Ia ...kalau gitu aku berangkat dulu yah, assalamu'alikum "


"waalaikumsalam "

__ADS_1


.


.


.


.


.


.Seperti yang di katakan Abang kami tidak langsung ke rumah tapi pergi ke alun -alun kota Bandung untuk menikmati udara pagi yang segar dan berniat mencari sarapan. Tak berapa lama Abang menerima panggilan telepon, Abang hnya mengangguk -ngangguk .


" Ada Bang? Siapa yang telpon" tanyaku pada Abang.


" Ini Ibu Dek, Beliau menyuruh Adek sarapan di rumah katanya pengen makan bareng karena gak tahu kapan bisa makan bareng ."jelas Abang.


" Yaudah Bang ayo , " titah ku pada Abang.


20 menit kemudian


Sampailah aku dan Abang di rumah rasanya deg-degan ,gemeteran kali pertama bertemu dengan keluarga Abang tak tahu bagaimana kesan mereka padaku, tapi kalau ibu dan bapak mertua beliau sangat menerima aku, meski beliau tahu aku bukanlah dari kalangan atas hanya seorang anak petani karet, yang jika di bandingkan dengan keluarga Abang tentunya berjauhan dan berbeda.


" waalaikumsalam salam "


aku salim bergantian dengan Abang pada Ibu dan Ayah mertua.


Tak begitu lama datang dua orang perempuan dan seorang laki-laki.


" Aisyah sayang sini, Ibu kenalkan pada adik dan juga sepupu Rudi " titah Ibu sambil melambaikan tangan ciri harus mengikuti langkah ibu mertua dan menghampiri ketiga orang yang baru datang itu.


" Sharon sayang kenalkan ini Kakak ipar mu, sini salim dulu " titah ibu mertua pada Sharon.


Aku mengulurkan tangan sebagian tanda perkenalan tapi di tepis oleh Sharon. Aku terkejut dilihat dari ekspresinya seperti tidak suka padaku.


" Sharon kamu jangan begitu tidak sopan ayo cepat salim yang benar" Bentak Ibu mertua

__ADS_1


" Ga perlu bu Sharon gak level sama orang kaya gitu...tak nyangka selera Abang begitu rendahan" hina Sharon padaku


" Sharon ..." teriak Abang dan Ibu mertua.


" Kamu jangan kurang ajar sama kakak ipar mu , itu tidak baik Sharon " bela Abang padaku.


" Abang kok bentak Sharon belum pernah lho Abang bentak aku dan untuk pertama kalinya demi gadis kampungnya ini Abang bentak Sharon " Sharon menangis dan pergi.


" Sharon ...Sharon " panggil Abang


" Bang udah gak apa-apa mungkin Sharon belum terbiasa saja" ucapku sambil mengelus -ngeluh punggung Abang.


" Ibu minta Maaf yah atas nama Sharon "


" Gak perlu minta maaf bu Aisyah yakin Sharon anak baik dan belum bisa menerima aku aja" ucapku pada Ibu


" ohh yahh kenalin juga ini sepupunya Rudi namanya Thania dan ini Tara " sambil menunjuk pada Thania dan Tara


"Hallo salam kenal nama saya Aisyah " ucapku


" Aisyah sebenarnya ada satu lagi adik Rudi tapi ia di luar negri " ucap Ibu mertua.


" Kenapa ia di luar negeri bu? "tanyaku


" Dia sedang kuliah bisnis , tadinya dia kuliah di sini Tapi karena suami mu tak mau mengelola perusahaan Ayah jadinya Adik Rudi yang kami kirim kesana, kalau bukan mereka siapa lagi coba yang akn meneruskan "


"Ia Ibu benar, apa lagi. sebagai anak laki-laki tentunya punya peran penting, tapi Bu emangnya kenapa yah Abang gak mau ??? tanyaku


" Rudi maunya jadi pengacara, terus dia maunya punya usaha sendiri dan terbukti kini dia punya usaha sendiri "jelas ibu mertua


" Abang kok gak cerita sama Aisyah? ??


"Mungkin belum ...nanti juga dia cerita, "


" Ibu.... Aisyah mau ikut sarapan gak ..kok malah pada ngobrol " ucap Abng sambil berjalan mendekati aku dan Ibu.

__ADS_1


" Yaudah ia...ia ayo...kita sarapan dulu "


Aku suka keluarga Abang mereka menerima ku dengan baik mungkin hanya Adik Abang yang belum bisa menerimaku tapi aku yakin suatu hari nanti Sharon akan menerimaku sebagai kakak iparnya.


__ADS_2