
Saat mobil mas Irman berhenti tepat di halaman rumahnya ,seketika itu pula aku jadi deg - deg-an takut ibunda mas Irman tak merestui kami . Memang begitu cepat mas melamar ku setelah empat tahun tak bertemu dan pada pertemuan ke dua mas Irman langsung melamar ku.
Tak ada alasanku untuk menolaknya karena aku tahu bagaimana ia , selain itu karena faktor perasaan dan rasa cintaku juga yang mendorongku untuk tak menolak nya.
Mas Irman paham dengn situasi saat ini mungkin nampak jelas di wajah ku kalau saat ini aku sedang gugup.
" Santai saja sayang " ucap mas Irman lembut mencoba menghibur ku
" Aku takut mas, bagaimana kalau Ibu menolakku dengan keadaanku seperti ini" tanyaku penuh kegelisahan.
" Percayalah ,, Ibuku tak seperti itu sayang, kau juga pasti sudah tahu betul bagaimana ibu mas"
" Baiklah mas, bismillah saja"
Perlahan aku kuatkan hatiku lalu keluar dari mobil sambil menggandeng tangan Shafira.
Lalu di sebelahnya Mas Irman juga menggandeng tangan Shafira.
Baru juga mas Irman akan membuka pintu tiba-tiba saja terhenti ketika di belakang sana ada seseorang yang memanggil nama Mas Irman, secara bersamaan aku dan mas Irman membalikkan tubuh dan melihat seorang wanita berlari menghampiri kami.
" Mas Irman kamu sudah kembali " ucap wanita itu dengan nafas yang tersengal - sengal.
" Ia " jawab mas Irman singkat
Namun sesuatu yang tak di inginkan terjadi wanita itu tiba-tiba saja memeluk mas Irman sontak membuat aku membulatkan mata dan langsung menutup mata Shafira agar tak melihat pemandangan yang begitu menyakitkan mata.
' Aku seneng mas akhirnya kamu kembali, jangan kabur -kabur lagi yah aku sedih jika mas gak ada " ucap wanita itu dengn manja dan masih saja memeluk mas Irman.
" Rani Lepasin! jangan seperti ini " Mas Irman berusaha melepaskan pelukan wanita itu yang di panggil Rani oleh mas Irman.
" Gak mau mas , biarin seperti ini dulu aku kangen " rengek nya.
Sedangkan aku yang melihatnya merasa sesak di dada, merasa gerah dan tak nyaman.
" Maaf mas mengganggu acara kangen -kangenannya, lebih baik aku pergi dulu bersama Shafira . Bertemu Ibu nya lain waktu saja"ucapku sambil agak sedikit kesal.
" Jangan pergi ! tetaplah di sini kita ketemu ibu sekarang juga" tegas mas Irman.
Aku melihat ke arah tatapan wanita itu , tatapan penuh ketidak sukaan. Begitu pun aku merasa tak suka degan perbuatannya barusan pada Mas Irman, dengan
entengnya ia peluk -peluk calon suamiku,
__ADS_1
" Baiklah, tapi tolong kondisikan dulu keadaan kalau mau peluk -pelukan jangan di hadapan anak kecil , seperti gak ada tempat saja, " ucapku jutek.
" Emang nya masalahnya apa bagimu, suka -suka dong " jawab wanita yag bernama Rani itu
Aku hanya bisa mengerucutkan bibirku tanda kesal pada wanita itu , sedangkan mas Irman ia malah senyum -senyum sendri maksudnya apa coba? aku berusah mengontrol diri karena gak mau Shafira melihat sesuatu yang akan mempengaruhi prilaku nya kelak.
" Umma ..Umma mana Oma? katanya kita mau ketemu Oma Ila " tanya Shafira sambil menarik - narik gamis yang aku kenakan.
Refleks aku pun membungkukkan badanku.
" ia sayang sebentar lagi kita ketemu Oma "
Namun wanita yang bernama Rani itu seketika menarik tanganku hingga aku terjerembab.
" Astagfirullah " pekik ku
" Apa maksud semua ini? siapa yang anak ini bilang Oma?
" Tentu saja ibuku Rani ,siapa lagi !"
" Maksud apa mas , coba jelasin ke aku dan sebenarnya Ibu dan anak itu siapa " Rani menarik kerah kemeja Mas Irman meminta penjelasan.
Namun tak di jawab oleh mas Irman, aku pun sebenarnya masih bingung dengan situasi ini dan siapa dia wanita yang bernama Rani itu? .
*
*
*
*
*
*
pov Rani on
" Tidak! !! kurang ajar mereka semua! akan aku balas penghinaan kalian . hiks. .hiks selama tiga tahun terakhir ini aku menunggumu Irman tapi apa balasanmu padaku ? kau menghancurkan hatiku! jika aku tak bisa memilikimu. maka tak seorang pun bisa memilikimu termasuk wanita mu*ahan itu"
Aku benar-benar terasa direndahkan bahkan ibu nya Irman pun malah memilih wanita itu dari pada aku, sedangkan aku ingin betul dia mengemis -ngemis padaku agar aku mau dengan anaknya yang belum pernah aku temui. Tapi saat dia kembli ke sisi Ibunya itu juga menjadi awal pertemuan ku ,aku sudah menaruh rasa tak menyangka pria setampan ia belum memiliki kekasih begitulah pikiranku Saat itu.
__ADS_1
Berbagai cara aku lakukan untuk menaklukkan hatinya ,tetapi aku hanya dapat penolakan darinya bahkan aku prnah mencobanya menggoda dengan tubuhku, meski aku tahu terlihat murahan tapi tak masalah yang terpenting tujuanku tercapai bisa memiliki seutuhnya.
Entah karena kesal kepadaku atau mungkin karena wanita tua itu terus mendesak ia menikah hingga akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan kediaman wanita tua itu.
wanita tua itu sempat mencegahnya agar tak pergi lagi tapi sia -sia saja,aku berusaha membujuk wanita tua itu agar Irman tak pergi tapi nihil .Bahkan Irman tak memberitahu wanita tua itu ia tinggal dimana, hanya dia sering menghubungi wanita tua itu.
Dua tahun sudah Irman menghilang tanpa kabar sama sekali, tapi aku selalu rutin mendatangi rumah wanita tua itu dengan tujuan agar Irman simpatik padaku atas rasa respek aku pada ibunya itu.
Dan kini ,hari ini aku benar-benar hancur aku d rendahkan oleh mereka, apalagi wanita tua itu ,cuih ingin rasanya aku remas -remes itu mulut wanita tua itu dulu saja dia mendukungku, nah sekarag apa? hanya karena janda itu saja wanita tua itu tak memilihku, apa bagusnya sih janda itu bila di bandingkan dengan ku sudah pasti aku lebih segalanya.
Tunggulah pembalasan dariku, ,Sekarang bersenang-senang lah kalian karena apa? karena setelah ini hanya akan ada penderitaan saja, camkan dan ingatlah ini adalah janjiku.
pov Rani of
*
*
*
*
**
Setelah pertemuan ku dengan ibu mas Irman berjalan lancar dan prasangka ku akan penolakan ku dan Shafira tidak terbukti ada perasaan lega, malahan ibu mas Irman begitu mendukungku dan menyuruh mas Irman agar segera menikahiku.
Hatiku begitu senang, kebahagiaan ku datang begitu bertubi-tubi semoga saja jangan ada air mata lagi dan semoga saja hubungan ku dengan mas Irman tak ada arah halangan.
Tak terasa mobil mas Irman telah sampai di depan rumahku, skrng asyik melamun sampai aku tak sadar ..
" Besok berangkat kerja aku jemput yh" tiba-tiba saja mas Irman berbicara seperti itu
" Gak bisa mas " jawabku
" Kenapa? tanya mas Irman penuh tanda tanya
" Soalnya aku sudah resign, kasian Shafira mas kalau aku tinggal kerja. lebih baik aku bantu jo lagi di Cafe jadinya Shafira bisa terpantau olehku "
Mas Irman malah tersenyum dan mengusap kepala ku.
" Bagus, itu lebih baik .
__ADS_1
tbc