
Pov Irman on
Siang itu saat waktu senggang aku menyempatkan diri untuk melihat ke rekaman cctv di Cafe milik Aisyah, yang sengaja aku sambungkan ke handphone ku agar aku bisa memantaunya.
Awalnya tak ada hal yang mencurigakan, lalu ku geser untuk melihat di beberapa sudut lainnya.
Saat aku melihat cctv yang di arahkan ke sebelah selatan dari Cafe Aisyah, aku melihat sebuah mobil berhenti. Kemudian keluar lah seorang yang memakai pakaian serba hitam serta ia memakai masker sudah aku pastikan kalau dia seorang wanita .
Aku perhatiakn terus pergerakan wanita itu , dia terus saja memperhatikan ke arah Cafe Aisyah.
Tak lama dia masuk kedalam mobil lagi,kemudian keluar dengan menenteng sebuah kotak yang berukuran sedang.
Sontak saat itu juga aku rasa dia orangnya, orang yang selama ini meneror Aisyah. Segera mungkin aku menelpon Aisyah agar ia melihat ke cctv yang mengarah ke sebelah selatan jalan.
Setelah menelpon Aisyah segera mungkin aku pergi menuju Cafe milik Aisyah.
" Ya Robbi, semoga aku tak terlambat . Aku ingin menangkap basah orang itu " gumam ku gelisah sambil terus melajukan mobil.
Jarak dari rumah sakit ke Cafe untunglah tidak terlalu jauh cukup 15 menit sudah nyampe.
Mobil ku parkirkan sembarang, kulihat Aisyah terus mondar mandir tak jelas. Aku hampiri dia dan bertanya bagaimana dan di mana orang yang mencurigakan tadi.
Aisyah menjelaskannya padaku, bahwa orang itu benar yang selama ini mengancamnya, sambil Aisyah nunjuk ke arah kotak yang sudah tergeletak di depan pintu, dan sedang di kejar oleh Johan ke sebelah utara .Itu artinya ia berlari berlawanan arah dari awal ia muncul.
Tak perlu berlama-lama, aku langsung saja berlari semoga saja mereka belum jauh,pikirku.
Sekencang mungkin aku berlari hingga hampir tersusul dan aku melihat Jo sedang memegang tangan orang itu , namun ia lepas dari pegangan Johan.
Sebelum mengejarnya lagi aku berkata pada Johan " Kenapa kamu ceroboh jo, sudah di tangan malah berhasil kabur lagi "
"Dia menginjak kaki Jo kak" jawabnya.
Tak banyak bicara lagi aku dan Jo mengejar kembali , namun lagi-lagi keberuntungan ada di tangan wanita itu .Tiba-tiba dari arah berlawanan ada sekelompok wanita berpakaian serba hitam persis orang tadi .Dan itu membingungkan aku juga Jo.
Tak mungkinkan kalau harus mengecek mereka satu-satu , sedangkan aku sendiri pun tak tahu rupa orang itu.
Dengan perasan bersalah karena gagal menangkapnya, aku juga Jo kembali ke Cafe. Dari kejauhan sudah terlihat Aisyah dengn wajah yang begitu cemas, gelisah dan takut .
Aisyah bertanya.
__ADS_1
" Bagaimana Jo, Mas? " tanyanya.
Tak ada jawaban dariku atau pun Johan, kami diam dan malah saling lempar pandangan dengan maksud agar Jo yang menjelaskannya, tapi Jo malah menatapku seolah-olah aku lah yang harus menjelaskannya.
Kemudian Aisyah bertanya lagi "Bagaimana?"
Aku pun menjawabnya denganmu minta maaf padanya.
" Maaf yang, mas gagal menangkapnya " ucapku dengn perasaan begitu bersalah.
Lalu Jo pun membuka suaranya.
" Maafin Jo juga kak, tadi wanita itu berlari ke arah segerombolan wanita yang memakai pakaian sama dengannya , jadi kami kehilangan jejaknya " jelas Jo.
Dengan tersenyum Aisyah berkata.
"Gak apa-apa Mas, Jo , terima kasih sudah mau mengejar wanita itu, mungkin takdir baik sedang memihak padanya. Semoga lain waktu kita bisa menangkap basah wanita itu.
Sungguh jawaban yang bijak dan menenangkan hati, inilah calon istri ku , Ibu untuk anak-anak ku dan permata hatiku.
Niat awal ingin tetap di sini, menunggu Aisyah sampai pulang.Tapi tiba-tiba ada telpon dari rumah sakit yang mengharuskan kesana.
5 jam berlalu,akhirnya urusanku telah selesai .Segera mungkin aku menjemput Aisyah aku takut dia menunggu .
Di perjalanan mobilku malah pecah ban, yang mengharuskan ku untuk memperbaikinya . Aku lihat keseliling sepi jauh dari bengkel, mau menelpon asisten tak bisa karena handphone ku lowbet.
Terpaksa aku ganti sendiri. Memakan waktu yang lama untuk mengganti ban , kulihat jam di tangan sudah pukul 22.15 menit.
Aku panik ini sudah telat, pasti Aisyah menungguku. Dengan kecepatan penuh akhirnya sampai juga tapi orang yang ingin aku jemput tak terlihat.
Aku kembali mengendarai mobil, aku lihat kanan kiri siapa tahu Aisyah masih ada. Ternyata benar , Aisyah sedang berjalan sambil memainkan handphone, aku jadi merasa bersalah.
Mobilku pun diarahkan padanya, namun mataku membulat sempurna saat dari kejauhan terlihat sebuah mobil yang sepertinya mengarah pada Aisyah.
Tak banyak berpikir aku langsung saja menghentikan mobilku dan berlari ke arah Aisyah ku tarik tangannya dengan kuat, hingga ia mengeluarkan pekikan kesakitan.
Sedangkan mobil yang hendak menabrak Aisyah ia banting setir hingga menabrak pembatas jalan.
Kondisinya tidak terlalu memperhatikan hanya kaki nya Yang terjepit badan mobil. Namun ada yang lebih membuatku mungkin juga Aisyah kaget, orang yang hampir menabrak Aisyah itu Rani lalu aku mendekatinya untuk memastikan dugaanku.
__ADS_1
Ternyata benar Rani lah orangnya , dia memiliki gelang yang sama dengan orang yang ada di dalam rekaman cctv. Maka aku serahkan semuanya pada pihak yang berwajib. Meski menolak karena kurangnya bukti kejahatan dia tapi ada rekaman cctv di sekitaran jalan itu dan akan menjawab semua keraguan polisi.
Semoga saja dia jera, inilah karma yang telah ia perbuat.
pov Irman off
*****
Aku pulang di antar mas Irman kerumah tepat pukul 00.00 wib, Shafira sudah tidur sedangkan Jo masih setia menungguku . Tadi aku menghubungi Jo dan menceritakan semua yang terjadi.
" Kak, kamu baik-baik saja kan? ada yang terluka tidak? ada yang sakit? mana biar Jo obati ? Ucap Jo sambil memeriksa badanku kalau-kalau ada yang luka.
" Jo, Kakak gak apa-apa. Gak ada yang perlu di khawatirkan " Bohong ku karena sebenarnya pinggangku sakit dan masih syok.
" Jangan bohong kak, awas saja Jo akan beri pelajaran pada wanita sialan itu" umpat jo.
" Jangan Jo, kita serahkan saja pada pihak yang berwajib biar mereka yang mengatasinya"
" Kakak mu benar Jo biar polisi saja yang mengatasinya,"
" Tapi Jo gak habis pikir saja ,Salah kak Aisyah apa coba . Kenal juga baru."
Aku mengerti atas khawatir Jo padaku, dia memang suka bikin aku kesel tapi dia akan berubah jadi protektif jika orang yang ia kasihi ada yang mengusik.
Malam semakin larut, Mas Irman aku suruh pulang , Karena tak baik seorang pria berlama-lama di rumah seorang perempuan yang belum halal baginya.
Meski mas Irman sempat menolak untuk pulang karena mengkhawatirkan diriku.Tapi aku tegaskan padanya bahwa aku baik-baik saja sekarang , sudah sedikit tenang dan dia pun mengalah dan pulang.
" Yank besok mas jemput Jam 10 yah, kita sama-sama lihat bagaimana keadaan Rani, Mas harap dia sudah sadar dan mengakui semuanya "
" Ia Mas aku juga berharap seperti itu"
" Yaudah mas pulang yah, cepet istirahat dan tidur. Jangan lupa mimpiin aku yah Yank " ucap mas Irman sambil ia terkekeh dan pergi.
Sempat -sempetnya ia berkata seperti itu, meski aku tahu maksud mas Irman itu mencoba untuk menghibur ku dan melupakan kejadian yang aku alami.
Aku suka kamu yang seperti ini mas, teruslah ada di sampingku.
tbc
__ADS_1