
Sejak pertemuanku dengan AzkA tadi pagi , aku sedikit murung .Aku kira dengan bertemu nya dengan AzkA setidaknya akan ada titik terang keberadaan anakku Shakira. Tapi apa? gak ada hasilnya sama sekali , yang ada aku hanya mendapat pengakuan cinta dari AzkA.
Sungguh lucu , orang yang ku anggap teman tega melupakan pertemanan hanya karena cintanya tak terbalas dan takut untuk jatuh cinta kembali padaku.
AzkA. .AzkA sungguh, aku baru tahu sifat mu sekarang , aku kira kamu berbeda nyatanya dia sama saja , bahkan dengan Abang nya sekalipun.
Hari semakin siang, tapi semangat ku belum juga ada. Aku merasa ,masalah dalam hidupku tak pernah berhenti, anakku yang belum kunjung aku temukan belum lagi teror teror yang mengancam nyawaku.
Ya Rabb, maaf ,aku mengeluh dengan semua yang terjadi di dalam hidupku. Aku hanya manusia biasa yang punya batas kesabaran bahkan terkadang berbuat alfa .
Dret...dret...
Handphone ku bergetar, masuk satu chat dari mas Irman.
Mas Irman : sayang , coba kamu cek cctv mas melihat pergerakan aneh di luar. Mas sebentar lagi kesana.
Sesaat setelah mendapat chat masuk aku langsung melihat rekaman cctv di komputer ku. Setelah kemarin berdebat masalah di sambungkan ke mana rekaman cctv akhirnya di putuskan untuk menyambungnya ke handphone Mas Irman dan ke komputer ku.
Ya , aku melihatnya ada orang yang mencurigakan membawa satu kotak . Dia berbaju serba hitam berkerudung hitam dan memakai masker .
Tak terlihat wajahnya, tak lama wanita misterius itu meletakkan kotak di depan pintu masuk Cafe.
Aku langsung berlari ingin menangkap basah wanita itu yang telah mengirim teror - teror konyol itu.
Jo melihatku berlari dan menyusulku.
" Jo , ada orang yang meletakkan lagi kotak , cepat tanggap dia" titah ku pada Jo dan langsung saja Jo berlari secepatnya meninggalkan ku , yang sama berlari tapi tak begitu kencang.
Sampai di depan Cafe Jo dan aku melihat keseliling, Aku melihatnya wanita berbaju serba hitam , kerudung dan bermasker.
" Berhenti di tempat !! teriak Johan pada wanita misterius itu.
sementara diriku sedang mengatur pernapasan ku , yang tersengal -sengal habis berlari tadi.
" Aku tegaskan kembali berhenti, sebelum sesuatu terjadi padamu !!" gertak Jo kembali.
Wanita itu tak mendengarkan gertakan dari Jo , yang ada dia malah berlari .
" Jo kejar, dia melarikan diri"
" Baik kak" Jo berlari mengejar wanita misterius itu.
Tak lama mas Irman datang dan ku jelaskan semua.Hingga mas Irman pun ikut mengejar wanita itu setelah aku menunjukkan arah larinya.
" Semoga saja Jo dan mas Irman bisa menangkap wanita itu, bantu kami Robbi " gumam ku sambil mondar mandir tak tenang dan mengacuhkan pandangan para pelanggan yang melihatku, yang mungkin merasa heran dengan tingkah ku.
__ADS_1
Aku melirik sekilas kotak itu, aku yakin isinya sama seperti kemarin - kemarin . Gak akan aku buka , mungkin lebih baik langsung saja di buang . Dari pada kotak itu terlihat menyakitkan bagiku setiap kali melihatnya.
Lama Jo dan Mas Irman tak kunjung kembali, aku semakin cemas saja. Apa mereka berhasil mengejar wanita itu? kalau di pikir-pikir harusnya wanita itu bisa tertangkap , karena sudah jelas larinya kalah cepat dengan dua pria yang ku sayang itu.
Saat mataku menangkap ke arah Jo dan mas Irman, tapi tanpa wanita itu aku yakin mereka gagal menangkapnya.
" Bagaimana mas , Jo ? " tanyaku menghampiri mereka.
Mereka saling pandang , mungkin mereka sedang saling melempar perintah harus siapa yang menjelaskannya.
" Bagaimana? " tanyaku lagi karena tak kunjung di jawab .
" Maaf yang , mas gagal menangkapnya "
" Maafin Jo juga kak, tadi wanita itu berlari ke arah segerombolan wanita yang memakai pakaian sama dengannya , jadi kami kehilangan jejaknya " jelas Jo padaku.
Sudah aku duga mereka pasti gagal, tapi biarlah masih ada kesempatan lain waktu lagi.
" Gak apa-apa Mas, Jo , terima kasih sudah mau mengejar wanita itu , mungkin takdir baik sedang berpihak padanya .Semoga lain waktu kita bisa menangkap basah wanita itu"
" Maafin mas ya yang " Lirih mas Irman.
" Sudah mas , ini bukan salah Mas Irman atau pun Jo karena tak bisa menangkapnya, tapi takdir baik lebih berpihak padanya"
" Iya kak"
" Aku percaya pada kalian, ya udah cepat masuk kalian pasti lelah kan? Aku buatin minum dan makan yah " sambil mendorong bahu Mas Irman dan juga Johan masuk ke dalam Cafe.
***********
Jam menunjukan pukul 16.00
Tak banyak yang aku lakukan hari ini selain diam dan melamun. Seperti saat ini aku sedang duduk dekat jendela sambil melihat ke arah jalan dan pikiranku melayang tak jelas.
" Yang kamu kenapa? " ucap mas Irman menghampiri dan duduk di sebelahku dengan memberi jarak.
Tersenyum dan membenarkan posisi duduk" Aku gak kenapa - kenapa Mas"
" Apa kamu masih kepikiran yang tadi ? tanya mas Irman.
aku langsung menggeleng " Bukan mas ,"
" Lalu? ceritakan lah pada Mas yang, jangan memendamnya sendiri , apa kamu tak percaya pada Mas?
Aku menarik napas dan membuangnya, "Bukan begitu mas , aku percaya padamu . Ak....." Mas Irman langsung menangkis perkataanku .
__ADS_1
" Tak boleh ada alasan yang, ceritakan semua pada Mas. Jangan menanggung beban sendiri bagilah beban mu pada Mas "
Apa aku harus cerita pada Mas Irman tentang pertemuanku dengan AzkA tadi pagi ? , mungkin sebaiknya Aku emang harus cerita setidaknya bebanku bisa sedikit berkurang dengan hanya bercerita pada Mas Irman.
" Mas, Apa ibu mu tahu kalau aku mantan istrinya Rudi ?" ucapku sebelum membahas pertemuanku dengan AzkA.
" Tentu sayang, Ibu sudah tahu dan tak mempermasalahkan nya. Asal kamu tahu sayang meski Rudi sepupu ku tapi semenjak Ayah meninggal hubungan keluargaku dan Rudi menjadi jauh , kami seperti orang lain . Karena keluarga Rudi terus saja menyalahkan ibu atas kematian ayah. Mereka mengira Ibu membunuh Ayah padahal tak seperti itu . Ayah meninggal murni kecelakaan "
" Maaf mas , aku telah mengingatkan mu dengan luka lamamu "
" Tak perlu minta maaf yang , lagian kamu harus tahu tentang keluarga mas karena sebentar lagi kamu akan jadi Nyonya Irman Sanjaya"
Aku terkekeh dengan ucapan mas Irman "Kau sungguh lucu mas, sejak kapan kamu berubah seperti ini , kamu bukan Irman yang dulu aku kenal "
" Setiap orang pasti bisa berubah yang ,"
" Ia ia lagian Aisyah lebih suka kamu yang sekarang Mas, gak kaya dulu kaku, datar dingin dan apa lagi yah ? ucapku sambil mengetuk ngetukan tangan pada keningku.
" Seburuk itu kah dulu aku yang? "
" Gak buruk Mas , maksudnya itu kamu jadi gak mengasyikkan gimanaa gitu" Aku terkekeh.
" Ia mas sadar diri kok, mas kaya gitu sebenarnya supaya orang gak suka sama mas terlebih wanita. Karena menurut mas hanya ada satu wanita yang boleh mendekati mas , yaitu kamu yang "
" Kamu aneh mas "
" Tapi kamu suka kan yang? "
" Suka sekali, Mas sebenarnya ada lagi yang ingin aku bicarakan "
Mas Irman melihat ke arahku " apa?"
" Tadi aku bertemu AzkA, aku menanyakan keberadaan Shakira tapi dia bilang gak tahu"
Aku tertunduk sedih setelah menceritakan pertemuanku dengan AzkA.
Mas Irman hanya tersenyum ke arahku dan berkata
" Bersabarlah , mas sudah berjanji padamu untuk menemukan Shakira, jangan terlalu memikirkannya kamu beraktivitas lah seperti biasa anggap tak pernah bertemu dengan AzkA, dan sekali lagi mas tegaskan Mas akan mencari Shakira, jangan bersedih lagi yah ?"
" Terima kasih mas ,kamu begitu perhatian padaku"
" Apa pun akan mas lakukan untuk kebahagian mu dan juga Shafira serta nanti Shakira "
Beruntung sekali aku mas bisa memiliki mu, suatu anugrah yang patut aku syukuri . Tak akan aku melepasmu lagi mas, cukup dulu dengan bodohnya menyia-nyiakan mu.
__ADS_1