
Setelah melewati perjalanan selama kurang lebih dua puluh menit akhirnya aku sampai juga di rumah sakit HS. sambil berlinang air mata aku menghampiri meja resepsionist Rs menanyakan perihal korban kecelakaan Ibu ,Ayah dan juga Adik.
Namun sayang ketika aku menyebutkan nama-nama keluarga semuanya tak ada di dalam catatan.
" Tolong mba cari lagi pasien yang tadi nama-namanya aku sebutkan " pintaku sedikit memaksa
" Maaf nona memang tak ada pasien yag namanya tadi di sebutkan "
" Kalau pasien yang baru masuk karena kecelakaan ?
" Maaf nona setiap jam selalu saja ada yang masuk ruang IGD karena kecelakaan, jadi mohon maaf saya tak tau orang-orang yang tadi nona sebutkan nama -namanya "
" Terus saya harus bagaimana mba , tadi ada yang memberi tahu saya mereka dirawat di sini"
" Maaf nona memang begitu banyak korban kecelakaan yang tanpa identitas seperti mungkin keluarga nona salah satunya, jika nona ingin mengetahui silahkan nona cek di IGD atau nona telpon balik orang yang tadi memberi tau perihal kecelakaan yang menimpa keluarga nona "
Aku frustasi tak puas dengan jawaban resepsionis, lantas aku harus bagaimana sekarang aku hanya bisa menangis.
"Ibu, Ayah Adik , Aisyah yakin kalian akan baik-baik saja" Lirih ku.
Akhirnya aku berinisiatif untuk mencari disetiap ruangan termasuk IGD. Langkahku gontai melewati setiap lorong lorong rumah sakit tujuanku satu menemukan keberadaan keluarga ku . Tak bisa lagi pikiranku berpikir jernih semua hal-hal yang buruk yang ada di pikiranku, aku mencoba menelpon kembali ke nomor ibu berharap handphone ibu masih di pegang oleh orang yang tadi memberitahuku tapi percuma tak ada respon .
Aku luapkan semua kesedihanku dengan terus menangis .
" hiks. ...hiks... Ya Alloh aku mohon selamatkan mereka aku tak mau kehilangan mereka". ucapku sambil menjatuhkan badanku kelantai rumah sakit.
" Aisyah " terdengar panggilan seseorang menyebut namaku , aku mengangkat kepalaku dan melihat dia, yah dia adalah Irman.
Secara tak sadar aku bangun dan refleks memeluk Irman, aku menangis di pelukannya.
"hiks....hiks.. ke..ke..luarga...ku Irman me..me..me...reka kecelakaan " ucapku dengan sesegun .
sekali lagi aku meluapkan semua kesediaannya di pelukan Irman.
" Apa kau sudah tenang? ? tanya Irman padaku dan saat itu pula aku tersadar bahwa aku sedang di dalam pelukannya.
" Astagfirullah " pekik ku.
" Maaf "
" Aku paham dengan situasi mu, ayo ikutlah denganku " ucap Irman sambil melangkah pergi. Langkahnya terhenti ketika secara tak sengaja aku berkata dengan nada meninggi.
" Untuk apa aku ikut denganmu! !! aku tak punya urusan denganmu, lebih baik aku melanjutkan mencari keluargaku "
" Bijaklah dengan situasi, ikutlah denganku atau kau akan menyesal " ancam Irman padaku.
__ADS_1
" Kau mengancamku ? ??
"Aku tak merasa mengancam mu, turuti lah aku kali ini saja"
Tak ingin berdebat aku pun mengikuti dia, entah akan dibawa kemana diriku, Dia membawaku ke sebuah ruangan dan disana terlihat ibu , Bapak dan Adikku sedang terbaring lemah dengan berbagai alat terpasang di tubuh mereka. Aku langsung berlari aku memeluk mereka satu-satu lagi-lagi aku hanya bisa menangis meratapi ini semua.
" Irman bagaimana keadaan mereka, hiks..hiks apa mereka baik-baik saja?.
" Mereka koma"
" Apa!!!! ucapku kaget tak percaya dengan apa yang telah aku dengar.
" Tidak. ..tidak mungkin mereka koma, Ibu , Bapak, Adik bangun ..ayo bangun ini Aisyah " ucapku sambil bolak-balik mendekat ke ranjang Ibu, Bapak dan Adikku.
" Irman ayo cepat suruh mereka bangun, jangan berpura-pura tertidur terus" rengek ku pada Irman.
Tapi tak ada jawaban darinya, ia hanya diam .
" Kau kan dokter harusnya kamu harus bisa membuat mereka sadar Irman " Bentak ku
" Tapi aku bukan Tuhan!!!!, ingat Aisyah ini takdir , sadarlah kau tahu itu bukan?
" Astagfirullah, maaf kan aku Ya Alloh aku belum siap untk menghadapi kemungkinan terburuk yang akan menimpa mereka, Maafkan aku yang secara terang terangan mengingkari takdir mu.hiks...hiks....
Secara tiba-tiba pandangan ku kabur lalu sekeliling menjadi gelap dan aku tak ingat apa-apa lagi.......
Pelan -pelan ku mulai membuka mata dan kepalaku terasa sakit , ku telusuri setiap sudut ruangan merasa linglung tak ingat apa yang terjadi sampai-sampai aku ada di ruangan ini.
Aku coba bangun dan mengingat -ngingat kembali apa yang telah terjadi . Setelah kesadaranku aku benar-benar kembali aku teringat ibu , Bapak
dan juga Adik ku.
Aku menangis mengingat itu aku histeris aku berteriak dan mencoba untuk kembali menemui mereka keluargaku.
" Ibu , Bapak , Adik kalian harus sembuh kalian harus bangun " Lirih ku sambil berusaha untuk berjalan menuju ruang rawat Ibu,Bapak dan juga Adik ku.
Namun langkahku terhenti tatkala ada seseorang yang menarik ku dan membawanya kedalam dekapannya. Aku lihat ternyata itu Abang, akhirnya aku menangis di dekapan Abang
.
" Abang ibu...hiks hiks Bapak sama adikku ..kenapa mereka tak bangun . Abang lakukan sesuatu untuk mereka "
" Tenang lah sayang mereka pasti akan baik-baik saja, sudah jangan menangis lagi " bujuk Abang sambil memeluk dan mengelus kepalaku.
" Maafkan Abang, Abang telat datang kemari sungguh Abang tak tahu kalau seandainya Irman tak menghubungi Abang" lanjut Abang.
__ADS_1
" Maafkan adek Bang, Sungguh saat Adek mendengar kalau keluarga Adek kecelakaan Adek langsung pergi bahkan ibu dan ayah mertua di sampingku pun tak Adek kasih tahu " kataku sambil sesegun.
" Abang mengerti dek dengan perasaan Adek , harusnya Abang yang meminta maaf karena Abang baru datang, Abang tadi juga panik ketika ibu bilang Adek menangis setelah mendapat telpon Abang hubungi Adek beberapa kali tapi tak Adek angkat akhirnya setelah call yang entah keberapa di angkat , tapi Abang terkejut ketika yang mengangkat suaranya laki-laki lalu dia bilang adek pingsan sekarang di rumah sakit HS. Di akhir telpon dia bilang juga Kalau orang tua adek mengalami kecelakaan dan koma"
Mendengar kata koma dari mulut Abang aku tambah nangis sejadi jadinya. Takut kehilangan mereka.
" Sudah dek .. adek kan istri abang yang kuat, tangguh jadi.....
Belum Abang selesai bicara aku langsung memotong pembicaraan nya
"Coba Abang ada di posisi adek, Adek sudah pernah bilang adek tak sekuat tak setangguh yang Abang fikirkan ade rapuh Abang. .rapuh...hiks. hiks
.
" maaf"
Abang pun kembali mengeratkan pelukannya. Tiba-tiba terdengar suara deheman seseorang .
" hemm. "
" Irman "
" Maaf mengganggu, ini aku mau mengembalikan handphone mu Aisyah, tadi suamimu menelpon terus dan maaf telah lancang mengambil handphone dan mengangkat telponnya "
" Tidak apa-apa, aku malah berterima kasih padamu karena telah memberi tahu suamiku, oh ya Irman sekarang bagaimana keadaan orang tuaku serta adikku?
" Belum ada perubahan, kita berdoa saja semoga ada keajaiban "
" Tolong lakukan yang terbaik untuk mereka, ucap Abang
" Saya hanya seorang dokter bukan Tuhan tapi saya akan lakukan sebisa saya, Saya permisi " pamit Irman.
Namun baru beberapa langkah ia berhenti dan menoleh kembali,
" Rudi jagalah Aisyah jangan sampai ia stres "
" Tentu, tanpa bapak pinta pun aku akan menjaga Aisyah karena dia istriku "
Irman terkekeh mendengar perkataan Abang,
" iya aku tahu, maksudku lebih di perketat lagi karena tadi ketika ia pingsan dan saya periksa sepertinya Aisyah sedang hamil, untuk Lebih pastinya periksalah ke dokter kandungan selagi ada di sini."
" Maksud Bapak istri saya hamil " ucap Abang memastikan
" iya"
__ADS_1
Aku tak percaya dengan apa yang kudengar , Di balik kesedihanku ternyata Alloh memberiku kebahagiaan juga dengan berita kehamilan ku.
Abang begitu bahagia sampai-sampai wajahku dihujani dengn ciuman. Tapi aku entahlah apa aku harus terlihat senang juga sedangkan dia sana orang tua dan Adikku sedang terbaring lemah, Ya Alloh Aku bersyukur kau telah menghadirkan kehidupan didalam rahimku , aku mohon tambah kebahagiaan ku dengn kesembuhan orang tua serta Adikku, aamiin.