Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Rindu Ibu Bapak


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian


Tak terasa kini kehamilanku menginjak sembilan bulan, menurut perkiraan kelahiran baby Twins ku akan lahir seminggu dari sekarang. Telah banyak persiapan yang telah aku siapkan untuk persalinanku ini, agar saat mulai kontraksi aku bisa langsung pergi kerumah sakit tanpa harus repot dan buru -buru menyiapkan semua perlengkapan.


Sementara suamiku tercinta ini , benar-benar menjadi suami siaga dan protektif. Sikapnya itu seperti bukan seperti seorang dokter saja, dikit -dikit nanya udah ada kontraksi belum , ini itu dan semua ia sebut satu-satu . Mas Irman lupa entah apa, kalau aku pernah berpengalaman tapi protektifnya itu seolah-olah aku ini baru pertama kali mengalami masa kehamilan.


Sejak kehamilan ini hari -hari ku hanya di habiskan di rumah bersama anak-anak. Mungkin mereka merasa jenuh , keluar rumah hanya untuk sekolah saja. Kasihan sebenarnya, tapi mas Irman melarang aku untuk keluar alasannya hanya satu takut kecapean. Satu alasan yang konyol bagiku , tapi bukan tanpa alasan mas Irman melarang ku keluar karena suatu hari aku pernah hampir keserempet motor saat aku akan menjemputku anak-anak. Maka dari saat itu pula sampai sekarang aku benar-benar dilarang keluar rumah.


Anak-anak mungkin sudah ada di titik kejenuhan , mereka merengek ingin pergi berlibur. Dan seperti kode untukku juga, tiba-tiba aku begitu sangat kangen Ibu sama Bapak . Ada suatu dorongan untuk pergi berziarah ke makam Ibu sama Bapak. Aku hanya bisa menghela nafas dalam, pasti mas Irman gak akan mengizinkan apalagi jarak Jakarta ke Ciamis itu memerlukan waktu kurang lebih enam atau lima jam perjalanan. Saat pikiranku sedang terbagi antara keinginan ziarah ke makam Ibu sama Bapak serta penolakan Mas Irman akan keinginanku itu , tiba-tiba Anak-anak datang dan mengejutkan ku.


" Umma....." panggil ketiga anakku sambil mereka memelukku kemudian duduk saling berdempetan.


" Ya Alloh, nak kalian bikin Umma kaget saja " ucapku sambil mengusap kepala mereka satu-satu.


" Gimana Umma kita jadi gak pergi berlibur " rengek Arsya


" Ia Umma Ila juga mau , " sambung Shafira


" Umma mah terserah Abii saja, kalau Abii izinin kita pergi liburan . Umma mau ajak kalian ke Ciamis, mau? tanyaku sambil menatap satu-satu wajah mereka.


" Ciamis itu dimana Umma? jauh gak ? tanya Shakira.


" Perlu waktu enam sampai lima jam perjalanan, tanya kak Shafira deh , kakak pernah ke sana. iya kan kak Ila"


" Iya , jauhhhhhh pokoknya "


" Nah, jadi kalian berdoa saja semoga Abii ngizinin kita pergi , ok !!


" ok Umma !!


***********


Malam hari

__ADS_1


Baru pertama kali sejak aku hamil Mas Irman pulang malam seperti ini. Biasanya sore ia sengaja pulang lebih cepat alasannya gak bisa jauh dariku.


Waktu sudah menunjukan pukul 22.30 wib . Aku dengar suara mobil Mas Irman itu berarti mas Irman sudah pulang. Aku langsung turun ke bawah dan menghampiri Mas Irman. Terlihat wajah kelelahan disana , membuat aku merasa kasian. Sebelum menghampiri Mas Irman aku terlebih dahulu pergi ke dapur untuk membawakan air putih untuk Mas Irman.


" Mas baru pulang " ucapku sambil berjalan ke arah mas Irman lalu menyodorkan air minum tadi.


Mas Irman mengambil air yang tadi aku neri" Ia Yank, tiba-tiba ada 2 operasi mendadak. .Dokter yang menanganinya lagi ambil cuti " ucap Mas Irman sambil duduk dan meminum airnya.


Ku merah gelas kosong bekas minum mas Irman. " Mas udah makan belum?


" Udah Yank, mas tadi sempetin makan dulu pas udah dapat telpon dari kamu yank . Dan mas harap kamu juga udah makan yank" menatap ke arahku


Aku tersenyum lalu meletakkan kedua tanganku di pipi mas Irman " Udah mas, tadi bareng sama anak-anak "


Mas Irman pun kini meletakkan kedua tangannya di pipiku " Bagus, awas jangan sampai nungguin mas . perhatiin juga kesehatan kamu Yank, kasian baby Twins nanti " sambil mengelus perutku buncitku.


" Sekarang kita kekamar, mas mandi lalu Sholat kalau belum, kalau udah langsung tidur saja" jelasku sambil aku juga mas Irman bangkit dari duduk dan berjalan menaiki tangga menuju kamar.


Sambil menunggu Mas Irman menyelesaikan urusannya , otakku kini mulai berkerja keras bagaimnan caranya ngobrol ke mas Irman, tentang rencana liburan ke Ciamis sekalian ziarah ke makan Ibu sama Bapak.. Aku tahu sekarang kehamilanku sudah memasuki bulan sembilan dan di HPL ( hari perkiraan lahir ) tinggal satu minggu itu pun bisa saja lebih cepat atau bahkan lebih dari hari perkiraan.


Mas Irman kini sudah selesai dengan urusannya lalu ia duduk di atas kasur , aku pun bangun dari tiduran dan duduk di samping Mas Irman.


" Kenapa bangun Yank? tidur lagi mas juga mau tidur "


Aku pun nurut perkataan mas Irman, kini aku juga mas Irman tiduran . Mas Irman membawaku ke dalam pelukannya, menjadikan tmen kanannya sebagai bantal untukku. Perlahan Terdengar suara dengkuran halus, aku dongkakkan kepala dan ternyata mas Irman sudah tidur. Dan seperti nya untuk malam ini aku tak bisa membicarakan keinginan ku pada Mas Irman.


Malam semakin larut ,tapi rasa kantuk ku belum juga datang. Aku coba untuk menutup mata memaksa untuk tidur ,tapi tetap saja gak bisa. Ada sesuatu yang mengganjal di hati yang belum tersalurkan. Apa hanya aku saja yang mengalami hal seperti ini? Saat kita menginginkan sesuatu tapi sesuatu itu belum terwujud serasa mengganjal dihati ? serasa ingin meledak jika tak di omongin.


Entahlah, mungkin bawaan hamil jadinya seperti ini. Sepertinya Mas Irman menyadari akan gelagat aneh ku, hingga membuat ia terbangun dari tidurnya.


" Kamu kenapa Yank, kok belum tidur " Mas Irman melirik ke arah jam ." Udah jam satu yank"


" Mas...." ucapku menggantung.

__ADS_1


" Apa " ucap mas Irman dengan mata nya yang masih merem.


Aku nampak ragu untuk bicara, tapi jika tak di bicarakan aku yakin sampai kapanpun hati ini gak akan lega .


Mas Irman embun matanya dan menatap ke mataku


" Kenapa diam? coba bicara sama mas . jangan di pendem gitu "


" Mas, Aisyah mau sebelum lahiran pergi ziarah ke makan Ibu sama bapak. Aisyah kangen mereka mas." ucapku yang entah kenapa perasaan kujadikan melow begitu.


" Gak bisa nanti saja Yank, setelah kamu lahiran? tanya mas Irman.


" Aisyah maunya besok mas, tiba-tiba saja Aisyah ingin sekali kesana . Gak mau nunggu lahiran dulu. "


" Jakarta Ciamis itu jauh Yank, apa lagi kamu lagi hamil besar gini. Gimana kalau di jalan tiba-tiba kamu kontraksi, lalu...." Belum selesai mas Irman bicara aku langsung nangis hingga perkataan mas Irman terhenti.


" Mas Aisyah juga tau, tapi Aisyah juga gak tahu tiba-tiba saja keinginan itu sangat kuat . Aisyah mau ke Ciamis mas , Aisyah mau ke makan Ibu sama Bapak. Boleh yah mas? penuh harap


"Hmm, baiklah besok kita berangkat " ucap mas Irman begitu berat hati.


"Seriusan ya mas, besok kita ke Ciamis? ucapku antusias.


" Iya , kapan sih mas bohong, gak tega liatnya kalau udah nangis gitu , mungkin itu juga bawaan baby kita "


" Anak-anak juga bawa mas , yah ?


" Iya. ..


" Makasih mas.....


Rasanya seneng sekali, serasa dapet undian saja. sudah aku bilang cukup sederhana jika ingin membuatku bahagia. Dapat ijin dari ia miliki saja senengnya kebangetan. Entah mungkin karena efek berlama-lama diam dirumah , sekali dapat izin keluar langsung sembuh excited seperti ini. Kalau anak-anak tahu mereka juga pasti bakalan seneng.


Ibu, Bapak tunggu Aisyah besok Aisyah akan kunjungi makan Ibu sama Bapak, disini Aisyah selalu merindukan kalian.

__ADS_1


tbc


__ADS_2