Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Kabar Baik


__ADS_3

Dengan terpaksa dan berat hati akhirnya aku masuk ke mobil Irman aku gak mau Ila kecewa, sedangkan ini jantungku sedari tadi terus saja memompa begitu cepat .


Shafira begitu akrab dengan Irman, malah jika orang yang melihat pasti menyangka mereka itu ayah dan anak ,tapi kenyataannya bukan mereka orang lain yang terlihat begitu akrab.


Tak lama Irman mulai berbicara padaku karena sekarang Shafira terlihat mengantuk dan tertidur.


" Aku harus mengantarkan mu kemana? " tanya Irman melirik ke arahku lalu memfokuskan kembali ke depan.


" Lurus lalu di pertigaan belok kanan ,lurus lagi , belok kanan lagi lal----" Ucapan ku terpotong olah Irman.


" Kok ribet banget yang lebih jelasnya bisa? keluh Irman.


niat mau ngerjain Irman gagal ,


" Baiklah , antarkan saja aku ke Cafe S&S di jalan PELAJAR "


"Nah gitu dong kan enak di dengar gak harus berbelit -belit"


Ternyata dia masih sama seperti dulu 14 tahun lalu , Aku suka . Ehh kenapa aku bilang seperti itu? tidak -tidak maksud ku dia sama seperti 4 tahun lalu pertemuan keduaku di kampus saat ia jadi dosen pengganti setelah sekian tahun terpisah nyebelin dan aku gak suka.


Ya Rabb apa aku terlihat munafik, hati ini menginginkan dia tapi ego ku terlalu besar untuk bisa bersamanya, kecuali jika dia masih memegang teguh janjinya padaku tapi bagaimana caranya aku tahu kalau dia sampai saat ini masih sendiri?.


"Kamu kenapa? suara itu mengagetkan diriku


" Eh gak kenapa - kenapa " jawabku


" Hanya saja aku takut istrimu salah faham dan marah kalau lihat kamu mengantarkan aku dan Shafira pulang" tiba-tiba saja pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibirku.


Irman malah tertawa begitu kencang membuat aku yang melihatnya begitu heran, merasa tak ada yang lucu.


" hahaha hahahaha ..kau ini " sambil mengelus kepalaku membuat aku terkaget -kaget atas perilakunya padaku setengah detik tadi.


" Kenapa kamu tertawa ? padahal aku sedang tak melucu bahkan tak ada sesuatu yang membuat tertawa? .


" Ada yang lucu kok, perkataan mu Aisyah begitu lucu" sambil kembali tertawa


" Yang mana?


" Usia ku memang sudah kepala 3 lebih tapi di usiaku segitu aku belum memiliki istri , mungkin kamu tahu apa alasannya" tiba-tiba suasana berubah menjadi hawa serius.


Aku tertegun mendengar penuturan Irman, ternyata dia masih sendiri? belum punya istri? ini kabar baik kan ? aku bertanya pada diriku sendiri.


Sekilas aku tersenyum , Robbi kenapa aku Sesenang ini?


" Kamu terlihat senang sekali sampai -sampai bibirmu terus melukis senyuman " goda Irman


Aku begitu malu kenapa bisa -bisa nya aku terang -terangan nunjukin ke babahagia ku di depannya.


" Gak kok" elakku


" Ia enggak, enggak salah " Irman tertawa


" Kamu terlalu ke pede-an , sudah tua pun inget umur , lagian kenapa gak nikah kamu kan punya segalanya masa ia tak ada yang mau sama kamu atau masa ia gak ada gadis yang kamu suka''

__ADS_1


" Jangan pura-pura gak tahu, kamu juga tahu jawabannya , wanita yang aku suka yang aku cintai hanya ada satu dan perasaanku dari dulu sampai sekarang masih sama tak ada yang berubah sedikit pun, gak ada wanita yang bisa menggeser posisinya di hatiku sampai kapan pun, dan kini aku harap ini kesempatan terbaik untukku apa lagi aku tahu kalau ia sendiri saat ini "


Deg....


Dia tahu , kalau aku janda? aku belum cerita tapi dia sudah tahu duluan, batinku


" ka..kamu tahu dari mana? ucapku dengan sedikit gugup


" Tahu apa?


"Eh enggak tadi kamu bilang apa , emangnya wanita mana yng kamu maksud? tanyaku penasaran meski aku yakin yang irman maksud adalah aku tapi aku gak mau dibilang aku ke pede-an


" Aku bilang jangan pura-pura gak tahu, padahal sebenarnya kamu senangkan? ayo ngaku ?


" Apa an gak kok ,aku gak tahu serius "


"Baiklah jika gak mau ngaku juga , dengar yah Sejak pertama aku bertemu denganmu lagi, maka saat itu pula aku mencari informasi tentangmu aku ingin tahu bagaimana kamu menjalani kehidupanmu tapi yng aku dapat malah sesuatu yang mengejutkan ,termasuk anakmu yang di ambil oleh mantan suamimu Aku tahu "


Kini aku tak bisa lagi menahan tangisan ku, entah apa yang membuat aku menangis seperti ini .Apa karena terkenang kembali masa lalu ku atau karena terharu pada Irman yang begitu antusias mengorek informasi kehidupanku hanya untuk memastikan bagaimana kehidupanku bahagiakah aku atau sebaliknya.


Irman menghentikan laju mobilnya dan mengelus pucuk kepalaku,


" Menangislah...karena setelah ini aku janji akan menghapus kesedihanmu dengan kebahagiaan dan aku berjanji pula akan mencari anak perempuanmu yang telah di ambil mantan suamimu "


" Irman apa kau sungguh-sungguh dengan perkataanmu?


" Sungguh Aisyah, Lihat aku Aisyah!


aku menggeleng karena benar aku melihat ketulusan di matanya.


"jadi , Aisyah Husnah maukah kau menikah denganku dan menjadi ibu untuk anak-anak ku?


apa? ini apa Irman melamar ku?


" Kau melamar ku? secepat ini kah?


" Lebih cepat lebih baik, jadi keputusan mu apa?"


" Aku....aku mau menikah denganmu "


" Yes ! akhirnya kau jadi milikku dan sekarang apakah kau percaya dengan kekuatan cinta dan kekuatan takdir ?


Aku bahagia aku tak bisa mengungkapkan nya dengan kata-kata. Terima kasih Rabb semoga saja dia yang terakhir untuk selamanya hingga sampai janah-Mu.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Sesuai janji Irman hari ini aku dan Shafira di ajak untuk menemui sang ibunda, gugup rasanya aku takut beliau tak bisa menerimaku yang hanya seorang janda yang sudah memiliki anak.


Terdengar suara klakson mobil di luar aku bergegas keluar dengan memangku Shafira


dari balik mobil seseorang tersenyum dan segera turun datang menghampiri.


" Sudah siap?" tanyanya padaku .


dengan jujur aku jawab " Belum siap "


" Kenapa? Ayolah Kamu kan udah kenal ibu dulu Kamu kan begitu akrab dengan ibu "


" Itu kan dulu, sekarang aku seorang janda dan memiliki anak "


" Bukan alasan , ayo kita berangkat " Irman menggantikan aku memangku Shafira


" Ayah kita mau kemana? tanya Shafira


" Kita mau ke rumah Oma, Shafira senang kan?


" Oma Ila kan udah meninggal ayah"


" oma ini ibunya ayah , sedangkn Oma yang meninggal itu ibunya umma"


" oh jadi Ila punya dua Oma yah ..ayah?


"Betul!! pinter yah anak ayah , yaudah ayo kita berangkat ."


Semoga saja kebahagian ini tak cepat berlalu, senang rasanya melihat Shafira begitu bahagia semoga saja Irman bisa menjadi sosok pengganti ayahnya. Yang selama ini belum pernah Shafira rasakan.


" Sayang ayo!! panggilan itu membuat aku menjadi malu"


Aku hanya pura-pura dan menengok kanan kiri bermaksud mencari seseorang yang di panggil sayang.


" Sayang ayo ih" Irman berjalan menghampiriku


" Kamu panggil aku sayang" tanyaku penuh selidik


" Ia ...sayang juga jangan panggil nama aku lagi ya!


" Terus aku harus panggil apa ? ucapku bingung


" Apa saja yang penting jangan panggil nama soalnya gak enak di dengar "


Aku coba memikirkan panggilan yng cocok buat Irman, kalau panggil abang gak mungkin itu malah akan membuat aku ingat terus padanya.


" hmmm bagaimana kalau aku panggil Mas , gimana? usulku.


" Baiklah ,


Setelah melakukan pembicaraan yang panjang akhirnya mobil yng tadi sempat minggir dulu ke tepi kini melaju kembali menuju rumah Mas Irman. Mas Irman? heheh aku malah terkekeh sendiri mengucapkan kata mas Irman , panggilan baru yang semoga saja awal yang baik pula. ....


tbc

__ADS_1


__ADS_2