Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Kebahagian


__ADS_3

Berhubung pernikahanku dengan mas Irman dipercepat , membuat aku maupun ibu mas Irman kalangan kabut. Bagaimana tidak , bayangkan hanya ada waktu satu minggu untuk merencanakan Dari awal.


Awalnya memang mas Irman yang punya rencana pernikahan akan di buat seperti apa, karena dia sendiri yang ingin mempersiapkannya dan aku dengar tadinya pernikahanku dengan mas Irman akan di laksanakan di Bali.


Sayangnya rencana itu gagal , gara-gara pernikahannya di majukan . Dan tentunya harus merencanakan lagi dari awal. Aku bilang sama ibu mas Irman maupun mas Irman nya sendiri jangan ada perayaan mewah cukup sederhana saja , karena aku sadar diri aku hanya seorang janda beranak dua , bukan lagi anak gadis yang baru pertama kali akan menikah.


Tapi ibu maupun mas Irman menolak, apa lagi ibu kekeh dengan pendiriannya akan adanya pesta mewah, berhubung ini adalah pernikahan anak satu-satunya. Ok, aku mengalah .Aku tak ingin membuat harapan ibu sirna dan membuatnya kecewa.


" Nak Aisyah kemari, " Panggil ibu padaku dan aku pun berjalan menghampiri ibu.


" Iya Ibu ,ada apa?


" Kamu cobain dulu yah gaun dan kebaya nikahnya ," menyerahkan beberapa gaun pengantin dan baju kebaya.


" Cobain satu-satunya, Ibu mau lihat kamu cocoknya pake yang mana"


" Dengan senang hati Bu, Aisyah akan mencobanya " Tersenyum manis Lalu aku berjalan ke ruang ganti.


Gaun dan kebayanya indah sangat Sesuai dengan selera ku tidak terlalu mewah , namun sangat elegan dan sederhana. Gaun pertama aku coba berwarna pink dusty modelnya seperti baju para putri kerajaan yang di bagian belakang nya ada kain yang menjuntai yang dihiasi payet mutiara sedangkan bagian depan dilapisi kain tile .


Ku perlihatkan pada Ibu, beliau seperti sedang meneliti penampilanku , namun geleng kepala yang ibu beri tanda ia kurang setuju. Kembali lagi dan menggantinya kembali sampai beberapa kali berganti. Akhirnya setelah sekian banyak gaun dan kebaya yang di coba jatuhlah pada gaun berwarna biru langit , dibagian pinggang dilapisi kain tile yang berumpak -umpak dan untuk kebaya berwarna putih polos .


Setelah dirasa cukup, aku ibu dan tak lupa si kecil Shafira pulang , Lelah rasanya setelah seharian ini berbelanja berbagai kebutuhan untuk seserahan dan kebutuhan untuk kelangsungan acara pernikahanku.


pernikahan Ini memang bukan yang pertama bagiku, tapi adanya perayaan serta pernikahan sah secara hukum dan negara ini menjadi pengalaman pertama bagiku. Setelah yang dulu hanya sekedar nikah siri, hah sungguh miris bukan? Masa lalu biarlah menjadi masa lalu, akan ku jadikan pelajaran kegagalan pernikahanku yang lalu.


Aku harap pernikahan ini, yang kedua tapi untuk selamanya. Semoga di beri kelancaran serta keberkahan. aamiin.


********


Hari yang aku tunggu kini sudah di depan mata , perasaan nervous kini sedang melanda. Tangan yang dingin, jantung yang berdebar -debar serta keringat dingin . Membuat ingin segera keluar dari zona seperti ini.


Untuk pertama kalinya wajahku di lukis berbagai make up , yang biasanya aku hanya menggunakan lip balm, pelembab dan bedak Yang tipis.


Kulihat diriku di pantulan cermin, berasa bukan diriku dan untuk pertama kalinya aku memuji diriku sendiri , cantik, satu kata yang aku ucapkan sebagai bentuk kekaguman pada diriku sendiri.


Sungguh , orang bisa berbuat seperti ini kalau bukan atas campur tangan dan ilmunya Alloh swt .


Di ruangan berbeda sayup - sayup terdengar seseorang yang begitu lantang dan lancar membacakan ijab qobul hanya dengan satu tarikan nafas saja. Hingga ucapan sah bergemuruh di ruangan itu, ada perasaan haru hatiku begitu bergejolak. Tak terasa menetes air Mata dari pupil mataku, Aku bahagia ini air mata kebahagiaan , akhirnya aku telah resmi menjadi istri sah dari mas Irman Sanjaya.


Cklek terdengar orang membuka pintu , aku lihat kearah pintu, aku tersenyum ternyata itu Shafira. Ia berlari kearah ku.


" Umma...." teriaknya dan langsung kupekuk dan ku kecup pucuk kepalanya.


Shafira menatapku keheranan , ia mengambil sesuatu lalu ia berkata

__ADS_1


" Umma, kenapa nangis? mengusap air mataku dengan tissu.


" Ila gak suka liat Umma menangis, apa ada yang menyakiti Umma disini" Shafira celengak celinguk.


" Mana Umma olang jahatnya, Ila mau malahin dia"


Memegang pundak Shafira.


" Shafira sayang ,tak ada yang jahatin Umma kok. Ini.( mengusap air mata. ) ini air mata kebahagiaan "


" Benelan Umma?


" Ia , Umma gak boong. apa pernah Umma berkata bohong sama Ila?"


Ila menggeleng. " Ila pelcaya sama Umma." Memelukku dengan erat.


" Umma, ayo kita kebawah Ayah udah nungguin Umma"


" Ayo, .....


******


Semua mata memandang ke arahku dan Shafira yang sedang menuruni anak tangga. Aku malu jika harus diperhatikan seperti ini.


Ini yang kedua kalinya aku di sentuh mas Irman, pertama saat empat tahun yang lalu saat aku pingsan, ia menggendong ku. Dan ini Yang kedua tapi kali ini aku sudah halal untuknya.


Mas Irman menuntun ku ke tempat ijab qobul tadi, tak lama instruksi dari pak penghulu berhasil membuat aku terkejut. Jika kalian lihat mungkin pipiku sudah merah merona karena malu.


" Kalian sudah sah menjadi suami istri, silahkan suami mencium kening sang istri dan istri mencium tangan suaminya." ucap Bapak penghulu.


Dengan ragu-ragu aku meraih tangan mas Irman dan mencium pundak tangannya. Tak begitu lama kini Mas Irman mendekat sedikit membungkukkan tubuhnya dan


cup


satu ciuman mendarat di keningku. Masya Alloh, sebahagia ini kah aku di cium mas Irman. kenapa pipiku serasa panas seperti ini. Setelah satu ciuman mendarat di keningku, ku angkat kepalaku ku beranikan menatap manik mata mas Irman yng begitu sangat meneduhkan.


Dia menggenggam erat tanganku, seolah Ini isyarat kalau dia akan Selalu ada untuk ku dan akan selalu melindungiku dengan segenap jiwanya.


Mas Irman memanggil Shafira dan ia langsung menggendong nya, mencium pipi Shafira kemudian mengecup puncuk kepalaku lagi. Inilah kebahagian ku, Ibu, Bapak lihat Aisyah. Aisyah bahagia semoga kalian juga berbahagia di alam sana, doa ku selalu menyertai kalian.


*******


Ini adalah puncak dari acara, pesta yang begitu mewah dan meriah . Belum pernah ada berada tempat seramai ini membuat aku risih, gak nyaman. Untung ada mas Irman di samping ku yang selalu saja menggenggam tanganku tak pernah ia lepas.


Sedangkan Shafira ia amat lengket dengan ibu mertua, ia seperti enggan berjauhan . Sementara Jo ia terlihat asik berbincang dengan calon ayah dan ibu mertua nya, 'setelah kakak giliran mu Jo. Sudah cukup kamu menahan keinginanmu untuk menikahi Riska. Sekarang kakak sudah punya mas Irman, kamu sudah tak berhak lagi atas diri kakak' gumamku dalam hati.

__ADS_1


Satu persatu tamu undangan menyalami kami, tapi jangan salah yah saat proses salaman tamu pria hanya bersalaman dengan mas Irman sedangkan tamu perempuan bersalaman denganku saja, kecuali yang muhrim boleh bersalaman denganku juga mas Irman .


Seperti saat ini aku sedang berhadapan dengan Jo, ia terlihat tampan dengan menggunakan setelan texsudo nya. Matanya ? apa Jo menangis? . Adikku sayang aku menyayangimu. gumaman ku dalam hati.


Ku rentangkan tangan menyambut Jo, ia langsung memelukku. Dugaanku benarkan Jo menangis.


" Kakak " lirihnya dengan menangis gaya laki-laki menangis.


Ku usap -usap pundaknya " Sudah, kenapa kamu nangis? kamu gak senang kakak bahagia hah" cerocos ku setelah melepaskan pelukan Jo.


" Ish, kakak ini. Jo bahagia . Jo ucapkan selamat berbahagialah kak"


" Sejak kapan kamu cengeng gini sih, lebay tahu . Mana sih Jo yang sok cool? " ledek ku pada Jo , membuat dia tertawa di sela-sela tangisannya.


" Hahahaha , aku bahagia jadi adikmu kak, " memeluk ku kembali.


" Setelah ini, giliran kamu !segera lah menikah, kau tak kasihan sama Riska? Kakak sudah bukan tanggung jawabmu lagi, ada suami kakak sekarang. Kakak mau , kamu juga memperhatikan kebahagian mu, jangan terus menyampingkan kebahagian mu "


" Baik kak, karena Jo sudah lega, sekarang kakak sudah ada yang menjaga dan melindungi."


"ahhh Jo, kamu manis banget, kemari peluk kakak lagi " melambaikan tangan agar Jo mendekat dan saling berpelukan lagi.


Ya Alloh, beribu - ribu kuucapkan terima kasih atas kebahagiaan ini.


Semua orang nampak sibuk dengan aktifitas mereka, Ada yang makan, ada yang asik ngobrol atau sekedar minum hidangan yang ada.


Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sangat aku kenalin sampai sekarang.


deg ...


Assalamualaikum Aisyah.


Assalamualaikum Aisyah calon istri Abang, ,,


Deg


suara itu? kata-kata itu?


Aku mencari sumber suara itu dan ku lihat sebuah monitor besar yang sedang memperlihatkan dirinya.


...


Dia.....


tbc

__ADS_1


__ADS_2