
Air mataku tak bisa lagi aku tahan ketika mendengar cerita abang, begitu memilukan dan menyakitkan hati. Dimana ia harus berjuang sendiri merawat anak-anak . Tanpa ada sosok istri disampingnya.
Yah,ego dan rasa gengsi yang tinggi telah membuat Abang,ingin berjuang sendiri membesarkan anak-anak , tanpa memberi tahu orang tuanya dan tanpa mencari diriku sesuai amanat almarhumah. Kini apa yang terjadi padanya membuat ia merututi dirinya sendiri ,mungkin ini karma untuk dirinya.
Nasi sudah menjadi bubur biarlah yang lalu berlalu, Ini semua sudah kehendak yang maha kuasa. Yang perlu kita lakukan sekarang itu menatap masa depan bukan masa lalu. Kejadian demi kejadian yang kita alami terlebih hal yang buruk,mari kita jadikan renungn ,muhasabah binafs agar diri jadi lebih baik lagi.
Di muka bumi ini tak ada manusia yang luput dari kesalahn dan dosa , maka dari itu berusahalah terus untuk menjadi lebih baik. Kita hanyalah umat nabi muhammad ,ummat Akhir jaman yang belum punya jaminan sedikit pun untuk masuk surga. Tentunya aku tak ingin mnyia nyiakannya untuk hal yang bisa merugikanku , dengan terus menyimpan dendam dan rasa sakit telah disakiti orang lain.
Ku coba untuk menenngkan Abang, ia nampak menyesal air matanya begitu deras membasahi kedua pipinya.
" Abang, kamu jangn seperti ini terus,jangn menyalahkan diri ini sudah takdir . Apa lagi kamu lagi sakit Bang , jangan terlalu banyak pikiran. Sungguh aku sudah memaafkan dirimu, sekarang abang fokus saja pada kesembuhan Abang" ucapku mencoba menenangkan Abang.
" Sudah tak ada harapan lagi untuk ku sembuh Aisyah, Aku ikhlas menerima semua ini. Apa lagi aku sudah merasa tenang karena aku sudah menemukan dirimu , jadi jika sewaktu-waktu aku pergi anak anak sudah ada di tangan yang tepat" ucap Abang lirih.
" Kamu harus sembuh bang, demi anak anak. Jangan berpikiran negatif terus berpikirlah hal yang positif. Abang pasti tahu pikiran itu juga bisa menentuakn kesehatan kita, kalau Abang pesimis seperti ini
gimana mau sembuh?"
"Lihat keadaanku sekarang,akibat kemo yang aku jalani membuat tubuhku lemah, rambutku rontok. Aku sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi,harga diriku sebagai seorang laki-laki ,ayah dari ketiga anakku sudah tak ada lagi,sekarang aku tak berguna lagi"
" Peluang untuk Abang sembuh pasti ada, ketika Alloh sudah berkendak tak ada yang tak mungkin. Sekarang tinggal berdoa,ikhtiar , dan tawakal. Jangan dulu pesimis buang semua pikiran negatimu ,ingatlh ,Abang masih punya anak anak tentunya mereka pun masih membutuhkan kamu . Terlebih Shafira ia belum mengenal sosok ayahnya apa Abang tak kasihan hah?
Abang menutup wajahnya dengan kedua tangannya,aku tahu di balik sana ia sedang menangis. Disini aku hanya bisa mendoakan mu Bang, meski orang berkata penyakit mu tak bisa lagi di sembuhkan tak ada lagi harapan buatmu hidup ,tapi aku tak percaya karena mereka bukan Alloh swt hidup dan mati kita bukan ada di tangan mereka.
Optimislah Bang, semoga apa yang kita harapkan sejalan dengan takdir sang kuasa, Hingga kamu bisa kembali sembuh dan anak anak masih membutuhkan dirimu terutama Shafira. Ya Alloh , aku tahu hidup dan mati kami ada di tanganMu ,tapi aku mohon berilah mukjizat mu untuk kami, berilah kesembuhan untuk ayah dari anak anak. aamiin.
__ADS_1
*******
Hari semakin sore ,Abang pun kini sudah terlelap . Rasa bosan yang ku rasa membuat aku ingin keluar dari ruangan Abang dan memcari cemilan untkku . Berhubung Mas irman pun masih sibuk menangani pasiennya,sementara anak anak di bawa opa oma nya mantan mmertuak, dari pada berdiam diri di sini lebih baik cari cemilan dan udara segar.
Baru ku membuka handle pintu , aku melihat sosok yang membutku jengkel.Aku tatap dirinya dengan tatapan penuh intimidasi . Ingin memberi kode padanya supaya ia menjelaskan sesuatu padaku .
Tapi orang yang aku tatap malah cengengesan ,nyengir kuda .
" Assalamualikum,kakak ipar, gimana kejutan semalam suka? "
" Waalaikum salam, " jawabku sambil mendorang azka keluar dari ruangan abang.
" hei,kamu ini sebenarnya teman macam apa sih, bilang gak tahu apa-apa nyatanya kamu ada di sini. Apa lagi kamu juga ada di balik kejutan semlam" Ucapku kesal sambil memukul mukul azka menggunakan tasku
Azka meringgis kesakitan" aw ...sakit Aisyah. Kamu ini apa-apa sih ! harusnya kamu bilang terima kasih padaku tapi malah memukul ku" protes Azka.
" Maaf, saat itu aku memang tak tahu menahu, karena Abang gak pernah cerita sesikit pun. Malah Abang hilang kontak dengn kami ,gak pernah ke london menghubungi pun gak pernah"
" Lantas kenapa sekarang kamu disini hah, coba jelaskan"
" Baiklah, dengar ia dengan baik"
flashback azka on
Saat pertama kali aku bertemu kembali dengan Aisyah,aku merasa banyak sekali sesuatu yang tak aku ketahui. Maka dari itu aku bertekad untuk mencari tahu sendiri. Setelah pertemuan ini aku yakin Aisyah pasti akan terus mencariku , dengan terpakasa aku menyurh istriku untuk resign meski aku tahu ini hari pertama ia kerja. Tapi demi misiku sukses dan tak mau dapat ganguan dari Aisyah. Istriku sempat menolak ia bilang " honey, inikan perkerjaan yang aku impikan baru juga masuk masa harus resign sih" protes gisel istriku.
__ADS_1
" Sekaali ini saja beb, aku janji kamu pasti akan di terima kembali di sekolah ini" janjiku pada gisel.
" Benar yah honey, jangan bohong!!
"Iya , aku janji"
Tanpa banyak bicara Gisel setuju, itu yang aku suka darinya tak pernah banyak bicara tak pernah banyak mengeluh saat aku melarang ,atau menyuruh apa pun padanya, termasuk harus resign.
Aku menyuruh seseorang untuk mencari informasi tentang Aisyah. Tak susah ternyata mencari informasi tentang kehidupannya. Dari data itu aku menemukan fakta bahwa Aisyah pernah melahirkan bayi kembar, lalu di status pasangan tertera nama Irman sanjaya. tentunya aku kenal pria itu, dia adalah keponakanku sendiri.
Mmungkin lewat Irman aku bisa mengetahui lebih banyak tentang sesuatu yang tak aku ketahui. Aku mencari alamat rumahnya , sempat enggan untuk bertemu dengan irman takut ia tak ingin bertemu denganku.Ternyata dugaanku salah , irman dan ibunya sangat menerimaku dengan baik atas apa yang telah keluargaku perbuat.
Aku menceritakan semuanya pada Irman maksud dan tujuanku datang menemuinya. Maka terjalinlah kesepakatan untuk mencari Abang bersama-sama. Tuhan mungkin mendukung rencana kami,sampai akhirnya kami di pertemukan dirumah sakit milik irman , Abang sakit parah, ia begitu memprihatinkan. Tak tega melihat kondisi Abang aku memberi kabar pada kelurga yang ada di London,mereka juga sangat syok terlebih Ibu ,ia histeris tak menyangka selama putus kontak ternyata abang menderita.
Esoknya semua keluarga yang di London tiba di Indonesia, setelah memdengar kabar kondisi Abang sore itu juga mereka memesan tiket menuju Indonesia. Ada hikmah tersendiri di balik musibah ini,kini keluargaku juga irman berbaikan,tak ada lagi rasa benci dan salah faham lagi.
Saat sampai di rumah sakit , ibu tak hentinya menangisi Abang sedangkan abang ,aku tahu dia sedang berusaha terlihat baik-baik saja.
" Sudah Bu , jangan menangis lagi. Rudi gak apa-apa kok. Rudi sudah berasa enakan apalagi milihat kalian hadir di sini. Rudi minta maaf atas kesalah Rudi pada kalian " ucap Abang Rudi sambil membalas pelukan Ibu dan berusaha menahan tangisnya.
" Baik-baik gimana ? ini apa hah? " bentak ibu sambil menujuk pada alat-alat yang terpasang di tubuhnya. Dan lihatlah dirimu,kau begitu kurus, kulit pucat dan lihat rambut mu rontok, apa ini yang di bilang baik-baik saja?"
" Kenapa kamu tak membagi penderitaanmu dengan Ibu, kenapa kamu harus berjuang sendiri? apa Ibu sudah tak ada artinya lagi di matamu ? ia begitu? ,
" Bukan begitu Bu, tapi....( tertunduk) Rudi terlalu pengecut Bu,Rudi juga gak mau menyusahkan"
__ADS_1
" hiks hiks... Anakku" Ibu kembali memeluk Abang dan semua yang ada di sana ikut merasa kesedihan.
flashback azka of