Lelaki Itu Suamiku

Lelaki Itu Suamiku
Momen Langka


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih empat puluh lima menit, aku ,Abang beserta mertua sampai di rumah Abang , sedangkn AzkA dan Sharon mereka berniat ingin pulang kerumah yang biasa mertua diami .


Nampak jelas di wajah ayah dan ibu mertua rasa lelah maka dari itu aku biarkan mereka untuk beristirahat terlebih dahulu sembari menunggu makan siang selesai aku sajikan.


Saat aku sedang fokus memasak pikiranku teringat akan ketiga sahabatku hari Ini Aku tidak masuk kelas, lebih parah nya aku lupa memberitahu mereka untuk mengizinkan ku jika ada dosen yang bertanya ketidak hadiranku. Aku langsung mengambil handphone di dalam saku gamis ku karena yakin pasti banyak sekali chat atau panggilan dari ketiga sahabatku ,dan saat ini handphone ku sengaja aku mode silent . Ternyata benar saja dugaanku banyak chat masuk dan miscall dari ketiga sahabatku dan juga dari Irman.


Secara refleks aku malah membuka chat dari Irman bukan membuka chat dari ketiga sahabatku. Lagi -lagi aku selalu memprioritaskan dia entah kenapa jika sesuatu berhubungan dengannya aku selalu sigap. Aku terkadang bingung sendiri dengan perasaanku sendiri.


Terlanjur membuka chat Irman aku terpaksa membaca dan membalasnya lagi pula tadi ada jam pelajaran nya pasti ia menerka - nerka ketidak hadiranku.


Irman : assalamualaikum Aisyah


hari ini kaum tak masuk kelas


kenapa? apa kamu sakit? aku tanya kepada sahabatmu pun mereka tak tahu ? aku harap kamu baik-baik saja.


Begitulah isi pesan dari Irman, sebegitu khawatirkah dia padaku ? Secara refleks aku mengetik sesuatu untuk membalas chat dari Irman.


Me : waalaikumsalam, maaf aku lupa memberitahu kalau aku tadi ada keperluan keluarga.


Sesaat setelah chat ku terkirim, lalu aku membuka chat yang lain ada no ketiga sahabatku dan satu nomor tanpa nama.


No siapa ini? itulah pertanyaan an yang lolos dari mulutku. Akhirnya sebelum aku membalas chat sahabatku, aku mencoba untuk membaca chat dari nomor yang tak di kenal dan sekitarnya penting akan aku balas


+689xxxxxxx : Hallo Aisyah, ini aku Anna maaf yah mengganggu . Tadi jam istirahat aku mencari mu lho tapi kamunya gak ada. Oh yah besok kita ketemu di kantin yah ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu. Dan masalah aku punya nomormu aku dapat dari sahabat mu, sampai jumpa besok yah.


Aku hanya bisa membuang nafas kasar, aku tahu maksud dari Kak Anna ia pasti akan membahas lagi Abang. Sebegitu kah ia pada Abang? Dia suka sama Abang atau hanya sebatas obsesi saja? tak ada yang tahu isi hati seseorang. Aku sebagai seorang istri Abang sebenarnya ada perasaan cemburu. ketika ada seorang wanita secara terang -terangan di hadapanku mengejar -ngejar Abang. Sakit? sudah tentu dan jangan di tanya lagi seberapa sakitnya perasaanku Biarlah selama masih di batas kewajaran aku akan berusaha kuat.


-------------


Siang itu selepas acara makan siang, aku dan keluarga Abang berkumpul bersama sungguh momen Langka bisa kumpul seperti ini.


Suasana semakin berwarna tatkala adik kakak siapa lagi kalau bukan Abang, AzkA dan Sharon saling bercanda. Terlihat sekali mereka begitu saling menyayangi mereka seperti bukan mereka saja karena saat tidak bersama sikap mereka akan berbanding jauh dengan saat ini. Sharon yang selalu judes padaku bahkan untuk tersenyum pun amatlah pelit tapi sekarang aku melihat senyum cantiknya Saat sedang kumpul bersama keluarga. Sedangkan AzkA ia memang orang nya jail terbukti ketika aku satu kelas dengannya ia begitu usil padaku dan Sekarang pun masih belum berubah masih tetap sama dengan AzkA yang aku kenal dulu.

__ADS_1


Secara tidak sengaja pandanganku dan AzkA bertemu , lalu aku tersenyum karena menghargai ia sebagai adik ipar ku tapi kenapa dengan ia , ia sama sekali tak tersenyum tapi ia seolah-olah mengacuhkan aku. Ada apa sebenarnya dengannya semenjak pertemuan kembali, ia jadi berubah, dingin terhadapku.


Seolah-olah beban baru datang lagi belum juga aku mengambil hati Sharon dan sekarng AzkA yang seperti ini. Biarlah mungkin ini perasaan aku saja , tak akan terlalu di pikirkan yang terpenting aku akan menjadi diriku sendiri inilah aku lho Aisyah Husnah. Jika pun ada orang yang tak suka padaku , aku tak akan memaksakan mereka untuk suka padaku yang terpenting aku berusaha untuk berbuat baik kepada mereka sekali pun itu tak mereka hargai.


Dret. ...dret


Getaran handphone ku menyadarkan lamunan ku. Aku liat di layar handphone tertera nama Ibu segera mungkin aku menggeser tombol hijau untuk mengngkat telpon dari Ibu dan berpamitan kebelakang dulu .


" Assalamu'alikum ibu??


" Wa'alaikum salam , anak ibu yang baik cantik dan sholehah.


" Ah ibu bisa- bisa nya seperti itu"


" Anak ibu memang seperti itu kok, Oh yah sayang maaf yah sepertinya Ibu, Ayah dan Adikmu akan datang kesana besok karena mendadak mobil yang Ibu rental tiba-tiba di bawa dulu sama pemiliknya.


" Lho kok gitu Bu? acaranya kan besok jam sepuluh.


" Ia ibu janji akan datang tepat waktu , lagian Ciamis Bandung deket pagi-pagi sekali ibu berangkatnya."


" Ia ia ibu paham kami juga sangat rindu kamu nak, Ibu rasanya tak ingin berjauhan lagi sama kamu nak tapi apa boleh buat nak kamu sudah menikah sudah bukan tanggung jawab kami lagi."


" Ih Ibu udah dong Aisyah jadi sedih, Makannya nanti ibu tinggal yang lama yah di sini , Ibu mertua dan ayah mertua juga bakalan lama tinggal di sini.


" Enggak bisa nak , Ibu paling hanya beberapa hari saja disana. Kamu baik-baik ya disana ingat sama suami harus nurut yah dan sekarng ada mertua mu anggaplah mereka seperti orang tua kandung mu. Dan maafin Ibu dan Bapak yah kalau selama ini belum bisa membahagiakan anak ibu , terhadap adikmu pun ibu berkata seperti ini. oh yah nak nanti kalau ibu dan Ayah tak ada Ibu nitip Adikmu yah. ?


" Hei ada apa dengan ibu? kenapa berbicara seperti itu? udah ah ibu jangan berbicara sembarangan inget ya bu Aisyah sangat senang menjadi anak ibu dan Bapak kalian adalah orang tua terbaik. Dan untuk adik percayalah Aisyah akan selalu menjaga dan menyayanginya karena ia saudara kandung Aisyah satu-satunya."


" Makasih ya sayang kalian yang akur yah jangan pada berantem terus."


" Ya ibu .. Yaudah bu Aisyah tutup dulu telponnya yah Aisyah tak enak kalau lama meninggalkan keluarga Abang, sampai ketemu besok yah bu Aisyah sangat sayang Ibu dan Bapak. Assalamu'alikum


" Kami disini juga sangat menyayangi mu nak, waalaikumsalam.

__ADS_1


Setelah mendapat telpon dari Ibu kenapa aku jadi tak enak perasaan seperti ini, apa lagi ketika ibu menitipkan adik satu-satunya yang aku punya yang akan melanjutkan kuliahnya di Bandung. Tak sadar air mataku tiba-tiba menetes " Ya Allah kenapa ini? perasaan apakah ini kenapa sakit dan sedih seperti ini aku merasa firasat buruk yang akan terjadi. Aku yakin Ibu bapak dan adik akan baik-baik saja" ." Ya Alloh lindungi keluargaku yang ada di Ciamis" Lirih ku.


Merasa terlalu lama aku pergi maka secepatnya aku usap sisa air mata di pipi.


" Aisyah tenanglah , mereka akan baik-baik saja buktinya tadi Ibu bilang mereka sehat dan tak ada yang perlu di khawatirkan. Buang semua pikiran buruk mu." batinku menguatkan diri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Assalamualaikum. .mohon maaf akhir -akhir ini jarang up dikarenakan ada sesuatu Yang membuat Author tak bisa up .

__ADS_1


semoga kalian memakluminya.


__ADS_2