
Aku begitu terkejut ketika membaca surat dari Irman, begitu beraninya dan begitu yakinnya ia dengan tekadnya. Apa yang sebenarnya isi pikiran ataupun hatinya aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikirannya sudah tahu aku bukanlah wanita lajang melainkan wanita bersuami tapi ia kekeh dengan tekadnya untuk menungguku sampai kapanpun. Tentu hal itu suatu yang mustahil terjadi aku sudah menikah dan tak mungkin hal itu terjadi.
" Dasar pria Aneh pria bo*oh mengapa kau seperti ini Irman, apa cintamu padaku sudah membuat otak mu tak waras sadarlah Irman jangan mempersulit hidupmu dengan menungguku yang tak pasti " umpat ku dalam hati.
Ingin rasanya aku mencecar Irman namun apa daya aku takut ada orang yang salah faham ketika kita berbicara, akhirnya aku berfikir untuk membalas surat darinya dan beginilah isi surat untuknya.
"to: Irman "
"Assalamu'alikum "
" Dengan datangnya surat ini aku ingin mengatakan sesuatu yang membuat hati dan pikiranku tak tenang. Irman aku mohon tolong lupakan aku pergilah yang jauh dari kehidupan ku. Kamu pasti tahu bukan alasannya? yah karena aku wanita bersuami Yang tak pantas kau tunggu bahkan kemungkinan tak akan pernah bisa bersamamu. Irman kau pria baik aku yakin dan percaya banyak wanita yang mengejarmu bukalah sedikit hatimu untuk mereka , jangan sampai kau mempersulit dan menyiksa hidupmu dengan menunggu sesuatu yang tak pasti. Atau jika memang boleh lebih baik kau terima saja perjodohan yang akan orang tua mu lakukan Aku yakin wanita pilihan orang tua mu pasti yang terbaik bahkan lebih baik dari diriku.
Irman aku mohon kau mengertilah dengan keadaan ku sekarang, aku bukanlah wanita lajang melainkan sudah berstatus istri orang, pantaskah wanita Yang telah bersuami kau tunggu?? tentu jawabannya tidak. Aku tak mau kau sakit hati tak mau hatimu terluka sudah cukup sampai disini dan mulailah untuk melupakan diriku.
Maaf sebelumnya jika perkataanku ini menyinggungmu sungguh tak ada maksud kesana , tapi aku hanya ingin menyadarkan dirimu. Apakah kau tahu Irman? dengan kau bilang akan terus menungguku sampai kapanpun justru itu membuat aku bersedih hatiku sakit karena secara tidak langsung kau telah mendoakan diriku berpisah dengan suamiku.
Semoga dengan datangnya surat ini pintu hati mu jalan pikiranmu terbuka, bedakanlah mana cinta mana obsesi".
"wassalam "
Aisyah.
Setelah selesai aku lipat dan aku simpan dalam tas dan akan aku serahkan besok di kampus.
Jam menunjukan pukul 23.00 Abang kenapa belum juga pulang kini rasa khawatir semakin merancu. Aku terus saja mondar mandir lihat ke jendela lalu duduk kembali bangun dan lihat lagi di balik jendela terus saja seperti itu sampai aku merasa lelah dan ngantuk .
__ADS_1
Namun saat aku ingin memejamkan mataku terdengar suara mobil, aku langsung terbangun dan setengah berlari menuju jendela untuk mengintip dan ternyata itu mobil Abang rasanya lega setelah tahu itu Abang. Segera mungkin aku membuka pintu untuk menyambut kepulangan Abang.
"Assalamu'alikum adek, Adek belum tidur " ucap Abang sembari mendekat kearah ku dan mencium lembut keningku.
" Adek gak bisa tidur, memikirkan Abang. Kenapa telpon dan chat dari adek tak Abang respon? ? setidaknya respon kek biar adek g8k khawatir, ngasih kabar juga enggak. " jawabku dengan bibir agak di majukan.
" Maaf ya dek tadi Abang banyak sekali urusan yang harus Abang kerjakan lalu handphone Abang di mode silent jadi abang gak tahu adek menghubungi Abang.
" Terus kenapa gak ngasih kabar? ??
" Abang lupa dek, maaf yah! ! ucap Abang sambil mengatupkan kedua tangannya kedada.
" Ia Adek maafin tapi lain kali jangan seperti ini lagi ya? setidaknya Abang beritahu adek dulu supaya adek tak khawatir "
" Ia Abang Janji, yaudah kita masuk yuk. .diluar dingin "
Setelah Abang bersih -bersih aku mengajak Abang makan terlebih dahulu biarlah meski waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam tak masalah. Sebenarnya di pikiranku begitu banyak pertanyaan pekerjaan apa yang membuat Abang lupa waktu bahkan melupakan diriku juga, ingin rasanya bertanya tapi sudahlah aku percaya nanti Abang juga pasti akan bicara.
-------
Di kampus
Seperti biasa setelah mengantarkan diriku Abang langsung pergi karena kuliah Abang telah rampung hanya tinggal menunggu wisuda dua minggu lagi jadi abang jarang masuk kuliah.
Langkah kakiku terhenti karena terkejut dengan pemandangan yang aku lihat . Tak biasanya ketiga sahabatku stand by di depan kampus sambil melambaikan tangan mereka ke arahku. Aku pun berlari menghampiri mereka.
__ADS_1
" Kalian menunggu ku?? tanya ku dan hanya di jawab dengan anggukan saja.
" Ada apa dengan kalian ?? kok aneh kaya gini?
" Mami ayo ikut kami, ucap Sifa dan menarik tanganku paksa.
" Hai. .ada apa sebenarnya ? tanyaku lagi-lagi tak di jawab mereka.
Mereka menuntunku menuju arah kelasku
" Lihatlah " titah ketiga sahabatku
Aku mengarahkan pandangan kearah dimana tangan mereka mengarah.
Mataku membulat dengan sempurna sekelompok mahasiswi sedang berdiam di depan pintu kelas ku, aku heran ada apa sebenarnya.
" Bisa kalian jelaskan apa maksud semua ini?? tanyaku
" Mami pasti tahu jawabannya " jawab Risya
Yah tentu aku tahu jawabannya , mereka pasti mencariku untuk menitipkan hadiah buat Abang atau sekedar menitipkan salam . Aku sampai lupa bahwa hadiah -hadiah kemarin belum aku kasih ke Abang dan sekarang pasti akan bertambah lagi."
Sebegitu menggoda kah pesona Abang, bukanya banyak pria tampan di kampus ini kenapa harus Abang. Mereka tak memperdulikan perasaanku hatiku hancur sakit jika setiap hari harus berhadapan dengan wanita-wanita pengagum suamiku,sungguh miris.
Dari kejauhan aku melihat sepasang mata sedang memperhatikan diriku , seperkian detik tatapan ku dan juga ia bertemu aku melihat tatapan sendu di matanya aneh kenapa dengannya? ?aku merasa ia sedang merasakan apa yang sedang aku rasakan saat ini. Dia seolah-olah paham dengan situasi, terlihat ia berjalan kearah sekelompok mahasiswi itu mungkin niatnya ingin membubarkan mereka tapi malah ia yang di kerumunin mereka, Bingkisan yang ada di tangan mereka kini beralih ketangan Irman Memang tak di pungkiri pesona Abang dan juga Irman tak berbeda jauh mereka sama - sama pria baik dan tampan.
__ADS_1
" Hai kalian berempat mau masuk mata kuliah ku atau kalian akan berdiam diri disana " teriak Irman karena posisi ku dan Irman memang agak jauh.
Seperkian detik aku dan ketiga sahabatku tersadar karena semenjak tadi ketiga sahabaku tidak hentinya memandangi Irman sedangkn aku malah memandangi heran dengan sikap dan tatapan matanya tadi , lalu kami mengiyakan perkataan Irman bahwa kami akan mengikuti mata kuliahnya. .....