
pov AzkA on
Saat aku tahu Aisyah adalah kakak ipar ku, aku berusaha sebisa mungkin untuk menjauhinya karena aku sadar diri sudah tak ada lagi harapan untukku agar bisa memilikinya.
Niat awal akan tinggal di indonesia selama satu bulan , tapi aku urungkan dengan maksud supaya aku tak selalu bertemu dengan Aisyah . Jika seperti itu terus yang ada aku akan terus merasakan sakit , disini ! dihatiku.
Aku pun memberi tahu pada Ibu perihal ke berangkatan ku ke London, Ibu bilang " kok udah mau kembali ke London Ka? libur semester mu kan masih lama,"
" Azka bosen Bu, sudah terbiasa di sana jadi pulang ke indonesia serasa di negeri orang"
Sungguh berat rasanya harus cepat-cepat ke London kembali, karena kalau boleh jujur waktu itu aku masih kangen dengan Indonesia, kak Rudi terlebih kepada Aisyah .
Tapi jika mengingat kenyataan ini , aku tak sanggup, lebih baik aku pergi saja. Begitu pun dengan Sharon dia pun ingin secepatnya kembali ke London .
Aku tahu alasannya kalau bukan karena ia tak suka pada Aisyah.
Sampailah aku dan juga Sharon di London, tak ada aktivitas lain selain berdiam di rumah atau sekedar nongkrong dengan teman -teman. Dan aku berusaha untuk membuka hatiku untuk wanita lain .Setelah sekian lama aku kunci hanya untuk Aisyah seorang.
Usaha ku tak sia-sia,selama kurang lebih empat bulan pencarian , bisa juga aku membuka hati pada seorang mahasiswi disini, yang kebetulan dia orang Indonesia sama Seperti ku namanya Nayla Fitria.
Meski sering kali aku merasa Nayla itu Aisyah. Ternyata eh ternyata Aisyah belum sepenuhnya meninggalkan hatiku.
Lima bulan kemudian aku mendengar kabar perceraian Kak Rudi juga Aisyah, aku kaget kenapa bisa terjadi karena saat terakhir aku ke indonesia mereka terlihat baik-baik saja.
Detailnya aku tak tahu tapi menurut penuturan Ibu Aisyah kabur dengan selingkuhannya dan membawa serta merta anaknya.
Jujur aku tak percaya , aku tahu Aisyah orangnya seperti apa tak mungkin melakukan hal rendahkan seperti itu.
Segera mungkin aku menghubungi kakak meminta penjelasan yang real. Dan jawabannya sama seperti yang ibu bilang.
Aku bilang pada kakak bahwa aku akan ke indonesia Untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya tapi, dia melarang .
Kakak bilang jangan urusin kehidupan rumah tangganya dan tetap fokus lah pada kuliahku. Apa yang kakak bilang memang benar gak ada berhak bagiku mengurusi rumah tangga mereka.
lama - lama aku dan keluarga tahu kalau kakak sudah menikah lagi saat dia masih berstatus suami Aisyah, Dugaan pun muncul mungkin Aisyah merasa sakit hati hingga membalas dan berselingkuh dengan pria lain. Namun aku tak percaya dengan itu aku yakin Aisyah wanita baik-baik.
Empat tahun pun berlalu tak terasa aku berhasil menyelesaikan S1 dan S2 ku di sini. Dan di negara ini pula menjadi saksi masa pelepasan masa lajang ku.
Yah, setahun sebelum wisuda aku sudah memperistri Nayla , aku rasa telah benar - benar melupakan Aisyah tapi, tak tahu kalau seandainya aku bertemu kembali dengannya.
__ADS_1
Selama empat tahun ini juga aku belum pernah pulang ke indonesia , baru sekarang aku pulang ke indonesia Untuk mengurus perusahaan papa yang ada di Jakarta.
Selain itu istriku Nayla juga akan bekerja menjadi guru TK , karena memang itu cita-citanya.
Pagi itu aku mengantar Nayla istriku ke sekolah tempat ia kerja, ini hari pertamanya kerja setelah satu minggu berada di Jakarta.
Entah berkah atau musibah disana , aku malah bertemu dengan seseorang yang tak ingin aku lihat, Tak ingin aku ingat siapa lagi kalau bukan Aisyah.
aku tak mau usahaku untuk melupakannya menjadi percuma. Karena aku takut jatuh cinta kembali padanya.
Dia berteriak memanggil namaku, tapi aku acuhkan seolah-olah tak mendengar teriakan nya.
segera mungkin aku masuk kedalam.mobil tapi sayang Dia malah berlari dan berhenti tepat di depan mobilku
Sengaja aku Terus menekan klakson agar dia mau minggir, dan sepertinya dia tetap keras kepala tak mau menghindar.
Dengan terpaksa aku turun .
" Apa yang ingin kau bicarakan? jangan lama ! aku sibuk ," ucapku ketus.
Alih-alih dia malah membahas diriku yang menjauhinya. Aku katakan saja yang sebenarnya, meski dia marah karena aku mengorbankan pertemanan antara aku dan Aisyah.
Jujur aku tak tahu apa-apa, malah yang aku tahu dialah yang kabur dengan selingkuhannya dan membawa anaknya.
Aku merasa ada sesuatu yang tak beres , Kak Rudi pasti menyembunyikan sesuatu dariku dan juga dari keluarga lainnya yang di London.
Tentunya aku harus mencari tahu, meski tadi aku menolak dengan alasan yang begitu konyol di mata Aisyah. Takut jatuh cinta kembali.
Aku merasa banyak kebohongan yang kak Rudi sembunyikan, melihat Aisyah histeris begitu membuat aku tak tega dan bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dan apa yang terjadi empat tahun lalu.
pov AzkA of.
*******
Sudah beberapa hari dari kejadian mengejar wanita misterius yang menerorku. Tak ada lagi pergerakan mencurigakan bahkan beberapa hari ini tak ada lagi kiriman kotak -kotak tak berguna itu.
Dugaanku wanita itu sengaja ingin menghilangkan jejaknya atau mungkin nyalinya menciut setelah dia hampir tertangkap .
" Mas , mungkin wanita misterius itu berhenti menerorku karena takut tertangkap " ucapku memulai pembicaraan .
__ADS_1
Melihat ke arah monitor rekaman cctv "Mungkin , tapi tetap kita gak boleh gegabah tetap harus waspada"
" Ia kak, kak Irman benar. Jo malah takut wanita itu berbuat sesuatu yang lebih nekad lagi" keluh Jo.
" Jo, jangan nakut -nakutin kakak" tegurku sambil memegang lengan Jo.
" Kakak tenanglah , gak usah takut Jo akan melindungi kakak" Jo menggenggam tangan menguatkan ku.
Sedang Mas Irman begitu sibuk memperhatikan rekaman cctv, ia terus mengulang memutarnya lalu di pause di play kembali dan di putar kembali dari awal.
" Ada apa mas, kenapa rekaman itu mas putar ulang kembali? apa ada petunjuk ?
" Lihatlah " memutar komputer ke arahku dan memperlihatkan rekaman cctv.
" Kamu Lihat kan yang gelang itu?" menunjuk ke arah monitor yang sedang dalam pause.
" Ia, Aisyah melihatnya. Kenapa dengan gelangnya mas? "
" Mas seperti pernah melihatnya, seseorang pernah memakainya tapi mas lupa siapa dan di mana melihatnya "
" Mas serius pernah melihat seseorang yang memakai gelang itu"
" Ia mas yakin, tapi mas lupa?"
" Tapi mas orang yang pakai gelang seperti itu kan banyak?"
"Gak Yang ,mas tahu itu gelang keluaran tiffany limitid edition gak sembarang orang memakainya." jelas mas Irman sambil matanya tak berhenti melihat ke arah rekaman cctv.
" Kalau begitu ayo mas coba ingat -Ingat. semoga itu bisa di jadikan petunjuk "
Mas Irman berusaha untuk mengingat kembali siapa dan dimana ia pernah melihat seseorang memakai gelang tersebut. Mas Irman memjambak rambutnya sendiri serta sesekali ia menyelusupkan kepalanya di antara kedua tangannya yang di sedekap di atas meja. Tiba-tiba saja
Gebrak....Mas Irman menggebrak meja.
" Aku ingat sekarang!! siapa dan dimana mas melihatnya " .....
******
tbc
__ADS_1