
Rai masih tidak tahu alasan dan sebab tim bantuan ini selalu datang terlambat, tak tahu apakah karena mereka ada kutukan atau memang sudah diatur oleh alam.
Adegan aneh yang kerap kali terjadi, dan paling membuat orang kesal.
“Tidak apa-apa, hanya ada ikan raksasa yang mencoba untuk membunuh kita,” Lara menyahut panggilan mereka dengan ringan.
Mendengar jawaban Lara yang terkesan biasa saja, kedua orang itu tertegun sejenak. Mereka menoleh ke arah sosok bangkai monster ikan dan ekspresi mereka bertambah terkejut.
Mereka mengenali monster ini, sebab anggota markas sering melaporkan bahwa ada sebuah gerakan di danau kecil ini. Ratcrow Seven kesulitan untuk menarik monster itu ini keluar karena mereka tidak tahu cara memancing monster tersebut keluar, memakai potongan daging sapi pun tidak berguna lantaran jumlahnya sedikit dan tidak mengeluarkan bau yang menyengat hingga ke tengah danau.
Oleh sebab itu, monster yang dicurigai tidak keluar danau.
Bukan apa-apa, monster ini menahan ikan-ikan di danau ini untuk tidak terlihat di permukaan yang mengakibatkan para anggota Ratcrom Seven kekurangan bahan pangan, mereka hanya bisa memanfaatkan air danau ini dan sumber daya ikannya tidak dimanfaatkan sama sekali.
Di danau ini banyak sekali ikan yang hidup, anggota Ratcrow Seven pada awalnya mengambil ikan di sini untuk makan dan tak perlu mengirimkan Tim Pemburu untuk pergi jauh-jauh.
Namun tidak tahu kenapa dari beberapa tahun yang lalu ikan-ikan di danau kecil ini tak lagi muncul di permukaan danau, dan membuat mereka kekurangan makanan selama bertahun-tahun.
Mereka hanya mendengar dari puluhan anggota yang mengabarkan bahwa ada sesuatu yang aneh di danau, diasumsikan bahwa itu adalah seekor monster yang menyebabkan ikan-ikan tidak terlihat di danau.
Sudah banyak cara dan metode yang mereka gunakan untuk mengeluarkan ikan ini, tetapi hasilnya tidak ada sama sekali alias nihil, tidak tahu apa yang salah dengan cara mereka sampai selalu berujung kegagalan.
“Bukankah ini monster yang membuat ikan-ikan di danau tidak muncul ke permukaan air danau?!“ Salah satu dari mereka berkata dengan ekspresi yang terkejut.
Temannya pun mengangguk tegas dan berkata, “Benar, ini adalah monster yang kita duga-duga selama ini!“
“Akhirnya! Akhirnya kita bisa makan ikan kembali setelah dua tahun lamanya tak memakan ikan!“
“Yeah! Akhirnya …!“
Dua anggota Ratcrow Seven ini kegirangan dan bersyukur sampai mereka berlutut menatap dan berteriak ke atas langit.
Tampaknya mereka terlalu senang dengan ini sehingga membuat mereka melampiaskan kegembiraannya dengan berlebihan.
“Uhuk! Uhuk!“
“Jangan terlalu senang, kawan! Nanti kamu terkena serangan jantung!“
Salah satu dari mereka tiba-tiba batuk setelah berseru penuh semangat.
Rai menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka berdua dan kemudian ia berjalan menuju Lara yang sedang menonton kedua orang tersebut melampiaskan rasa senangnya.
“Ayo kita beri tahu ketua!“
“Ayo pergi!“
Di bawah tatapan Rai yang tengah berjalan, mereka berdua bangkit dari tanah dan bergegas kembali menuju markas.
Rai berhenti di depan Lara, dan melirik Kuro yang berbaring dengan nyaman di atas dada besar Lara.
__ADS_1
“Kuro, sudah waktunya untuk kamu makan,” panggil Rai kepada Kuro.
Mendengar suara Rai, Kuro bangun dari dada Lara dan menoleh ke arah Rai. 'Miaw?'
“Monster itu telah mati, makanlah kalau kamu mau.“
Setelah mengatakan itu, Rai duduk di bawah pohon menghadap ke danau kecil yang tenang.
Kuro yang mengetahui bahwa ada makanan kesukaannya, segera ia turun ke bawah dan berlari dengan keempat kaki kecilnya menuju bangkai monster.
Sementara itu, Lara masih berdiri merasa malu karena barusan Rai menatap Kuro yang ada di atas dadanya, ia mengira bahwa Rai juga menatap dua buahnya yang besar, tetapi sebenarnya Rai tidak menatap itu sama sekali.
“Kenapa kamu berdiri saja? Apa kamu tidak lelah?“ celetuk Rai yang ditujukan kepada Lara sambil memandangi keindahan danau kecil yang permukaan airnya sudah kembali normal dan tenang.
“Eh? Tidak, aku sedang merapikan pakaianku,” Lara berkata sambil berpura-pura membenarkan pakaian kemejanya yang sedikit kusut.
Kemudian Lara duduk di sebelah Rai dan ikut melihat pemandangan indah danau kecil ini.
Rai menoleh sedikit memiringkan kepalanya dan melihat Lara yang menatap ke arah danau di depan. “Aku ingin bertanya, apakah ikan-ikan di sini aman untuk dikonsumsi?“
Begitu mendengar pertanyaan Rai, Lara tidak menoleh ke Rai dan ia membuka mulutnya perlahan, “Tergantung, tergantung ikan itu sendiri. Seperti apa yang telah aku bilang di air terjun beberapa hari kemarin tidak semua ikan dapat terinfeksi oleh virus ini, masih ada ikan yang normal dan sama sekali tidak tersentuh Neuss sama sekali.“
Bangkit dari duduknya, Rai berjalan menuju pinggir danau setelah mendengar jawaban Lara, tampaknya ia ingin melakukan sesuatu.
Rai mengangkat tombaknya, terlihat seperti sedang membidik sesuatu yang ada di dalam danau.
Saat berikutnya, tombak Rai meluncur cepat ke dalam air dan menciptakan cipratan air yang tinggi, lalu tombak Rai muncul kembali kepada tangan Rai bersama seekor ikan yang tertancap di ujung bilah.
“Bagaimana dengan ikan ini?“ Rai menunjukkan ikan yang didapatkannya kepada Lara.
Lara berdiri untuk melihat lebih dekat ikan yang ada di tombak Rai.
Ikan ini memberontak, ekor dan tubuhnya tak bisa diam, mencoba untuk lepas dari tusukan bilah tombak yang tajam.
Dilihat dari bentuk ikan ini tidak ada yang abnormal, tidak ada tanda-tanda virus bersarang di tubuh ikan ini.
Pada kesimpulannya, ikan ini normal dan segar, tentunya bisa dimakan oleh manusia, bebas virus.
“Ikan yang memiliki ciri-ciri seperti ini, tidak ada bentuk yang aneh pada tubuh ikan, seperti adanya tangan manusia yang tumbuh dan sejenisnya, tidak menyerang seperti layaknya seekor monster, kamu pasti tahu apa yang aku maksud, sudah bisa dipastikan ikan ini layak dikonsumsi,” jelas Lara sambil menatap wajah Rai dengan serius.
“Oke, aku mengerti,” Rai berkata sambil mengangguk. “Omong-omong, kamu suka makan ikan?“
“Tentu saja! Aku suka daging ikan dan daging sapi,” kata Lara yang bersemangat dengan mata yang mengkilap, “memang benar memakan daging ikan itu cukup merepotkan karena harus menyisihkan tulang kecil terlebih dahulu.“
Lara tersenyum masam ketika mengatakan salah satu fakta seputar daging ikan yang terdapat banyak tulang kecil.
“Kalau begitu, nanti kita akan makan ikan yang sudah jadi, biarkan ikan itu terus berkembang biak dan bertumbuh besar supaya selalu bisa dimakan oleh orang-orang di sini,” ujar Rai yang memutuskan untuk membiarkan ikan-ikan di danau ini hidup.
“Aku ikut apa katamu, Rai.“ Lara tersenyum manis dan menatap Rai dengan manik mata yang indah.
__ADS_1
“Syukurlah danau ini sudah ada ikannya lagi, pantas saja ketika kita lihat di awal, danau ini tidak memiliki seekor ikan pun yang ukurannya sebesar ini, ternyata monster itu penyebabnya.“ Lara menunjuk ke monster ikan yang sedang digigit oleh Kuro.
Rai mengangguk, ternyata monster ini adalah dalang di balik tiadanya ikan-ikan yang timbul di danau, tetapi Rai masih penasaran bagaimana cara monster ikan ini melakukan hal tersebut.
Apakah monster ikan ini memiliki kemampuan istimewa?
“Ini monster sialannya?!“
Tiba-tiba suara Wallace terdengar oleh telinga Rai dan Lara, sontak mereka berdua menoleh ke arah Kuro yang sedang melahap daging monster ini.
Di sana, berdiri beberapa orang yang mengamati bangkai monster ikan raksasa yang seperempat dagingnya telah dimakan oleh Kuro. Mereka adalah Wallace dan 7 orang anggota Ratcrow Seven.
Mereka langsung bergegas pergi ke sini setelah mendengar laporan dua anggota yang sempat ke sini karena berniat untuk memeriksa keadaan Rai dan Lara.
“Ya, ini monsternya,” celetuk Rai seraya berjalan mendekati mereka semua.
“Terima kasih, Nak! Berkat kamu kita semua tidak pusing lagi memikirkan masalah makanan,” ucap Wallace yang berterima kasih dengan sangat tulus.
Mendengar ucapan terima kasih ini, Rai mengangguk dan tersenyum. Sejujurnya, Rai tak sengaja membunuh monster ini, tanpa tahu bahwa monster ini adalah sumber masalah bagi kelompok Ratcrow Seven.
“Kami berdua tidak sengaja bertemu dengan monster ikan yang besar ini ketika Rai selesai mencuci tubuhnya, tiba-tiba monster ini muncul dan menyerang kita. Untungnya Rai bisa melawan dan akhirnya membunuh monster ikan yang aneh ini,” Lara memberi tahu kronologi kejadian yang terjadi barusan.
“Humm … apa mungkin itu karena …” Wakil Ratcrow Seven merenung dan bergumam, “karena kotoran darah sehingga membuat monster ini tertarik dan ingin membunuh kalian berdua?“
“Mungkin saja,” kata Wallace yang memikirkan pendapat wakilnya. “Kemungkinan monster ikan ini sensitif dengan darah monster, sebelumnya kami belum mencoba menggunakan metode ini, wajar saja monster bedebah ini tidak keluar menunjukkan sosoknya.“
Mendengar pernyataan ini, anggota Ratcrow Seven mengangguk setuju. Mereka semua sudah berjuang untuk memunculkan monster ini, tetapi entah kenapa monster ini tidak keluar dari danau, mungkin monster satu ini introver.
“Kalau begitu, segera ambil ikan-ikan di sini, jangan terlalu banyak dan pastikan melakukan dengan cara yang aman tanpa merusak,” perinta Wallace kepada anggota Ratcrow Seven.
“Baik, Pak!“
Dengan gegas mereka semua berlari ke pinggir danau dengan membawa tombak kayu dan jaring atau jala yang terbuat dari serat tumbuhan bambu dan ilalang yang disimpulkan sedemikian rupa hingga membentuk jaring ikan, ada jala yang terbuat dari tali yang kuat.
Selain itu juga ada satu anggota yang membawa pancingan tradisional yang terbuat dari bambu dengan tali, Rai duga itu tali yang terbuat dari bahwan yang sama seperti yang dimiliki Loret.
“Hei! Di sini banyak sekali ikan! Tebarkan jala di sini saja!“
“Oke! Ayo kita ambil ikan-ikan ini!“
“Arahkan tombakmu yang benar, kawan. Jangan sampai meleset ….“
“Maaf, aku harus beradaptasi lagi setelah sekian lama tidak memburu ikan.“
Rai dan Lara menyaksikan mereka yang sedang mengambil ikan di danau, kegiatan mereka terlihat sangat seru dan menyenangkan. Namun, sayangnya Rai sudah berendam di danau dan Lara pun tidak memiliki niat untuk berendam.
“Kalian ingin langsung pergi atau tinggal di sini dahulu sebelum melanjutkan perjalanan?“ ujar Wallace yang bertanya kepada Lara dan Rai.
Mendengar pertanyaan Wallace, Rai tidak langsung menjawab, melainkan berpikir untuk menimbang keputusan.
__ADS_1
Butuh satu menit untuk Rai memutuskan sebuah pilihan dan ia berkata, “Mungkin kami berdua tinggal di markasmu dahulu malam ini. Besok kami akan pergi melanjutkan perjalanan menuju kota Mopulu.“
“Baiklah, kalau begitu, kita akan merayakan pesta besar sore nanti.“