LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 25: Ras Kuro?


__ADS_3

Breaking News Lhee City Center


Ribuan Makhluk Tak Dikenal Memasuki Area Kota Lhee Barat.


Kota Lhee Barat ,16 Februari 2022 — Makhluk aneh yang tidak diketahui oleh para pakar hewan dan penelitian menyerbu perbatasan Kota Lhee Barat.


Para pengamat menganalisis bahwa makhluk ini berasal dari hutan Kimsa bagian selatan yang menyebar hingga bagian barat hutan. Belum diketahui pasti dari mana asal usul makhluk yang menyeramkan ini.


Para tentara Kota Lhee Barat sedang bertempur mempertahankan kota dan memastikan masyarakat baik-baik saja.


Pemerintah Kota Lhee Pusat telah siap siaga menghadapi penyerangan tiba-tiba dari makhluk aneh dan berbahaya. Selain itu, mereka sudah mengirimkan bantuan beru-


Sobekan koran memotong tulisan, berita yang disampaikan pada koran berhenti secara paksa dan tidak ada lagi kelanjutannya.


Catatan yang Rai temui juga serupa, informasi yang tertulis di sana berhenti secara paksa yang membuat Rai menjadi penasaran dan ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya.


“Haa …. Lagi-lagi seperti ini,” keluh Rai yang masih manatap koran di tangannya.


Ia telah membalikkan secarik koran ini, tetapi dirinya tidak tahu informasi yang ada di balik koran ini, sepertinya tidak ada sangkut pautnya dengan berita yang dia baca tadi.


Beda topik dan isi berita, terlebih Rai tidak paham apa yang dimaksud dengan tulisan yang ada di belakang koran ini.


Memikirkan informasi utama yang ditulis di koran ini, Rai memiliki banyak pertanyaan tentang ini.


Seperti dari mana 'Makhluk yang mengerikan' dibicarakan pada koran, asal usul munculnya makhluk itu, dll.


Mengenai makhluk yang ada di koran sudah dapat dipastikan monster merangkak yang telah banyak Rai bunuh.


Huuzer Crawler dan spesies yang sejenisnya.


“Tentara Kota Lhee Barat kalah dengan makhluk ini?“


“Melihat perkotaan Kota Lhee Pusat yang telah maju seperti ini pastinya Kota Lhee Barat juga memiliki persenjataan yang kuat dan canggih.


Namun, mereka tetap kalah dengan monster merangkak dan kawan-kawan, seberapa kuat makhluk aneh ini?“


Memikirkan ini Rai cukup bingung.


Rai berasumsi bahwa tentara Kota Lhee Barat memiliki persenjataan kuat, setara dengan persenjataan milik negara yang ada di Bumi, jika tidak ada nuklir setidaknya mereka memiliki bom atom yang dapat membunuh mereka, makhluk mengerikan.


Dikarenakan bom atom atau artileri tidak mampu membunuh makhluk ini, sehingga kota Lhee Pusat yang telah siaga dan waspada pun hancur menjadi seperti ini.


Seberapa kuat makhluk mengerikan ini?


Menggelengkan kepala, Rai menghilangkan pikiran ini di benaknya.


Melipat koran di tangannya, Rai memasukkannya ke dalam tas ransel.


Berbalik melihat Kuro yang sedang duduk di sebuah meja kosong, Rai terpikirkan lagi tentang makhluk aneh ini.


Kalau tidak salah ingat, Kuro memiliki jendela status yang menampilkan kondisinya sekarang. Serta di sana menunjukkan ras Kuro.


“Buka jendela status milik Kuro, Sistem.“


Layar mengambang muncul di depan Rai, tercantum informasi tentang Kuro.


[Binatang Psikis]


[Nama: Kuro Caelan]


[Ras: Catzer Spesial]


[Level Kekuatan: E-]


[Kemampuan: 1]


[1. Combat Mode.]


[2. ??? (Akan terbuka di waktu tertentu).]


Benar saja, Kuro memiliki garis darah keturunan.


Namun, Rai sedikit rumit melihat ras Kuro, pasalnya dia tidak mengetahui dari mana asal garis darah Kuro.


“Catzer? Ras apa ini?“ Rai terdiam merenung, menatap nama Ras Kuro dengan seksama. “Catzer? Zer? Hmm …. Huuzer Crawler?!“

__ADS_1


Mata Rai menjadi cerah, kini dia tahu ras Kuro sebenarnya.


“Apakah Kuro itu benar-benar termasuk ke dalam jenis monster seperti Huuzer? Melihat tulisan zer di belakang nama Catzer dan Huuzer seperti menunjukkan bahwa mereka berasal dari sesuatu yang sama.“


Premis Rai keluar sendirinya dari mulutnya mengenai apa itu ras Kuro. Tetapi, jika dipikir lebih jauh lagi sepertinya apa yang jadi landasan berpikir Rai mengenai ras Kuro cukup bisa dibenarkan.


“Kuro bisa dikatakan termasuk monster seperti Huuzer Crawler, sebab banyak fakta yang mendukung hal itu.


Pertama, Kuro bukanlah kucing biasa yang aku tahu. Tidak kucing di Bumi yang dapat berubah menjadi hewan jaman purba Sabertooth.


Kedua, kekuatan fisik Kuro juga di luar batas kucing biasa. Anak kucing tidak dapat bertarung dengan monster, terlebih meloncat dari ketinggian tinggi tanpa cedera.


Ketiga, hal ini yang membuat aku yakin bahwa Kuro adalah sejenis dengan Huuzer, yaitu dapat memakan potongan daging Huuzer Crawler yang semestinya apabila dikonsumsi membuat pemakan berubah menjadi monster juga, bisa dibilang terkena virus mereka.“


Segala isi analisis Rai berdasarkan kenyataan diungkapkan kepada dirinya sendiri, dia berbicara seperti ini untuk mengeluarkan isi pikirannya.


Rai masuk ke dalam kontlempasinya untuk merenung memikirkan ras Kuro.


“Jadi, apakah Kuro adalah seekor monster? Tapi kenapa dia tidak seperti mereka yang menyerang manusia? Apa alasannya? Bahkan dia menjadi binatang psikis atau partner petualang.“


Rai bergumam dan memuntahkan banyak pertanyaan yang belum bisa dia jawab sekarang.


“Tidak peduli dengan ras kau Kuro, aku tetaplah teman seperjuanganmu di Dunia ini,” ujar Rai sambil menatap Kuro yang sedari tadi menatapnya dengan mata besar yang imut.


'Miaw!'


Kuro menyahut dan dia meloncat turun dari meja dan berlari kecil menuju Rai.


Menaiki tubuh Rai dengan cakarnya yang menempel di kain baju Rai, berdiri di bahu kanan Rai dan mengelus manja kepada Rai.


“Haha … bulu halusmu membuatku geli, Kuro.“


Tangan Rai mencoba menjangkau tubuh Kuro, tapi gerakan Kuro cukup licin menghindari tangkapan kedua tangan Rai yang datang.


'Miaw~'


Kepala kecilnya yang memiliki bulu lembut dan halus dengan sengaja membelai pipi dan leher Rai. Kegelian ini membuat Rai tidak tahan untuk tidak tertawa.


“Kur … hahaha! Suda … Hahaha, Kuro.“ Berbicara pun Rai kesusahan, dia ingin meminta Kuro untuk berhenti, kalimat yang ingin diucapkan selalu terpotong oleh tawanya.


Sedikit kesal dengan Kuro, dalam sekejap kecepatan tangan Rai meningkatkan drastis, dan itu langsung menangkap tubuh Kuro dengan tangan kirinya sekilat mata.


Rai tersenyum jahat pada Kuro yang sedang dipegang dengan kedua tangannya dan diangkat tinggi-tinggi.


'Miaw~'


Suara tangisan susu seperti bayi kucing keluar dari moncong berkumis Kuro, dengan tatapan yang sedih dia memandang Rai meminta pengampunan.


Kelucuan yang terpancar oleh Kuro membuat Rai tidak berkutik.


Tubuh Kuro dia letakkan kembali pada bahunya, dan menepuk pelan kepala kecilnya.


“Bulumu itu dapat menyebabkan rasa gelitik yang parah, Kuro. Bagian leher lebih terasa, jika disentuh oleh bulumu itu ….“ Rai mencoba memberi tahu Kuro, nampak seperti sedang menasehati anaknya.


Selama Rai berkata panjang lebar, Kuro hanya menundukkan kepalanya dan menatap ke bawah sambil terdiam, seolah dia sedang merenungi kesalahannya.


“Apa kau mengerti, Kuro?“


Kata terakhir pada nasehat Rai terdengar oleh telinga Kuro, membuat telinganya bergerak seraya mengangkat kepalanya.


Memberanikan diri untuk melihat Rai, lalu ia mengangguk berat dengan wajah yang sedih.


'Apa aku berlebihan memberi tahu dengan serius seperti tadi kepada Kuro,' ucap Rai di dalam hati.


Menatap Kuro yang menjadi sedih seperti ini, rasa bersalah muncul dari hati Rai.


“Maaf, Kuro.“


Rai membelai kepala dan tengkuk leher Kuro dengan lembut dengan wajah yang bersalah.


'Miaw'


Kuro terus menatap terpaku pada Rai saat dirinya dibelai.


“Kamu dibolehkan mengelus bulu kepadaku tetapi jangan terlalu sering, Kuro. Secukupnya saja, apa kau mengerti?“

__ADS_1


Kali ini Rai berbicara dengan nada yang ramah dan lembut, tidak seperti sebelumnya yang terlihat sangat serius.


'Miaw'


Kuro mengangguk beberapa kali, dan dia mengelus lagi bulunya kepada pipi dan leher Rai.


Rai hanya bisa tersenyum tanpa daya sambil menggelengkan sedikit kepalanya, baru saja diberitahu, Kuro malah melakukannya.


Menghiraukan gerakan Kuro yang masih mengelus bulunya kepadanya.


Pandangan Rai beralih ke area sekitar, berupaya untuk mencari sesuatu informasi petunjuk lagu.


Ditakutkan dia melewati informasi penting yang begitu berarti baginya.


Berjalan ke setiap sudut ruangan, memeriksa dengan teliti dan cermat, tetapi penjelajahan dan pemeriksaan ini tidak ada hasilnya, Rai tidak menemukan sesuatu yang seperti koran tadi.


“Apakah kita harus kembali lagi ke tempat permainan sebelumnya, Kuro?“ tanya Rai pada Kuro yang sedang duduk di bahunya, memperhatikan seluruh ruangan.


'Miaw!'


Cakar Kuro terangkat, dia menunjukkan ke suatu arah di ruangan ini.


Tatapan Rai lurus menuju apa yang ditunjuk oleh Kuro.


Sebuah lubang yang cukup sempit tapi muat untuk manusia bisa lewat melalui lubang ini.


Lubang ini seperti ditutupi oleh sesuatu benda yang hampir menyerupai warna dari atap tembok yang berlubang ini.


Kalau bukan Kuro yang menunjuk dan sinar lampu senter yang menyinari, mungkin Rai tidak sadar dengan lubang di atas.


Lubang ini cukup tinggi, Rai harus membutuhkan tangga atau benda yang bisa membuatnya naik dan mencapai ke lubang.


Melihat meja yang menganggur, Rai menariknya menggunakan kekuatan majestic of mind dan meletakkannya tepat di bawah lubang.


Rai menaiki meja, dan mencoba mendorong sesuatu yang menutupi lubang.


“Eh?“


Tangan Rai dengan sedikit tenaga berusaha mendorong dan menggeser sesuatu ini, namun dia tidak bisa menggerakkannya sama sekali.


Kekuatan tangan Rai dikerahkan sepenuhnya, dan dia mudah mengangkat dan memindahkan sesuatu yang berat ini agar tidak menutupi lubang.


Setelah tergeser sepenuhnya, Kuro dia biarkan keluar ke lubang dahulu, kemudian dilanjutkan oleh dirinya yang harus meloncat tinggi agar bisa keluar dari ruangan ini melalui lubang.


“Ini?“ Rai melihat ke sekeliling dengan wajah yang bingung dan rumit.


“Bukankah ini samping gedung bangunan ini?“


Lubang ini ternyata membawanya ke halaman yang berada di luar gedung, tepatnya di samping gedung mall ini.


Rai berdiri sambil membersihkan debu yang menempel, kebiasaan dirinya jika menyentuh lantai atau duduk di lantai dia pasti menyeka debu kotoran yang menempel pada bajunya, padahal sekarang pakaiannya telah memiliki fungsi anti-noda, otomatis akan menghilangkan noda yang menempel dengan sendirinya.


Pandangan Rai berpindah ke bawah, dia menunduk dan melihat bongkahan tembok yang besar, ternyata sesuatu yang besar inilah yang menutupi lubang.


Pantas saja berat saat digerakkan.


“Aku harus kembali lagi ke dalam Mall untuk memeriksa cepat, setidaknya setengah dari lantai yang ada di Mall ini telah aku periksa dan jelajahi.“


“Ayo, Kuro! Kita kembali lagi untuk menjelajahi bangunan ini hingga ke lantai atas.“


Rai berkata kepada Kuro dan segera berlari tanpa menunggu jawaban Kuro.


'Miaw!'


Dengan cepatnya, kaki kecil Kuro berlari mengejar Rai.


Keduanya mulai menjelajahi secara cepat dan efesien.


Tidak sampai tiga jam berlalu Rai sudah kembali lagi ke halaman depan atau parkiran terbuka Mall.


Mereka sudah menjelajahi hampir semua ruangan yang ada di dalam gedung ini.


Melihat ke sekitar tidak ada yang bisa diulik lagi, Rai memutuskan untuk berpindah ke gedung selanjutnya.


“Cepat, Kuro! Kita harus pergi ke bangunan selanjutnya. Ikuti aku!“

__ADS_1


Sekali lagi Rai bergegas mendadak membuat Kuro sedikit tertinggal dan mulai berlari mengejar Rai.


Sosok keduanya berlarian hingga perlahan mereka menghilang, memasuki sebuah bangunan yang tinggi dan besar.


__ADS_2