LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 88: Monster Dua Ekor


__ADS_3

Sekelebat bayangan menyebrang dengan sangat cepat di depan jalan setapak yang Rai dan Lara sedang lewati.


Rai menangkap sesuatu yang melintas tersebut dan segera menarik tas Lara untuk berhenti berjalan.


Tidak hanya Rai yang melihat, Lara juga melihat setelah Rai memberhentikan langkahnya tiba-tiba, apa yang dilihatnya sama dengan apa yang Rai lihat, yaitu seperti sosok dari sesuatu makhluk hidup yang cukup besar.


“Apa itu, Rai?“ Lara menoleh ke arah Rai dan bertanya dengan spontan.


“Entah, aku tidak melihatnya begitu jelas.“


Rai saja tidak sempat melihat secara keseluruhan wujud dari sesuatu yang menyebrang tersebut, itu terlalu tiba-tiba dan reaksinya tidak bisa mengikuti kecepatan gerakan makhluk yang misterius itu.


Zing!


Kekuatan telekinesisnya diaktifkan dan atribut mentalnya digunakan dengan efesien.


Rai dapat merasakan segala sesuatu yang ada di dalam radius 100 meter dari dirinya sebagai pusatnya.


Begitu Rai menyebarkan kekuatan telekinesisnya, ia merasakan ada puluhan makhluk hidup yang besarnya kira-kira setengah dari tubuhnya, makhluk hidup ini sedang bertengger di atas beberapa pohon yang besar ini.


Dalam sekilas Rai dapat meraba bentuk makhluk hidup ini, yakni memiliki dua kaki dan dua tangan serta … dua ekor, makhluk ini mirip sekali dengan hewan kera.


“Hati-hati.“


Kewaspadaan Rai dinaikkan ke tingkat teratas, Rai segera memegang dua Longsword di tangannya.


Lara pun mengambil tongkat besinya dan ia berpose siap bertarung.


Grrrr …!


Tidak lupa juga dengan Kuro, ketika melihat Rai yang tiba-tiba menggenggam senjata, ia langsung melompat ke bawah dan berubah ke bentuk bertarungnya.


Kuro berdiri dengan keempat kakinya di paling depan.


Melihat tidak ada pergerakan dari makhluk tersebut, Rai berinsiatif untuk memancing mereka denga maju ke depan.


Langkah demi langkah dilakukan dengan hati-hati, pandangannya tidak lepas pada arah depan.


Perlahan Lara mengikutinya dari belakang dan fokus ke pemandangan yang ada di depan.


Beruntungnya hari masih pagi, dan cuacanya cerah dengan sedikit berawan. Jalan setapak ini tidak terlalu gelap karena adanya pencahayaan alami dari matahari.


Rai bersamaan dengan Kuro dan Lara berjalan dengan penuh kewaspadaan.


Tepat ketika Rai berjalan belasan langkah, siluet hitam datang ke arah bertiga dengan sangat cepat.


Ting!


Sebuah benturan benda tajam terdengar keras.


Lara melihat makhluk seperti kera beradu serangan dengan Rai.


Kuku panjang kera tersebut bertabrakan dengan satu pedang Rai.

__ADS_1


Swooshh! Crat!


Dengan lambaian yang begitu cepat, pedang Rai yang satunya menebas tubuh kera tersebut menjadi beberapa bagian.


Potongan daging berjatuhan ke tanah yang ada di depan kaki Rai, dan Rai tidak peduli dengan mayat monster satu ini.


Chang!


Beberapa monster yang sama menyerang Rai bersamaan dan Rai dengan reaksi yang cepat menahan kedua serangan kera besar ini.


Kuro tidak tinggal diam, dia bergerak dengan menggunakan seluruh kecepatannya yang ia punya, kera-kera ini memiliki kemampuan kecepatan yang sangat tinggi dan Kuro tidak percaya diri jika memakai setengah dari kecepatannya.


Whooshhh!


Sosok Kuro menghilang dari tempatnya dan seketika muncul di udara dengan postur sedang menggigit salah satu kera yang melompat ke arah Rai.


Bang!


Kuro mendarat di tanah dengan suara dentuman yang cukup besar.


Di mulut Kuro terdapat kera dengan ukuran lebih dari satu meter, kondisi kera monster ini telah tusuk oleh gigi tajam Kuro.


Munculnya suara tulang yang patah, Kuro mengunyah monster kera ini sampai mati dan ditelan setelahnya.


Rai dan Lara bertarung bersama, tetapu Rai begitu mendominasi pertarungan, mengakibatkan Lara jarang bergerak dan hanya membantu jika sesuatu serangan yang tidak bisa diambil oleh Rai.


Lara terlihat dilindungi oleh Rai karena sebagian besar serangan dihadapi olehnya seorang diri.


Jujur saja, Rai hampir tidak sanggup melawan mereka semua, pasalnya monster kera ini cukup pintar, metode penyerangan mereka itu menyerang serempak dan dari segala arah.


Tempat yang memiliki pohon besar dan banyak secara alaminya adalah keuntungan mereka, medan ini adalah keunggulan dari mereka.


Beruntungnya Rai memiliki cara untuk bisa memenangkan pertarungan ini, yaitu dengan meningkatkan atribut dasarnya.


Di dalam pertempuran Rai menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan Sistem dan memintanya mengalokasikan 11 poin ke atribut kekuatan, kecepatan, dan Ketahanan.


Kecepatan dan Ketahanan ditambahkan 3 poin di masing-masing atribut, dan 5 poin ke atribut kekuatan.


Dalam sekejap, Rai menjadi lebih mengintimidasi para kawanan monster kera, kedua pedangnya memotong tubuh mereka dengan kecepatan yang hampir tidak bisa dilihat oleh mata orang biasa.


Salah satu kera tiba-tiba melompat dari dahan pohon menuju Rai yang di bawah, cakar di kedua tangannya terentang dan memantulkan cahaya matahari yang menandakan bahwa cakar ini sangat tajam.


Begitu ujung cakar ingin menyentuh pipi Rai, sebuah cahaya melintas di antara kuku dan tangannya.


Di detik berikutnya, kuku tajam dan tangan kera hingga ujung kakinya terbelah dan terpisah. Potongan daging dan kulit monster kera tersebut jatuh ke bawah.


“Maaf, aku tidak bisa membiarkanmu menyentuhku,” kata Rai dengan dingin.


Rai berdiri di tempat bersama Lara yang selesai menghancurkan Tick Stone monster kera yang mencoba melukainya.


Keduanya berdiri diam menunggu monster kera datang dan menyerang, tetapi setelah menunggu beberapa menit monster kera tak kunjung menghampiri mereka.


“Apakah sudah habis?“

__ADS_1


Tepat ketika Lara mengucapkan pertanyaan itu, Kuro yang ada di depan bereaksi.


Roarr!


Kuro mengaum keras membidik ke arah depan jalan setapak yang cukup gelap dikarenakan daun pohon yang lebat dan lebar.


Deru bunyi sesuatu yang berjalan terdengar dari arah depan, suara itu secara bertahap menjadi keras dan jelas.


Rai dan Lara perlahan mundur dan menjauh dari area gelap yang ada di depan jalan.


Senjata Methuragon miliknya berubah bentuk menjadi tombak, pedang tidak lagi cocok untuk pertarungan yang akan terjadi.


Wajah Lara tampak berwaspada karena ia merasakan kehadiran yang kuat di depan, kemungkinan besar dari sosok yang sedang mendekati mereka.


Sebuah bayangan besar samar-samar terlihat di balik jalan yang remang-remang, sosok ini tampak seperti humanoid yang berjalan dengan dua kaki.


Diiringi dentuman demi dentuman yang terdengar, sosok ini makin terlihat jelas.


Tak lama kemudian, sesosok makhluk hidup berukuran besar ditampilkan sangat jelas di depan mata Rai dan Lara.


Kuro yang melihat ini segera mengaktifkan asap hitam di sekujur tubuhnya, sosok Kuro tampak lebih besar dari sebelumnya, tetapi apabila dibandingkan ukurannya dengan sosok yang tidak dikenali di depannya masihlah kalah.


Makhluk ini mempunyai wujud yang mirip dengan monster kera, bedanya monster ini berukuran besar dan berjalan tegap layaknya seorang manusia, tinggi monster ini hampir menyentuh 8 meter, selain itu juga monster ini memiliki satu mata tambahan di bawah mulutnya dan dua ekornya memiliki sisik cokelat mengkilap, warna tubuh monster ini dominan cokelat.


Sebagai perbandingan, tubuh Kuro saja memiliki tinggi 3 meter dan panjang hampir 7 meter. Kuro kalah ukuran dengan monster ini.


Meskipun begitu, Kuro masih berdiri di depan Lara dan Rai, dua matanya yang berwarna berbeda itu menatap tajam monster di depannya, tidak ada namanya takut di hati Kuro, kecuali kepada Rai.


Graaahhh!


Monster tersebut meraung keras ke arah mereka bertiga, dan angin yang keluar dari mulutnya membuat daun yang jatuh langsung beterbangan.


Roarrr!


Kuro tidak mau kalah dan ia mengaum sangat keras dan hampir sebanding dengan kerasnya raungan monster tersebut.


“Rai, hati-hati dengan monster ini.“ Lara tiba-tiba menoleh dan menatap Rai dengan ekspresi yang serius.


“Jangan tertipu dengan ukurannya, monster ini memiliki kecepatan yang sama dengan —”


Boom!


Sebuah tabrakan terjadi dan tidak sengaja Lara terhempas ketika memberikan informasi kepada Rai.


Beruntungnya reaksi Rai begitu cepat sehingga Lara sempat dipeluk olehnya.


Monster kera raksasa dan Kuro beradu kekuatan hingga membuat ledakan angin yang kuat.


Kecepatan keduanya hampir sama, tetapi jika dlihat lebih cermat kecepatan Kuro berada di bawah monster ini.


“Kamu tidak apa-apa, kan?“ Rai menunduk dan bertanya kepada Lara yang ada di pelukannya.


Mata Lara terbuka dan ia menatap mata Rai yang samar terasa khawatir. Menenangkan hatinya yang berdebar kencang, Lara pun menjawab, “Aku baik-baik saja, Rai. Terima kasih telah menyelamatkanku~”

__ADS_1


__ADS_2