
“Huft ….“
“Tak terasa sudah tiga minggu satu hari di kota ini, tapi aku masih belum melihat batas kota ini.“
Berbaring di lantai gedung, lebih tepatnya di atap sebuah gedung yang telah rusak, Rai memandangi cahaya kecil yang bersinar di langit yang gelap.
Itu seperti bintang, tapi tak diketahui pasti benda apa di langit itu.
“Kurang lebih sembilan puluh kilometer telah aku lalui di kota ini selama tiga minggu lebih, tetap saja aku belum menemukan di mana batas kota Lhee Pusat yang besar ini.“
Selama tujuh hari ini setelah peristiwa terjadinya Reek Huuzer Crawler, Rai mempercepat penjelajahannya untuk mengejar waktu dan jarak untuk sampai ke kota Tujuah.
Apabila tidak seperti itu, Rai akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sampai ke tujuan utamanya.
Hasil penjelajahan cepat ini menghasilkan satu informasi penting bagi Rai, dan itu mengenai organisasi yang bernama “The Linzation”.
Banyak orang yang bertahan hidup di dunia ini ingin pergi ke kota ini, ibarat kota Tujuah adalah tempat tujuan terakhir mereka yang diidam-idamkan dan didamba-dambakan.
Segala sesuatu ada di sana, hidup aman dan tentram, tanpa harus khawatir keamanan diri sendiri.
Kota yang sangat diinginkan oleh semua orang di situasi dunia yang seperti ini.
“Oh iya, aku lupa sesuatu!“
Bangkit dari berbaring, Rai duduk di sisi pinggir atap dengan kaki melayang di udara.
“Buka jendela status!“
Layar hologram transparan muncul dan mengambang di hadapan Rai.
[Sistem Kebangkitan]
[Nama: Rai Caelan]
[Umur: 20 tahun]
[Level: 11] [137/1000 Exp]
[Kekuatan: 60 (+)]
[Kecepatan: 116 (+)]
[Ketahanan: 54 (+)]
[Mental: 78 (+)]
[Kemampuan yang Terbuka: 2]
[Kemampuan]
[1. Body of ??? Level 3]
[2. Majestic of Mind]
[3. ??? (Dibuka saat Host mencapai Level tertentu)]
[Item: Persediaan Makanan, Gambar dan Catatan]
[Koin Pembelian: 949] [Poin Atribut: 7] [Mall System]
“Kecepatanku meningkat drastis?!“
Rai tersentak karena terkejut setelah melihat atribut kecepatan miliknya yang berubah dan bertambah banyak dari atribut yang lain.
Pantas saja lima hari yang lalu dia merasa bahwa kecepatannya meningkat dua kali lipat. Serangan Huuzer Crawler dengan mudah dia hindari tanpa usaha yang banyak.
Tapi, kenapa bisa seperti ini?
“Apakah ini efek dari peningkatan kemampuan kebangkitan?“ Rai tersadar dan segera menyentuh nama kemampuan kebangkitannya pada layar hologram di depannya.
Segera layar transparan yang lain muncul di sebelah layar hologram yang pertama timbul.
Mata Rai bergerak membaca keterangan yang tercantuk pada layar transparan ini, tak sampai satu menit Rai berhenti membaca dan menganggukkan kepala.
“Pantas saja kecepatanku meningkat ….“ Rai mencoba menggerakkan pedang di tangannya dengan cepat “Ini memang karena efek dari kemampuan kebangkitan milikku yang telah mencapai level tiga. Efek itu adalah ….“
“… Peningkatan dua kali dari kecepatan asli.“
Tangan Rai menjadi sedikit berbayang saking dirinya mengayunkan pedang terlalu cepat.
Kecepatan aslinya berada di angka dua puluh sembilan, lalu dikalikan dua oleh efek pertama kemampuan kebangkitan body of ??? menjadi lima puluh delapan.
Ditambahkan lagi dengan efek dua kali kecepatan asli menjadi seratus enam belas.
Wajar jika dia merasakan bahwa kecepatannya telah meningkat dratis, ternyata karena ini sebabnya.
Juga peningkatan semua atribut telah meningkat dari dua poin menjadi lima poin setelah mencapai level sebelas, sebab itulah semua atribut Rai menambah lima poin.
Selain itu, poin atribut gratis juga bertambah yang sebelumnya tiga poin menjadi lima poin, angka yang serupa dengan kenaikan semua atribut setelah naik level.
Sangat sibuk mencari informasi dan membunuh para monster aneh berhari-hari, sehingga dia tidak sempat untuk memeriksa status atributnya terkini.
“Semakin lama semakin tinggi pengalaman atau experience yang dibutuhkan untuk naik ke level berikutnya.“
Pandangan Rai terpaku pada kolom exp pada layar transparan ini.
Semakin naik levelnya, experience atau pengalaman yang dibutuhkan juga semakin banyak.
Apalagi sangat sulit untuk mendapatkan pengalaman ini, dia harus membunuh ratusan Huuzer Crawler untuk bisa meningkatkan level. Itu pun hanya satu level setiap Huuzer Crawler, kalau beruntung dia bertemu dengan Big Huuzer Crawler dan Reek Huuzer Crawler. Tapi, untuk Corro Huuzer Crawler cukup langka, kini dia lebih percaya diri untuk membunuh monster berludah hijau itu.
Cukup berat menaikkan level.
“Mental harus ditingkatkan satu poin lagi, karena ini adalah atribut terpenting.“
__ADS_1
Tatapan Rai beralih pada atribut mental, menurutnya atribut mental sangat wajib ditingkatkan.
Bukan tanpa alasan Rai meningkatkan atribut mental, ini karena dia mempunyai alasan bahwa kemampuannya untuk sekarang ini sangat mengandalkan atribut mental untuk digunakan.
Majestic of Mind sangat perlu mental. Kemampuan ini juga sangat berguna di kondisi tertentu, seperti di posisi terpojok dan terdesak.
Minggu kemarin Rai menyempatkan diri untuk menambah atribut mentalnya satu poin saat bertarung dengan puluhan Huuzer Crawler. Saat itu mentalnya cepat terkuras, mau tidak mau Rai harus menambahkan poin atribut mentalnya.
Mengulurkan tangan kanannya, Rai menambahkan atribut mental memakai satu poin atribut gratis. Berarti secara tidak langsung dia menambah dua poin atribut ke mentalnya, ini efek dari kemampuan kebangkitan pertamanya.
Seketika kepala Agler terasa sedikit cerah, semua pikiran yang tidak perlu menghilang, seakan ruang di kepalanya telah meluas.
“Ayo Kuro kita masuk ke dalam tenda.“
Rai meninggalkan tepi atap dan menoleh kepada Kuro di sampingnya, lalu dia berjalan menuju tenda kemah yang telah terpasang di tengah atap.
'Miaw!' Kuro melompat kecil dan mengikuti Rai di belakang.
Membukakan tenda dan membiarkan Kuro masuk terlebih dahulu.
Sebelum masuk ke dalam tenda, Rai mengawasi area sekitar untuk memastikan bahwa diluar telah aman.
“Kamu ingin makan, Kuro?“
Ketika masuk ke dalam ruang tenda, Rai menemukan Kuro yang sedang menjilat-jilat perutnya.
Mengingat Kuro yang akhir-akhir ini suka sekali makan, jadi dia sengaja menawarkan makanan.
'Miaw?'
Kuro menoleh ke arah Rai yang sedang duduk di atas kasur.
“Kamu mau apa? Sebutkan saja.“ Rai tersenyum pada Kuro dan menatap kembali mata bulatnya.
'Miaw?'
“Ikan? Ikan Mujair Goreng?“ tebak Rai yang tidak tahu Kuro ingin memakan menu ikan yang seperti apa.
'Miaw!'
Kuro mengangguk cepat setelah mendengar makanan olahan ikan yang Rai sebutkan.
“Oke, kalau kau mau itu, Kuro.“
Mengambil tasnya, Rai memasukkan tangannya untuk mengambil makanan tersebut.
Minggu kemarin dia sempat membeli beberapa makanan dari Mall System, dan dia pikir dirinya pernah membeli makanan ikan mujair goreng.
Tidak sampai sepuluh detik mencari makanan, Rai langsung mendapatkan makanan tersebut.
Seperti biasa makanan yang dibeli dari Mall System telah dilengkapi piring berbahan plastik beserta alat makannya yang terbuat dari bahan yang sama.
Untungnya masih ada makanan yang tersisa setelah membeli sekali beli Mall System.
Rai bangkit dan mendekati Kuro untuk meletakkan makanan di depan Kuro.
Segera dengan nafsu makan yang tinggi, Kuro memakan ikan tersebut dengan ganas seperti sedang memangsa targetnya.
Melihat kerakusan Kuro yang sedang makan, Rai hanya bisa menggelengkan kepala.
Ingin bilang kepada Kuro untuk makan secara pelan dan menikmati, nampaknya percuma saja, karena sudah naluri Kuro sebagai Catzer seperti ini.
Berjalan kembali ke kasur, Rai memainkan ponsel super pintar untuk melihat beberapa foto yang telah dia dapatkan saat menjelajah tiga minggu lamanya.
(Gambar ini bukan milik author) (Ini hanya ilustrasi saja)
“Cukup bagus hasil jepretan ponsel ini, padahal aku tidak begitu melihat dengan jelas tata letak kamera di ponsel ini.“
Mata Rai terpaku pada layar ponsel canggihnya ini, menikmati hasil gambar yang telah diambil olehnya.
Alasan kenapa ia melakukannya, itu karena untuk kenang-kenangan apabila dia bisa kembali lagi ke dunia sebelumnya.
Jujur, Rai sampai saat ini masih merasa sedang seperti mimpi. Setiap bangun dari tidurnya dia merasa bahwa ini adalah mimpi, tapi kenyataannya berbeda.
Puas melihat gambar yang diambil, Rai ingin memainkan sebuah permainan di ponselnya.
Selang waktu setengah jam Rai bermain permainan di ponsel, dirinya merasa sedikit mengantuk.
Sebetulnya Rai tidak perlu tidur dan makan, karena dia akan tetap segar bugar tanpa kebutuhan manusia normal.
Sudah lama Rai mengetahui tubuhnya seperti ini. Sistem berkata bahwa hal ini adalah efek dari kemampuan pertamanya yang terbangun, Body of ???.
Tanda tanya ini masih membuat Rai sangat penasaran.
Rai terkadang bertanya-tanya apakah tubuh yang dimaksud adalah tubuh super, tubuh gajah, atau tubuh yang di luar nalar manusia.
Merasakan efek dari kemampuan ini, Rai percaya bahwa tubuh yang dimaksud pada nama kemampuannya itu luar biasa.
“Kau sudah makan, Kuro?“ Rai menoleh ke arah Kuro.
'Miaw'
Kuro menyahut dengan suara khas kucing.
Menjilati mulutnya dan kaki depannya, Kuro sedang sibuk memandikan diri sendiri.
Tatapan Rai fokus pada piring plastik yang ada di lantai.
Piring itu segera melayang, dan bersamaan dengan itu, sebuah lubang hitam tempat pembuangan sampah muncul.
Rai melemparkan piring ke dalam lubang hitam dengan kekuatan telekinesisnya.
__ADS_1
“Kau tidak mengantuk, Kuro?“ Rai berkata sambil memandangi ponselnya karena masih bermain permainan.
'Miaw'
Kuro berhenti menjilati tubuhnya, dan berjalan menghampiri Rai, lalu naik ke atas kasur.
Setiap malam, Kuro akan tidur di samping Rai. Kasur ini diperuntukkan dua orang atau lebih, masih cukup lega untuk dipakai bersama.
Juga, Rai berhenti bermain ponselnya, dan bersiap untuk istirahat malam.
“Selamat malam, Kuro.“
Rai mengucapkan selamat malam pada Kuro, lalu memejamkan matanya.
'Miaw'
Kuro membalas lalu meringkuk untuk tidur.
Baru sesaat Rai menutup mata, sebuah getaran halus terasa dari tempat tidurnya.
Pada awalnya Rai menghiraukan, akan tetapi getaran ini samakin kuat sehingga Rai terganggu tidurnya.
Mata Rai terbuka, dia segara duduk dan merasakan getaran ini.
“Ini dari luar?“
Turun dari kasur, Rai berdiri tegak di atas lantai, dan fokus merasakan getaran.
“Benar, ini dari luar!“ Rai langsung memakai sepatu, jaket, dan semua pakaiannya termasuk tas.
Tak lupa dia membangunkan Kuro yang masih tidur lelap.
“Kuro, bangun! Sesuatu telah terjadi di luar!“
Tangan Rai menggosok tubuh Kuro untuk membangunkannya.
'Miaw'
Kuro terbangun dan menguap saat pulih. Tanpa persetujuan Kuro, Rai mengangkat Kuro dan meletakkannya di bahu.
Dengan kakinya yang melangkah, Ia keluar dari tenda kemah, lalu ia segera membereskan tenda kemah dan memasukkan ke dalam ransel.
Setelah itu ia berlari menghampiri tepi atap, membungkukkan badan, melihat sesuatu yang ada di jalan besar di bawahnya.
“Huuzer Crawler?!“ Mata Rai melebar seketika dan terdiam.
Lalu ia berkata dengan nada yang tidak percaya, “Ribuan Huuzer Crawler!“
Di jalan besar tepat di bawah gedung yang Rai tempati, segerombolan Huuzer Crawler merangkak bersamaan seperti mengejar sesuatu di depannya.
Bisa diperkirakan bahwa Huuzer Crawler ini berjumlah ribuan ekor. Rai tidak takut dengan ribuan Huuzer Crawler ini, yang ditakutkan olehnya adalah dua Corro Huuzer Crawler dan belasan Big Huuzer Crawler yang ikut merangkak cepat di belakang gerombolan Huuzer Crawler biasa.
“Monster-monster ini sedang mengejar apa?“ Rai segera memicingkan mata untuk melihat sesuatu yang dikejar oleh rombongan monster ini.
“Kau lihat itu, Kuro?“ Rai bertanya pada Kuro dengan wajah terkejut.
'Miaw!'
Kuro mengangguk.
“Itu … manusia, kan?!“
Tiga sosok manusia sedang berlari sekuat tenaga di jalan, mereka mencoba kabur dari kejaran monster di belakangnya.
Mereka berlari ke arah utara kota.
“Aku ingin membantunya, tapi tidak ingin berurusan lebih dalam dengan mereka, dunia seperti ini sangat bahaya,” gumam Rai menatap gerombolan monster yang semakin menjauh. “Ayo kita memanen poin dan pengalaman malam ini, Kuro!“
'Miaw!'
“Hari ini kita akan begadang. Ayo kita mulai!“
Sosok Rai melesat bagai panah, dia berlari dan melompat dari bangun ke bangunan lain.
Bayangan hitam dengan cepat mengikuti gerombolan monster dari atas gedung.
Tidak lama Rai menyusul gerombolan monster dan berhenti di sebuah atap gedung.
“Sekarang!“
Rai mengangkat sebuah puing bangunan yang cukup besar dan melemparkan ke bawah tepat di atas ribuan monster.
Bang!
Puing bangunan itu menghancurkan puluhan monster dalam sekali benturan.
Monster yang tidak terkena serangan mendadak Rai langsung mencari sosok Rai.
Termasuk tiga manusia yang dikejar monster, mereka segera berhenti dan melihat ke belakang.
“Aku di sini, mangsaku!“
Rai melompat ke jendela gedung di sebelahnya, dan menuruni gedung dengan cara melompat dari jendela ke jendela.
Setelah meloncat ke jendela yang paling bawah, Rai dengan tanpa ekspresi takut melompat dari ketinggian belasan meter, dan terjun ke jalan.
“Siapa ini?!“
Ketiga orang itu memandangi Rai di depannya dengan tatapan heran dan penasaran.
Rai berdiri di depan para Huuzer Crawler lemah dengan wajah santai.
“Kau siap, Kuro?“
__ADS_1
'Miaw!'