LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 93: Berenang di Sungai


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama untuk keduanya menemukan tempat yang cocok untuk singgah sesaat.


Mereka berdua meletakkan tas dan senjatanya di bawah pohon yang lumayan besar, terdapat rumput hijau yang tidak begitu basah, seharusnya aman meninggalkan barang-barang di sini.


“Kamu ingin berenang, Rai?“ tanya Lara yang sedang duduk di antara tas mereka berdua.


Rai berdiri di pinggir sungai yang airnya berasal dari aliran ai terjun sedang mengamati ikan-ikan dan lingkungan sekitarnya.


“Ya, kamu?“ jawab Rai dan kembali bertanya.


Mendengar pertanyaan Rai, Lara menggelengkan kepalanya. “Kamu saja, aku mungkin nanti.“


“Oke, kalau begitu.“ Rai mengangguk dan berbalik badan, ia berjalan menuju Lara.


“Bagaimana airnya? Apakah aman?“


“Aku rasa airnya aman, lagi pula aku perhatikan air di sini tidak dalam. Aku bisa melihat dasarnya.“ Rai berdiri di depan Lara yang sedang duduk dan mengangguk.


“Lalu, kenapa kamu ke sini?“ Lara heran dengan Rai yang berdiri di depannya.


“Aku ingin melepas pakaian, lebih baik tutup matamu.“ Rai siap melepaskan hoodie dan pakaiannya.


“Kenapa harus di sini?“


“Itu karena tas milikku di sini.“


“Emm, oke. Seperti apa yang kamu mau.“ Lara menutup matanya dengan kedua tangannya sembari ia menundukkan kepala.


Melihat Lara telah menutup matanya, Rai segera melepaskan semua pakaiannya kecuali celana kolor yang adalah celana untuk seorang boxer.


Seluruh otot tubuh atas terpampang jelas tanpa ada yang menutupinya lagi, otot paha kaki masih terlihat sedikit karena tertutup oleh celana kolor.


“Tunggu aku suruh, kamu boleh membuka mata.“


“Oke.“ Lara mengangguk dan menurut.


Perlahan Rai berjalan menuju sungai aliran air terjun, dan ia memasukkan diri ke dalamnya.


Rai merasa dingin setelah masuk ke dalam air ini, tetapi tidak terlalu dingin, kira-kira suhunya berada di 25 derajat Celcius.


Kedalamannya hanya ada sepinggang Rai, jika ingin berendam ia harus berjongkok.


Aliran air terjunnya tidak deras seperti yang Rai lihat, ternyata air di sini cukup tenang. Berendam di sini seperti berendam di tempat wisata air terjun di Bumi, lebih tepatnya di Bogor, Indonesia.


“Sekarang kami boleh membuka mata.“


Suara Rai terdengar di telinga Lara, kelopak mata Lara bergerak pelan-pelan hingga terbuka seluruhnya.


Segera, Lara bisa melihat kepala Rai di aliran air terjun dengan rambut yang basah. Ketampanan wajah Rai tidak berkurang meskipun rambutnya basah dan tidak beraturan.


“Bagaimana airnya, Rai? Apakah sejuk atau dingin?“ Lara bertanya dengan rasa penasaran.


“Cukup sejuk, airnya pun jernih,” jawab Rai sambil mencoba berenang santai.


Melihat Rai yang asyik berenang, membuat Lara terpincut ingin berenang juga, tetapi ia malu untuk berenang berdua dengan Rai.


Tidak mungkin untuk bertelanjang, ia tidak punya pakaian renang, dan pakaiannya hanya ada dua dan itu kaus hariannya.


“Rai!“ Tiba-tiba Lara memanggil Rai yang tengah berenang.


“Ya?“ sahut Rai di sungai.


“Apakah tas milikmu selain terdapat makanan juga terdapat pakaian?“ tanya Lara yang pipinya lambat-laun berubah merah.


“Mungkin ada, aku belum memeriksanya. Kenapa?“


Rai belum memeriksa Mall System lebih lanjut, tetapi yang Rai tahu hoodie dan bajunya ada di Mall System.


“Aku ingin berenang, tetapi tidak ada baju pengganti. Apakah ada pakaian lain? Pakaian wanita yang dikhususkan untuk berenang atau pakaian pria juga tidak apa-apa, asalkan kering.“


“Sebentar aku periksa.“ Rai berenang ke pinggir sungai.


Kemudian ia berdiri dan naik ke daratan dengan santai.


Namun, Rai tidak tahu bahwa pandangan Lara terfokus pada tubuhnya yang penuh otot yang ramping dan kuat. Setiap sudut otot dan lekukannya yang indah dilihat oleh Lara dan bahkan Lara tidak sengaja melihat ular besar yang tercetak oleh celana kolor Rai yang basah di antara kedua kaki Rai.

__ADS_1


Wajah Lara sudah memerah bagai kepiting rebus selama puluhan jam, bisa dilihat terdapat asap yang keluar samar-samar dari wajahnya.


Rai tidak sadar akan hal ini, ia berjalan dan meraih tasnya.


Ia bertekuk lutut dan memasukkan tangannya ke dalam tas untuk berpura-pura mencari pakaian, padahal ia sedang mencari pakaian di Mall System.


Setelah sekian lama Rai mencari akhirnya ia menemukan beberapa pakaian renang khusus wanita di Mall System. Rai heran kenapa sistem menyediakan pakaian renang dan semua pakaian wanita. Tidak hanya pakaian wanita, ternyata banyak pakaian yang ada di Bumi ada di di sini.


Rai menoleh dan memandangi pakaian Lara yang sudah usang dan mungkin bau. Tak perlu berpikir lagi, Rai membeli tiga kemeja abu-abu lengan pendek dan tiga celana hotpants berwarna hitam, pakaian ini sama dengan pakaian yang suka dipakai Lara, lalu ia membeli satu pakaian renang yang berjenis one piece berwarna hitam.


Pakaian renang ini satu set, bagian dada dan CD menyatu, tidak terpisah. Pakaian renang ini mirip dengan jumpsuit, hanya saja mudah kering ketika terkena air.


Begitu Lara melihat Rai mengeluarkan tiga set pakaian harian yang persis sama yang dipakainya dan satu pakaian aneh, ia terpana dan takjub.


Ternyata tas ini memiliki pakaian wanita juga selain makanan dan minuman.


“Ini pakaian harianmu, pakaianmu yang usang yang disimpan di dalam tas lebih baik kamu buang dan beberapa barang yang tidak penting kamu buang saja, atau kamu boleh menyimpan barang-barang tersebut di tasku.“


Rai menyerahkan pakaian yang sudah rapih tersebut kepada Lara. Tangan Lara menjulur dan mengambil semua pakaian ini.


“Terima kasih, Rai,” kata Lara yang berterima kasih dengan tulus.


Mata Lara berbinar ketika melihat pakaian-pakaian ini, ia merasa senang ketika melihat pakaian yang berikan oleh Rai begitu bersih dan wangi.


Lata langsung memisahkan barang-barang yang tidak penting dan pakaian lamanya, lalu ia memberikan barang-batang tersebut kepada Rai.


Pakaiannya yang bersih dan baru ini Lara masukkan ke dalam tasnya, setelah itu ia sisihkan satu set pakaian yang baru tersebut untuk dipakai nanti.


Lara melihat-lihat keseluruhan pakaian renang berwarna ungu dan hitam, dan ia menatap Rai seraya bertanya, “Ini? Pakaian apa ini, Rai? Bentuknya sangat aneh dan … sedikit vulgar.“


“Itu pakaian khusus renang, mudah kering dan tidak perlu dijemur lama di bawah sinar panas ini,” jawab Rai sembari meletakkan tasnya kembali ke tempat semula.


“Pakaian khusus renang?“


Lara baru melihat pakaian renang yang panas seperti ini tampilnya.


Saat Lara memandang pakaian renang, Rai sudah berjalan menuju sungai yang terdapat air terjun rendah.


“Kalau kamu tidak suka, kamu bisa meletakkannya di atas tas milikku,” ujar Rai yang sedang berjalan.


Begitu mendengar kata-kata Rai ini, Lara menjadi bimbang dan bingung. Bingung karena tidak tahu pilihannya ingin berenang mengunakan pakaian khusus ini atau pakaian hariannya yang sekarang dikenakan.


Akhirnya ia memutuskan pilihan di antara dua pilihan yang ada.


Lara bangkit dan berjalan ke belakang pohon, ia bersembunyi dari Rai supaya tubuhnya tidak dilihat oleh Rai ketika dirinya sedang melepas baju.


Rai tidak tahu ini, ia sedang bersenang-senang sendiri dan bersantai di aliran air sungai yang sejuk.


Beberapa ikan sungai yang habitatnya di air tawar ikut berenang dengan Rai, mereka tampak senang dengan adanya Rai di sini.


Sementara itu, Kuro sedang asyik tidur di atas pohon tempat tas Rai dan Lara berada. Kuro memang tidak suka dengan air, diajak beberapa kali pun ia enggan untuk berenang.


Tepat ketika Rai sedang berenang dengan gaya katak, sesuatu benda terjatuh ke dalam air dan bunyinya terdengar oleh Rai.


Sontak Rai berhenti berenang dan melihat ke arah suara itu berasal.


Saat mata Rai bergerak mengamati sekitar sungai, ia langsung dilihatkan sosok wanita yang cantik sedang berendam dekat pinggir sungai.


Rambut hitam yang panjang dikibaskan hingga air terciprat ke segala arah, wajah cantik wanita tersebut begitu cantik, air yang mengalir di antara hidungnya menambah kesan yang indah.


Akan tetapi, ada suatu yang mengganggu dari sosok wanita ini, yaitu tubuhnya.


Tubuh wanita yang dibalut pakaian renang yang ketat ini begitu seksi, bagian tubuh yang seharusnya berisi itu diisi dengan tepat, boba Wanita ini sangat besar hingga Rai bisa melihat belahan boba tersebut dengan jelas, kulit wanita ini begitu putih dan mengkilap bagaikan kaca yang terkena sinar mentari.


Secara keseluruhan, wanita ini adalah wanita yang paling seksi dan sesuai dengan tipe yang Rai sukai.


Wanita itu adalah Lara yang memutuskan untuk berenang mengenakan pakaian renang yang diberikan Rai.


Lara langsung tersipu ketika melihat sorot mata Rainyang yang terfokus pada dirinya. Segera ia mencelupkan seluruh tubuhnya ke dalam air agar Rai tidak melihat sosoknya.


“Lara?“ kata Rai tanpa sadar.


“Iya, ini aku.“ Lara mengangguk dan menatap wajah Rai dengan pipi memerah.


“Kamu terlihat berbeda sekali.“

__ADS_1


“Berbeda? Maaf aku tidak secantik wanita yang lain.“


“Tidak, sekarang kamu jauh lebih cantik dari sebelumnya,” ucap Rai ringan dan jujur.


Dalam sekejap, jantung Lara berdebar-debar setelah mendengar pujian Rai.


Ia menenggelamkan diri agar ekspresi malunya tidak dilihat oleh Rai, tetapi … sesuatu hal yang tidak terduga terjadi.


Tiba-tiba, sebuah bayangan hitam besar di bawah air sedang berenang mendekati Lara.


Rai yang mengetahui ini segera beraksi dengan cepat dan segera berenang cepat menuju Lara.


Tepat begitu sesuatu bayangan hitam besar ini hendak memunculkan sosoknya, Rai sudah memeluk Lara dan menghindari serangan tiba-tiba ini.


Boom!


Aliran tenang air sungai diledakkan oleh sesuatu makhluk yang besar hingga cipratan air yang besar membasahi pinggir sungai, untungnya barang-barang Rai dan Lara tidak terkena dampaknya.


Makhluk aneh yang seperti berang-berang berukuran raksasa dan beberapa anggota tubuhnya gang yang tidak normal muncul di tempat Lara berendam.


Berang-berang ini memiliki 4 mata dan sirip ikan yang memanjang hingga ke ekornya, kukunya pun panjang, dan seluruh tubuhnya memiliki panjang tanpa ekor atau tinggi badan berkisar 3 meter.


“Terima kasih, Rai~”


Lara yang sedang dipeluk erat oleh Rai mengucapkan terima kasih kepada Rai karena telah menyelamatkannya.


Ia sepertinya melakukan kecerobohan lagi.


Rai dan Lara begitu dekat, tubuh mereka saling berdekatan hingga boba besar Lara menempel di otot perut Rai, tangan Rai pun melingkari pinggang Lara dan masih belum dilepaskan.


Mata Rai masih terfokus pada monster yang muncul, dan tidak memerhatikan gerakannya sendiri.


Lara menenangkan dirinya agar tidak panik dan salah tingkah karena gerkaan Rai ini, ia mencoba untuk menahan posisinya dan membiarkan tubuhnya dikendalikan oleh Rai.


Bang!


Monster berang-berang tersebut menyerang Rai lagi dengan tiba-tiba, tetapi itu masih bisa dihindari oleh Rai dengan mudah.


Rai menendang dasar sungai hingga Lara dan Rai terangkat dan terbang menuju pinggiran sungai.


Tangan Rai memegangi pinggang ramping Lara dengan kuat dan lembut untuk bisa membawa Lara bersamanya, sedangkan Lara memejamkan matanya dan memeluk Rai dengan erat agar bisa ikut melompat bersama Rai.


“Lara? Kamu tidak apa-apa, kan?“ Rai bertanya kepada Lara yang sedang memeluk erat perutnya.


“Eh, aku baik-baik saja.“ Lara dengan cekatan melepaskan pelukannya dengan Rai dan berdiri menjauh.


“Kalau begitu kamu pergilah ke tempat tas kita berada dan jaga barang-barang, aku akan memancing monster ini untuk menjauh dari sungai.“


“Baik, aku mengerti!“


Di detik berikutnya Rai dan Lara bergerak sesuai dengan tugasnya masing.


Rai mendekati monster berang-berang yang masih di dalam air dan mencoba memancingnya keluar, dan Lara berlari menuju tas dan barang dan mencoba mengamankannya.


Kuro yang mendengar kegaduhan ini sontak terbangun dan berlari mendekati Rai, berniat untuk membantunya.


lambat-laun monster berang-berang tersebut terpancing oleh gerakan Rai yang mendekat dan menjauh sembari membawa ikan dan mengeluarkan darah ikannya.


Bau darah dan amis ini membuat monster terpikat sehingga ia terus mencoba meraih dan menyerang Rai, hingga pada akhirnya Rai berhasil membuat berang-berang ini menjauh dari sungai.


Kuro yang belum bergerak dan masih berukuran kecil akhirnya menampilkan keganasannya.


Tubuhnya menjadi besar sampai melebihi ukuran berang-berang raksasa.


Rai sudah memberi instruksi kepada Kuro untuk memintanya berurusan dengan monster satu ini.


“Silakan mangsa dia, Kuro. Aku akan mengamatinya dari sini,” kata Rai yang duduk di atas dahan pohon yang tebal.


Roarr!


Segera, auman Kuro memprovokasi berang-berang itu dan mereka berdua bertarung.


Sementara itu, Lara yang bertugas untuk menjaga tas ikut dengan Rai yang sedang menikmati pertarungan dua raksasa.


Lara yang masih mengenakan pakaian renang itu mencoba menaiki pohon, tetapi ia kesulitan sehingga Rai harus turun dan membantunya.

__ADS_1


Kontak fisik antara keduanya terjadi lagi, tetapi Lara sedikit bisa mengontrol perasaannya agar tidak terlalu berlebihan dan juga tidak begitu malu memperlihatkan sosoknya yang seksi kepada Rai.


Lagi pula Rai tidak begitu memerhatikan tubuhnya, hanya di awal saja, dan ia merasa nyaman seperti ini.


__ADS_2