LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 111: Berjalan Konstan


__ADS_3

Keduanya bangun di pagi hari, seperti biasa Rai yang pertama kali bangun, mendahulukan Lara.


Sarapan pagi mereka laksanakan sebelum pergi bertualang jauh. Tak perlu memakan makanan yang berat, cukup sereal dan susu untuk mengisi energi. Apabila terlalu kenyang, ditakutkan makanan yang sudah ditelan kembali keluar karena terkocak oleh aktivitas mereka yang pastinya banyak bergerak, terlebih jika ada monster.


Lara dan Kuro keluar lebih dahulu meninggalkan Rai yang masih di tenda kemah.


Setelah membersihkan bekas sampah sarapan, Rai pergi keluar dari tenda sambil membawa senjata Methuragon di tangannya.


Begitu keluar dari tenda kemah, Rai langsung menggulung tenda kemah menjadi kecil dan memasukkannya ke dalam tas, lalu ia berbalik menghadap Lara yang sedang berdiri di dekat jendela. Ruangan tempat tenda berdiri adalah ruangan kamar yang cukup besar.


“Ada apa di luar?“ tanya Rai yang perlahan berjalan mendekati Lara.


Lara menoleh melihat Rai dan menjawab, “Tidak ada apa-apa masih sama dengan kemarin, cuacanya pun mulai panas, tak ada bedanya.“


“Ayo kita pergi selagi langit belum terang benderang!“ ajak Rai kepada Lara dan berjalan keluar ruangan.


Sambil membawa Kuro di pelukannya, Lara keluar dari ruangan dan mengikuti Rai di belakang.


Bangunan ini merupakan sebuah bangunan hotel, entah berapa bintang yang dimiliki oleh hotel ini, tetapi Rai berpendapat bahwa hotel ini berada di kelas bintang tiga atau empat.


Pasalnya, hotel ini tidaklah mewah ataupun lusuh, interiornya standar dan tidak begitu mencengangkan, tipikal hotel yang berada di tengah-tengah antara mahal dan murah.


Lantai bangunan juga lumayan banyak, tidak berlebihan. Namun, dalam satu lantai memiliki belasan bahkan menembus puluhan kamar, ini sangat luar biasa. Rai dan Lara butuh waktu ekstra untuk memeriksa sebagian kamar di hotel tak terawat ini.


Pada saat ini, mereka berdua menuruni tangga darurat untuk bisa sampai ke lantai dasar. Ruangan tempat tenda kemah berada di lantai yang cukup tinggi. Jadi, mereka agak lama untuk bisa keluar dari gedung hotel satu ini.


Hotel ini cukup beruntung, sebab tidak runtuh dan hancur, lebih lagi minim kerusakan. Mungkin karena letak lokasi gedung ini di tengah kota, monster-monster yang datang tidak begitu banyak datang ke sini. Berbeda dengan bangunan yang ada di pinggir kota, secara tidak langsung bangunan tersebut menjadi penahan atau tameng cadangan untuk kota setelah tembok hancur.


Sesampainya di bawah, Rai dan Lara berangkat ke arah timur kota.


Mereka berdua tidak terpaku dengan mendapatkan barang yang penting dalam perjalanannya ini, fokus untuk keluar dan meninggalkan kota Mopulu yang panas.

__ADS_1


Kota di sini benar-benar mudah membuat orang dehidrasi, setelah berjalan menempuh jarak puluhan kilometer sambil membantai monster-monster, Lara dan Rai sudah menghabiskan puluhan botol air minum. Beberapa kali juga Lara buang air kecil di perjalanan. Tentu saja Rai tak mengintip.


Sehabis buang air kecil, Lara membilas dengan air minum, dan air seninya diguyur oleh air minum yang bersih, tak lupa juga dikeringkan itu Lara dengan tisu. Berlaku juga untuk buang air besar, tetapi membutuhkan air yang lebih banyak.


Rai sudah menyediakan barang-barang kebutuhan ini untuk Lara, dirinya sendiri tak membutuhkan, sebab semua makanan yang dimakan diolah seluruhnya menjadi energi, ampas pun tak terkecuali.


Jalan ini sangat padat, membuat medan pertempuran melawan monster menjadi sempit dan tidak leluasa, bagi Rai ini bukan suatu masalah, ia belajar mengendalikan medan pertempuran agar tidak unggul karena kekuatan dan keterampilan, pengendalian medan juga diperlukan agar ia bisa mendominasi lawan.


Terasa dingin tanpa keraguan itu menebas berbagai monster yang mencoba menyerang Rai, semuanya dibabat habis oleh kedua pedang yang ada di tangan Rai, Lara membantu Rai sedikit karena memang sudah aturan tak tertulis di dalam tim Rai.


Bukan apa-apa, apabila Lara banyak membunuh monster otomatis Rai mendapatkan sedikit koin dan exp, sebab pembunuhan Lara tak dihitung oleh sistem, alasannya Lara bukan tim resmi yang diakui sistem.


Hanya ada Kuro yang merupakan anggota tim resmi Rai. Sudah mencari beberapa fitur yang ada di panel sistem, tetapi ia tak menemukan fitur pesta atau party. Pada dasarnya, sistem ini memang bukan sistem yang sepenuhnya mirip dengan sistem dalam gim.


Posisi mereka yang titik awalnya di tengah kota, kini berpindah ke sedikit pinggir kota bagian timur. Mereka benar-benar konsisten dan intens, tidak berhenti berjalan meskipun sedang menghadapi banyak monster. Semua itu berkat Rai yang membuka jalan.


Tidak peduli monster berjenis apa yang menghalangi jalannya, Rai tetap membunuhnya dengan cepat dan tepat, tak bertele-tele dan langsung pada intinya, bunuh dan terus membunuh dengan cepat.


[Ding! Bunuh 23 Huuzer Crawler Earth (E-). Dapatkan +368 Exp, +368 Koin!]


Prompt sistem yang Rai tunggu-tunggu akhirnya datang, Rai menghembuskan napas pendek dan merasa lega. Kurang dari satu minggu ia masih bisa naik satu level. Rai memiliki pikiran yang pesimis bahwa satu minggu ini akan sulit untuk naik level, sebab ia melihat banyak faktor yang membuatnya memiliki pikiran tersebut, dari lingkungan kota ini dan medan panen yang diambil.


Perasaan hangat yang beberapa hari yang lalu tidak dirasakan sekarang muncul dan menempa tubuh Rai menjadi lebih kuat.


Kepadatan sel tubuh Rai makin padat sehingga ia tak mudah terluka oleh serangan yang di bawah kekuatannya.


Kemampuan kebangkitan “Body of ???“ mempunyai efek kebal dari racun.


Resistensi yang didapatkan dari kemampuannya cukup banyak, dari ketahanan terhadap virus Neuss, penyakit, dan kali ini racun.


Mulai detik ini, Rai tak perlu lagi takut dengan monster Scorzer yang memiliki racun di buntutnya, tubuhnya kebal dari racun.

__ADS_1


Namun, Alseenio sebelumnya masih skeptis dengan kemampuan resistensi racun ini. Dari pertempuran yang baru saja terjadi, Rai sudah mendapatkan keyakinannya terhadap kemampuannya satu ini, tubuhnya benar-benar kebal dari racun.


Racun Scorzer yang mematikan dan dosisnya sangat besar puluhan kali lipat dari kalajengking normal, itu tidak berarti apa-apa bagu tubuh Rai, seolah-olah di dalam tubuh Rai racun tersebut dihajar oleh sesuatu sehingga racun tidak bisa menyakiti Rai.


Rai dan Lara berjalan lagi menuju ke arah timur kota selepas membantai monster-monster, dan itu terus dilakukan oleh keduanya sampai keesokan harinya.


“Akhirnya kita melihat tembok kota hancur ini dari dekat,” ucap Lara sambil menatap tembok kota yang hancur. “Perjalanan sangat cepat, tak terasa sudah sampai di sini.“


“Memang tujuan kita seperti itu, perjalanan ini sukses dilakukan,” sahut Rai menatap tembok besar di depan.


“Benar. Ayo kita melewati tembok besar ini terlebih dahulu!“ Lara mengajak Rai untuk keluar dari kota melalui tembok yang rusak ini.


Keduanya keluar dan berhenti tidak jauh dari luar tembok kota Mopulu.


“Mulai dari sini kita berganti arah, tidak lagi ke timur, melainkan ke arah tenggara.“ Lara menunjuk ke arah tenggara setelah melihat kompas di layar ponsel Rai.


“Oke. Ayo kita pergi!“ Tanpa basa-basi terlebih dahulu, Rai berjalan mengikuti arah tenggara sesuai dengan jarum kompas.


Lara berjalan di belakang Rai sambil melihat-lihat sekeliling.


Lingkungan di luar kota Mopulu masih sama dengan di dalam kota, panas dan gersang, debu beterbangan begitu ada angin hangat yang berhembus kencang.


Tak lama berselang, mereka berjalan berjam-jam sampai hari agak gelap, kondisi alam perlahan berubah, pohon-pohon mulai banyak yang bertumbuh di samping jalan setapak yang keduanya buat.


Melihat banyak pohon yang hidup, mulut Lara membentuk senyuman, ia senang dengan kondisi alam di sini, akhirnya ia tak lagi kepanasan seperti beberapa hari yang lalu, sangat merepotkan dan menyiksa.


Mereka berdua mencari tempat yang aman di tengah hutan yang sedikit rindang ini, tujuannya untuk mendirikan tenda kemah.


Sebelum membangun tenda, Rai dan Lara memeriksa area sekitar dalam radius setengah kilometer dari tenda sebagai pusatnya. Meskipun berlebihan, itu memang diharuskan agar aman ketika mereka masuk ke dalam tenda.


Rai dan Lara juga membuat tenda menjadi samar-samar di tengah hutan, caranya dengan meletakkan daun-daun di atas tenda kemah supaya dari jauh terlihat seperti tumpukan daun.

__ADS_1


Lepas rencana itu semua diterapkan, mereka berdua masuk ke dalam tenda dengan keadaan hati yang tenang, lega, dan nyaman.


Sudah waktunya mereka untuk istirahat.


__ADS_2