
Apa yang dilakukan oleh tiga pria ini memang sulit dimaafkan. Pada intinya kejahatan itu tidak akan diterima oleh setiap manusia, terlebih membunuh dan menyiksa yang tidak mencerminkan perilaku manusia yang semestinya.
Setelah memeriksa kedua tas milik kedua pria yang telah mati itu, tidak ada barang yang dapat diambil oleh Rai, beberapa barang rusak bahkan makanan daging yang dibungkus oleh kain langsung hancur tak beraturan, beberapa baju dan majalah dewasa masih aman tidak begitu rusak, namun Rai tidak mengambilnya karena tidak berguna baginya.
Selain itu ada beberapa peralatan rumahan yang dimodifikasi menjadi senjata, barang ini berguna untuk orang lain, bagi Rai itu tidak berarti apa-apa.
Suara Sistem telah mengirimnya pengingat pembunuhan yang ia lakukan, mereka bertiga hanya bernilai satu pengalaman dan satu koin masing-masing, total tiga pengalaman dan tiga koin yang didapatkan dari membunuh mereka bertiga.
Sama poinnya dengan poin membunuh Loret dan Flank, semua manusia yang dibunuh olehnya mendapatkan imbalan 1 Pengalaman dan Koin Pembelian.
Tentu itu rugi bagi Rai, usaha dan tenaganya sia-sia tanpa hasil yang besar.
Menatap ke jasad yang masih menempel di lubang retakan pada tembok lantai dua sebuah gedung, Rai segera mendekatinya untuk memeriksa tas yang terakhir.
Kedua wanita yang dibunuh oleh pria brengsek tersebut tidak membawa apa-apa selain pakaian yang dikenakan.
Menendang lantai, sosok Rai meluncur ke atas menuju tempat mayat pria tersebut melekat.
Tepat ketika ketinggian lompatan setara dengan tinggi mayat itu, tangan Rai menyambar tubuh tersebut dan membantingnya ke bawah.
Bum!
Tubuh dengan kepala yang hancur itu mendarat keras di antara mayat kedua tubuh temannya.
Rai jatuh di lantai dan segera bergegas untuk mengecek tas.
Selepas memeriksa tas terakhir, di sana ia mendapatkan secarik kertas catatan seseorang dan secarik kerta koran berita.
Begitu Rai membaca robekan catatan ini, ia mendapatkan informasi mengenai Kota Lhee Utara dan sebuah danau.
“Kota Lhee Utara disebut Kota Hujan kedua?“
Di dalam catatan seseorang yang tidak diketahui namanya mencantumkan bahwa Kota Lhee Utara adalah kota hujan kedua.
Tetapi di kertas ini tidak menyebutkan kota hujan yang pertama itu kota apa.
Tidak ada keterangan yang lebih lengkap mengenai hal tersebut, tetapi dengan ini Rai bisa tahu bahwa di Kota Lhee Utara memang kerap kali hujan, curah hujan yang tinggi membuat kota ini ditumbuhi tanaman merambat, karena kandungan airnya yang banyak memudahkan tanaman untuk tumbuh, dan itu juga membuat monster seperti serangga yang suka dengan tempat lembap bersarang di kota ini.
Roachzer contohnya, ia merupakan monster berbentuk serangga, Rai baru pertama kali melihat monster itu di kota ini, di Kota Lhee Pusat Rai sama sekali tidak menemukan monster yang serupa.
Secarik kertas berikutnya adalah robekan dari koran berita.
Dalam koran berita ini tertera informasi mengenai sebuah kejadian alam sebelum akhir dunia terjadi.
Di antara Kota Talu dan Kota Sawelas terdapat danau besar yang luasnya mengalahkan daerah Talu, bisa dikatakan danau ini bagaikan laut yang dibendung oleh daratan karena tata letaknya ada di tengah daratan.
Sangking luasnya danau ini, dari peta tampak seperti pulau yang terdiri dari air, sebab luas danau ini seluas pulau, lebih tepatnya seluas pulau besar.
Danau ini diberitakan bahwa air di danau akan perlahan meluap ke antara dua kota yang menghimpit tersebut, jadi air meluber ke daratan hingga membuat sebagian daratan terendam.
Akan tetapi, di koran ini tidak dijelaskan kapan peristiwa itu pasti terjadi, keterangan pada koran hanya ada kata “Akan” yang artinya itu nantinya terjadi dalam kurun waktu tertentu di masa depan, pada saat koran ini dibuat danau tersebut masihlah belum meluap.
“Ini sudah belasan tahun setelah koran usang berwarna kuning ini dibuat, kemungkinan besar danau itu sudah meluap.“ Rai bergumam sembari melihat selembar kertas koran atau kabar berita di tangannya.
Rai melipat dua kertas itu dengan rapih, dan setelahnya ia masukkan ke dalam tas penyimpanan.
Begitu matanya bergerak ke sekitar, Rai menemukan Kuro yang sebelumnya tidak ikut dirinya menyerang kini sedang berdiri di dekat tiga mayat pria yang menantang Rai, terasa jelas dari mata Kuro yang tampan merindukan daging.
“Kau makan saja Kuro, aku akan menunggu di sana,” ujar Rai lalu menunjuk sebrang jalan di deretan bangunan tempat persembunyian Rai barusan.
'Miaw!' Kuro langsung bersemangat dan mengubah bentuk tubuhnya menjadi lebih besar.
Melihat Kuro yang begitu fanatik dengan daging, Rai tidak berdaya dan tidak bisa melarangnya, sebab tiga pria tersebut adalah Evolver atau orang yang membangkitkan kekuatan, Sistem memberitahukan kepadanya pada saat membunuh ketiganya.
__ADS_1
Daging yang membangkitkan kekuatan juga dapat meningkatkan kekuatan Kuro, jadi tidak masalah untuk Kuro makan, lagipula pria-pria tersebut jahat.
Rai berjalan menuju bahu jalan dan berhenti di sana, berbalik menghadap Kuro yang sibuk dengan makanannya.
Kurang dari 10 menit Kuro mendatangi Rai yang berdiri melihat ponsel di tangannya, dalam tubuh anak kucing dia mengeong pada Rai.
“Sudah?“ Rai mematikan ponselnya dan menoleh ke bawah.
'Miaw!' Kuro mengangguk, ia telah menghabiskan tiga pria bejat itu dengan gigitan demi gigitan.
Kini daging pria-pria tersebut sedang diolah menjadi kekuatan di dalam perut Kuro.
“Kalau begitu, ayo kita pergi ke bangunan ini, dan tidur di atapnya.“ Rai menunjuk ke bangunan yang ada di sebelah bangunan tempat persembunyian Rai.
Karena sudah malam, lebih baik sekarang tidur, waktu belum memasuki tengah malam dan masih ada waktu untuk melakukan eksplorasi singkat.
'Miaw!'
Tiba-tiba Kuro ada di bahu Rai dan berseru dengan mengeong penuh semangat.
Rai dan Kuro meninggalkan jalan, masuk ke dalam gedung berlantai puluhan yang penunh lumut dan tanaman merambat.
[Ding! Bunuh 3 Roachzer (F+). Dapatkan +12 Exp, +12 Koin!]
[Ding! Bunuh 8 Huuzer Licker (F+). Dapatkan +40 Exp, +40 Koin!]
[Ding! Bunuh 3 Huuzer Licker (F+). Dapatkan +15 Exp, +15 Koin!]
[Ding! Bunuh 5 Roachzer (F+). Dapatkan +20 Exp, +20 Koin!]
….
Rentetan pengingat Sistem berbunyi di kepala Rai, pembunuhan yang dilakukan terus dijumlah oleh Sistem satu demi satu.
Cukup banyak untuk peningkatan level ke selanjutnya.
Masih ada setengah pengalaman yang harus didapatkan untuk bisa menaikkan level ke berikutnya, makin tinggi level makin banyak pula pengalaman yang harus diperoleh.
Beruntungnya Sistem tidak mengurangi sumber pengalaman pada setiap monster. Ada sebuah Sistem yang makin kuat karakter makin kecil sumber daya yang dikeluarkan oleh monster.
Contohnya, ketika Rai membunuh Roachzer di level sekarang akan mendapatkan 4 Exp dan Koin, namun ketika Rai sudah berada di level yang paling tinggi, ketika membunuh Roachzer lagi ia tidak akan mendapatkan 4 Exp dan Koin, Sistem akan mengurangi pendapatan.
Tetapi, Sistem yang dimiliki Rai tidak seperti itu, ia tetap stabil dan konsisten, nilai monster yang dibunuh bersifat konstan tidak ada lonjakan penurunan.
Bersyukur Rai mendapatkan Sistem yang benar-benar mendukungnya, terlebih ada banyak makanan di Mall System, tidak perlu lagi ia mencari makanan di dunia yang sudah hancur.
Rai duduk di pinggir atap gedung sama seperti hari-hari sebelumnya.
Pada malam hari di Kota Lhee Utara tidak turun hujan jadi Rai bisa tenang menikmati panorama kota yang tampak seperti kota berhantu yang sudah ditinggal oleh penduduk setempat.
Dengan secangkir cokelat panas Rai begitu menikmati waktu santainya, di dunia ini Rai tidak merasa seperti sedang berjuang untuk hidup, melainkan jalan-jalan atau liburan.
Meski demikian, Rai sudah melewati beberapa kali pengalaman yang hampir membuatnya mati, luka berat dan rasa sakit teramat sangat jelas dirasakan oleh Rai di dunia ini, entah jiwa dan fisik keduanya memang dibombardir oleh rintangan yang ada di dunia ini.
Sedangkan Kuro masih memakan beberapa potongan daging berbentuk kotak dari daging monster, ia juga sepertinya menikmati perjalanan.
Sesudah waktu santai itu, Rai dan Kuro mendirikan tenda kemah dan tidur di dalamnya.
Tanpa sadar tiga hari berlalu begitu saja.
Rai bersama Kuro telah melakukan perjalanan menuju arah timur laut Kota Lhee Utara.
Hari ketiga ini Rai rasa hari terakhir ia menginap di Kota Lhee Utara, sebab sesuatu di depannya membuat Rai merasa seperti itu.
__ADS_1
“Aku baru sadar ternyata aku sudah ada di pinggir Kota Lhee Utara.“ Rai berdiri di pinggir atap, berkata sambil melihat sesuatu pemandangan yang ada di kejauhan.
Sebuah tembok besar yang terlihat mengurung kota yang ditempati Rai saat ini, tembok ini sudah tidak bagus lagi, terdapat beberapa lubang besar bahkan dinding tembok yang terkelupas.
Adanya tembok besar tersebut memiliki arti bahwa perjalanan di Kota Lhee Utara hampir usai.
Pasalnya tembok tersebut adalah tembok penahan Kota untuk menghindari serangan hewan buas yang ada di luar, mengingat daerah Lhee didominasi oleh hutan, pasti banyak hewan yang buas di sana, maka dari itu pemerintah setempat membuat tembok besar untuk melindungi penduduk.
Dalam tiga hari ini Rai sudah membasmi banyak monster di hampi dua puluh bangunan, hal itu yang membuat Rai naik satu level.
Telah menyentuh seribu pengalaman Rai dapatkan dalam tiga hari ini, panen yang cukup bagus meski peningkatan levelnya memang terbilang memakan waktu yang lama.
Butuh hampir seminggu hanya untuk naik satu level, tetapi itu bersifat relatif, jikalau monster banyak yang menyerang Rai tentu waktu untuk naik level lebih singkat.
“Malam ini, malam terakhir aku tidur di kota hujan ini, besok aku akan pergi dari kota dan menyisir hutan hingga sampai ke kota Talu Utara.“ Rai berkata pada diri sendiri sembari memandang tembok kota yang tinggi dan besar dari kejauhan.
Rai duduk di pinggiran atap seperti kebiasaannya, Kuro pun ikut duduk di sampingnya menunggu daging yang dikeluarkan oleh Rai.
Pertama-tama Rai mengeluarkan secangkir minuman cokelat panas hangat, hari-hari ini ia sedang senang dengan minuman cokelat panas jadi dari kemarin sebelumnya ia selaku bersantai di malam hari ditemani minuman cokelat panas.
Berikutnya Rai mengeluarkan beberapa potongan daging untuk Kuro makan malam.
Memandangi langit malam yang gelap, cangkir minuman cokelat panas diangkat oleh Rai dan berkata, “Sampai jumpa lagi Lhee Utara, suatu saat aku akan kembali lagi ke sini.“
Keesokan paginya, Rai bergegas pergi menuju tembok kota Lhee Utara dengan menaiki Kuro dalam mode Sabertooth.
Namun, untuk sampai di sana Rai harus bertempur terlebih dahulu dengan ratusan Roachzer yang mengejar di belakangnya.
Pertempuran tentunya diakhiri oleh kemenangan Rai yang membunuh mereka tanpa adanya sisa.
Begitu Rai mengira semua sudah selesai dan sudah saatnya melanjutkan perjalanan ke tembok kota, ternyata Roachzer versi yang lebih besar datang menyerang Rai.
Pertarungan itu sangat sengit, sebab monster kecoak yang besarnya menyerupai Big Huuzer Licker ini memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa, dipotong olehnya beberapa kali pun monster ini masih hidup, bahkan hanya tersisa kepalanya saja monster ini masih berusaha untuk membunuh Rai, tapi beruntungnya Rai berhasil membunuh monster tersebut dengan tombaknya yang menusuk hingga menghancurkan kepala Roachzer sampai hancur berkeping-keping.
Prompt Sistem yang muncul selepas membantai monster besar itu memberi tahu Rai nama monster tersebut.
Monster Roachzer yang besar ini disebut dengan Mother Roachzer, memberikan 65 pengalaman dan koin pembelian setelah dibunuh.
Cukup cuan dan untung meski sulit untuk mengalahkannya.
Setelah semua halangan itu dihajar oleh Rai, sekarang ia sudah bebas untuk melanjutkan perjalanan ke tembok kota Lhee Utara.
Tidak jauh di tembok kota, terdapat sebuah terowongan yang terasa familiar dengan yang ada di kota Lhee Pusat, tapi hanya tata letaknya saja yang berbeda.
Terowongan Kota Lhee Utara ada di arah timur laut yang sangat menunjuk pada arah keberadaan kota Talu Utara, Rai menghela napas lega karena terowongan ini memiliki jalan utama yang entah ke mana tujuannya.
Setidaknya Rai memiliki petunjuk kompas, hanya perlu mengikuti jalan yang ada di balik tembok besar dan menyesuaikan apakah arah jalan tetap menuju ke arah angin Timur Laut atau tidak.
Berhari-hari lamanya Rai melakukan perjalanan di sebuah hutan di balik tembok kota, yang mulanya tembok kota masih terlihat kini sudah menghilang karena ia sudah terlalu jauh dari tembok kota.
Berbagai monster Huuzer Crawler dan Licker Rai temui di hutan, juga ada beberapa serangga monster yang mirip Roachzer hanya berbeda jenis saja tetapi poin pengalaman dan koin sama jumlah setelah dibunuh.
Dihitung lagi perjalanan ini, sudah seminggu lebih Rai melakukan perjalanan di luar kota menuju Kota Talu Utara.
Karena perjalanan ini Rai naik dua level sekaligus, cukup beruntung dan cepat, itu juga karena faktor monster yang temui Rai begitu banyak.
Tidak hanya di hutan, tetapi juga di berbagai kampung atau desa yang hancur Rai lewati dalam perjalanan ini, sama dengan perjalanan menuju kota Lhee Utara. Hanya saja ada perbedan kecil, jalan yang diikuti Rai begitu kecil hanya muat satu mobil, dan juga memiliki banyak cabang yang menuju ke banyak tempat, cukup membingungkan.
Untungnya ada kompas yang memudahkan Rai memilih jalan yang tepat.
Di kampung yang Rai telusuri, sebagian besarnya memiliki monster yang bersarang, dengan senang hati Rai membasminya dan mendapatkan pengalaman dan koin yang cukup untuk menaikkan levelnya.
Sampai akhirnya, Rai sampai di depan tembok Kota Lhee Utara dengan selamat.
__ADS_1