LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 35: Dijadikan Mainan


__ADS_3

Seekor hewan atau monster yang bertubuh besar dilapisi bulu hitam sedang berlari cepat melewati berbagai rintangan yang menghalangi jalan.


Di atas tubuhnya terdapat manusia yang menunggangi sambil berbicara untuk mengarahkan hewan berbentuk macan yang didudukinya.


“Kau terus berlari, Kuro.“ Rai berkata sedikit bergetar karena posisi Kuro yang sedang bergerak berlari.


Melihat perempatan jalan di depan, terlintas sebuah ide di kepalanya.


“Kuro, kita berhenti di depan sesaat, lalu kita belok kiri dan mengitari blok ini!“ interupsi Rai pada Kuro yang sebentar lagi mendekati perempatan jalan.


Roar!


Akselarasi lari Kuro meningkat dan dalam beberapa detik selanjutnya Kuro sampai di tengah perempatan.


Menyampingkan badan menghadap barat kota atau arah kiri jalan. Kuro bersiap-siap untuk berlari sesuai dengan rencana Rai.


“Tahan sebentar, aku akan menyuruh berlari pada saatnya,” ucap Rai pada Kuro.


Respon Kuro dengan anggukan kepala.


“Oke, aku mencoba berapa kuat mereka dengan pedang ini.“ Rai berkata sembari memandangi Longsword di kedua tangannya.


Pedang itu lepas dari genggaman Rai, kemudian melayang di udara tepat di hadapan Rai.


Kedua mata Rai menatap dengan serius monster berbentuk anjing Doberman yang telah berubah menjadi aneh.


Tubuhnya yang sedikit lebih besar dari singa jantan terdapat luka yang melepas kulit serta sebagian kecil dagingnya sehingga nampak tulang dan daging merah yang sudah menghitam karena membusuk.


Jumlah gerombolan anjing ini berkisar ratusan ekor, tidak tahu benar atau tidaknya, yang pasti ini bukan hal baik.


Anjing-anjing besar berlarian sangat cepat, meski ada balok tembok dan beberapa kendaraan yang menghalang, mereka bisa melewati cukup mudah.


Hanya dalam beberapa detik, mereka semua telah dekat dengan Rai.


Dua longsword berwarna hitam bergerak, dengan cepat berayun ke arah anjing-anjing ini.


Anjing paling depan belum memperhatikan ini dan mengabaikan pedang yang terbang.


Seketika pedang itu bergerak ke arahnya, namun sayang jarak dirinya dengan pedang terlalu dekat.


Bilah pedang hitam memotong salah satu kaki depannya dan satu telinganya.


Pedang itu terus terbang cepat dan menghunus kepalanya.


Satu anjing mati, namun ini membutuhkan beberapa detik untuk satu ekor musuh mati.


Sementara proses itu terjadi, anjing yang lain terus berlarian mendekati Rai.


Pikiran Rai terfokus pada kedua longsword yang melayang dan bergerak, mencoba membunuh beberapa gerombolan monster anjing di depannya.


Setiap yang melewati jangkauan 25 meter darinya sebagai titik pusat akan ditebas oleh longswordnya.


Swooshh! Swooshh!


Longsword itu semakin cepat, bergerak seperti ada seseorang yang mengayunkannya.


Beruntungnya pertahanan anjing-anjing ini sangat lemah, hanya satu tebasan salah satu anggota tubuhnya terpotong, jika tidak terpotong paling sedikit meninggalkan luka yang dalam.


Keringat mulai menetes keluar dari dahinya, Rai sangat berkonsentrasi pada dua longswordnya.


Seiring detik berlalu, jangkauan Rai yang mulanya 25 meter menjadi kecil radiusnya, yakni 10 meter.


Para monster anjing ini sangat banyak, dua pedangnya tidak bisa mengimbangi banyaknya monster anjing yang datang.


“Pergi, Kuro!“ Rai berteriak pada Kuro yang dia naiki.


Roar!


Sosok Kuro meluncur cepat berlari ke jalan yang ada di kiri perempatan.


Dua longsword milik Rai terbang kembali pada tangan Rai.


Saat itu juga, anjing-anjing yang tersisa masih banyak mengejar Rai dan Kuro.


Jarak para monster anjing dan Kuro sangatlah tipis, hanya terpisah oleh jarak dua meter saja.


Anjing-anjing ini berlari sangat cepat bahkan hampir menjangkau Rai yang duduk di atas Kuro.


Dikarenakan tubuh mereka yang lebih kecil dan ramping dari Kuro, mereka dengan mudah melewati benda dan kendaraan yang menjadi rintangan dan menghalangi jalan mereka berlari.


Tidak seperti Kuro yang besar seperti macan, Kuro membutuhkan waktu saat melewati rintangan yang ada.


Melihat para monster anjing ini semakin dekat, Rai segera melakukan rencananya yang telah dia pikirkan di kepalanya.


Dua pedang itu keluar dan terbang menuju anjing-anjing yang ada di belakangnya.


Menebas dengan cepat, anjing yang paling dekat dengan Rai langsung mati bersama beberapa luka yang disebabkan oleh bilah pedang milik Rai yang tajam.


Satu per satu anjing-anjing itu mati oleh longsword yang terbang.


Kuro sengaja memancing mereka untuk mengikutinya mengelilingi blok bangunan supaya memberikan waktu dan kesempatan untuk Rai membunuh mereka semua.

__ADS_1


“Mentalku hampir habis sekarang, aku mulai sulit menggerakkan kedua pedang ini!“


Sekian lama Rai mengendalikan pedangnya menggunakan kekuatan Majestic of Mind, ia merasakan kelelahan pada tubuhnya.


“Mau tidak mau aku harus menambahkan poin atribut pada mentalku.“


Atribut mentalnya harus segera dinaikan kalau tidak, dia tidak bisa bertarung bahkan bergerak untuk berjalan.


“Sistem, konsumsi lima poin atribut gratis untuk atribut mental!“ Rai tidak bisa menambahkan sendiri, dirinya masih sibuk untukk menggerakkan kendali dua longswordnya.


[Ding! Selamat Tuan Rumah alokasi poin atribut berhasil!]


[Poin atribut yang tersisa: 5 Poin.]


Pengingat Sistem terdengar menandakan pesanannya berhasil dilakukan.


Dalam sedetik, Rai merasakan sesuatu yang sejuk dan nyaman mengalir pada tubuh dan kepalanya, membiarkan aliran yang nyaman ini, ia terus menerus membasmi anjing yang terus berlari mengejarnya.


Puluhan monster telah dia bunuh, namun di belakangnya masih banyak sekali anjing yang masih mengejar.


Beberapa anjing sampai memanjat gedung dan melompat untuk menangkap dirinya, tetapi itu tidak akan terjadi, pedangnya akan selalu melindunginya.


Tiba-tiba, adegan yang tak pernah dia sangka terjadi.


Tiga monster anjing ini menyerang Rai secara bersamaan.


Satu monster berlari sangat cepat dan dia melompat dari atap mobil melesat ke Rai dari arah kiri Rai, satu monster yang dekat dengan posisi Kuro yang sedang berlari pun ikut menangkap Rai dari arah tengah, monster yang terakhir melompat dari pagar tembok sebuah bangunan yang mereka lewati dan melompat menjangkau Rai dari arah kanan.


Kiri, tengah, dan kanan, tiga monster anjing berusaha menyerang Rai dan menangkapnya.


“Sial!“ Rai yang melihat ini langsung merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi tidak akan lama lagi.


Benar saja, dua pedang Rai hanya bisa menyelesaikan monster anjing yang datang dari arah tengah dan kiri.


Sementara monster yang dari arah kanan menyerang, dia tidak bisa menanganinya.


Kedua kaki depan monster anjing meraih Rai, sontak Rai membuat postur bertahan.


Akan tetapi, Rai lupa bahwa dia tidak berada di permukaan yang rata dan stabil.


Monster anjing itu berhasil menyerang Rai dan menjatuhkannya ke jalan.


“Argh!!“


Rai berguling di jalan beberapa putaran dan berhenti menghantam mobil taksi yang telah rusak.


“Ughh!“ Muntah darah dikeluarkan dari mulutnya dan jatuh ke bawah.


Tepat saat Rai ingin bangkit untuk melawan, monster yang menjatuhkannya dari punggung Kuro datang dan mendorongnya kembali ke mobil taksi yang berhenti di jalan ini.


Bang!


“Aghh!!“


Rai berteriak kesakitan, tubuhnya bersama taksi terdorong beberapa meter oleh monster anjing satu ini.


Sebuah rasa nyeri terasa dari tubuhnya, dia merasa bahwa organ dalamnya sedikit tergeser.


Tangan dan bahu Rai terluka oleh cakaran yang mendorong dirinya bersama kendaraan taksi dibelakangnya.


Rai jatuh berlutut dengan kondisi bersimbah darah.


Darah menyembur keluar dari mulutnya dan itu membasahi tubuhnya. Jaketnya yang telah dia pakai tidak lagi menutupi tubuhnya, banyak sobekan yang disebabkan oleh cakaran satu monster ini.


Dengan susah payah Rai mengangkat kepalanya untuk melihat ke depannya.


Satu ekor anjing yang aneh menyeringai pada dirinya, dan di belakangnya terdapat gerombolan anjing yang melototi dirinya.


Setelah melihat ini, Rai tidak memiliki rasa takut sedikitpun, dia mencoba untuk bangkit sekali lagi.


Saat bergerak, anjing ini ikut bergerak dan mencakar tubuhnya. Rai menangkis dengan kedua tangannya yang telah terluka cukup parah.


Setiap Rai bergerak untuk bangkit, satu monstee anjing yang menyebabkan dirinya jatuh ini menyerang dan melukai Rai.


Nampak jelas bahwa Rai menjadi mainan oleh gerombolan monster anjing.


Kuro yang sedang melawan beberapa anjing yang menyerangnya, langsung melihat ini. Segera dengan amarah yang tinggi dia berlari dan mencoba menyelamatkan Rai.


Roar!


Sosok Kuro berlari sambil mencakar anjing yang menghalanginya.


Karena ukuran yang lebih besar, dan sesuatu asap hitam yang keluar dari tubuhnya, Kuro dengan kecepatan yang cepat menerobos masuk menuju Rai yang masih dijadikan mainan oleh satu anjing yang menyebalkan ini.


Mendengar suara auman Kuro, Rai langsung tersenyum.


Matanya bergerak melihat ke depan, dia melihat sebuah bongkahan batu yang cukup besar untuk menjadi senjata lempar tidak jauh dari monster anjing ini berdiri.


Roarr!!


Suara Kuro semakin dekat darinya.

__ADS_1


Sontak monster anjing di depannya menoleh ke arah Kuro.


Melihat kesempatan ini, Rai segera menggunakan kekuatan telekinesisnya untuk menggerakkan bongkahan itu.


Bongkahan bangunan itu terbang sangat cepat menuju anjing yang sedang melihat Kuro berada.


Belum sempat untuk menghindar, bongkahan bangunan itu menghantam kepala anjing cukup keras dan menjatuhkannya ke jalan.


Tidak sampai di situ, Rai mengangkat tangannya yang telah terluka dilumuri darah, dan membidik bongkahan bangunan yang tadi dia lempar.


Bongkahan batu itu dia gerakkan kembali dan terus dia kendalikan untuk menghantam berkali-kali kepala monster anjing yang satu ini hingga hancur lebur layaknya semangka yang hancur.


[Ding!]


[Bunuh 58 Huszerdawg (E-). Dapatkan +408 Exp, +408 Koin!]


[Selamat Anda Telah Naik Level!]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Membangkitan Kemampuan Baru!]


Serangkaian pengingat Sistem berbunyi di dalam kepalanya.


Sehabis itu dia merasakan bahwa tubuhnya kembali menjadi lebih kuat, aliran hangat menyelimuti seluruh sel tubuhnya, dan menguatkan kekuatannya.


Wajah Rai yang sedang menikmati perasaan nyaman ini berubah, dengan cepat matanya memandang ke arah tangan kirinya.


Tangan kirinya yang terluka kembali sembuh dalam sekejap, namun kain putih yang sobek karena cakaran ini kembali pulih seolah tidak pernah rusak.


Tidak berhenti di situ, kain kasa yang menutupi tangan kirinya tiba-tiba bergerak dengan sendirinya, meliuk-liuk bagaikan makhluk melata.


Kain kasa itu berubah bentuk seperti sesuatu ekor monster yang ada di sebuah game, diperhatikan lagi, ekor ini menyatu pada sikut tangan kirinya, bersamaan dengan itu tangan kirinya berubah.


Perasaan sedikit sakit terasa saat ini, Rai merasa tangannya menjadi asing.


Sebuah cakar hitam yang tajam dan tebal tumbuh dari kelima jarinya, keseluruhan tangan menjadi besar dan bersisik berwarna ungu tua.


Sebuah simbol terbentuk dipunggung tangannya, simbol berbentuk seperti seekor monster yang tidak diketahui olehnya.


Satu ekor tumbuh sekali lagi dari sikutnya, dengan ujung ekor yang sama tajamnya dengan ekor yang awal muncul.


Keseluruhan tangan kiri Rai berubah menjadi, tangan seekor monster. Tangan ini dua kali lebih besar dari tangan normalnya.


“A-apa ini?!“ Rai berdiri sambil mengangkat tangan kirinya, wajahnya masih terlihat tercengang menatapi tangannya.


Tangan kirinya dia gerakkan untuk mengepal, tangan itu mencoba menutup namun terhalang dengan kuku hitam dan panjang.


Sisik ungu tua menyelimuti seluruh tangan kirinya sampai melebihi siku, tapi tidak menyentuh sampai area bahu atau ketiak.


Ekor yang tumbuh dari sikutnya juga dilapisi sisik ungu tua.


Kuro dan anjing ini menatap Rai, mereka tidak bergerak sama sekali seolah mereka membeku oleh es.


[Ding!]


[Hand of ??? Lv.1: Tangan kiri host dapat berubah menjadi tangan dari makhluk yang tidak diketahui, tangan itu sangat kuat bahkan cakarnya bisa merobek besi dengan mudah. Cocok untuk serangan jarak dekat. Harap tuan mengeksplorasi kekuatan sepenuhnya dari tangan ini.]


Layar hologram tiba-tiba muncul di depan matanya.


Membaca ini dengan seksama lalu dia menatap tangan kirinya yang telah berubah.


Jika itu berubah, apakah dia bisa mengembalikan ke dalam bentuk seperti semula?


Penasaran dengan itu, Rai mencobanya dan berkonsentrasi pada tangan kirinya.


Perubahan segera terjadi, ekor yang tumbuh mulai menyusut dan berubah menjadi kasa kembali, bersamaan dengan jari-jari serta keseluruhan tangan berubah menjadi normal, sisik ungu tua itu seakan masuk ke dalam lengannya dan mengecil. Sampai sepuluh detik kemudian tangan Rai kembali seperti semula yang juga ditutupi kain putih.


“Wow!“ Rai mendelik karena terkejut.


Tepat saat dia mengembalikan tampilan tangannya, anjing-anjing ini mulai bergerak menyerang dirinya.


Melihat ini Rai segera bereaksi, tangan kirinya tanpa sadar terulur.


Selama proses terulur itu berlangsung, tangannya pun ikut berubah menjadi tangan monster.


Seekor monster anjing yang paling dekat darinya mengangkat cakarnya untuk menyerang Rai.


Tangan Rai yang berubah pun terangkat dan terayun.


Dua cakar itu bertemu dan menghasikkan adegan yang tidak terduga.


Cakar hitam Rai dengan mudah memotong cakar monster anjing, bahkan bisa sampai membuat kaki monster anjing ini terputus.


Rai terpana sejenak ketika melihat ini, lalu dia tersadar dengan cepat.


“Hehe!“ Tawa seram muncul dari Rai dengan matanya memicing pada gerombolan monster anjing yang bernama Huszerdawg ini.


“Saatnya mencoba kemampuan baru!“


Selanjutnya, sosok Rai meluncur cepat sehingga hanya dapat melihat bayangannya.


Mengangkat tangan kirinya, dengan seringai mengerikan, Rai memulai melakukan pembantaian.

__ADS_1


“Kalian semua mati, sekumpulan anjing liar!“


__ADS_2