
Rai berlari dan menginjak tembok kamar hotel yang ada di depan, karena ini lorong Rai memanfaatkan luas ruangan untuk melakukan penyerangan yang tidak biasa.
Setelah menginjak tembok di depannya Rai menendang kakinya dan tubuhnya terdorong melesat masuk ke dalam kamar, tempat belasan Huuzer berada.
Bum!
Dengan momentum dorongan yang kuat, tembok yang jadi alas untuk Rai meluncur, langsung hancur dan berlubang. Karena umur bangunan telah tua dan tidak pernah terawat, itu mudah dirobohkan.
Tubuh Rai melesat bagaikan peluru, dan langsung menebas tiga Huuzer Crawler yang paling dekat darinya.
Ketika mendarat, Rai bergegas cepat menuju gerombolan monster sambil mengayunkan kedua pedangnya.
Ruangannya begitu sempit saat di daerah pintu masuk. Rai hanya bisa menebas ke atas dan ke bawah, dan menusuk menggunakan pedang untuk menyerang lawan.
Bunyi desingan dan tusukan bilah pedang saat memotong tubuh Huuzer terdengar berirama, bagaikan musik pembantaian.
Kilauan pedang saat menebas ikut meramaikan seakan menjadi lampu yang memeriahkan musiknya. Ekspresi wajah Rai terlihat datar tanpa ada sedikitpun rasa senang atau pun ketakutan. Rai sedang fase beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi dunia ini.
Garis cahaya putih yang menyilang bermunculan di ruang yang terbatas ini, karena kilauan cahaya itu Rai masih dapat melihat kondisi sekitar dan posisi monster.
Tidak lupa saat bertarung Rai menyempatkan membuka gorden kamar untuk menambah penerangan, tangan itu sangat cepat ketika menyambar dan menarik gorden rusak itu.
Slash!
Satu garis vertikal yang panjang memotong tubuh Huuzer Crawler terakhir dari ujung kepala sampai tubuh bagian bawah, dan tubuh itu jatuh menyamping, menghantam lantai.
[Bunuh 19 Huuzer Crawler, Dapatkan +19 Exp, +19 Koin!]
Potongan tubuh monster yang jelek ini tersebar ke seluruh ruangan kamar, seperti pintu masuk kamar, tempat kasur, kamar mandi, dan balkon kamar.
Bau darah yang busuk sangat menyengat di sini, Rai mau tak mau menutup hidungnya untuk tidak menghirup baunya.
Merobek kain gorden, Rai menyeka bilah pedangnya dari darah yang kotor menggunakan secarik kain usang ini.
“Huuzer ini terlalu lemah, hanya satu Huuzer yang kuat sudah kutemui sejauh ini.“
Tatapan matanya memandang luar jendela, dan tangannya masih menyeka darah kental dari bilah pedangnya.
Secara perlahan Rai memasuki perenungan, tatapan kosong itu memandangi pemandangan di luar.
Entah apa yang Rai pikirkan.
Klik!
Sebuah bunyi dari luar kamar terdengar, Rai segera pulih karena bunyi ini.
Rai membalikkan badan menghadap pintu kamar, dan mengencangkan pegangan pedangnya sambil menatap pintu masuk kamar.
Suara itu semakin jelas, seperti suara kaki melangkah, asal suara dari luar kamar.
Rai dapat mendengar, suara ini semakin dekat dan semakin banyak.
Tak lama kemudian, beberapa kepala Huuzer Crawler bermunculan di pintu masuk, terlihat seperti mereka sedang mengintip Rai yang ada di dalam kamar.
Pemandangan ini sangat menakutkan, untungnya Rai telah menyesuaikan psikologisnya dalam menghadapi ini. Dia tidak terlalu takut dengan apa yang ada di depannya.
Selanjutnya setengah badan para Huuzer Crawler itu ditunjukkan kepada Rai dan mereka merangkak masuk ke dalam kamar.
Rai tidak ingin menunggu lama, ia berinisiatif maju ke depan dan melawan mereka semua.
Jeritan Huuzer Crawler ditujukan kepada Rai, mereka juga langsung agresif dan menyerang Rai.
Tebasan dan ayunan pedang Rai semakin cakap, sejujurnya Rai belum pernah belajar menggunakan pedang atau ikut seni bela diri aliran pedang, dia hanya bergerak sesuai dengan instingnya.
Bisa dikatakan Rai mengasah kemampuan pedangnya dengan otodidak tanpa belajar. Meskipun tampak ceroboh, serangan Rai tetaplah kuat.
Sambil menebas dan memotong, Rai sedikit demi sedikit berjalan ke depan, dan mendorong gerombolan monster itu ke luar kamar.
Gerakan tubuhnya sangat licin dan lincah. Rai seringkali menghindar dari cakaran Huuzer dan lolos begitu saja.
__ADS_1
Saat di luar kamar, dia melihat sekilas jumlah dadi para monster ini. Ini sangat banyak berbaris di sepanjang lorong.
Kali ini, kesulitannya semakin tinggi. Rai sepertinya menyesal telah mengucapkan kalimat sebelumnya di kamar tadi.
Walaupun mereka lemah jika mereka menyerang secara bersamaan, serangan mereka akan menjadi kuat dan dapat memenangkan pertarungan.
Pada saat ini, pedangnya telah dinodai banyak darah dari Huuzer, wajah serta jari tangan yang memegang pedang ikut dibasahi oleh darah yang bau ini. Rai hanya bisa menahan mual dari bau busuk ketika membunuh mereka semua.
Beberapa menit berlalu, Rai berdiri di tempat dia menemukan foto sebuah keluarga, di sini ruangannya lebih luas, dan cocok untuk dia yang memakai pedang panjang.
Untuk bisa sampai ke sini Rai harus semaksimal mungkin menghindari serangan dari banyaknya serangan Huuzer Crawler.
Meski berhasil keluar dari lorong panjang dan sempit, Rai mendapatkan beberapa luka cakar di bagian tubuhnya, seperti di lengan, punggung, bahu, dan betis kaki.
Pakaiannya memiliki banyak sobekan, dan memperlihatkan kulit tubuhnya yang mengeluarkan darah kental.
Rasa nyeri dan perih dari lukanya tersebut membuat Rai sedikit terganggu. Fokusnya terganggu, karena ada rasa sakit yang menggoyahkan konsentrasinya.
Selain berhasil keluar, dia juga membunuh setengah dari kumpulan monster ini, mungkin lebih dari setengahnya.
“Sial! Pertama kali terluka langsung banyak seperti ini.“
Rai mengeluh sambil menahan rasa perih dari lukanya, meski tubuhnya sedikit melemah dia harus tetap berjuang untuk menang melawan para monster jelek.
Sekumpulan Huuzer Crawler itu merangkak dengan keempat kakinya mendekati Rai. Rai memaksakan tubuhnya untuk mengabaikan rasa sakit dan memasang sikap untuk bertarung.
Detik berikutnya, tiga Huuzer Crawler meloncat, cakar berbentuk tangan panjang itu ingin menjangkau tubuh Rai.
Cahaya dingin melintas, dalam sekejap memotong kedua cakar mereka, Rai bergerak lagi dan membelah kepala mereka, memisahkan kepalanya dari tubuhnya.
Tubuh Rai menunduk, dengan wajahnya masih menghadap ke depan. Kedua kakinya menekan lantai untuk melontarkan tubuhnya ke arah mereka semua.
Whoooshh …!
Bersama hembusan angin, seluruh tubuh Rai bergerak cepat ke arah monster-monster ini.
'Lengan, punggung, kepala ….'
Rai menebas dengan cepat hingga monster itu tidak sempat bereaksi untuk menghindar. Tubuhnya yang terluka tidak menghalanginya untuk membasmi para monster.
Pertarungan satu lawan kelompok yang tidak adil dalam jumlah itu telah terselesaikan, pemenangnya sudah berdiri dikelilingi potongan tubuh yang kalah.
[Ding!]
[Bunuh 37 Huuzer Crawler. Dapatkan +37 Exp, +37 Koin!]
[Selamat Anda Telah Naik Level!]
Suara dari sistem muncul di benak Rai, memberi pengingat untuknya.
Rai tidak langsung merespon, dia berjalan menuju tempat duduk yang masih bisa dipakai. Duduk di sana, Rai mengistirahatkan tubuhnya.
Keringat bercucuran di seluruh tubuhnya, dia melepaskan tas, dan pakaian atasnya, tubuhnya memanas akibat pertarungan tadi.
Tubuhnya yang awalnya kurus dan kering, telah berubah menjadi berisi dan penuh otot, lekukan otot sangat jelas, akan tetapi Rai masih tampak ramping tidak membesar.
Air keringat turun dari kulit di tubuhnya dan sebagian mengenai lukanya, dadanya juga sedikit kembang kempis karena kelelahan.
Pembantaian tadi benar-benar membuatnya menguras banyak tenaga, tidak menyangka akan ada penyerangan massal dari monster jelek itu.
Istirahat beberapa menit di kursi, dia merasakan energi dan tenaga di tubuhnya cepat pulih setiap detiknya.
Sambil beristirahat dia melihat parameter atributnya sekarang.
“Aku rasa kecepatan saat ini masih kurang, reaksi saat bertarung tidak terlalu bagus, lebih baik aku meningkatkan kecepatan dulu. Sisa poin akan aku simpan untuk nanti.“
Ketika dia bertarung, dia merasakan hambatan saat menyerang, tubuhnya tidak cukup cepat untuk bereaksi saat datangnya serangan mendadak dan titik butanya. Karena itulah dia ingin menaikkan kecepatannya.
“Luka-luka ini kapan sembuhnya? Apakah aku harus diam seperti ini? Hmm ….“
__ADS_1
Rai menyalakan lampu senter untuk menyoroti luka pada tubuhnya, cedera ini cukup banyak dan melebihi cedera ringan.
Cedera ini akan lama sembuh, dan butuh beberapa waktu untuk proses penyembuhan.
Tiba-tiba, seberkas ingatan muncul di pikiran Rai.
“Seingatku di dalam game ada ramuan penyembuh ….“ Rai bergumam, kemudian dia bertanya kepada Sistem, “Apakah ada yang seperti itu di Mall System?“
[Barang yang dicari oleh Anda ada di dalam Mall System.]
[Cairan penyembuh dasar. Harga: 22 Koin / Botol]
[Apakah Anda ingin membeli?]
[Iya/Tidak]
Melihat barang ini, tentu saja Rai akan membeli, walaupun mahal itu sebanding dengan manfaatnya.
“Beli satu,” Rai menjawab.
Cahaya bersinar entah datang dari mana dan itu muncul di hadapan Rai. Setelah itu satu botol kaca berbentuk bulat berisi cairan pink muncul dan jatuh ke bawah.
Tangan Rai langsung menyambar botol itu saat masih di udara.
Botol kaca bulat ini terlihat lucu, mungkin para wanita suka dengan botol penyembuhan ini.
“Bagaimana cara menggunakan ini, Sistem? Apakah diminum layaknya minuman?“ Rai memperhatikan sesuatu yang menyumbat lubang botol.
Seharusnya ini untuk diminum atau bisa juga untuk disiram untuk pemakaian luar.
[Cairan ini bisa dikonsumsi dengan diminum, bisa juga digunakan pada luka dengan cara dibasahi.]
“Oh? Bisa keduanya ternyata …. Baiklah aku coba sekarang. Jika tidak sembuh, aku minta koin punyaku kembali.“
[…..]
Rai melepaskan penyumbat, siap untuk meminum cairan ini.
Gluk … Gluk … Gluk …
Rai menenggak cairan itu sampai habis tak tersisa bahkan satu tetes pun.
Setelah meminum cairan itu, lubang hitam muncul di depannya, dan dia melempar botol kaca ke dalamnya.
Rai tidak merasakan langsung efek dari cairan itu, dia harus menunggu.
Saat menunggu, aliran hangat memancar dari tenggorokan dan menyebar ke setiap anggota tubuhnya. Rai melihat bahwa luka di sekujur tubuhnya mulai pulih dengan sendirinya.
Darah berhenti mengalir, darah yang sudah keluar mulai mengering, daging yang tercabik itu bergerak seakan ingin menyatu, dan proses itu berjalan secara lambat.
Tidak butuh waktu yang lama, hanya dalam tiga menit, cedera Rai menghilang total tanpa ada bekas luka satu pun.
Wajah Rai yang terkejut tidak pernah berubah selama proses penyembuhan terjadi, sambil terkejut dia juga terus mengamati prosesnya.
“Hahaha … keren, aku baru pertama kali melihat sesuatu yang seperti ini.“ Rai takjub dengan ini.
Berdiri dari tempat duduk, Rai mencoba menyentuh bagian tubuhnya yang terdapat luka sebelumnya, dia tidak merasakan sakit sama sekali ketika menyentuhnya. Ini benar-benar sembuh total.
Karena lukanya sudah sembuh dan dia sudah tidak merasakan lelah lagi, dia segera memakai pakaiannya dan berniat untuk melanjutkan petualangannya.
Rai belum menemukan satu petunjuk, dia harus menemukannya dalam waktu singkat sebelum hari menjadi gelap.
"Aku harus cepat mencari informasi penting sebelum matahari terbenam."
Rai berkata dengan serius, dia harus mendapatkan informasi sebelum malam datang.
Bangkit dari duduk, kemudian dia mengambil pedangnya yang telah disatukan dan lampu senternya.
Kakinya melangkah, dia berjalan menuju ke arah timur dari ruangan.
__ADS_1