LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 40: Beristirahat


__ADS_3

Perkataan Loret berhenti sesaat untuk menyempatkan menarik nafas panjang sebelum melanjutkan lagi menjelaskan informasi, “Lalu anggota organisasi ini banyak melakukan kejahatan yang sangat besar dan masif.“


“Bentuk kejahatan mereka banyak sekali yang ditujukan pada orang-orang di kota Tujuah, tapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa The Bunmuri ini tidak melakukan tindak kejahatan pada orang-orang di luar kota Tujuah.


Aku akan menyebutkan apa saja yang perbuatan kejahatan yang dilakukan oleh anggota The Bunmuri.


Pertama adalah penculikan. Anak-anak dan wanita banyak yang mereka culik, dua target itulah yang sering dijadikan oleh mereka sebagai objek penculikan.


Siapa pun yang diculik tidak akan pernah dikembalikan lagi.


Kedua adalah pemerkosaan, banyak sekali orang yang mengadu bahwa pemerkosaan terjadi oleh orang-orang anggota organisasi The Bunmuri.


Ketiga adalah Pembunuhan, orang yang tinggal di kota Tujuah dibolehkan untuk keluar dari kota untuk mencari sesuatu barang yang berguna. Orang-orang inilah yang banyak menjadi korban pembunuhan, jasadnya terkadang di temukan di sekitar kota Tujuah.


Masih banyak perbuatan yang sangat jahat yang dilakukan oleh organisasi ini.“


Mengambil botol airnya, dan menyesap beberapa kali tegukkan, lalu Loret menatap Rai.


“The Bunmuri adalah Organisasi yang sangat biadab, bahkan kota Tujuah tidak bisa seratus persen menjamin orang-orang akan aman.“


Loret memejamkan matanya sambil meletakkan botol air minum yang masih sedikit tersisa.


“Apakah kota Tujuah tidak melakukan pencegahan dan keamanan ketat? Kenapa banyak sekali korban yang berjatuhan.“ Rai bertanya dengan penasaran.


“Kau salah, Kota Tujuah sudah berusaha untuk melakukan pencegahan dan keamanan yang baik, bahkan mereka memberikan hadiah jika ada orang yang menangkap buronan anggota The Bunmuri ini. Padahal mereka sudah membuat tim khusus yang memburu anggota The Bunmuri ….” Loret menyesap air yang tersisa hingga tetesan air yang terakhir.


“Pada intinya, The Bunmuri ini organisasi yang kuat.“ Loret menatap botol yang telah kosong di tangannya dan menghembuskan nafas berat.


Mendengar penjelasan tentang organisasi The Bunmuri dari Loret, Rai segera merenung dan mengingat informasi dalam-dalam di otaknya.


Organisasi The Bunmuri memang jahat, jika memang itu benar adanya, Rai harus memerangi orang-orang ini. Tapi, mendengar kalimat yang diucapkan terakhir oleh Loret, Rai harus berhati-hati saat bertemu organisasi ini.


“Omong-omong, apakah itu kucingmu?“ Loret tiba-tiba bertanya sembari melihat Kuro yang duduk di pangkuan Rai.


“Ya, kenapa?“


“Tidak apa-apa. Hanya saja aku baru pertama kali melihat anak kucing yang normal,” balas Loret sedikit menggelengkan kepala.


“Bukannya di sini banyak hewan kucing?“ tanya Rai terheran dengan ucapan Loret.


“Banyak? Sedikit sekali atau bahkan sangat langka, kalau ada pun itu bukan kucing, melainkan monster.“


Loret melihat Rai dengan aneh, terlebih saat Rai berkata bahwa kucing itu banyak di sini.


“Sedikit?“ Rai memandangi Kuro seraya mengusap bulu hitamnya yang lembut.


Benar dengan dugaannya dan juga informasi yang diberikan oleh Sistem, Kuro bukan kucing biasa melainkan satu jenis dengan monster.


“Benar, di dunia ini banyak sekali monster, manusia telah tumbang dari puncak teratas rantaian makanan.“ Flank yang sejak awal hanya diam akhirnya ikut berbicara.


“Kau lihat botol ini?“ Botol di tangan kanan Flank diangkat tinggi-tinggi dan berkata pada Loret dan Rai.


Tangan kiri Flank menunjuk pada tutup botol air mineral yang ada di atas bagian botol. “Manusia ketika sebelum akhir dunia terjadi, itu seperti tutup botol ini, namun ….“ Flank membalikkan posisi botol menjadi tutup botol yang ada di bawah. “…Setelah terjadi akhir dunia, manusia itu seperti botol yang dibalikan. Kita sedang ada di bawah rantaian makanan.“

__ADS_1


“Tapi, beberapa tahun belakangan ini, manusia mulai bangkit dari keterpurukannya dan ingin mengambil kembali posisi sebelumnya di dunia ini.“ Flank memasukkan botol air mineral yang masih tersisa setengahnya ke dalam tas.


“Benar, itu berkat kota Tujuah,” tambah Loret sembari memasukkan botol air mineral yang telah kosong ke dalam tas.


“Apa kau bisa memberi tahu aku dengan rinci tentang organisasi The Linzation?“ Rai bertanya pada Loret yang sedang meletakkan tasnya di lantai.


Kemudian Loret menyampingkan senjata balok besi yang dimodifikasi, berbaring dan menaruh kepalanya di atas tasnya.


“Aku tidak tahu lebih rinci tentang organisasi itu, The Linzation yang aku tahu adalah organisasi yang memiliki tujuan untuk melindungi umat manusia, markas mereka berpusat di Kota Tujuah itu.“ Loret menjawab sambil memandangi langit-langit kamar.


Flank yang mendengar ini juga mengangguk, “The Linzation memiliki banyak anggota dan telah menyebar ke seluruh kota, tapi di kota Lhee Pusat ini, aku tidak tahu di mana mereka berada.“


Berbaring di atas kasur yang tidak empuk lagi, Flank menambahkan informasi yang dia tahu mengenai The Linzation.


“Di sini? Mereka memiliki markas juga?“ tanya Rai yang sedikit terkejut.


“Benar, tapi itu tidak tahu kebenarannya mereka memiliki markas di sini atau tidak, mereka terlalu sembunyi-sembunyi, hal itu demi menangkap para The Bunmuri pastinya.“


Kali ini Flank yang banyak bicara ketimbang Loret.


Pendapat Flank lebih masuk akal mengenai markas The Linzation. Memikirkan ini, Rai pun mengangguk sedikit sepaham dengan Flank.


Selama ia bersama Kuro berjalan dan menyapu bangunan kota, tak pernah dirinya melihat markas atau orang yang dicurigai sebagai anggota The Linzation.


“Mengenai tahun, sekarang sudah tahun berapa?“ Rai hampir lupa bertanya tentang ini, untungnya dia masih ingat.


“Kau tidak tahu tahun sekarang? Kau dari orang mana, Bung?“ Loret menoleh pada Rai sambil berbaring, ekspresinya aneh terhadap Rai.


“Aku dari tempat yang jauh, dan kebetulan tidak memperhatikan tahun.“ Rai berkata sedikit kaku pada nadanya.


“Ini tanggal tiga puluh September tahun dua ribu empat satu. Kebetulan besok adalah pergantian bulan, juga kita ada misi untuk melanjutkan perjalanan.“ Loret melanjutkan dan berkata kepada Rai.


“Empat puluh satu?“ Rai bergumam kecil dengan wajahnya yang terpana karena terkejut dengan tahun sekarang.


Sudah hampir dua puluh tahun pasca kejadian apocalypse terjadi atau akhir dunia datang. Waktu ini bukanlah singkat, bisa dikatakan cukup panjang.


Dengan waktu hampir menyentuh dua puluh tahun ini, para manusia masih bisa bertahan di lingkungan yang sudah tak ramah lagi bagi mereka, berbagai gempuran monster banyak yang mengambil korban dan nyawa dari pihak manusia, terlebih lagi manusia juga memiliki konflik dalam dengan sesama manusia juga.


Tapi, semua itu tidak menghentikan manusia untuk bangkit dan terus berjuang.


Memikirkan hal ini Rai menjadi penasaran dengana organisasi The Linzation yang dapat dianggap sebagai harapan manusia.


Wajar saja gedung di kota ini banyak yang rusak dan dihinggapi banyak tanaman yang merambat.


Ternyata kota ini telah kosong selama belasan tahun.


“Kalian ingin pergi? Ke mana?“ tanya Rai pada Loret yang tengah memejamkan matanya.


“Ke Kota Lhee Utara, kau ingin ikut?“ Loret menoleh lagi pada Rai dan berkata.


Rai terdiam sejenak, memikirkan tentang keputusan apa yang dia ambil sekarang ini, lebih baik dia ikut, atau pisah.


Tapi, kalau ia pisah dari mereka, perjalanan ini akan berat karena tidak tahu rute atau jalur jalan yang cepat untuk pergi ke sana.

__ADS_1


Mungkin sekarang Rai bisa bergabung sementara dengan dua orang ini, lagi pula Rai melihat orang-orang ini sangat santai dan belum ada sikap dia yang menunjukkan niat buruk padanya.


“Boleh saja.“


“Oke, besok pagi kita akan berangkat, sekarang lebih baik kita beristirahat,” jawab Loret lalu bangun dari keadaan berbaring.


“Aku yang akan menjaga malam ini, kalian berdua tidur saja.“


Duduk bersandar di bawah jendela kamar, Loret bersantai sambil menatap kertas yang masih dia pegang di tangannya.


“Oke,” sahut Flank dan dia tiduran dengan posisi miring.


Tempat tidur yang ditempati Flank hanya cukup oleh satu orang, ada satu tempat tidur lagi, namun tidak bisa dipakai karenna telah rusak..


“Oke.“ Rai bersandar pada dinding dekat pintu masuk sambil memegang Kuro yang meringkuk di pahanya.


Suasana seketika menjadi sunyi, masing-masing orang memiliki kesibukannya sendiri.


Pemuda bernama Loter asyik membaca kertas, hingga suara kertas saat dibalik terdengar.


Flank yang rebahan di kasur telah tertidur, suara dengkuran halus yang dikeluarkan Flank masih terdengar.


Sementara itu, Rai masih sadar dan belum tidur, ia sedang menatap peta yang telah dia temukan sebelumnya, dan membaca nama-nama kota yang ada di dalam peta.


Apa yang dijelaskan oleh Loret itu benar, ternyata memang ada tiga belas kota di dunia ini.


Artinya map atau peta ini bukanlah peta yang menggambarkan suatu daerah kecil, melainkan dunia.


Tapi sayangnya, Loret tidak mengumumkan dan menyebutkan nama dari dunia ini.


Hal itu masih menjadi misteri bagi Rai.


“Daripada diam seperti ini, lebih bagus aku berbicara mengenai luar dari kota Lhee Pusat,” celetuk Loret yang mengajak mengobrol pada Rai yang masih menatap kertas.


“Oke.“ Rai menjawab seadanya.


“Di luar kota Lhee Pusat terdapat hutan yang begitu rindang, tak akan ada lagi bangunan tinggi seperti ini, semuanya adalah pepohonan.


Ada jalan beton yang dibuat untuk bisa sampai ke kota Lhee Utara, pada hakikatnya Kota Lhee itu memiliki pemerintah pusat yang sama.


Kepemimpinan dipegang oleh rakyat namun dengan sistem kepemerintahan. Wajar jika ada jalan yang menghubungkan kedua daerah ini, meski dipisahkan oleh hutan.“ Loret menjelaskan tentang luar kota Lhee Pusat.


Ternyata di luar kota ini terdapat hutan yang memisahkan kota yang satu dengan yang lainnya.


Pemerintah membuat akses jalan di antara kota-kota Lhee agar orang-orang bisa pergi ke antarkota.


“Meskipun satu pemerintah, tentara atau penjaga keamanan di setiap kota itu berbeda. Hal ini telah lama digunakan dan diterapkan oleh pemerintah kota Lhee.


Alasan kenapa pemerintah seperti itu, aku berasumsi bahwa ini disebabkan oleh hutan yang begitu luas.


Kota Lhee ini sebenarnya dikelilingi oleh hutan dari segala penjuru arah.


Maka dari itu, mungkin saja pemerintah memberlakukan kebijakan tentang pertahanan itu hingga sekarang, tidak-tidak bukan sampai sekarang, sampai sebelum akhir dunia dimulai.“ Loret berkata tanpa menatap Rai, pandangan dia masih terpaku pada kertas yang dia pegang.

__ADS_1


Informasi ini membuat Rai menjadi lebih tahu tentang dunia yang sekarang ia tinggali saat ini. Dunia yang sangat luas dan juga asing.


__ADS_2