LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 34: Jalan Besar


__ADS_3

“Selamat pagi, Kuro~” Rai menyapa Kuro yang masih tertidur di tempat tidurnya yang khusus untuk kucing.


'Miaw~' Kuro menjawab sambil menguap dan meregangkan otot-otot tubuhnya.


Bangun dari kasur, Rai berjalan mengambil air botol yang ada di meja makan.


Menenggak satu tegukan dan mengosongkan semua air yang ada di dalam botol.


“Pilihan yang tepat meminum air setelah tidur.“ Rai menatap botol kosong yang ada di tangannya, dan dia membuangnya ke lubang hitam yang muncul secara tiba-tiba.


Mengenakan pakaian yang telah dia lepas semalam, menggendong tas di punggungnya, lalu mengambil senjata dengan kekuatan telekinesisnya.


“Kau ingin makan, Kuro?“ Rai duduk di kursi makan lalu meletakkan tasnya di meja, dia tidak jadi menggendong tasnya.


'Miaw!' Kuro naik ke atas meja dan mengangguk.


“Mau makan apa, Kuro? Ikan lagi?“ tanya Rai sambil mengorek-ngorek tas penyimpanan.


'Miaw!'


Kuro mengangguk tegas dan matanya berbinar.


“Oke,” jawab Rai sambil memberi isyarat oke pada Kuro.


Tangannya menjangkau sesuatu lalu mengeluarkan sebuah makanan dengan piringnya.


Sebuah ikan bakar dikeluarkan oleh Rai dan menaruhnya di depan Kuro.


Lalu dia mengambil mangkuk sekali pakai berukuran kecil dan besar, juga sekotak susu yang rendah gula.


Membuka tutup kotak susu, lalu menuangkannya ke mangkok yang kecil, dilanjutkann ke mangkok yang besar.


Merasakan ada air susu yang tersisa di dalamm kotak susu, Rai memasukkan lagi kotak susu ke dalam tas.


Tangan Rai mengeluarkan sesuatu yang berbentuk kotak lagi, namun kali ini berbeda, dia mengeluarkan kotak sereal gandum utuh berbentuk bintang dan bulan, juga memiliki banyak rasa.


Membuka bungkus kotak, lalu merobeknya menggunakan tangan, mengeluarkan isi seral ke mangkok yang diisi susu.


Tak lupa juga satu buah sendok dia ambil dari dalam tas.


Mereka berdua memulai memakan sarapan paginya.


Sarapan hari ini adalah sarapan yang kedelapan kali setelah peristiwa Huuzer Crawler Hail dibunuh oleh mereka berdua.


Satu minggu telah berlalu setelah peristiwa yang cukup berbahaya. Dalam semalam mereka berdua membantai ribuan Huuzer Crawler, beberapa Big Huuzer Crawler, dan Reek Huuzer Crawler.


Tidak lama setelah itu dia juga dihadapkan lagi oleh Huuzer Crawler varian baru yang belum pernah mereka temui, dan itu cukup kesulitan dalam membunuh satu monster baru ini.


Selama satu minggu itu, Rai telah membantai ribuan Huuzer Crawler yang ada di dalam sebuah gedung juga puluhan Big Huuzer Crawler serta beberapa Reek Huuzer Crawler dan Hail.


Paling banyak bertemu dengan monster-monster tersebut adalah di gedung pertama kali mereka bertemu Reek Huuzer Crawler.


Total pengalaman yang didapatkan seminggu iyu bisa membuatnya naik dua level ke level 14 dari sebelumnya level 12.


Atributnya juga meningkat menjadi lebih kuat dari sebelumnya saat dia berada di level 12.


Rai memiliki firasat bahwa akan ada kemampuan baru yang dibangkitkan saat dia mencapai level 15, dia dapat mempunyai firasat ini karena premis yang dimilikinya, yakni Sistem ini seperti game.


Kebanyakan game akan membangkitkan atau mendapatkan skill atau keterampilan di level tertentu, level 10, 15, 20 … 50, dan seterusnya pasti di antara level itu karakter pengguna akan membangkitkan kemampuan baru atau mendapatkan keterampilan baru.


Beruntungnya dia akan mencapai level 15 setelah membunuh ratusan Huuzer Crawler biasa atau puluhan Big Huuzer Crawler.


Kalau dia sedang merasa hoki atau beruntung, dia menemukan Reek Huuzer Crawler yang memberinya banyak pengalaman.


Setiap mereka berdua selesai membantai monster, Kuro pasti akan memakan daging para monster itu, namun tidak semuanya. Ternyata perutnya masih memiliki batasan.


Tak terasa Rai dan Kuro menempuh perjalanan menembus 155 Kilometer, semestinya sudah hampir dekat dengan tepi kota ini.


Rai menggunakan metode pemeriksaan cepat yang tidak membutuhkan waktu yang banyak saat memeriksa setiap gedung. Tidak semua gedung dia periksa hanya beberapa gedung yang menurutnya akan mendapatkan informasi penting.


Benar, dia mendapatkan sebelah potongan kertas yang menampilkan sebuah peta dunia atau daerah ini.


Meski itu bukan secarik kertas peta yang sinkron dengan peta yang telah dia dapatkan sebelumnya, paling tidak peta ini dapat memberitahukan Rai sebuah gambar yang jelas.

__ADS_1


Ternyata Rai berada di sebuah Kota Lhee Pusat, kalau dirinya berjalan ke arah utara dia akan menemukan kota Lhee Utara.


Akan tetapi, dia harus melewati sebuah desa dan hutan yang ada di luar kota. Hal itu sangatlah berbahaya. Sembari pergi, dia juga tidak lupa untuk menaikkan levelnya.


Alhasil menggunakan metode cepat, dia bisa pergi sejauh itu selama satu minggu ini. Hasil yang cukup bagus.


“Kau sudah selesai, Kuro?“ Rai melempar mangkok bekas dia makan ke lubang hitam yang telah muncul beberapa detik sebelum dia menghabiskan makanannya.


'Miaw!' Kuro mengeong sambil menghirup piring yang telah kosong, bahkan tak ada bagian ikan bakar yang tersisa.


Majestic of mind diaktifkan dan piring bekas makan Kuro terbang dan masuk ke dalam lubang hitam.


Mengambil ponsel di kantung celananya, Rai melihat waktu di ponsel yang telah menunjukkan pukul enam pagi.


“Ayo, Kuro. Kita harus pergi melanjutkan perjalanan.“ Agler menggendong tas dan mengambil senjata Methuragon dari atas mejanya.


Bangkit dari kursi, Rai berjalan keluar dari tenda kemah.


Sistem pintu kemah sama dengan kemah yang sebenarnya, yaitu ditarik ritsletingnya.


Kuro ikut keluar dari tenda kemah, dan berjalan ke tepi atap gedung paling atas.


Sedangkan Rai, dia sedang membereskan tenda kemah dan menggulungnya sampai rapih.


Sehabis itu dia masukkan ke dalam tas.


Menghirup udah segar dalam-dalam sambil memejamkan matamya, Rai sedang menikmati perasaan indahnya di pagi hari.


Membuka matanya, Rai berdiri di sisi atap sambil memandangi gedung-gedung yang rusak tak beraturan, tidak seperti puluhan kilometer sebelumnya, semakin jauh semakin rusak pula lingkungannya.


Gedung-gedung di sini banyak yang runtuh, hanya beberapa saja gedung yang masih berdiri kokoh meski tetap hancur dan tidak utuh sepenuhnya.


Tidak jauh dari tempat gedung yang Rai tempati, sekitar beberapa ratus meter, terdapat sebuah gedung yang masih berdiri dan tidak roboh.


Terlihat jelas dari sini, gedung itu sudah rentan dan hancur di beberapa bagian.


Melihat jalur untuk ke sana, sepertinya Rai harus melewati jalan besar dan gedung hancur.


Sebelum ke sana Rai haru memastikan apakah itu memang jalannya atau bukan, jadi dia harus melihat kompas yang terdapat di ponselnya.


Jika dia ingin ke gedung sana, Rai harus kembali ke jalan besar ini.


“Bagaimana, Kuro? Kau ingin ke gedung di depan sana atau kita mengikuti jalan besar ini yang telah kita ikuti selama ini,” tanya Rai pada Kuro yang duduk di tepi atap.


Menoleh ke arah Rai, Kuro mengangkat kaki kanan yang ada di depan, menunjuk pada jalan besar ini.


“Oke, ayo kita turun dan melihat bangunan yang sekiranya dapat kita jelajahi.“ Rai mengangguk setuju pada Kuro.


Daripada dia pergi ke bangunan yang letaknya tidak searah dengan jalan, lebih baik dia mencari gedung yang masih berdiri kokoh yang ada di sisi jalan.


Rai turun melewati jalan yang dia akses untuk sampai ke atap ini, yakni tangga darurat dan melompat di beberapa lantai di gedung ini.


Tangga darurat yang ada di sini terpotong karena beberapa bagian bangunan yang roboh, namun masih tetap berdiri.


Menuruni tangga perlahan, dan beberapa kali melompat turun ke lantai di bawahnya.


Rai dan Kuro akhirnya sampai di depan gedung yang telah mereka jadikan tempat untuk mendirikan tenda.


Berjalan mengikuti arahan kompas, mereka berdua berjalan di pinggir jalan sembari melihat area sekitar.


Seperti biasa, lingkungan di sini sangat sunyi, bahkan burung-burung tidak berkicau di sini, seperti Rai beluk pernah mendengar burung berkicau di kota ini.


Beberapa puluh meter keduanya berjalan di tepi jalan besar yang di sampingnya terdapat bangunan yang roboh sepenuhnya dan sebagian.


Jalan besar ini tentu tidak bersih dan tak ada benda yang menghalang, beberapa bongkahan bangunan yang besar dan panjang terbaring membuat rintangan untuk orang yang ingin menelusuri jalan menjadi susah.


Juga terdapat mobil berkarat dan truk yang tidak dapat dipakai lagi.


Tampaknya kendaraan di jalan ini adalah korban kerusuhan saat terjadinya monster yang datang dan menembus pertahanan kota.


Mengingat berita yang dia dapatkan dari secarik koran, kota Lhee Barat yang pertama kali diserang oleh monster-monster, setelah itu kemungkinan besar kota Lhee Pusat terserang dan kalah.


Kedatangan monster membuat kekacauan dan kerusuhan di mana-mana, mobil dan kendaraan yang lain di sini menjadi korban sekaligus saksi bisu.

__ADS_1


Melewati tembok dengan memanjat dan menepi, Rai juga sesekali mencoba kekuatan pikirannya untuk mengangkat benda-benda berat ini.


Mobil berkarat masih bisa dia gerakkan, walaupun hanya beberapa meter melayang di atas permukaan tanah.


Rata-rata bobot kendaraan seperti mobil sedan berkisar 1,5 ton sampai 2 atau 3 ton. Sementara, kendaraan besar seperti truk, Rai hanya bisa menggerakkan beberapa meter ke samping tanpa menerbangkan objeknya.


Tapi, Rai belum pernah mencoba melayangkan monster besar Big Huuzer Crawler, dia baru pernah mencoba untik melayangkan dan menarik Huuzer Crawler kepada dirinya. Itu sangat membantu dia untuk cepat membunuh Huuzer Crawler kroco yang tingkatannya sama dengan prajurit lemah dari tentara penjaga kota.


Dia bisa menarik beberapa Huuzer Crawler untuk mendekati dirinya, dan melayangkan tubuh Huuzer Crawler lalu membantingnya dengan keras ke lantai.


Tidak hanya itu saja, kekuatan pikiran ini juga dapat menangkis serangan dari Huuzer Crawler, bahkan Rai bisa menangkis serangan cakar dari Big Huuzer Crawler.


Tetapi dia belum percaya diri bisa menangkis cairan asam berwarna hijau yang dimuntahkan Reek Huuzer Crawler.


Setelah beberapa ratus meter mereka berdua berjalan di tengah jalan, sebuah truk besar terlihat tak jauh di depannya


Menghampiri, lalu menaiki truk yang berhenti menghalangi jalan ini, Rai berdiri di atas kepala truk sambil melihat ke sekelilingnya.


Jalan besar ini benar-benar hancur. Pasti akan sulit untuk melaju dengan kendaraan beroda di sini, banyak sekali retakan dan lubang, belum lagi benda besar yang menghalangi jalan, beberapa lumut pun ikut berpartisipasi.


Rai mengambil ponselnya dan melihat kompas yang jarumnya masih searah dengan jalan besar ini.


“Kau ingin di bahuku atau berjalan, Kuro?“ tanya Rai pada Kuro yang masih bertengger di bahunya.


'Miaw'


Kuro merespon dan dia berbaring di bahu Rai yang lebar.


Tampaknya Kuro tak ingin menginjakkan keempat kakinya di jalan besar ini.


Menggelengkan kepalanya dan membiarkan Kuro berbaring santai di bahunya. Rai melompat dari kepala truk dan turun ke bawah, ia melanjutkan lagi perjalanannya.


Guk! Guk! Guukkk!


Suara gonggongan seekor anjing terdengar dari arah belakang Rai.


Rai berhenti berjalan dan melihat ke belakang, Kuro pun yang berbaring santai langsung terbangun ketika mendengar suara ini.


Kucing ini melompat turun ke jalan dan berdiri di depan Rai, seakan sedang menjaganya.


Suara gonggongan anjing semakin keras dan banyak.


Truk yang telah dilewati menghalangi pandangan Rai, membuatnya tidak bisa melihat yang ada di belakang jalan.


Getarah halus terasa oleh kaki Rai, bersamaan suara sesuatu yang berlari dengan cepat terdengar, tapi ini bukan hanya satu, suaranya menjadi lebih keras bahkan bergemuruh.


Berubah menjadi Sabertooth Hitam, Kuro telah menyalakan kewaspadaannya ke tingkat tertinggi, tubuhnya telah semakin besar, tingginya bahkan melebihi Agler, yakni 195 cm. Panjangnya juga bertambah menjadi 4 meter.


Anak kucing ini bertransformasi menjadi kucing sangat besar.


Rai ikut berwaspada, senjata Methuragon terbelah menjadi dua, dan satu longsword itu melayang di sisi kiri Rai, sedangkan satunya lagi digenggam olehnya.


Brak!


Truk yang terdiam itu terpental ke sisi jalan oleh sesuatu makhluk.


“Apa ini?“


Di depannya terdapat ratusan makhluk aneh yang berlarian ke arahnya. Makhluk ini mirip sekali dengan anjing namun ukurannya lebih besar, bisa disamakan dengan ukuran singa jantan normal.


Bentuk tubuh anjing ini tidak utuh lagi, beberapa tulang bahkan daging merah yang agak gelap terlihat, mereka sepertinya bukan anjing lagi.


Melihat jumlah mereka yang banyak, Rai tidak yakin untuk melawan mereka tanpa adanya informasi mengenai monster di depannya.


Meloncat ke atas punggung Kuro, Rai berteriak menginterupsikan Kuro.


“Lari, Kuro!“


Roar!


Kuro mengikuti perkataan Rai, dan berlari dengan cepat menuju ke arah yang ditujukan oleh kompas.


Gerombolan anjing besar ini melihat Kuro yang berlari, mereka mengejar Rai semakin cepat.

__ADS_1


“Sial! Aku baru tahu ada spesies monster baru!“


Rai menengok ke arah belakang, dan melihat anjing-anjing yang berlarian seperti semut mengejar dirinya dan Kuro.


__ADS_2