
Begitu Rai dan Lara tiba di depan pintu masuk markas Ratcrow Seven yang sebelumnya mereka lalui, mereka melihat puluhan Weak Lizeer yang yang berombongan berlari menuju markas.
Masih ada jarak ratusan meter dari markas, tetapi masih bisa terlihat walaupun banyak pohon yang besar yang tumbuh, Rai pun merasakan getaran yang samar-samar yang menjalar di tanah.
Di depan rombongan ini ada belasan orang yang berlari menuju markas seraya meminta bantuan dari orang-orang yang ada di markas.
“Tolong mereka lebih dahulu, biar aku yang mengurus monster kadal kecil ini.“
Wallace menginstruksikan kepada orang-orang yang bertugas mengamankan markas untuk menolong belasan orang yang sedang dikejar oleh puluhan monster kadal.
Orang-orang yang dikejar tersebut sepertinya masih satu kelompok dengan Wallace.
Mendengar kata kadal kecil yang keluar dari mulut Wallace, Rai tidak terkejut, bagi Wallace kadal ini memang kecil bila dibandingkan dengan transformasinya yang menjadi seekor beruang raksasa.
Sudah bisa dipastikan, Pria tua ini salah satu pemilik kekuatan Malzer atau pejuang Malzer.
Segera, lima orang petugas keamanan yang diperintahkan oleh Wallace untuk menolong orang-orang yang sedang dikejar.
Setiap orang-orang ini ternyata seorang pejuang kebangkitan. Satu per satu mereka menunjukkan kekuatannya di depan Rai dan Lara.
Satu orang ada yang berubah menjadi tikus raksasa berukuran besar dengan panjang sekitar 1,5 meter, ada yang memiliki kemampuan melompat jauh, kemampuan kepala bertanduk domba yang melengkung, tangan perisai bulat yang besar, dan tangan gada besi.
Mereka berlima berlari bersama dengan Wallace untuk menyelamatkan orang-orang yang dikejar tersebut.
Pada saat kelima orang itu mengevakuasi orang yang dikejar, Wallace terus maju ke depan dan menghadapi puluhan monster kadal secara langsung.
Graahhh!
Tubuh Wallace berubah menjadi beruang raksasa, dan bergerak maju melawan puluhan monster kadal.
Rai dapat melihat bahwa perbedaan ukuran monster kadal dan beruang Wallace sangat pilih bulu, artinya berat sebelah atau sangat jauh sekali perbedaannya.
Cakar Wallace dengan sangat cepat menebas monster-monster kadal ini hingga menjadi potongan daging yang besar.
Serangan kadal yang mendarat di tubuh besar Wallace tidak berefek apa-apa seakan itu tidak berarti.
Melihat banyak poin di mata Rai, tentu saja ia tidak menyia-nyiakannya.
“Kamu diam di sini dan jangan gegabah, bantu orang-orang apabila itu diperlukan, aku akan melawan kadal-kadal ini,” ujar Rai kepada Lara sembari mengambil Kuro yang terbaring santai di pundaknya dan diserahkan kepada Lara.
'Miaw!'
Kuro tampaknya tidak ingin pergi dari Rai, tetapi Rai menyuruhnya di sini saja untuk tujuan berjaga-jaga.
“Baik, aku mengerti,” jawab Lara menganggap dan mengelus lembut kepala kecil Kuro.
Rai mengangguk kepada Lara, lalu ia berlari menuju tempat bertarungnya Wallace melawan gerombolan kadal besar.
__ADS_1
Senjata Methuragon berubah ketika Rai berlari di perjalanan ke tempat pertempuran, tombaknya yang panjang menyusut dan terbelah menjadi dua bagian, dua buah pedang hitam dengan bilah yang cukup panjang digenggam oleh Rai.
Kaki Rai melangkah makin cepat dan hanya dalam beberapa tarikan napas Rai sampai di tengah medan pertempuran.
Kadal-kadal ini memiliki gerakan tubuh yang bisa dikatakan cepat, terlebih ekornya yang berpartisipasi dalam pertarungan ini, bahkan Wallace kerap kali terkena cambukan ekor panjang dari monster kadal ini, sekali lagi itu tidak berarti apa-apa bagi Wallace.
Namun, di mata Rai itu masihlah lambat.
Tebasan pedang hitam memotong tubuh kadal satu per satu tanpa memberikan kesempatan kadal tersebut untuk beregenerasi dan memulihkan luka.
Rai memanfaatkan kecepatannya dan ilmu pedang jalanannya dalam pertarungan ini.
Meskipun demikian, kerusakan yang diberikan oleh Rai sangat kuat, setingkat dengan cakaran besar Wallace.
Melihat gerakan Rai yang begitu cepat, dan membunuh monster ini lebih banyak darinya, Wallace merasa tertantang untuk mengeluarkan kekuatannya.
Serangan Wallace makin brutal dan kasar, ia tidak lagi bertele-tele dalam membunuh monster-monster ini.
Tiba-tiba, tiga ekor dari tiga kadal terbang cepat di udara mengarah ke punggung Wallace, dengan suara angin yang kencang tiga ekor itu hendak mencabuk punggung lebar Wallace.
Namun, begitu cambuk ini ingin menyentuh punggung berbulu Wallace, sebuah cakar besar melintas secepat kilat.
Seketika tiga ekor tersebut terbelah menjadi 6 bagian dan darah hijau kehitam-hitaman membasahi tanah yang sedikit lembap.
Sebelum tiga kadal ini berteriak kesakitan, dua tangan beruang yang besar mengambil satu per satu kadal tersebut dan mencabik-cabik hingga tak bisa lagi beregenerasi.
Di sisi lain, Rai bergerak dengan lincah dan licin dalam menghindari serangan berupa cakaran dan ekor kadal ini, sekaligus ia melontarkan serangan yang bertubi-tubi dalam kesempatan yang ada.
Sebuah ekor tiba-tiba datang ke arah Rai yang sedang mendarat di tanah.
Bang!
Ekor tersebut menghantam tanah tempat Rai berada dengan keras sehingga tercipta lubang dangkal yang panjang.
Sosok Rai menghilang ketika ekor tersebut diangkat, monster kadal ini melihat ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Rai, tetapi sosok Rai tidak ada di depannya.
“Aku di sini.“
Tiba-tiba sosok Rai muncul di udara tepat di atas dari tubuh monster ini.
Segera dengan pergelangan Rai yang kuat ia menghunus pedang di tangannya kepada monster ini.
Sebuah cahaya hitam di hari yang cerah menghujani monster-monster yang ada di medan pertempuran.
Jeritan dan teriakan monster kadal ini menjadi musik dari pertarungan yang terjadi dan menjadi bukti bahwa pertarungan ini tidak lagi adil.
Dua vs puluhan, dan ternyata yang memiliki jumlah banyak dikalahkan oleh yang berjumlah sedikit, kuantitas tidak menjamin sebuah kemenangan.
__ADS_1
[Ding! Bunuh 58 Weak Lizeer (E+). Dapatkan +2.030 Exp, +2.030 Koin!]
[Anda Telah Naik Level!]
[Selamat Anda telah berhasil membangkitkan kemampuan baru!]
[Kemampuan Body of ??? telah ditingkatkan!]
Sebuah kekuatan misterius meletus dari tubuh Rai setelah membunuh monster kadal tanpa ada sisa dan informasi pemberitahuan pembunuhan sistem.
Energi hangat dan sejuk mengalir di tubuh Rai seakan-akan itu menjalar cepat ke setiap sel dalam tubuh Rai.
Rai berdiri diam di tengah medan pertempuran yang dipenuhi potongan daging monster kadal, kedua tangannya masih menggenggam pedang Methuragon, ia berdiri sambil memejamkan matanya merasakan kekuatan aneh yang menempa di tubuhnya.
Sebuah perubahan terjadi di dalam tubuh Rai tanpa mengubah tampilan luar Rai.
Saat ini, Rai merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Akan tetapi, sebelum Rai menyelesaikan integritas kekuatan ini, sebuah serangan tiba-tiba datang dan mengenai tubuhnya yang tengah berdiri.
Engah!
Tubuh Rai terhempas jauh ke arah timur hutan dengan sangat cepat, darah sempat dimuntahkan oleh Rai ketika terhantam sebuah benda besar.
Sosok Rai menabrak belasan pohon besar hutan sebelum akhirnya ia berhenti dan terbaring di tanah dengan lemah.
Dalam sekejap suasana menjadi jauh lebih hening dari sebelumnya, bahkan Wallace terkejut terdiam ketika Rai terlempar secara mendadak tanpa diketahui sebabnya.
“Rai!“ Lara langsung berteriak memanggil Rai, wajahnya yang cantik kini menjadi khawatir dan ingin menangis.
Ia ingin menolong Rai, tetapi ia ingat pesan Rai bahwa dirinya harus di sini. Selain itu juga orang-orang di sini melarang untuk maju karena itu membahayakan.
Orang-orang di depan markas dapat melihat bahwa ada ekor besar yang muncul dari dalam tanah dekat tempat Rai berdiri.
Ekor tersebut meliuk-liuk seolah-olah senang karena berhasil menyerang Rai.
Perlahan tanah tempat munculnya ekor ini bergetar, dari getaran yang halus menjadi getaran yang hebat, bersamaan dengan itu sesosok makhluk yang besar keluar dari dalam tanah.
Kraaahhh!
Raungan khas monster tersebut terdengar jelas oleh orang yang ada di markas, bunyi ini terlalu keras bahkan Wallace harus menutup telinganya.
Sesosok monster yang masih menyerupai kadal yang berjalan merayap dengan ukuran dan warna yang berbeda dari puluhan kadal yang baru saja dibantai oleh Wallace dan Rai.
Ukuran ini lebih besar dari ukuran beruang Wallace, memiliki tinggi 7 meter dan panjang 16 meter, warna kulit berwarna cokelat gelap serupa dengan tanah dan di punggungnya terdapat duri yang berjajar dari pangkal leher hingga ujung ekor, duri ini terbuat dari tanah yang keras karena dapat dilihat warna dan teksturnya mirip sekali dengan tanah.
“Sial! Ternyata dia!“
__ADS_1
Setelah melihat ini, Wallace mengutuk sembari memandangi monster besar ini dengan siap siaga.