
Potongan daging berukuran besar beberapa puluh sentimeter jatuh berserakan di jalan yang telah tergenang darah merah yang kental.
Membuat banjir darah itu mendidih saat potongan daging itu masuk menyentuh darah.
Nampak daging itu mengandung sautu zat yang panas hingga dapat membuat darah itu memanas mengeluarkan gelembung kecil.
“Kamu ingin makan itu, Kuro?“ Rai menunjuk salah satu potongan daging Corro Huuzer Crawler yang tergeletak di genangan darah.
Grrr ….
Kuro menggeram sambil menggelengkan kepalanya.
“Ya sudah, kamu makan saja daging Big Huuzer Crawler yang masih tersisa di sini.“
Rai mulai berjalan mengitari genangan darah yang terlihat seperti danau. “Jika sudah, kau bisa maraung pelan padaku. Aku ingin memastikan mereka sudah mati atau belum.“
Roar!
Raungan cukup keras terdengar oleh Rai.
Segera Kuro melompat menuju daging terdekat darinya.
Sebuah senter yang menempel pada bahunya mulai menyinari genangan darah yang ada di jalan.
Masih ada beberapa potongan daging dengan berbagai ukuran yang terendam darah kental.
Juga cairan hijau yang menyala dan menguapkan sebagian kecil darah, dan itu semakin kecil karena kalah dengan jumlah banyaknya darah.
Kedua mata Rai terus menelusuri setiap genangan darah dan potongan daging tiga jenis Huuzer Crawler.
“Kuro akan kenyang jika memakan semua daging ini,” gumam Rai sambil memperhatikan potongan daging cincang satu per satu.
Sinar lampu menyoroti pandangan Rai, membuatnya dapat melihat jelas objek di dalam
Kegelapan malam.
Tiba-tiba, sebuah sinar refleksi berwarna-warni bagai pelangi terlihat dalam pandangan mata Rai, dan ini langsung menarik perhatian Rai.
“Apa itu?!“
Segera Rai berlari cepat menginjak potongan daging sebagai pijakan untuk pergi ke objek bersinar itu.
Sebuah cahaya bersinar berbagai warna terlihat dari sebuah potongan daging, itu hanya sedikit yang muncul.
Potongan daging yang menyimpan benda ini begitu panas, Rai bisa melihat darah di sekitaran daging sedikit mendididih.
Bisa ditebak bahwa ini adalah potongan daging dari tubuh Corro Huuzer Crawler.
Ketika cahaya senter mengenai potongan daging ini, sesuatu akan memantulkan cahaya senter dengan berbagai macam warna, bagai pelangi.
“Bagaimana aku bisa mengambilnya?“ Rai berpikir sambil menatap benda berkilau ini yang sedikit timbul dari dalam potongan daging.
“Astaga, Rai!“ Rai menepuk dahinya dan sedikit menyalahkan diri. “Kau punya kekuatan mirip telekinesis. Kenapa tidak menggunakan itu ….“
Ia berbicara pada dirinya sendiri, memberitahukan bahwa dirinya memiliki kekuatan yang cocok untuk menyelesaikan masalah kecil ini.
Mengaktifkan kekuatan telekinesisnya, Rai mengambil benda itu dari dalam potongan daging yang panas.
“Benda apa ini? Berlian?“
Pandangan Rai terfokus pada benda yang melayang karena kekuatan telekinesisnya.
Pantulan cahaya dari sinar lampu senter benda ini refleksikan menjadi cahaya berwarna-warni.
Memiliki bentuk serupa dengan berlian dengan potongan pentagon, tetapi memiliki pantulan cahaya pelangi, mirip seperti batu untuk gacha di dalam sebuah game ketika mendapatkan karakter paling kuat.
Tepat ketika Rai memegang benda ini, suara Sistem terdengar dari benaknya.
Ding!
[Menemukan satu buah Rist Stone!]
[Apakah Anda ingin meleburkan Rist Stone dengan Double Bladed Sword?]
[Iya/Tidak]
“Hah?“
Rai belum mengerti apa yang dikatakan oleh Sistem.
Wajahnya nampak bingung sambil menatap benda yang memiliki banyak warna di tangannya ini.
“Rist Stone?“ tanya Rai tanpa sadar.
[Rist Stone adalah sebuah batu yang berasal dari beberapa makhluk-makhluk yang telah Anda temui selama ini.
Tetapi, tidak semua makhluk akan menjatuhkan batu ini, hanya ada beberapa saja dan itu memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk menemukan batu ini di dalam tubuh monster.]
“Benda ini langka?“ Rai bertanya lagi dan menatap benda yang dia pegang dengan penuh minat.
[Benar, benda ini langka.]
“Kalau begitu aku tidak akan menggunakan benda ini untuk apapun.“ Dengan cepatnya Rai memutuskan untuk menyimpan benda ini tanpa mengetahui kegunaannya.
[Benda ini sangat berharga karena kelangkaannya dan juga manfaat yang diberikan.]
[Benda ini dapat dileburkan dan disatukan dengan senjata yang Anda dapatkan di awal pengaktifan sistem.]
[Sesuatu akan yang mungkin dan luar biasa akan terjadi dari penggabungan ini.]
[Apakah Anda yakin ingin melewatkan kesempatan ini?]
__ADS_1
Serangkaian penjelasan dari Sistem terdengar oleh Rai. Suara robotik ini seakan membujuk Rai untuk melakukan penggabungan dua barang.
Jika Sistem sudah berkata seperti itu, artinya memang ini adalah hal yang begitu bagus dan penting.
Memikirkan ini Rai memutuskan untuk melakukan peleburan.
“Apakah ada probabilitas untuk gagal dalam penggabungan?“
[Tidak, ini seratus persen sukses dalam proses.]
Mata Rai berbinar setelah mendengar jawaban Sistem.
“Kalau begitu, tunggu apa lagi. Lakukan penggabungan!“
Saat berikutnya pedang yang dia pegang perlahan melayang di hadapan Rai.
Benda berbentuk berlian pentagon dan senjatanya mulai mendekati satu sama lain.
Sebuah cahaya berwarna ungu tua menelan dua barang itu, dan mulai membentuk sesuatu bola penuh dengan cahaya ungu tua dan gelap.
Sinar bukan tipe yang menyilaukan tetapi cahayanya hanya sampai beberapa meter dari pusat cahaya itu berada.
Bola cahaya ungu gelap melayang selama beberapa menit, Rai berdiri tidak jauh dari itu, dan terus mengawasi proses.
Sambil menunggu Rai juga memperhatikan Kuro yang sedang makan beberapa daging Huuzer Crawler, dia sibuk dengan makanannya sampai tidak memperhatikan bola ungu yang melayang di udara ini.
Dua puluh menit berlalu, bola ungu yang terbang itu bereaksi, ukurannya menjadi kecil setiap detiknya.
Melihat ini Rai segera mendekati bola ungu karena ingin melihat lebih jelas.
Bola ungu itu terus menyusut hingga akhirnya menyisakan sebuah senjata yang familiar bagi Rai.
Ding!
[Selamat Proses Penggabungan Berhasil Dilakukan!]
[Selamat Anda mendapatkan senjata dengan level ???]
[Silahkan Anda periksa sendiri.]
Senjata itu terbang sendirinya ke arah Rai.
It tanpa mengaktifkan kekuatan telekinesisnya dan senjata ini menghampiri seolah memiliki kesadaran dan kehidupan di dalamnya.
Alam bawah sadarnya memerintahkan untuk mengambil senjata ini.
Ketika menggenggam senjata ini, Rai merasakan keakraban yang tak bisa dijelaskan.
Sebagian bentuk dari senjata ini masihlah sama dengan sebelumnya, namun ada sedikit perbedaan.
Pertama, perbedaan ada di bentuk dari pembatas antara bilah dan gagang yang sebelumnya berbentuk huruf X, sekarang telah berubah menjadi huruf V yang terbalik. Juga terlihat menyatu alami dengan bilah. Bentuk pembatas bilah dan gagang cukup keren karena ada beberapa motif dan detail yang menarik
Perbedaan terakhir adalah adanya sesuatu sinar samar-samar yang keluar dari senjata ini saat Rai pegang, sinar ungu gelap akan bersinar ketika penggunanya yaitu Rai menggenggamnya.
“Jadi ini adalah hasil penggabungan?“ tanya Rai sambil memperhatikan tampilan pedang miliknya sekarang.
[Benar. Kali ini lebih istimewa dari yang sebelumnya.]
“Istimewa?“ Rai penasaran dengan yang dimaksud istimewa dari senjata ini.
“Apa itu?“
[Anda bisa melihat jendela status dari senjata ini untuk mengetahui lebih lanjut.]
“Ya? Masih ada jendela status khusus buat senjata ini?“ Rai sedikit terpana mendengar ini.
Apakah senjata ini sama dengan Kuro?
“Buka jendela status senjata!“
Ding!
[Nama: Methuragon]
[Level: ???]
[Tipe: Semua Tipe Senjata]
[Tipe Terbuka: 2]
[1. Double Bladed Sword.]
[2. Longsword.]
[…]
[Efek 1: Semakin kuat seiring meningkatnya kekuatan pengguna.]
[Efek 2: Senjata yang akan mengubah bentuknya sesuai dengan keinginan pengguna. Note: Hanya untuk tipe yang telah terbuka.]
[Efek 3: Akan membuka tipe senjata selanjutnya saat pengguna telah mencapai level tertentu.]
Pengguna: Rai Caelan (Permanen)
Mata Rai salah fokus setelah melihat layar hologram yang muncul di depannya.
Ia fokus oleh nama senjata ini, karena sebelumnya tidak seperti sekarang.
“Methuragon?“
Nama ini cukup bagus didengar, juga sedikit mendominasi.
__ADS_1
Sesuai dengan namanya, semestinya senjata ini kuat.
Tatapan Rai terus bergerak menjelajah tulisan yang ada di layar transparan sambil membacanya di dalam hati.
“Efek pertama masih sama dengan sebelumnya, ini adalah kabar yang bagus.“
Senjata ini akan mengikuti kekuatan penggunanya. Semakin kuat pengguna semakin kuat juga senjata ini.
“Senjata ini dapat berubah bentuk menjadi senjata lain?“
Setelah melihat efek kedua, Rai sedikit terkejut dengan senjata ini, karena senjata ini terlalu multifungsi.
Rai membolak-balikkan senjata yang panjangnya hampir mendekati tingginya.
Karena penasaran dengan efek kedua, Rai segera mencobanya.
Kunci perubahan senjata adalah keinginan pengguna, jadi Rai hanya diam dan berkeinginan di dalam hatinya.
Beberapa detik setelah menatap senjata ini, ternyata tidak ada perubahan sedikit pun.
“Kenapa tidak berubah menjadi palu?“ Rai menggoyang-goyangkan senjata ini ke atas dan ke bawah. “Senjata ini rusak?“
[Tolong membaca keterangan dengan teliti.]
“Eh? Apakah aku melewatkan tulisan di layar ini?“
Rai kembali membaca lagi jendela status senjata Methuragon ini.
Kemudian wajahnya mulai berubah menjadi canggung dan malu.
Ternyata dia membacanya dengan cepat dan singkat barusan. Ada kalimat yang dia lewati.
“Hehehe, aku adalah orang Indonesia seratus persen. Jadi, wajar saja aku tidak teliti dalam membaca.“
Menggaruk kepala yang tidak gatal, Rai berkata dengan malu.
Setelag membacanya, Rai baru mengerti kenapa senjata ini tidak bisa menjadi palu dan arit, itu disebabkan tipe senjata belum terbuka.
Tipe yang telah terbuka dan siap diubah dengan sesuka hati adalah tipe Double Bladed Sword alias bentuk dasarnya, dan juga Longsword.
Longsword ini juga sepertinya agak berbeda dari sebelumnya.
“Bentuk ini adalah Double Bladed Sword, lalu bagaimana dengan Longsword?“
Setelah berkata demikian, Rai mencobanya, ia berkeinginan untuk senjata ini berubah menjadi longsword.
Detik berikutnya…
Bentuk Double Bladed Sword mulai bergerak dan berubah, salah satu bilah yang posisinya ada di bawah mulai berpindah seperti slime hitam yang merambat dan berpindah tempat.
Ternyata bahan pedang ini bukan besi dan bahan logam lainnya, akan tetapi seperti makhluk hidup berbentuk mirip slime yang merambat dan menyebar. Rai melihatnya seperti tokoh karakter yang terbuat dari symbiote hitam.
Gagang yang dipegang oleh Rai tidak berubah, hanya saja sebagian gagang bagaikan meleleh dan bergerak ke bilah yang posisinya ada di atas.
Lama Rai perhatikan akhirnya senjata ini berhenti berubah. Bentuknya terlihat berbeda.
Senjata pedang ini memiliki dua bilah. Dimulai dari tengah bilah pedang yang memisahkan diri dan bercabang hingga akhirnya membentuk dua bilah. Namun, dari pembatas berbentuk v terbalik sampai tengah bilah, itu masihlah satu bilah dan belum bercabang.
Diperhatikan lebih lama lagi, bilah ini berbentuk sebuah huruf, yakni huruf Y. Panjanhnya masih sama dengan sebelumnya yaitu 70 cm.
“Ini longsword?“ Rai menatap lebih dekat pada tubuh pedang.
Beberapa detik melihat detail pedang, Rai mengangguk puas dengan senjatanya ini.
Kemudian dia melambaikan pedangnya dengan satu tangan.
“Kenapa ringan sekali?“
Pedang ini seperti tidak memiliki massa, Rai merasa sedang memegang gabus atau styrofoam.
[Ini efek jika pengguna memegangnya. Anda bisa memberatkan dan meringankan sesuai keinginan Anda. Note: ada batasan berat, akan ditingkatkan batasannya ketika penggunanya semakin kuat.]
“Apakah ini efek tidak tertulis? Tapi cukup bagus.“
Rai segera mencoba efek ini.
Tiba-tiba, pedang yang dipegang oleh satu orang Agler ini terjatuh, dan bahkan menarik Rai ke bawah.
Pedang ini segera menancap ke beton jalan.
“Ini terlalu berat!“
Rai mencoba mengangkatnya menggunakan dua tangannya.
Urat dan pembuluh darah keluar dari kulit tangan Rai, mengeluarkan tenaganya untuk mengangkat senjata ini.
Bersusah payah hingga mengeluarkan semua kekuatannya, akhirnya Rai berhasil mengangkat pedang ini dengan dua tangannya. Tapi nampak jelas Rai yang berkeringat deras dan kewalahan.
Lalu dia mencoba lagi memainkan massa senjata ini, dan kembali menjadi ringan.
“Sial! Terlalu berat.“
Duduk di jalan yang sedikit kotor, Rai mengistirahatkan tubuhnya karena kelelahan.
Dadanya kembang-kempis seperti telah melakukan olahraga balap lari.
Keringat pun keluar deras dari dahinya.
Mengatur nafasnya, Rai mencoba menenangkan tubuhnya yang sedang kelelahan ini
Tidak lama setelah beristirahat sejenak, Rai berdiri dan menghampiri Kuro sambil membawa Longsword Methuragon.
__ADS_1