LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 94: Selesai Mencuci Tubuh


__ADS_3

Dua raksasa bertarung dengan seluruh kekuatannya, mereka berdua mengerahkan semua kemampuannya demi mendapatkan kemenangan.


Oleh karena itu, perbedaan kekuatan di antara keduanya begitu jelas terlihat. Kita bisa melihat Kuro yang dengan mudahnya menekan dan memojokkan monster berwujud berang-berang sehingga monster tersebut jarang sekali untuk menyerang balik Kuro.


Kecepatan Kuro lebih cepat daripada monster berang-berang, tetapi tidak terlalu jauh selisihnya.


Disebabkan oleh faktor ukuran dan kekuatan yang berbeda di antara keduanya, membuat salah satu pihak dirugikan, yakni monster berang-berang


Di sekujur tubuh monster berang-berang terdapat luka cakaran yang dibuat oleh Kuro, darah dan daging terlihat di tubuhnya, terlihat sakit sekali jika dirasakan.


Meskipun demikian, monster berang-berang terus-menerus mencoba untuk memenangkan pertandingan satu lawan satu ini.


Kuro dengan kemampuannya dengan mudah meluncurkan sebuah serangaan dan 80% dari seluruh serangannya berhasil melukai monster berang-berang.


Bang!


Suatu benda besar jatuh di tanah sehingga membuat suara benturan yang cukup keras didengar.


Rai dan Lara dapat melihat sosok monster berang-berang terjatuh tak bernyawa di atas tanah dengan luka yang berakar di seluruh tubuh.


Di atas mayat ini terdapat Kuro yang sedang menginjak dengan kedua kaki depannya dan hendak meraung.


Roaarr!


Raungan kencang keluar dari moncong Kuro, dan aungannya memiliki arti bahwa kemenangan telah dimiliki olehnya.


Kuro mendeklarasikan kemenangan.


[Ding! Bunuh 1 Ottzer (E+). Dapatkan + 80 Exp, + 80 Koin!]


Setelah mendengar pengingat pembunuhan dari sistem, Rai dan Lara turun dari pohon untuk menghampiri Kuro yang sedang menyantap daging monster bernama Ottzer.


“Kuro, jangan dihabiskan semua, sisakan untuk kamu makan nanti,” tutur Rai kepada Kuro yang sibuk makan.


Grrrr …!


Respons Kuro hanya menderam pelan, Rai tahu arti respons Kuro dan ia mengangguk.


“Nanti kamu bawa sendiri ke pinggir sungai, tetapi jangan terlalu dekat, aku akan menyimpan dagingnya nanti.“


Rai melihat kepala Kuro yang sedikit mengangguk yang menandakan bahwa ia akan melakukan perintahnya Rai.


Setelah itu, Lara dan Rai pergi kembali ke sungai untuk melanjutkan renang dan berendam.


Di sana Rai kerap kali dijahili oleh Rai, cipratan air ditujukan ke arah Rai yang sedang berenang gaya telentang.


Namun, Rai hanya membalasnya dengan sedikit cipratan air, setelah itu mereka berdua berlomba untuk menahan napas terlama di dalam air, dan pemenangnya adalah Rai.

__ADS_1


Fisik Rai telah ditingkatkan yang otomatis dan secara tidak langsung menguatkan paru-parunya yang membuatnya bisa menahan napas dalam waktu yang lama.


Jujur saja, selama Rai berenang bersama dengan Lara, dirinya selalu menahan agar joni tidak bangun dan tegang.


Pakaian renang yang diberikan Rai terlalu pas sehingga tampak ketat dan membentuk lekukan tubuh, terlebih bagian boba Lara yang terlihat ingin tumpah keluar.


Bagian kue bawah Lara pun samar-samar tercetak, tetapi Rai tidak mengindahkan dan mengalihkan semua pikiran dan pandangan dari hal-hal yang seperti itu.


“Pakai ini ….“


Rai mendekati Lara yang duduk di pinggir sungai tengah menendang air sungai di bawahnya dan menyerahkan sebuah benda berbentuk kubus kepada Lara.


“Apa ini?“ Lara mengambil benda yang diberikan Rai dan menelitinya. “Sangat harum!“


Mata Lara membelalak setelah menghirup aroma wangi dari benda yang ada di tangannya.


“Itu sabun, benda yang membuat badanmu bersih dari kotoran dan juga wangi, caranya hanya perlu digosokkan ke badan,” terang Rai.


“Sungguh? Aku ingin mencobanya.“


Segera, Lara berendam ke dalam air dan mencoba sabun yang diberikan oleh Rai.


Ia menggunakannya sesuai arahan dari Rai, seketika anggota tubuh Lara yang digosokkan oleh sabun dipenuhi busa wangi.


“Ini?“


Rai pun ikut membersihkan diri dengan sabun agar lebih bersih daripada memakai air saja.


Mereka berdua membersihkan diri dengan pakaiannya yang masih dikenakan.


Tidak sampai sepuluh menit berselang, keduanya selesai mencuci dirinya.


Tampak sosok Lara yang makin bersih dan mengkilap, wangi tubuhnya pun lebih keluar setelah tubuhnya dibersihkan.


Kulit putih alami tanpa perawatan itu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Apabila ada wanita yang melihat kulit ini, mereka pasti menginginkan kulitnya sama dengan Lara.


Sementara itu, Rai juga sudah mencuci diri, semua sela-sela di tubuhnya dibersihkan tanpa sedikitpun kotoran atau kulit mati yang hinggap, semuanya bersih.


Usai mandi, Lara terlebih dahulu untuk berganti pakaian, Rai menunggu di sungai dan tidak boleh mengintip ke arah pohon tempat tas mereka diletakkan.


Setelah itu, barulah Rai boleh naik ke atas dan berganti pakaian di balik pohon, sedangkan Lara duduk di bagian pohon yang menghadap ke sungai dan berlawanan dengan sisi pohon yang mereka berdua jadikan tempat berganti pakaian.


Tepat ketika Rai menaruh celana kolornya di atas dahan pohon bersamaan dengan pakaian renang Lara yang dijemur, sosok Kuro kembali ke pinggir sungai dengan membawa sebagian ditubuh monster berang-berang.


Rai memasukkan handuk yang ia beli di Mall System sebelum mengurus bekal makan Kuro.


Potongan balok daging monster tercipta dari pedang Methuragon, ia memotong daging ini dengan cepat dengan bilah pedang Methuragon, hanya butuh beberapa menit untuk memisahkan daging dari tulang dan organ aneh monster ini.

__ADS_1


Organ-organ dalam dari banyaknya monster yang pernah Rai bunuh dan ambil dagingnya itu memiliki organ yang tidak jauh berbeda, mereka memiliki organ dalam yang busuk dan menghitam, memiliki lumpur hitam yang melekat di setiap organ dalam, bau busuknya sangat menyengat ketika dibelah terang-terangan, Rai perlu masker ketika memotong daging-daging monster ini.


Semua daging telah dimasukkan ke dalam tas, mereka masih di sini beberapa waktu untuk santai sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali.


Rai mengeluarkan roti lapis yang berisi daging sapi, telur, dan selada, tidak lupa minuman susu untuk melengkapinya.


Mereka berdua memakan makanan ringan ini sembari memandangi bunyi air sungai yang mengalir dan semilir angin lembut yang menabrak wajah keduanya.


Saat ini berganti, giliran mereka berdua yang menyantap makanan. Kuro hanya duduk di atas bahu Rai dan tertidur, ia mengabaikan suara kunyahan dan aroma daging sapi dari roti lapis.


Kurang dari sepuluh menit berlalu, mereka akhirnya selesai bersantai dan siap melanjutkan perjalanan kembali.


Pakaian renang dan celana kolor Rai telah diambil oleh keduanya dan sama-sama disimpan ke dalam tas Rai.


Keduanya memakan CD, terlebih Lara pun memakai cup untuk bobanya.


Oleh sebab itu, Rai membeli cup gelas dan CD wanita untuk Lara, itu juga harus dilakukan dengan instruksi Lara, ia tidak boleh melihat pakaian rahasia ketika mengeluarkan pakaian-pakaian tersebut dari tas.


Akibatnya, Rai mengetahui ukuran boba Lara secara tidak langsung, ia tidak menyangka sebesar itu, ternyata aset Lara sangat besar.


Tidak hanya kecantikannya yang membuat negara berperang untuk memperebutkan kecantikannya, ternyata asetnya tidak kalah besar dari harapan orang-orang.


Jikalau saja Lara hidup di Bumi, kemungkinan besar ia akan menjadi artis dan selebriti yang terkenal di seluruh dunia.


Mereka berjalan menjauh dari sungai dan air terjun tersebut, dan perlahan kembali ke jalur mereka menuju kota Mopulu.


Sosok keduanya menghilang di sepanjang jalan setapak yang lurus dan pergi ke arah utara hutan.


Mereka berdua terus berjalan dan melewati segala rintang demi sampai ke tempat tujuan yang sudah mereka tetapkan.


Dengan demikian, tidak terasa keduanya berjalan menyisir hutan selama dua hari dan mereka sudah lebih dekat dari kota tujuan.


Di sebuah hutan yang memiliki pohon yang sangat tinggi, terdapat dua orang yang sedang berjalan.


Mereka berdua sedang mengobrol santai membicarakan hal yang tidak penting.


“Rai, apakah kamu tahu fakta kucing?“ tanya Lara kepada Rai.


Mendengar ini, Kuro terbangun dan melihat Lara dengan sinis. Sepertinya ia sedang dibicarakan oleh Lara.


“Tahu, memangnya kenapa?“ Rai balik bertanya kepada Lara yang melontarkan pertanyaan aneh.


“Aku ingin tahu, coba sebutkan faktanya.“ Lara memandang Rai dan antusias menunggu jawaban Rai.


“Oke. Fakta kucing adalah mereka dapat menghilangkan kelelahan meski tidak sepenuhnya dan bersifat sementara ….“


Lara mendengarkan penuh semangat dan menyimak dengan serius apa yang diucapkan oleh Rai.

__ADS_1


__ADS_2