
[Bunuh 3 Big Huuzer Crawler. Dapatkan +15 Exp, +15 Koin!]
[Selamat Anda Naik Level!]
[Selamat Salah Satu Kemampuan Kebangkitan Anda Telah Terbuka!]
Rai berhenti di depan pintu masuk yang rusak dan terdapat puing-puing dari benda acak.
“Kemampuanku bangkit lagi? Apa itu?“ Penasaran akan hal kemampuan yang telah dibangkitkan lagi, Rai ingin melihat di jendela status.
“Buka jendela status,” pinta Rai pada Sistem.
[Sistem Kebangkitan]
[Nama: Rai Caelan]
[Umur: 20 tahun]
[Level: 5] [13/100 Exp]
[Kekuatan: 24 (+12) (+)]
[Kecepatan: 24 (+12) (+)]
[Ketahanan: 20 (+10) (+)]
[Mental: 26 (+13) (+)]
[Kemampuan Tidak Terkunci: 2]
[Kemampuan]
[1. Body of ??? Level 1]
[2. Majestic of Mind]
[3. ??? (Dibuka saat Host mencapai Level tertentu ]
[Item: Persediaan Makan, Foto dan Catatan]
[Koin Pembelian: 149] [Poin Atribut: 5 ] [Mall System]
“Majestic of Mind? Aku ingin lihat penjelasan dari kemampuan ini.“ Kemudian Rai menekan nama dari kemampuan kebangkitannya di layar hologram.
Layar baru muncul dan terdapat sebuah tulisan yang menerangkan kemampuan tersebut.
[Majestic of Mind: Kemampuan yang dapat menggerakkan dan mengangkat benda tanpa sentuhan fisik dan hanya menggunakan pikiran. Semakin tinggi Mental akan membuat durasi dan waktu penggunaan semakin lama.]
[Catatan: Kemampuan ini berkembang sebagaimana pengguna cakap dalam menggunakannya, kekuatannya tergantung pengguna dalam pintar memakainya.]
Setelah melihat keterangan tentang kemampuan ini, Rai teringat dengan kekuatan yang pernah dia mimpikan, itu adalah ….
“Telekinesis?“ Rai berkata tanpa sadar.
[Anda bisa menyebutnya seperti itu.]
Mendengar ini, ekspresi Rai menjadi bersemangat dan bahagia.
Dia tidak bisa menahan untuk tidak segera mencobanya.
Melihat puing tembok setengah dari ukuran dengan dirinya yang ada di depannya, Rai segera menggunakan objek itu sebagai bahan uji coba.
__ADS_1
Entah kenapa konsentrasi Rai tidak mudah buyar saat memfokuskan pikirannya pada objek tersebut, mungkin ini adalah efek dari atribut mentalnya.
Puing beton yang rapuh ini mulai bergerak, diawali dengan pergerakan seperti bergetar kecil. Namun, beberapa detik kemudian puing itu melayang beberapa sentimeter dari permukaan tanah.
Senyuman di balik maskernya semakin melebar, dia sangat senang hari ini.
Puing tembok itu yang beratnya hampir lima ratus kilogram Rai terbang ke sekelilingnya. Tetapi, ketika dia menerbangkan puing itu lebih dari tiga puluh meter dari tempat dia berdiri, kendali terhadap objek puing itu menghilang dan menyebabkan puing itu jatuh ke bawah.
Adegan ini membuatnya bingung, menurutnya sejak dia mencoba melayangkan puing itu beberapa menit dia masih baik-baik saja tanpa ada keluhan, kenapa tiba-tiba kendali terhadap kekuatannya menjadi hilang.
“Kenapa aku tidak bisa menggerakkan puing itu, Sistem? Bisakah kamu menjelaskan ini?“ Bertanya adalah yang terbaik untuk mengetahui informasi.
Meski tidak bertanya Rai masih memiliki analisa dan asumsinya sendiri mengenai hal ini.
[Artinya Anda tidak bisa mengendalikan benda di jarak lebih dari 30 meter dari tempat Anda berpijak. Tingkatkan atribut mental untuk memperkuat daya kekuatan.]
Rai mengangguk paham penjelasan dari Sistem. Sesuai dengan dugaannya, ini adalah batas kemampuan majestic of mind miliknya sekarang. Mungkin tidak hanya jarak tetapi berat dari benda tersebut juga memiliki batas.
Membuktikan dugaannya benar atau tidak, Rai sekali lagi menggunakan kekuatannya untuk membuat melayang puing yang lebih besar dari puing sebelumnya.
Setelah mencoba berkali-kali, hasilnya tetaplah gagal, dia tidak bisa melayangkan objek itu dan hanya menggerakkan sedikit posisi puing itu.
“Benar, untuk sekarang ini aku hanya bisa menggerakkan benda yang beratnya tidak lebih dari lima ratus kilogram,” gumam Rai sambil bermain-main dengan pedangnya yang melayang. “Aku pikir ini akan menjadi kombinasi yang bagus antara pedang dengan kekuatan telekinesis.“
Tubuh Rai tiba-tiba merasa lemas, setelah menggunakan kekuatannya selama kurang dari setengah jam.
“Apakah ini efek dari mental yang hampir habis?“ Rai bertanya-tanya kepada dirinya sendiri sembari dia berjalan perlahan-lahan menuju gedung ada di seberang gedung perkantoran.
Dia tidak bisa beristirahat di luar ruangan seperti ini, terlalu berbahaya jika ada yang melihatnya.
Masuk melalui celah kosong, Rai masuk ke dalam gedung yang lebih pendek dari perkantoran tadi.
Sekali lagi ruangan yang dia masuki memiliki pencahayaan yang kurang, dia harus memakai lampu senter untuk melihat ruangan.
“Cukup fatal jika mental terkuras saat bertarung. Aku harus menambah atribut mental terlebih dahulu.“ Rai membuka jendela status, dan menambahkan dua poin atributnya pada atribut mental.
Tubuh Rai terasa tidak terlalu lemah seperti sebelumnya, dia harus beristirahat sebentar memulihkan kondisi mentalnya.
Lemah yang dirasakan Rai berbeda dengan lemas karena kekurangan tenaga, ini lebih tepatnya tertuju lemas karena pikiran atau kesadarannya.
Sama rasanya dengan lemas karena mengantuk ingin istirahat dan tidur.
Mental ini memiliki kekurangan, dia tidak bisa melihat berapa pengunaan kekuatan telekinesis atau majestic of mind per menitnya. Berbeda dengan Mana yang memiliki indikator lebih rinci.
Jadi, Rai harus berhati-hati dalam menggunakan kekuatan ini.
Beristirahat beberapa menit sambil bermain game di telepon pintar atau ponsel pintar. Dia akhirnya berdiri dan melanjutkan bereksplorasi..
Rai menjelajahi gedung ini hingga siang hari, dan dia hanya menemukan mengenai berita di kota ini, gedung ini ternyata adalah gedung komersial seperti menjual sebuah produk pakaian pria. Wajar saja gedung ini lebih pendek.
Tidak diharapkan olehnya, dia memanen cukup banyak poin pengalaman dari gedung kecil ini. Menurut pengingat Sistem, dia telah membunuh sekitar empat belas Huuzer Crawler, cukup berarti dalam pertumbuhan levelnya.
Sebelum melanjutkan menjelajahi gedung yang ada di sebelahnya, dia berisitirahat untuk makan siang. Meskipun tidak memiliki efek yang seberapa, dia tetap butuh yang namanya merasakan dan menikmati makanan.
Rai mengeluarkan nasi goreng yang dia beli kemarin, suhunya masih panas seperti baru. Waktu yang ada di dalam ruang penyimpanan benar-benar berhenti.
Beristirahat selama satu jam, Rai berdiri dan melanjutkan eksplorasi ke gedung sebelahnya.
Berlari untuk sampai lebih cepat, Rai akhirnya sampai di dalam gedung ini hanya dalam waktu beberapa detik saja. Sesampainya di dalam gedung, dia melihat banyak sekali meja dan kursi yang tergeletak tak beraturan di seluruh lantai.
Sepertinya gedung ini adalah gedung makanan dari suatu brand perusahaan makanan cepat saji. Ketika berlari ke sini dia sempat melihat ukuran gedung ini, ternyata tingginya lebih pendek dari gedung sebelumnya, hanya ada tiga lantai dengan tinggi beberapa meter.
__ADS_1
Rai mulai menjelajahi lantai dasar bangunan ini, dia memperhatikan lantai dan memeriksanya jika ada sesuatu yang menarik. Waktu berjalan selama dia memeriksa lantai pertama, dan dia masih belum menemukan satu pun petunjuk.
Lantai pertama tidak ada yang bisa dia periksa lagi, sudah saatnya Rai pergi ke lantai di atasnya.
Menaiki tangga menuju lantai kedua dari bangunan ini, Rai harus berhati-hati melangkah, karena di tangga ini sangat kecil dan sempit, dia takut ada sesuatu yang tiba-tiba menyerangnya.
Saat sampai di lantai dua, Rai memakai senternya untuk menerangi area sekitarnya. Di lantai ini juga sama, tapi gaya dekorasi ini nampak mewah jika Rai lihat-lihat, berbeda dengan area yang ada di lantai bawah.
Tidak peduli dengan gaya pada lantai ini, Rai segera memeriksanya demi mendapatkan informasi dan petunjuk.
Hasil dari memeriksa lantai ini adalah sama dengan di lantai bawah, yaitu tidak menemukan satu pun petunjuk.
Hingga akhirnya, pada jam tiga lewat tujuh belas menit waktu sore, dia kembali ke pinggir jalan untuk memeriksa bangunan yang ada di samping gedung ini.
Ketika memeriksa gedung makanan ini, Rai sempat berpikir untuk memeriksa gedung yang ada bersampingan dengan apartemen pertama kali dia datang ke tempat ini. Kenapa dia bisa berpikir seperti itu, karena waktu penjelajahan terlalu lama jika memeriksa setiap gedung yang ada di kota ini.
“Kota ini terlalu kosong dan sepi, ke mana semua orang yang tinggal di sini?“ Rai bergumam sesaat, lalu dia berjalan cepat menuju gedung yang tinggi di depannya ini.
Sebelum dia bisa masuk ke dalam, dia harus melewati halaman parkiran mobil yang luas.
Meloncati gerbang dan pagar, Rai mengendap-endap masuk ke dalam gedung bangunan.
Ketika Rai sedang berada di luar, dia melihat rupa dari gedung ini terlebih dahulu. Bangunan ini tingginya melebihi bangunan yang pernah dia jelajahi, tapi bangunan ini juga yang paling rusak dan hancur daripada yang lain.
(Gambar ini hanya ilustrasi semata) (Gambar ini bukan milik author)
Kaca pada bangunan banyak yang telah pecah, tembok yang menopang bangunan terdapat yang hancur dan roboh di lantai atas, tetapi bangunan ini masih bisa berdiri dengan kokoh.
Pada saat masuk ke dalam sana, Rai langsung melihat ruangan yang remang-remang penuh debu dan bau lapuknya barang kayu.
Perlahan Rai berjalan menyusuri tempat ini, Rai tidak tahu tempat sebenarnya ini, hanya ada ruangan yang luas dan barang-barang rusak tak bisa dikenali lagi.
“Hotel lagi? Atau apartemen?“ Rai bergumam dengan heran, dan dia melanjutkan, “Terlalu banyak tempat tinggal di kota ini.“
Tempat ini kemungkinan besar adalah tempat tinggal manusia, ini salah satu hotel paling besar dengan banyak kamar di kota ini.
Selain gedung ini, masih banyak gedung tinggi, Rai ingin memeriksa ke sana, mungkin beberapa hari kemudian, pastinya tidak hari ini.
Melihat jarak antargedung yang terlalu dekat satu sama lain, kota ini pasti sangat padat penduduk. Banyaknya manusia di sini membuat para pebisnis berlomba untuk membangun gedung bertingkat, agar cuan dan uangnya bertambah.
Oleh karena itulah, banyak sekali bangunan bertingkat di sini. Ini adalah Hipotesis atau asumsi Rai terhadap kota yang dia jelajahi ini.
Lantai demi lantai Rai naiki, beruntungnya dia menemukan beberapa petunjuk, lebih tepatnya empat petunjuk mengenai informasi kota ini.
Gedung ini ternyata menyimpan banyak petunjuk, tetapi tidak ada yang begitu penting dari semua informasi yang Rai temukan.
Tak terasa, Rai telah sampai di lantai atas, dia memegang senter dan menyoroti salah satu ruangan di salah satu kamar.
Hari telah gelap, bahkan sudah gelap saat dia baru sampai di tengah lantai dari gedung ini.
Terlalu banyak lantai membuat Rai menghabiskan waktu untuk memeriksa setiap lantai yang ada di gedung besar ini. Gedung ini tidak kosong sepenuhnya, ternyata masih banyak Huuzer Crawler yang berkeliaran tanpa tujuan di sini.
Hari ini ia memanen banyak pengalaman.
Setelah menjelajahi seluruh lantai gedung, Rai bisa menarik kesimpulan bahwa gedung ini adalah sebuah gedung hotel dengan fasilitas yang lengkap, di sini terdapat toko cabang beberapa brand yang Rai tidak ketahui, dan banyak sekali fasilitas untuk orang-orang, seperti kolam renang, tempat olahraga, tempat bersantai, juga tempat anak bermain anak.
Duduk di balkon kamar yang ada di lantai paling atas, pada ketinggian puluhan meter dari permukaan tanah, Rai sedang diam sambil memandangi langit malam kota ini.
Angin sepoi-sepoi menabrak wajah tampan Rai. Memejamkan matanya, Rai menikmati perasaan dingin yang dibawa oleh angin malam.
__ADS_1
Pedangnya dia letakkan di samping tubuhnya bersama senter. Matanya terbuka, dia segera merogoh saku hoodie untuk melihat informasi yang telah dia dapatkan hari ini.