LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 95: Beruang Raksasa


__ADS_3

“Banyak fakta tentang kucing, semua yang aku sebutkan tadi hanya sebagian saja dan tidak semua,” kata Rai yang terus berjalan maju ke mengikuti arah utara.


Kuro kembali berbaring di bahu lebar Rai dan menutup matanya. Tidak ada hal yang buruk yang diucapkan oleh Rai sehingga Kuro tidak merasa tersinggung apa yang dikatakan oleh Rai.


Meskipun ada satu kalimat yang membuatnya tersinggung, yakni kucing sulit diatur tidak seperti anjing yang mudah diperintah.


Padahal Kuro merasa ia menurut kepada Rai, tidak pernah membantah dan melawan kepada Rai.


“Dari fakta yang kamu sebutkan, sepertinya itu tidak sama dengan kenyataan, Kuro yang seekor kucing, eh! Monster kucing maksudku, dia tidak pernah melakukan apa yang kamu sebutkan tadi, semua apa yang kamu suruh pasti dia menurut walaupun mengenai makanan memang diakui kucing itu rakus, hehe.“


Lara memberikan tanggapan dari pandangannya yang berlandaskan apa yang ia lihat.


Memang benar Kuro menurut, tetapi kucing normal tidak sepintar Kuro, sebab Kuro memiliki kebijaksanaan dalam dirinya yang bahkan Rai menganggap Kuro seperti halnya manusia, meski kuro tidak bisa berbicara setidaknya ia memahami dan merespons apa yang Rai katakan.


Fakta yang diterangkan oleh Rai adalah fakta kucing yang ada di Bumi.


Rai duga kucing normal di dunia ini sudah punah dan digantikan oleh generasi atau evolusinya, yaitu Catzer.


Begitu mendengar apa yang katakan Lara, Kuro mengangguk setuju dengan pendapat Lara mengenai kucing.


Sepertinya Rai salah memberikan jawaban, daripada bertele-tele lebih baik ia menyetujui tanggapan Lara mengenai fakta seekor kucing.


“Benar katamu,” ucap Rai sambil mengangguk berat.


“Lalu, fakta yang kami berikan itu fakta makhluk apa?“ tanya Lara sambil memiringkan kepalanya.


“Beruang,” kata Rai sambil melihat sesuatu yang tidak jauh di depannya.


“Beruang? Sepertinya beruang tidak bisa digendong,” ucap Lara yang bingung dengan jawaban Rai.


“Di depan kita ada beruang.“ Rai menunjuk ke arah sosok besar yang ada di kejauhan. “Segera ganti ke mode bertarung, Kuro!“


Kalimat Rai keluar dan Kuro melompat ke tanah dan berubah menjadi macan purba dengan ukuran yang besar.


Roarr!


Rai mengambil senjata Methuragon dan membelahnya menjadi dua pedang.


Lara terkejut dan ia segera melihat sosok besar yang ada di kejauhan.


Sosok beruang yang sangat besar melebihi ukuran besar Kuro, memiliki bulu cokelat mengkilap dengan gigi dan cakar yang tajam. Di bagian dahi beruang ini terdapat satu luka baret yang panjang diagonal yang sudah tidak berdarah dan telah sembuh, tetapi bulu cokelatnya tidak menutupi luka atau tumbuh di bagian luka.


Beruang raksasa ini perlahan berjalan dengan keempat kakinya menuju mereka bertiga.


Kuro maju ke depan dan siap melawan beruang raksasa ini walaupun badannya lebih besar dari tubuhnya.


lambat-laun beruang raksasa mendekat dan ukurannya makin jelas terlihat, Rai pun dapat mengira ukuran dari besarnya tubuh beruang ini.


Kira-kira 6,5 meter tinggi beruang ini ketika berjalan menggunakan keempat kakinya, memiliki 10 meter panjang tubuh dari hidup hingga ekor pendeknya.


Antara Kuro dan Beruang ini memiliki perbandingan ukuran besar yang jauh, tetapi aura pembunuh beruang ini lebih kental ketimbang aura pembunuh yang dikeluarkan oleh Kuro.


“Hati-hati, Rai. Beruang ini berbahaya!“ Lara memperingatkan Rai untuk hati-hati.


Rai mengangguk mengerti dan berjalan di sebelah Kuro, sedangkan Lara ada di belakang Rai.

__ADS_1


Bam! Bam!


Tiba-tiba, beruang tersebut berlari dengan keempat kakinya menuju mereka bertiga.


Roarr!


Kuro merasa dirinya diprovokasi dan ia ikut berlari menuju beruang ini.


Kedua makhluk raksasa berlari menuju ke arah satu sama lain, dalam hitungan detik jarak di antara mereka makin mengecil dan siap bertabrakan.


Tepat ketika mereka berada di jarak 10 meter, keduanya saling melompat bersamaan dan hendak beradu serangan.


Cakar tajam Kuro keluar dan siap untuk mencabik tubuh beruang.


Pihak beruang pun sama, cakar panjang di kedua kaki depannya dimajukan ke arah Kuro.


Roarr!


Graahh!


Di detik berikutnya, kedua cakar mereka bertemu dan menghantam dengan keras.


Dikarena bobot tubuh beruang yang lebih berat, Kuro didorong ke belakang oleh beruang ini dengan satu kaki depannya.


Sosok Kuro berguling-guling di atas tanah, terhempas beberapa meter jauhnya.


Bum! Bum! Brak!


Rai yang melihat ini segera bergerak untuk membantu Kuro, tetapi … beruang tersebut sudah berada di samping Kuro yang sedang terbaring hendak bangkit.


Beruang raksasa ini berdiri dengan dua kaki sembari mengangkat Kuro dengan mudah.


Berat Kuro lebih dari 10 ton, mungkin hampir 20 ton beratnya, tetapi beruang ini menjinjing Kuro dengan mudah.


Mata tajam beruang ini menatap mata Kuro yang memiliki dua warna, Kuro mencoba untuk melepas cengkeraman kuat beruang.


Ketika cakar Kuro menyentuh bulu cokelat ini, sebuah cipratan api tercipta bagai besi yang saling bergesekan sehingga mengeluarkan percikan api kecil.


Bulu-bulu ini sangat kuat sehingga cakar Kuro hanya membuat goresan di bulunya.


Tiba-tiba, tubuh Kuro bereaksi aneh, beriringan dengan amarahnya yang meledak-ledak di dalam tubuhnya.


Sebuah asap hitam merembes keluar dari tubuh Kuro dan menyelimuti sekujur tubuh Kuro, mata yang memiliki dua warna tersebut bersinar.


Beruang ini menatap aneh kepada Kuro setelah melihat perubahan di tubuh Kuro, dan ia merasakan suatu yang bahaya dari ini.


Sebuah cakaran dilontarkan sekali lagi oleh Kuro, dan bulu yang keras bagai besi tersebut terpotong.


Mengetahui hal ini, beruang tersebut ingin melemparkan Kuro untuk menjauh darinya, tetapi … suatu adegan yang tidak disangka-sangka terjadi.


Sebuah kepalan tangan manusia yang datang entah dari mana mendarat di pipi beruang ini secara tiba-tiba tanpa beruang raksasa ini sempat bereaksi.


Bang!


Sebuah bunyi pukulan yang keras terdengar dan gelombang kejut tercipta dari benturan pukulan ini.

__ADS_1


Sosok beruang tersebut terpental lima meter jauhnya dan tidak sengaja ia melepaskan cengkeramannya yang membuat Kuro berhasil terlepas.


Setelah berhasil melancarkan pukulan telak kepasa beruang raksasa ini, Rai segera meminta Kuro untuk mundur sementara waktu.


Senjata Methuragon seketika berubah yang awalnya berbentuk pedang bilah bercabang menjadi tombak.


Dengan cepat beruang ini bangkit setelah dipukul secara tiba-tiba oleh Rai. Beruang ini menggelengkan kepalanya untuk meredakan efek pusing yang diakibatkan oleh pukulan keras Rai.


Segera, beruang ini menatap Rai dengan tatapan yang tajam, sepertinya beruang raksasa ini marah.


Untuk berjaga-jaga, Rai menggunakan poin atributnya untuk meningkatkan poin atribut Kecepatan dan Kekuatan, dua atribut ini diperlukan dan diandalkan oleh Rai untuk menghadapi masalah ini.


[Ding! Atribut berhasil ditambahkan!]


[Kekuatan: 568 (+142) (+)]


[Kecepatan: 552 (+138) (+)]


Sebuah energi asing masuk ke dalam tubuh Rai dan itu mengisi ke setiap sel yang ada di tubuhnya, kini Rai lebih kuat dari dirinya yang di detik sebelumnya.


Beruang raksasa ini kembali bergerak, tetapi ia tidak berlari melainkan berjalan ke arah Rai.


Melihat gerakan ini, Rai tidak takut dengan ukuran besar dari pihak lawan dan ia pun bersedia melakukan pertarungan.


Rai mengambil langkah dan berjalan ke arah beruang ini.


Tangannya dengan kuat menggenggam tombak Methuragon dan pelan-pelan ia mengangkat tombak, Rai berniat untuk melemparkan tombak ini di waktu yang tepat.


Majestic of Mind membungkus seluruh tubuh dan membuat tombak menjadi lebih destruktif.


Beruang ini sempat melihat tombak Rai, tetapi ia masih berjalan ke arah Rai dengan tatapan yang tajam.


Namun, ketika Rai hendak melepaskan tombak ini untuk terbang menuju beruang raksasa, sebuah pemandangan aneh terjadi pada beruang raksasa ini.


Sosok beruang raksasa bergetar, tubuh dan bulunya bergidik gemetar dengan hebat, ukuran tubuh beruang raksasa lambat-laun menyusut dan bulu cokelat tersebut menghilang perlahan.


Begitu melihat ini, Rai menahan serangannya dan memperhatikan perubahan aneh yang terjadi sosok beruang hingga selesai.


Ukuran beruang raksasa terus mengecil dan menyusut seiring dengan perubahan yang terjadi di sekujur tubuhnya.


Kepala beruang tersebut menghilang dan digantikan oleh kepala manusia botak berjanggut tipis, tubuh beruang raksasa digantikan oleh tubuh manusia yang kekar serupa dengan seorang binaragawan yang fanatik dengan olahraga, kulitnya berwarna sawo matang, memakai kaus kutang atau singlet berwana cokelat tua yang warnanya lebih gelap ketimbang kulitnya dan memakai celana panjang berwarna krem dengan saku yang banyak.


Beruang ini berubah menjadi seorang pria yang sedikit tua berkepala botak dengan tubuh kekar sawo matang dan memiliki tinggi melebihi tinggi Rai.


Secara keseluruhan sosok ini bisa dikatakan besar apabila dibandingkan dengan rata-rata orang dewasa. Lebih besar dari musuh Rai yang pernah beradu pukulan satu lawan satu, yakni Garol.


Rai mengendurkan pegangannya pada tombak dan berhenti berjalan.


Pria botak sedikit berjanggut terus berjalan hingga akhirnya berhenti di jarak satu meter dari Rai.


Ekspresi marah pria ini perlahan berubah menjadi santai, dan mulutnya terbuka, “Kekuatanmu cukup bagus, Nak!“


“Laporkan namamu, biar aku masukkan kamu ke dalam anggota kelompokku yang kuat!“


Rai tertegun dan menatap pria besar di depannya dengan wajah yang kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2