LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 21: Huuzer Crawler Jenis Aneh


__ADS_3

“Ayo, Kuro! Ikuti aku!“


Sesosok pemuda sedang berlari di dalam ruangan sebuah gedung. Pemuda itu melewati rintangan dan barang yang menghalangi jalan di depannya, sungguh atraksi yang hebat.


Selain ada pemuda itu, seekor anak kucing berwarna hitam berlarin mengikuti jejak pemuda di depannya, sangat lucu ketika anak kucing ini melompat.


Rai melakukan parkour di sepanjang lorong dan ruangan bangunan gedung, diikuti oleh Kuro yang berlari dan melompat menggunakan kaki kecilnya.


Mereka berdua berlari bersama menuju gedung berikutnya, gedung ini telah dia jelajahi dan periksa.


Krang!


Tanpa ragu Rai melompat dan memecahkan kaca jendela, dan terjun jatuh ke bawah.


Rai menggulingkan tubuhnya saat kakinya menyentuh permukaan tanah, ini berguna untuk meredam benturan, lalu dia segera bangkit dan lanjut berlari menuju gedung di depannya.


Kuro ikut melompat dan dia mendarat tanpa terluka sedikitpun, lalu berlari mengejar Rai menuju gedung.


Gerakan Rai semakin lincah saat menghindari rintangan yang ada hingga akhirnya dia sampai di lantai paling dasar gedung yang ditujunya.


Tiba-tiba Rai berhenti di tengah-tengah lantai dasar sambil melihat ke ruangan yang ada di sekelilingnya.


Dadanya sedikit naik-turun karena kelelahan akibat berlari terlalu cepat sembari menghindari sesuatu. Tatapan Rai tertuju pada dua eskalator yang sudah tidak berfungsi di depannya yang telah ditumbuhi lumut dan tanaman hijau yang Rai tidak kenali.


Eskalator ini menuju ke lantai selanjutnya yang ada di atas lantai ini.


Lantai dasar ini sangat berantakan, tidak terurus, kotor, liar, dan sepi. Tipikal bangunan yang telah ditinggalkan oleh penduduk setempat selama bertahun-tahun. Serupa dengan bangunan yang sebelumnya telah Rai kunjungi.


Beberapa lantai ke atas dapat dilihat dari bawah sini, memang model gedung ini seperti kosong ditengahnya dan di gunakan hanya untuk pemandangan dari lantai dasar.


Pembatas di setiap lantai terlihat sudah rusak dan berumur, Rai tidak yakin untuk bisa bersandarkan diri di pagar pembatas lantai atas itu, kemungkinan besar akan jatuh karena pagar pembatas rapuh dan hancur.


“Seperti sebuah gedung Mall ….“


Gedung ini memiliki gaya bangunan seperti Mall atau tempat perbelanjaan yang terdapat banyak toko berbagai merek di dalamnya.


“Ini lebih besar dari gedung Mall yang pernah aku kunjungi dan eksplorasi sebelumnya,” ucap Rai sambil menatap setiap detail yang ada di ruangan ini. “Mungkin saja ada informasi dan barang penting di sini. Aku harus memeriksa tempat ini.“


'Miaw?' Kuro yang telah sampai sedari tadi, mengeong pada Rai seolah bertanya apa yang terjadi.


Menoleh ke arah Kuro yang berdiri di sisi kirinya dan Rai pun berkata, “Tidak ada apa-apa …. Ayo kita pergi menjelajah tempat ini, Kuro.“


'Miaw!'


Rai melangkahkan kakinya ke depan dan berjalan ke arah barat gedung, karena terlihat lebih meyakinkan daripada bagian timur gedung.


Suara langkah kaki bergema di lorong yang luas di lantai dasar mengarah ke bagian barat gedung. Rai bersama Kuro berjalan menelusuri area sekitar.


Samping kiri dan kanan Rai banyak sekali toko barang entah itu baju pakaian, makanan, perhiasan, tas, dan sebagainya.


Akan tetapi, toko-toko itu tidak memiliki bentuk yang utuh. Tampilan pada kebanyakan toko itu telah rusak dan hancur, juga banyak sekali barang rusak tak berbentuk yang berserakan hingga menutupi jalan, yang membuat Rai kesulitan untuk bisa masuk ke dalam toko.


Demi mencari informasi penting, Rai berusaha mengintip apa saja yang ada di dalam sebuah toko, jika dia melihat sesuatu yang menarik dia akan berupaya agar bisa ke dalam dan mendapatkan sesuatu itu.


Jika memang tidak dapat masuk ke dalam meski telah dipaksa sekalipun, Rai masih memiliki cara yakni meminta Kuro untuk mengambilnya.


Tubuh kecilnya yang elastis dan licin seharusnya bisa dengan mudah melewati benda yang menutupi akses masuk ke dalam.

__ADS_1


Rai selalu berhenti untuk memeriksa toko yang paling dekat dengannya. Kebanyakan hasil dari penjelajahannya itu nihil, dia tidak menemukan apa-apa, hanya ada sampah dan barang hancur yang tidak dapat diidentifikasikan jenisnya.


Sungguh sangat sulit untuk mendapatkan informasi yang relevan dan penting di lingkungan seperti ini.


Tidak terasa Rai berjalan hingga ujung lorong gedung bagian barat, di ujung sini hanya ada toko yang sangat lebar dibandingkan dengan toko yang lain yang memiliki luas beberapa meter saja.


“Sepatu Bintang?“


Diingat lagi, Rai merasa sedikit familiar dengan nama merek sepatu ini, sepertinya perusahaan sepatu ini juga terdapat di Bumi di planet sebelumnya.


Melihat ukuran toko yang luas ini, tampak jelas bahwa sepatu ini begitu terkenal dan memiliki banyak peminat.


Tidak mungkin jika toko seluas ini sepi peminat dan pembelinya.


Apabila dibayangkan sebelum ada kejadian seperti ini, pastinya toko ini akan terlihat mewah dan bergengsi. Namun, sekarang penampilan toko ini berbanding terbalik, nampak gelap, kotor, berantakan , dan suram.


Sejak awal Rai mulai berjalan menyusuri lantai dasar bagian barat, dirinya telah menyalakan senternya, tidak lagi dipegang melainkan dikaitkan di bahunya. Lebih praktis dan tidak begitu repot.


Kali ini Rai berniat untuk pergi mengeksplorasi isi toko yang besar di depannya.


“Kuro, ayo kita masuk dan periksa!“ Rai berkata kepada Kuro mengajaknya untuk masuk ke dalam toko.


'Miaw!' Kuro mengangguk setuju untuk masuk ke dalam.


Rai berjalan perlahan melewati pintu toko yang sudah tidak memiliki pintu, cahaya senter menyoroti bagian ruangan di dalam toko ini.


“Terlalu lembab …. Apa mungkin karena posisi toko ini ada dipaling bawah dan di dalam gedung bangunan.“ Rai bergumam sambil sesekali membenarkan masker mulutnya.


Bau basah dan apak, membuat hidung Rai sakit, dia harus merapihkan masker agar bau tidak mengenakkan lolos dan tercium oleh lubang hidungnya.


Kesabaran Rai sangat diuji di sini, dia rela tersiksa untuk mendapatkan informasi berharga.


“Apa itu?!“


Kaki Rai berhenti, dia melihat sesuatu tidak jauh di depannya, sepasang cahaya berwarna hijau menyala di dalam ruangan yang gelap.


Cahaya yang menyala ini membuat Rai waspada, dia melangkah mundur secara perlahan sambil memegang erat pedang di kedua tangannya.


Dalam sekejap mata, sepasang lampu hijau itu berubah menjadi banyak, seolah menyebar dan meluas hingga ke langit-langit ruangan.


Seketika, Rai merasakan bahaya dari pemandangan aneh ini. Ia mempercepat melangkah mundur, mencoba menjauhi sinar hijau yang nampak seperti bintik-bintik hijau pada kegelapan di depannya.


Ketika Rai menjauh dari sinar-sinar hijau ini, ternyata lampu hijau juga ikut meluas seakan sesuatu ini ingin menjangkau Rai.


Sadar akan hal ini, Rai segera berbalik, dan mengambil Kuro sebelum berlari dengan kecepatan maksimumnya.


Wajah Rai sedikit panik saat berlari, pasalnya dia belum pernah melihat adegan seperti yang baru saja terjadi.


Dalam beberapa tarikan nafas Rai berhasil keluar dari toko sepatu Bintang.


Rai berhenti dan melihat ke belakang setelah merasa dirinya sudah cukup jauh dari toko sepatu Bintang ini.


“Sial! Lampu hijau apa itu?“ Rai berkata dengan wajah terkejut sambil matanya tertuju pada tampilan depan toko.


Kuro yang telah Rai letakkan di bahunya pun ikut memandangi toko, bulu hitamnya berdiri tanda merasakan bahaya.


Toko yang gelap itu tiba-tiba mengeluarkan bintik-bintik sinar hijau dari dalamnya, lalu beberapa sosok yang familiar muncul keluar dari toko sepatu tersebut.

__ADS_1


“Huuzer Crawler?“ Rai tertegun sejenak dan berkata, “Jenis apa lagi ini?!“


Belasan sosok Huuzer Crawler merangkak keluar dari toko, mereka memiliki penampilan yang sedikit berbeda dengan Huuzer Crawler yang Rai lihat.


Huuzer Crawler ini memiliki dua mata yang menyala dan tubuhnya tidak berwarna cokelat seperti Huuzer Crawler pada biasanya, melainkan berwarna hijau pucat.


Krahhh!


Salah satu Huuzer Crawler ini merangkak cepat menyerang Rai, kemudian dia melompat dan mencoba mencakar Rai.


Gerakan ini terlihat oleh Rai, dan dia dengan mudah nengatasinya dengan cara membelah monster ini menjadi beberapa bagian dengan kedua pedangnya.


Namun, ketika Rai membelah monster ini, sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Asap berwarna hijau keluar dari daging dan darah monster itu, dan dengan cepat menyebar ingin menyetuh tubuh Rai.


Menyadari ini, Rai langsung menghindar dan molompat jauh ke belakang.


“Bau sekali!“


Rai sempat menghirup asap hijau itu, dan dia mencium bau yang tidak ingin lagi dia rasakan.


Baunya sangat busuk sekali, sama seperti bau orang yang belum pernah mandi selama belasan tahun.


Wajah Rai berubah, ia menahan untuk tidak muntah sekarang. Bau ini benar-benar mengerikan.


Menggelengkan kepalanya cepat, Rai mencoba menghilangkan bau yang telah dia cium barusan.


Menstabilkan kesadarannya, Rai siap untuk melawan monster yang sangat bau di depannya.


“Aku tidak bisa menyerang mereka dengan jarak yang dekat. Bau yang dihasilkan oleh mereka membuatku terganggu.“ Mengingat kembali aroma itu Rai merasa ingin muntah lagi.


“Satu-satunya cara mengalahkan mereka ialah dengan mengendalikan kedua pedang menggunakan kekuatan majestic of mind.“


“Dengan begitu aku tidak akan mencium bau yang dapat membuatku muntah.“


Tidak ada cara lain untuk membunuh mereka semua dengan efektif, mereka akan mengeluarkan asap hijau yang bau jika dihisap. Tidak cocok menyerang mereka dengan metode pembunuhan jarak dekat


Apalagi ia tidak memiliki senjata jarak jauh seperti senapan, meriam, pelontar granat, dan sejenisnya.


Kelemahan dari serangannya sekarang adalah dia tidak memiliki daya serangan yang meluas atau AOE.


Cukup merepotkan sejujurnya jika mengalahkan musuh dengan cara membunuh satu per satu.


“Kuro, kamu di belakangku. Hindari asap hijau yang dikeluarkan oleh mereka apabila mereka lolos dari seranganku,” saran Rai pada Kuro yang ada di pundaknya.


'Miaw!' Kuro mengangguk mengerti dengan ucapan Rai, lalu dia turun dan berjalan ke belakang Rai.


“Baiklah, aku akan segera melakukan pembantaian.“


Rai berdiri sambil menatap Huuzer Crawler yang berjenis aneh, tidak jauh di hadapannya.


Ekspresi wajah Rai menjadi lebih serius dari sebelumnya, dia tidak akan bercanda untuk situasi sekarang.


Mengaktifkan kekuatan telekinesisnya dan membiarkan kedua pedangnya melayang.


Rai telah siap untuk memanen poin pengalaman dan koin pembelian.

__ADS_1


__ADS_2