LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 85: Berlian Licker


__ADS_3

[Anda Telah Naik Level!]


Tiga hari berselang sejak kejadian perkampungan yang terdapat ratusan monster Huuzer Crawler Moss, Rai bersama Lara dan Kuro sedang berada di atas pegunungan.


Butuh waktu yang lama untuk bisa ke atas gunung, untuk turun dari gunung dan sampai ke wilayah Mopulu butuh waktu tambahan lagi, keseluruhan waktu yang diperlukan mungkin berkisar satu minggu lebih, apabila mereka berjalan dengan kecepatan konstan.


Perubahan alam dan lingkungan terasa jelas ketika ia naik ke atas pegunungan, banyak pohon besar dan rimbun yang tumbuh, sedangkan jalan utama yang dipakai orang untuk bepergian ke wilayah Mopulu telah rusak dan ditutupi banyak tanaman menjalar.


Pada awalnya, Lara ingin membawa Rai ke jalur yang terdapat sedikit monster, yakni melalui jalur utama tempat jalan besar yang dapat membawanya ke wilayah Mopulu sedikit mudah.


Akan tetapi, jalur tersebut Rai tolak dan ia memilih untuk melalui jalur yang banyak akan monster, ia sangat butuh banyak monster untuk dirinya berkembang menjadi eksistensi yang kuat.


Lara pun menyetujuinya meskipun ia sempat menolak permintaan Rai, bukan tanpa sebab Lara menolak, itu karena terlalu berisiko, tetapi mau tidak mau Lara menuruti permintaan Rai, kalau tidak dituruti Rai akan pergi sendiri ke jalur yang cukup berbahaya.


Tidak mungkin Lara melakukan perjalanan sendirian yang awalnya berdua, lagi pula Lara tidak ingin Rai pergi.


Dimulai oleh mereka berdua dan harus diakhiri oleh mereka berdua juga, Lara mengucapkan kalimat itu ke Rai yang hendak pergi sendirian.


Kalimat tersebut efektif untuk menghentikan Rai, dibarengi dengan izinnya untuk pergi bersama-sama ke jalur cukup bahaya.


Jalur tersebut melewati jalur perkampungan, di mana tempat tersebut sering dihuni oleh para monster.


Terlebih monster di pedesaan begitu banyak jenisnya, bahkan ada yang belum pernah Rai lihat sebelumnya, seperti Huuzer Licker Shiner yang memiliki kemampuan lidah terbuat dari berlian, Weak Lizeer Boger yang adalah kadal raksasa rawa, dan masih banyak lagi.


Dari semua itu, monster yang paling membuat Rai sedikit merasa kesulitan ialah Huzeer Spizer, monster Level E+ yang kuat dengan kemampuan alaminya yang dapat mengeluarkan jaring beracun.


Kata Lara, mereka sedang beruntung karena bertemu dengan jenis Huuzer Licker yang sangat langka, yaitu Huuzer Licker Shiner.


Meskipun lidahnya kuat, aspek yang lainnya sangatlah rentan dan memiliki durabilitas yang rendah, mengakibatkan mereka mudah untuk dibunuh.


Lidahnya yang memiliki kandungan berlian yang keras sangat diburu oleh para Pejuang untuk komponen senjata.


Sifat berlian yang ada di lidahnya sama dengan berlian yang Rai tahu yang ada di Bumi, lebih keras dari besi dan baja.


Senjata tongkat besi milik Lara sudah ditingkatkan dengan berlian Huuzer Licker, cukup kuat untuk merobek daging monster level E+, masih belum bisa merobek sisik tangan kiri Rai.


Sebuah keberuntungan yang menguntungkan.

__ADS_1


Sisanya Rai simpan ke dalam tas, takut sewaktu-waktu bahan berlian ini diperlukan olehnya.


Dari banyaknya monster yang Rai temui membuat levelnya lebih cepat naik, hanya dalam tiga hari saja Rai sudah bisa naik ke level selanjutnya, panen yang banyak.


Keterampilannya 'Hand of ???' sudah ditingkatkan dan memiliki sesuatu yang baru, tangan kirinya dapat mencakar target musuh dari jarak jauh dan tertentu.


Cakarnya yang berwarna ungu gelap menghasilkan sesuatu asap atau aura memiliki bentuk layaknya api yang berkobar, apabila itu diayunkan ke arah target, sebuah tebasan cakaran dari tangannya muncul di udara berbentuk lima garis vertikal warna ungu dan bergerak ke posisi tubuh target, lalu memotongnya begitu saja.


Target harus ada di dalam jangkauan Rai, sekitar 15 meter maksimal jauhnya. Kemampuan ini belum pernah Rai coba langsung, sebab ada Lara di sebelahnya, mungkin Rai akan mencoba ketika Lara tidur, namun untuk di dalam pertarungan, belum waktunya ditunjukkan.


Kemampuannya makin berkembang kuat, tentu ini sesuatu hal yang diinginkan oleh Rai.


Sementara itu, Kuro pun mengalami perkembangan yang cukup bisa dibilang signifikan, sekarang ia dapat mengalahkan monster di level E+ dengan sangat mudah.


Tubuhnya yang lebih besar ketimbang tiga hari yang lalu, ukurannya bertambah setengah meter dari tinggi dan panjang tubuhnya, asap hitamnya pun sangat pekat bagai gelapnya malam.


Hanya Lara saja yang Rai belum ketahui soal peningkatan kekuatannya.


Rai cuma tahu Lara lebih sering menggunakan kekuatan api putihnya untuk melawan monster, sebab menggunakan senjata tongkat besi dengan ujung berlian tidak efesien dalam pertempuran.


Pernah Rai mencoba dengan sengaja merasakan api putih Lara, itu tidak terasa panas melainkan hangat.


Ketika Rai bertanya hal ini kepada Lara, ternyata Lara menyebutkan bahwa dia memegang kendali penuh atas kemampuan apinya.


Oleh sebab itu, apinya bisa diatur suhu panasnya ke berapa derajat sesuai dengan keinginannya, tentu ada batasan atas dan bawah.


Lara bilang bahwa apinya memiliki suhu maksimal di 1.500 derajat celsius, yang di mana suhu magma dari letusan gunung berapi saja tidak bisa mencapai suhu sepanas itu, sangat luar biasa.


Ketika api menyentuh Rai, Lara mengendalikannya dan menurunkan suhu ke paling rendah, hanya 30° Celsius atau lebih.


Dengan kata lain, Lara memiliki kendali yang tinggi terhadap kemampuannya, sangat hebat.


Di waktu sekarang ini, keduanya sedang berada di sebuah pedesaan di atas pegunungan, lebih tepatnya di sebuah rumah yang cukup besar untuk bisa membangun tenda kemah di dalamnya.


Pedesaan ini sudah mereka berdua berantas monster yang tinggal di sekitar wilayah pedesaan, Kuro pun ikut membantu menghilangkan ancaman monster dengan cara membunuh monster yang ada di tepi kawasan.


Terdapat probabilitas 90% aman dari ancaman monster, pasalnya keduanya membersihkan para mayat dan darah monster-monster.

__ADS_1


Nyaris tidak ada bekas dari monster yang telah dibunuh oleh keduanya, pedesaan sudah bersih dari makhluk menjijikan tersebut.


Di dalam tenda kemah, Rai sedang bersantai sembari melihat Lara yang asyik memainkan ponselnya.


Lara hari-hari ini sedang tercandu-candu dengan kamera ponselnya dan juga permainan masak-masak yang ada di ponselnya, ia cepat bosan apabila memainkan permainan bertarung atau pun bertempur.


Lihat saja, sekarang Lara sedang mengambil gambar dirinya sendiri, terkadang ia mengambil foto bersama Rai secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari Rai, tiba-tiba saja foto Rai dan Lara ada di galeri foto.


Ingin rasanya melarang, tetapi Rai tahan karena melihat ekspresi gembira dan senangnya Lara yang membuatnya tidak tega.


Jadi, Rai membiarkannya saja.


Rai kini bersandar di tempat tidur sembari mengelus bulu halus Kuro dengan pandangannya yang malas melihat Lara yang energik melakukan selfie.


Dalam tiga hari in foto Lara telah terakumulasi lebih dari ribuan, berbagai pose ia lakukan, entah pose genit, lucu, seksi, dan, konyol ada semua di folder khusus Lara.


Namanya juga wanita, senang sekali dengan namanya melihat dirinya cantik.


Namun, Rai kerap kali ditanya oleh Lara apakah dirinya cantik apa tidak.


Tentu saja, Rai menjawab dengan jujur bahwa Lara cantik.


Begitu jawaban itu diucapkan dari mulut Rai, reaksi senang dan malu diperlihatkan oleh Lara meski sekilas.


Rai tidak mengerti kenapa Lara bereaksi seperti itu, padahal menurutnya itu hanyalah ucapan kejujurannya.


“Rai~”


“Ya?“ Rai menatap Lara dengan mata yang membosankan, “kenapa?“


“Apakah aku cantik hari ini?“ Lara bertanya dengan antusias dan serius sehingga wajahnya tidak sadar mendekat dengan wajah Rai.


“Kamu cantik hari ini.“ Rai mengangguk seraya membelai bulu Kuro.


Wajah Lara merona bagai lobster rebus ketika mendengar jawaban Rai, dan ia langsung memalingkan wajahnya, kembali melihat hasil fotonya untuk meringankan rasa malunya.


Rai hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah malu Lara yang menurutnya sangat imut.

__ADS_1


“Sudah waktunya makan malam,” ujar Rai dan bangkit dari tempat tidur bersama Kuro.


__ADS_2