LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 45: Tidur di Pohon


__ADS_3

“Aku pernah menemukannya dan mengkonsumsi batu khusus itu.“ Rai menjawab santai pertanyaan Loret sembari mengelus bulu halus Kuro berwarna hitam.


“Lalu, kekuatan apa yang kamu bangkitkan?“Loret menatap Rai yang ada di depannya dengan penasaran.


“Nampaknya itu meningkatkan fisik beberapa kali manusia biasa.“


“Sayang sekali ….“


Saat mendengar jawaban Rai, Loret menggelengkan kepalanya dengan kecewa.


Kekuatan yang dibangkitkan oleh Rai termasuk kategori yang lemah.


Meski demikian, awal pertama kebangkitan kekuatan, fisik kuat beberapa kalimat termasuk kuat, tetapi di luar itu semua potensinya lemah, tidak sekuat kebangkitan Loret dan Flank.


Terlebih lagi Flank yang masih memiliki unsur elemental, potensinya cukup baik, tapi Loret di bawahnya Flank.


Namun, Rai menjawab dengan kebohongan, dia sama sekali tidak membangkitkan kemampuan seperti itu.


Kebangkitan kemampuan Rai berbeda sekali dengan apa yang dijelaskan oleh Loret.


Tidak mungkin dia memberi tahu apa yang dia bangkitkan kepada orang lain, sama saja dia bunuh diri.


“Manusia hanya bisa mengkonsumsi Rist Stone sekali dalam seumur hidup, jika kamu menelannya lagi mungkin kamu tidak akan bisa menjadi manusia.“


Kalimat peringatan diucapkan oleh Loret, ini juga informasi yang penting bagi Rai.


[Ding! Tuan Rumah hanya bisa menggunakan Rist Stone untuk dikonversikan menjadi pengalaman dan Koin Sistem!]


Sistem tiba-tiba berdering dan memberitahukan kepada Rai bahwa Rist Stone atau batu kebangkitan dapat Rai gunakan untuk menambah poin pengalaman dan Koin.


Mengerti akan hal ini, Rai tidak perlu lagi bertanya apa kegunaan Rist Stone untuk dirinya.


“Intinya pejuang atau Evolver adalah orang yang telah membangkitkan kekuatan super.


Berbagai jenis kemampuan super muncul, tapi aku tidak bisa menyebutkan semuanya karena aku pun tidak tahu kemampuan itu ada atau tidak.


Satu yang harus kamu tahu, bahwa kau beruntung karena bisa menemukan Rist Stone dan berhasil membangkitkan kemampuan.“


Tatapan Loret menjadi serius saat memandang Rai sekarang ini.


Benar yang dikatakan oleh Loret, orang yang mendapatkan Rist Stone adalah orang yang beruntung.


“Rist Stone bukan berarti mudah didapatakan karena banyak orang yang membangkitkan kemampuan.


Namun sebaliknya, Rist Stone itu sangat sulit ditemui dan didapatkan, karena persentase kemungkinan untuk mendapatkan sangat-sangat kecil.“ Loret berkata sembari menggelengkan kepalanya dan mengangkat tangannya membuat gestur seberapa kecil kemungkinan.


Menyimak penjelasan Loret, apa yang dikatakan Loret sesuai dengan apa yanh pernah dijelaskan oleh Sistem, yaitu kemungkinan mendapatkan Rist Stone sangat kecil.


“Kau mendapatkan Rist Stone dari monster, kan? Monster apa?“


“Huuzer Crawler.“


Ingatan Rai bagus, dan dia menjawab dengan sedikit jujur.


Semestinya dia menjawab Corro Huuzer Crawler, tapi itu tidak mungkin dia beri tahu, karena kekuatan Corro Huuzer Crawler itu tinggi, mereka berdua pasti heran dan bertanya bagaimana bisa membunuh makhluk tersebut.


“Kau beruntung, Rai.“ Loret menepuk pundaknya, lalu dia berkata kembali, “Lalu kau mengkonsumsi satu Rist Stone itu? Dan berhasil membangkitkan kekuatan?“


Wajah Loret tampak lebih penasaran mengenai hal ini dan bertanya.


“Ya, kenapa?“ Rai bingung dengan ekspresi wajah Loret yang begitu menohok kepadanya.


“Kau memang pria yang beruntung, Rai.“


“Kenapa memangnya?“ Rai masih tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Loret.


“Aku beri tahu alasan kenapa aku bilang kepadamu bahwa kau adalah Pria yang beruntung.“


Sebelum menjelaskan lagi, Loret menengguk minumnya sekali, lalu dia memasukkan botol air mineral ke dalam tasnya.


“Pertama, kamu menemukan Rist Stone yang notabenenya merupakan sebuah barang yang sangat teramat langka, juga kau menemukannya di dalam tubuh monster yang lemah.


Kedua, begitu pula dengan persentase keberhasilan kebangkitan dengan menelan Rist Stone, kau berhasil dalam sekali percobaan dan itu tidak gagal.


Normalnya persentase keberhasilan dalam membangkitkan itu sangat kecil, tapi nampaknya kami berdua termasuk orang yang beruntung.“


“Aku mengerti.“


Respon Rai dengan mengangguk mengerti dengan penjelasan yang diucapkan oleh Loret.


Dipikir lagi, dia memang beruntung bisa pergi ke dunia ini dan mendapatkan sistem, tapi saat itu juga dia sial karena pergi ke dunia yang tidak aman ini hanya seorang diri tanpa teman.


Bingung dia adalah orang yang beruntung atau sial.


“Jadi, kalian itu seorang Evolver?“ Rai bertanya untuk memastikan lagi bahwa mereka berdua seorang Evolver.


“Benar, aku seorang Evolver yang membangkitkan kemampuan tangan cambuk atau Whip of Hand. Bagus dalam pengikatan, memperlambat gerakan musuh.“


Menganggukkan kepalanya Loret sambil menjelaskan kemampuannya.

__ADS_1


“Sedangkan, Flank adalah tangan batu, kemampuan dia termasuk ke dalam elemental meski tidak begitu cenderung ke elemental, tapi potensinya untuk berkembang bisa dibilang bagus. Biasanya dia bagus dalam hal penahan serangan musuh dan menyerang, walau kecepatan memukulnya kurang cepat.“


Flank yang mendengar penjelasan Loret mengenai kekuatannya hanya bisa terdiam dan memandang ke area sekitar.


Ia tidak peduli dengan Loret yang memberi tahu kekuatannya pada Rai.


“Informasi sudah aku berikan, jadi apa bayaranmu kali ini?“ tanya Loret pada Rai yang duduk di depannya.


Mendengar ini, tas yang di belakang punggungnya dia ke depankan dan tangannya mengambil sesuatu di dalam tasnya.


Saat tangannya keluar, sebuah benda yang dibungkus oleh kertas nasi berwarna cokelat dipegang oleh tangannya.


“Apa itu?“ Loret yang melihat ini segera berbinar dan bersemangat.


Ia tidak sabar untuk memakan makanan dari Rai, sebab makanan yang Rai berikan begitu lezat dan belum pernah dia rasakan sebelumnya.


“Ambil saja dan rasakan.“


Bungkusan makanan itu Rai lempar dan jatuh tepat di tangan Loret.


Lalu, dia mengeluarkan lagi sebungkus makanan lagi dan Rai lempar ke arah Flank yang duduk di atas dahan pohon.


Dengan sigap Flank menangkapnya dengan tangan kanannya.


Menatap bungkusan makanan di tangannya, sebuah sendok sudah Rai sisipkan untuk mereka berdua di sisi bungkusan nasi itu ditahan oleh karet hijau.


Menaruh di permukaan dahan yang cukup lebar, Flank mulai membuka isi dari bungkus makanan ini.


Ayam bakar, singkong rebus, sambal ijo, sayur nangka, dan nasi langsung terlihat saat Flank membukanya.


Semerbak aroma makanan yang lezat langsung tercium oleh lubang hidungnya, membuat Flank tidak sabar untuk menyantap makanan di depannya.


“Makanan apa ini?“ Loret menyentuh isian makanan dengan sendok dan bertanya dengan penasaran.


“Nasi padang, makan saja, ini enak.“ Rai menjawab seraya membuka nasi padang yang dia keluarkan lagi dari tasnya.


“Oke.“


Loret menyendok nasi yang terkena siraman kuah sayur nangka, lalu dia masukkan ke dalam mulutnya dan ia kunyah.


Rasa gurih, manis, asin, dan sedikit pedas serta beberapa rasa rempah terasa di dalam mulutnya.


Hanya dalam satu suapan membuat Loret bahagia dengan rasanya.


“Enak sekali!“ Mata Loret berbintang dan menatap Rai dengan wajah yang terpana.


Rai mematahkan sayap ayam bakar dan potongannya diberikan kepada Kuro yang duduk di tanah di sebelahnya.


Karena tidak ada tempat untuk meletakkan makanan, Rai dan Loret meletakkan makanan di atas tanah, kertas nasi berguna di kondisi seperti ini.


“Makanan yang kau berikan selalu enak, Rai.“ Loret berkata sembari meremas kertas nasi menjadi bola kecil dan ia letakkan di tanah di depannya.


Pujian ini hanya Rai respon dengan anggukan kecil.


Tentu saja makanan ini enak, tidak mungkin dikatakan tidak enak, pada dasarnya makanan yang diberikan oleh Rai berasal dari negara tempat dia berasal, yaitu Negara Indonesia, pastinya enak.


“Tak terasa air minum habis.“


Setelah menyesap air minum di dalam botol sampai habis, Loret berkata dengan sedikit kecewa.


“Bagaimana, ada yang ingin kau tanyakan lagi?“ Loret menoleh ke arah Rai yang telah menyelesaikan makanannya sebelum dia selesai dan berkata kepadanya.


“Informasi tentang The Bunmuri, kau tahu secara mendetail mengenai itu?“


The Bunmuri yang paling Rai ingin ketahui, setelah diberi tahu tentang organisasi peneror ini oleh Loret.


Menurutnya organisasi ini terlalu misterius baginya.


“The Bunmuri? Sebenarnya aku sedikit saja mengetahui persoalan Organisasi ini, tapi aku akan memberi semuanya yang aku tahu, seperti biasa, harus ada bayaran.“ Senyum yang penuh arti muncul di wajah Loret sembari melirik ke arah Rai.


“Oke.“ Rai mengangguk setuju.


“Aku minta bayarannya terlebih dahulu, aku masih merasa haus.“ Loret tiba-tiba meminta bayaran atas informasi yang akan ia berikan pada Rai.


Setelah makan, ia masih terasa haus dan ingin minum.


“Oke,” ucap Rai yang tahu apa bayaran kali ini.


Membuka tasnya, mengambil botol air mineral ukuran sedang dan melemparkan kepada Loret dan Flank.


Dengan cepat Loret membuka tutup botol, menatap air yang jernih dan menyesapnya tanpa ragu.


Setelah beberapa tegukkan, Loret menutup botol air minumnya dan memasukkan ke dalam tas.


Menatap kembali ke arah Rai, ia siap menjelaskan mengenai organisasi The Bunmuri.


“Sebelumnya aku sudah memberitahukan kepadamu apa itu, kan?“


“Ya, benar.“

__ADS_1


“Oke, kali ini aku akan menjelaskan mengenai pemimpin dan anggotanya. Tapi aku hanya memberi tahu apa yang aku tahu.“ Pandangan Loret masih fokus pada wajah Rai dan dia mulai memasang mode serius.


“Aku tahu isu mengenai pemimpin adri organisasi The Bunmuri, orang itu memiliki kekuatan kebangkitan yang kuat, tapi aku tidak tahu lebih spesifiknya apa kekuatan yang dimiliki oleh pemimpin itu.


Tapi, informasi yang pasti organisasi ini memiliki beberapa komandan yang kuat dengan kemampuan yang juga kuat.


Cara kerja mereka adalah bersembunyi di setiap kota, mengintai para tim The Linzation yang memburu mereka.“ Loret berhenti sesaat, melihat ke arah sekitar, lalu melanjutkan, “Kita harus hati-hati bisa saja mereka datang mengintai kita di sini.“


Loret menatap wajah Rai dengan sangat serius sambil sedikit maju ke depan.


“Itu saja yang aku tahu …. Sebagai tambahan, aku baru ingat berapa jumlah komandan organisasi The Bunmuri. Kalau aku tidak salah ingat, sekitar enam atau tujuh orang. Mereka benar-benar kuat, aku tidak yakin bisa bertahan dari serangam mereka.“ Loret menambahkan apa yang dia lupa katakan tadi.


Menganggukkan kepalanya, Rai mengerti informasi yang dijelaskan oleh Loret.


Namun sayang, Loret tidak bisa menjelaskannya lebih jelas dan detail pada informasi kali ini, membuat Rai sedikit kecewa.


“Tapi, aku pernah dengar bahwa salah satu komandan mereka memiliki kemampuan kebangkitan hewan yang sangat langka,” celetuk Flank pada Rai yang sedang menunduk merenung.


“Benar!“


“Aku juga baru ingat. Seseorang ada yang menyebarkan rumor bahwa salah satu komandan organisasi The Bunmuri ini memiliki kemampuan Malzer yang langka, kemampuan kebangkitan campuran dari Malzer dan Mentzer.“


Loret berkata dengan sedikit bersemangat karena dia telah ingat sesuatu yang penting.


“Juga kebanyakan dari komandan ini memiliki kemampuan elemental yang kuat. Organisasi The Bunmuri tidak boleh dianggap enteng, mereka itu sangat berbahaya.“


Rai duduk terdiam setelah mendengarkan ucapan yang dilontarkan oleh Loret.


“Pemimpin? Komandan?“ Rai bergumam kecil menyebut dua kata ini sambil melihat Kuro dengan tatapan kosong dan mengelusnya lembut.


Dalam pikirannya saat ini dia masih memikirkan dua kata ini. Tidak disangka pemimpin dan bahkan komandan yang Rai ketahui sebagai anak buah pemimpin memiliki kemampuan dan kekuatan yang luar biasa.


Sayangnya orang-orang sekuat itu tidak menggunakan kekuatannya untuk membantu manusia dalam mencapai kejayaannya, ini sebaliknya membuat manusia menjadi lebih susah dan terpuruk lemah.


Kemampuan gabungan antara Malzer dan Mentzer, dua kemampuan ini masing-masing kemampuan yang kuat, jika digabungkan keduanya akan menjadi lebih kuat.


Bahkan dirinya tidak memiliki kekuatan keduanya.


Apakah Majestic of Mind, Body of ???, dan Hand of ??? itu termasuk kuat?


Dipikir-pikir sepertinya kekuatannya juga termasuk kuat, selain kuat juga kemampuannya unik.


“Jangan dipikirkan, mungkin suatu hari kita bisa sekuat mereka dan dapat membasmi monster dengan mudah.“


Suara Loret membangunkan Rai dalam renungannya yang memikirkan pemimpin dan tujuh komandan atau komando The Bunmuri.


“Omong-omong senjatamu itu dari mana? Atau buatanmu sendiri?“ tanya Loret sembari menatap senjata Methuragon yang diletakkan di sebelah Rai.


“Ini?“ Rai menunjuk senjata di sampingnya.


“Iya, senjatamu.“


“Aku membuatnya sendiri, kebetulan aku menemukan pandai besi dan mencoba untuk membuatnya dari besi yang ada dan aku temukan di jalan.“


“Kau? Kau bisa membuatnya?“


“Sedikit bisa.“


Pandangan Loret kepada Rai terasa sedikit berbeda, ada rasa kekaguman pada Rai ketika pemuda ini menatap.


Rai harus berbohong lagi. Bodoh kalau dia memberi tahu bahwa ini dia dapatkan dari sistem.


“Senjatamu keren, apakah kamu bisa membuatkan senjata yang serupa?“


“Tidak bisa, ini saja tidak bagus.“


Mengubah wajahnya, Loret menjadi sedih dan kecewa saat mendengar jawaban Rai.


Ia ingin sekali mendapatkan senjata yang seperti itu. Jika dibandingkan dengan senjatanya, senjata Rai lebih keren dan kuat, senjatanya hanya besi yang mirip seperti pemukul baseball yang terbuat dari besi.


Flank yang mendengar ini pun ikut kecewa, ia juga berniat untuk meminta Rai membuatkannya senjata, tapi jawaban Rai memupuskan harapannya.


“Lebih baik kita tidur sekarang, besok kita akan melanjutkan perjalanan lagi menuju Kota Lhee Utara.“


Bangun dari batu yang dijadikan tempat duduk, Loret berdiri di depan pohon dan berniat memanjatnya ke atas.


“Kita tidur di dahan yang sekiranya bisa digunakan untuk tidur dan berbaring, di bawah terlalu beresiko.“ Loret berbicara pada Rai yang masih duduk di atas batu bersama dengan Kuro di pangkuannya.


“Oke.“


Berdiri dari posisi duduk, Rai bersama Kuro berjalan ke pohon di sebelah pohon yang ditempati Flank dan Loret, dahan yang dimiliki oleh pohon ini cukup besar, jadi dia berniat untuk tidur di sini.


Sebenarnya ia tidak akan tidur.


“Gantian, Flank. Kamu menjaga untuk malam ini, besok Rai yang menjaga kita tidur.“ Loret menoleh ke samping dahan dan berkata pada Flank.


“Oke-oke.“ Flank menjawab dengan sedikit anggukan kepala.


Loret dan Rai mulai berbaring di dahan dan berniat untuk tidur, sedangkan Flank dia duduk sembari melihat are sekitar dan sesekali membaca informasi yang dia dapatkan yang serupa dengan informasi milik Loret. Daripada diam lebih baik membaca.

__ADS_1


__ADS_2