
Kraaahhh!
Para gerombolan Huuzer Crawler pertama yang menyerang mereka bertiga.
Flank yang di paling depan segera menusuk para monster merangkak ini dengan senjata besi runcingnya.
Gerakan Flank sangat cepat ini melebihi orang biasa saat menggerakkan senjata.
Melihat Flank telah menyerang, Loret pun ikut bergerak melawan para Huuzer Crawler.
Besi yang tumpul dan sedikit lebar ini ternyata digunakan untuk memukul para monster hingga remuk dan hancur.
Kedua pemuda ini bertarung dengan sinkronisasi yang sangat baik.
Tongkat besi yang itu menghunus tepat di bagian kepala monster hingga menembus ke bagian leher. Flank lalu menarik senjatanya dan menusuk dengan kecepatan yang semakin cepat.
Sementara itu, Loret yang memegang pukulan besi tumpul tengah asyik memukul kepala dan kaki Huuzer Crawler yanb hendak menyerangnya. Ayunan besi itu begitu kuat hingga menciptakan gelombang angin kecil saat besi itu menabrak tubuh Huuzer Crawler.
Beberapa detik melihat mereka bertarung, sebuah kelemahan langsung terlihat dari keduanya, yakni stamina yang kurang.
Butiran keringat keluar satu demi satu dari dahi mereka, nampaknya mereka sedikit kewalahan oleh ratusan monster-monster ini.
“Rai bantu kami … argh!“ Loret berkata pada Rai yang masih belum bergerak sembari memukul kaki salah satu Huuzer Crawler yang datang kepadanya.
“Oke.“
Ucapan persetujuan itu keluar, sosok Rai pun menghilang dari tempatnya.
Tiba-tiba tubuh Rai berada di depan di antara keduanya sambil memutar senjata di tangannya.
Satu per satu Huuzer Crawler dijadikan daging cincang oleh Rai menggunakan senjatanya, gerakan Rai sangat cepat, melebihi kecepatan kedua pemuda ini.
“Sial! Rai terlalu ganas!“ Loret berkata pada Flank saat melihat Rai yang begitu kejam membunuh para monster di depan.
“Kita jangan mau kalah!“ Flank menjawab sembari memukul kepala monster dengan keras.
“Ya!“
Gerakan mereka berdua semakin intens dan garang, meski kelelahan semakin terasa keduanya terus berjuang.
Sekilas Rai melihat mereka berdua berbicara, dan dia hanya bisa tersenyum.
Double Bladed Sword menari-nari di tangan Rai, dengan mudahnya memotong bagian tubuh Huuzer Crawler.
Kuro telah turun ke bawah dan hanya memandangi mereka bertiga bertarung dari sisi jalan yang aman.
“Awas belakangmu!“ Flank tiba-tiba berteriak pada Loret.
Ia melihat Big Huuzer Crawler yang tiba-tiba muncul di belakang Loret hendak mencakar.
“Padahal aku tidak ingin menggunakan ini.“
Suara sembrono dan sedikit menyesal terdengar oleh Rai dan Flank. Seketika sesuatu perubahan terjadi pada tangan Loret.
Kedua tangan Loret tiba-tiba mengalami perubahan yang aneh, jari-jari tangannya menyatu, jari sampai ke sikut telah berubah menjadi sebuah pecutan berwarna krem.
Pecutan itu melambai dengan cepat menuju cakar Big Huuzer Crawler lalu menabraknya menghempaskannya ke samping.
Graahh!!
Jeritan keras keluar dari mulut Big Huuzer Crawler setelah mendapatkan luka dari pecutan tangan Loret.
Sebelum monster ini mengeluarkan serangan, tali cambuk Loret mengikat leher Big Huuzer Crawler lalu menariknya ke arah Flank.
“Flank!“
Tubuh besar Big Huuzer Crawler ditarik dan hampir terbang karena tangan cambuk Loret.
Perubahan terjadi juga dengan Flank, tangan kanannya yang kosong berubah menjadi besar dan mengeras seperti menjadi batu abu-abu.
Sosok Flank melompat ke atas lalu mengirim belasan tinjuan batu pada Big Huuzer Crawler yang terlempar oleh Loret.
Daging Big Huuzer Crawler terkoyak oleh setiap pukulan berat yang Flank luncurkan. Kaki, tubuh, dan kepala semua hancur bagaikan daging ayam yang digeprek dan ditungkan sambal.
Mereka berdua tidak memberi kesempatan untuk Big Huuzer Crawler untuk beregenerasi diri.
Cambuk dan tinju batu terus membombardir tubuh Big Huuzer Crawler hingga akhirnya hancur hingga tidak bisa dikenali lagi.
Flank dan Loret menaruh senjatanya di punggungnya masing-masing, kini dia telah berganti mode ke mode senjata alami diri.
Tali cambuk Loret dengan cepat menghancurkan kepala Huuzer Crawler dengan tepat.
Tinju batu Flank melakukan konfrontasi dengan cakar Huuzer Crawler dan menghancurkan semua cakar yang datang untuk melukai dirinya.
Serangan mereka berdua semakin intens dan brutal, Huuzer Crawler pasti mati di tangan mereka berdua.
“Mereka?!“ Rai tercengang saat melihat Loret dan Flank mengalami perubahan yang tidak manusiawi.
Dengan wajah terkejut, Rai tetap membunuh para Huuzer Crawler yang menyerangnya.
“Mereka gabungan manusia dan monster?“ Rai bergumam meski beberapa cakar terulur cepat ingin melukainya.
Double Bladed Sword Methuragon berputar dan memotong semua kaki bercakar Huuzer Crawler. Saat memikirkan ini gerakan Rai menjadi lebih cepat.
Cepat, tambah cepat, semakin cepat!
__ADS_1
Semua Huuzer Crawler yang ada di dekat Rai menjadi daging cincang dengan potongan besar.
Pandangan Rai bergerak ke sekelilingnya, semua Huuzer Crawler telah mati, banyak potongan daging dan mayat Huuzer Crawler yang remuk dan pipih juga banyak luka seperti sayatan, tapi berbeda.
Tinggal tiga Big Huuzer Crawler yang tersisa di jalan layang ini.
Loret dan Flank segera menghampiri Rai dan berdiri berdampingan menghadap Big Huuzer Crawler di kejauhan.
“Kalian?“ tanya Rai sambil menatap tangan mereka berdua yang sudah tidak seperti tangan manusia lagi.
“Kami berdua seorang Evolver atau Pejuang yang telah bangkit.“ Loret menjawab pertanyaan yang terkandung dalam tatapan Rai yang nampak bertanya-tanya.
“Evolver?“
Rai tidak mengerti apa maksud dari kata itu.
“Tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang, kita fokus dengan tiga makhluk besar ini.“
Mata Lorett masih terpaku pada Big Huuzer Crawler yang ada di depannya. Tangannya yang menjadi cambuk sudah berancang-ancang untuk melakukan penyerangan.
“Kita harus menyelesaikan masalah di depan kita terlebih dahulu.“
Kedua kepalan tangan Flank menjadi batu yang berbentuk kepalan tangan manusia yang besar, nampak berat jika dilihat, tapi Flank tidak merasakan berat yang begitu berarti.
“Ayo, kita mulai!“
Kata-kata itu keluar, sosok Loret dan Flank meluncur cepat menuju tiga Big Huuzer Crawler.
Cambuk itu diayunkan begitu cepat membidik kedua kaki depan salah satu Huuzer Crawler.
Ctak!
Ujung cambuk Loret berhasil mengikat kaki depan Huuzer Crawler, denga tenaga yang besar, dia menahan kedua kaki ini dengan tubuh Loret.
Melihat Loret membuka kesempatan, Flank berlari cepat menuju Huuzer Crawler yang ditahan oleh Loret.
“Mati!“
Menendang permukaan jalan dan tubuh Flank melompat ke atas membidik Huuzer Crawler sambil mengangkat kedua tangannya ke belakang.
Tinju batu itu memukul sangat kuat pada kepala Huuzer Crawler hingga hancur bagaikan semangka yang ditembak dan isiannya menyebar ke mana-mana.
Pukulan demi pukulan mendarat di tubuh Huuzer Crawler, suara nyaring dan dentuman berat terdengar jelas.
Dua Huuzer Crawler yang telah diam beberapa detik, akhirnya bergerak menjalankan serangannya pada Loret dan Flank.
Kedua monster itu berlari cepat menuju Flank, karena Flank terdekat dari mereka berdua secara tidak langsung menjadi target mereka.
Kedua cakar melayang di udara menunjuk pada Flank yang ada di atas mayat Big Huuzer Crawler.
“Awas, Flank!“ Loret berkata dengan keras memperingatkan Flank.
Cambuk Loret mengikat pinggang Flank dan menariknya ke arahnya sehingga Flank jauh dari jangkauan dua monster yang menyerangnya tadi.
Rai tidak bergerak saat mereka berdua melakukan penyerangan, ia berdiam diri sambil memandangi mereka berdua dengan wajah datar.
Kekuatan mereka berdua tidak begitu membuat Rai terkesan, mereka hampir membuat kerugian kepada dirinya sendiri akibat tindakan mereka yang ceroboh.
Beruntung Loret cepat-cepat memberi peringatan kepada Flank yang masih meninju Big Huuzer Crawler yang sudah mati.
“Hati-hati, Flank.“
“Terima kasih, Loret. Sudah memberitahukan kepadaku tanda bahaya itu.“
Flank berdiri di sebelah Loret dan berkata kepadanya dengan rasa terima kasih pada wajahnya.
Jika Loret tak memberi tahu dirinya serangan mendadak itu, mungkin dia sudah terluka berat sekarang, atau bisa lebih parah dari itu.
“Sama-sama, fokus akan sekitar, kita tidak boleh lengah.“ Loret berkata dengan serius sambil memandangi dua monster besar yang perlahan mendekati mereka.
“Rai, aku butuh bantuanmu.“ Loret menoleh ke arah Rai dan berkata sedikit memohon.
Tampaknya mereka berdua kesulitan melawan dua monster besar di depannya sekaligus. Butuh waktu untuk membunuh satu Big Huuzer Crawler, itu rawan akan terjadi sesuatu serangan yang datang seperti yang baru saja terjadi.
Loret tidak memiliki serangan fatal, cambuknya bukanlah sebuah pedang yang tajam, itu hanya sebuah tali yang dipecutkan dengan kecepatan yang tinggi hingga membuat luka irisan yang cukup dalam pada lawan.
Sedangkan Flank, tinju batunya yang kuat itu memiliki kekurangan pada aspek kecepatan dalam menyerang, juga kekuatan penghancurnya hanya sebatas meremukkan bukan memotong, Flank lebih cocok menjadi seorang Tanker atau penahan serangan untuk tim daripada penyerang.
“Oke,” jawab Rai santai tanpa ada rasa keberatan dalam nada ucapannya.
Rai melangkahkan kakinya ke depan menuju kedua Big Huuzer Crawler, langkahnya semakin lama semakin cepat.
“Hei, kau mau ke mana, Rai?!“ panggil Loret pada Rai yang berjalan semakin cepat di depannya.
“Katamu kau butuh pertolongan, kan? Aku akan menolong kalian berdua untuk membunuh monster ini.“ Rai berkata tanpa menoleh ke belakang, tatapannya terkunci pada monster yang tidak jauh lagi ada di depannya.
“Bukan seperti itu, maksudku! Kembali Rai, itu terlalu berbahaya!“
Cambuk tangan Loret dengan cepat menyambar tubuh Rai, berniat untuk menarik kembali Rai kepada mereka.
Tepat ketika cambuk itu ingin meraih tubuh Rai, tiba-tiba saja sosok Rai menghilang dari tempatnya.
“Dia ada di sana!“ Flank berseru sambil menunjuk sosok Rai yang muncul di depan salah satu Big Huuzer Crawler.
Kehadiran Rai yang tiba-tiba membuat mereka berdua tidak sempat bereaksi untuk menahan serangan Rai.
__ADS_1
Kilatan cahaya hitam melanda kedua tubuh Huuzer Crawler dalam beberapa hembusan napas.
Serangan Rai telah dimulai, ia menebas dengan kejam dan tegas tanpa ada keraguan kepada musuhnya.
Suara tebasan yang terdengar sangat mulus menghiasi suasana yang tegang ini, teriakan dua monster itu tersendat-sendat sebelum benar-benar berhenti dan diam.
Rai berhenti bergerak, lalu menyatukan kembali kedua Longswordnya dan berbalik memunggungi kedua monster yang berdiri tak bergerak.
“Selesai.“
Tubuh besar Big Huuzer Crawler itu hancur menjadi potongan daging kecil dan jatuh ke bawah.
Setelah mengatakan satu kata itu, Rai tersenyum dan mendatangi Loret dan Flank yang tercengang dengan mulutnya yang terbuka lebar.
Ding!
[Bunuh 2 Big Huuzer Crawler (E-). Dapatkan +20 Exp, +20 Koin!]
[Bunuh 133 Huuzer Crawler (F-). Dapatkan +133 Exp, +133 Koin!]
Pemberitahuan Sistem terdengar di dalam benaknya, senyumannya semakin lebar di wajahnya, pengalamannya semakin bertambah untuk sampai level selanjutnya.
“Ka-kamu ….“ Loret menunjuk Rai dengan tangan kanannya yang telah berubah menjadi tangan normal.
“Ya?“
“Kamu hebat sekali, Rai!“
Mata Loret yang melihat Rai menjadi bersemangat nampak memuja.
Pujian Loret hanya bisa Rai respon dengan senyuman, tidak tahu harus merespon apa yang tepat.
“Wajar saja kau bisa sampai sejauh ini di Kota Lhee Pusat, ternyata kamu kuat.“
Tangan kanan Flank menepuk pundak Rai, mengangguk mengakui kekuatan Rai.
Sebelumnya, mereka berdua cukup bingung dengan Rai, apakah dia bisa sampai ke sini hanya mengandalkan keberuntungan atau kekuatan.
Di Kota Lhee Pusat ini cukup berbahaya, pasalnya berbagai jenis Huuzer Crawler yang lebih kuat ada di sini, jumlahnya sangat besar dan banyak.
Sekarang sudah diketahui bagaimana cara Rai bisa sampai di sini.
“Aku tidak mengira kau memiliki kekuatan yang begitu hebat.“ Loret memandang Rai dan tersenyum sambil mengacungi satu jempol.
“Kau hebat, Rai.“
“Sudah-sudah, ayo kita lanjutkan lagi perjalanan sampai ke tempat yang aman sebelum matahari terbenam.“
Flank berjalan lagi ke depan, menghindari potongan daging yang berserakan dan genangan darah. Menutupi hidungnya ia tidak tahan dengan aroma darah busuk yang menyengat.
“Oke.“ Loret berjalan lagi dan mengikuti jejak Flank.
Melihat mereka berdua telah melangkah ke depan, Rai membuka ritsleting tasnya dan mengambil potongan daging ke dalam tas dengan kekuatan telekinesisnya.
Sembari memasukkan, matanya juga tetap mengawasi keduanya supaya tindakannya tidak diketahui mereka berdua.
Daging-daging ini sangat penting bagi Kuro untuk meningkatkan kekuatannya, sangat disayangkan apabila dilewatkan.
Beberapa detik Rai memasukkan daging-daging monster, melihat kecepatannya memasukkan daging sepertinya sangat sulit untuk memasukkan semua daging dengan cepat.
Jadi, ia memutuskan untuk mengambil sebagian saja, potongan daging Big Huuzer Crawler sangat diutamakan dibandingkan Huuzer Crawler biasa.
Daging dari tingkatan terkuat memiliki manfaat yang besar dalam peningkatan Kuro dibandingkan yang lemah, itu sudah jelas.
“Ayo, Rai. Kenapa kau berdiam diri di situ?“
Loret menoleh ke belakang melihat Rai yang sedang menutup tasnya yang terbuka.
“Tas sedikit macet, aku akan segera ke sana.“
Kebohongan diucapkan oleh Rai, ini dilakukan untuk keamanan diri, tidak mungkin berkata dengan sejujurnya mengenai kemampuannya.
Hal tersebut jika dilakukan ada suatu kebodohan yang besar.
“Oke, aku tunggu di depan sana.“
Berbalik, Loret kembali berjalan ke depan mengikuti Flank yang tidak jauh darinya.
“Sip, daging Big Huuzer Crawler telah dimasukkan.“
Menggendong tas ranselnya, Rai mulai kembali berjalan mengikuti arah mereka berdua berjalan.
Kuro kini tidak duduk di pinggang Rai lagi, lebih senang berjalan di belakang Rai sambil melihat-lihat sekitar, sesekali dia memakan potongan daging yang ada di hadapannya.
Mereka bertiga berjalan berbaris menelusuri jalan layang yang panjang.
Tak lama di depan mereka terdapat tembok besar yang tinggi beberapa puluh meter.
Pemandangan ini dapat mereka lihat meski jarak mereka dengan tembok itu masih jauh.
Tembok kokoh yang diperkirakan terbuat dari beton ini telah rusak di beberapa bagian, sepertinya ini adalah tembok dinding yang menjaga wilayah Kota Lhee Pusat.
“Setiap kota Lhee terdapat tembok penahan seperti ini, gunanya sudah sangat jelas, yaitu untuk menjaga dan menahan sesuatu yang ada di luar, selain itu juga sebagai penanda luas wilayah.“
Kata Loret yang kembali menjelaskan tentang sesuatu yang Rai lihat sekarang.
__ADS_1
Mendengar ini, mata Rai tertuju pada tembok yang sangat megah di kejauhan.
Visual yang ditampilkan memberikan perasaan yang menekan bahwa sekarang dunia tidak lagi aman.