
“Sudah lama kami cari, akhirnya kita bertemu juga.“ Garol berkata dengan seringai mengerikan yang ditujukan pada Lara.
Wanita yang dicari oleh mereka bertiga tidak lain dan tidak bukan ialah Lara. Mereka bertiga telah lama berkeliaran di Kota Talu Utara untuk mencari sosok Lara, mereka ditugaskan oleh Komandan Daris salah satu komandan dari lima komandan The Linzation yang ada.
Lantas, apakah Lara buronan dari musuh The Linzation?
“Lara Lin, itu namamu, bukan?“ Carlof bertanya dengan wajah yang tenang.
“Kalian anggota Seizure?“
Lara memandang ketiganya dengan waspada.
“Ya, kami di sini untuk membawamu kepada Komandan, beliau tertarik denganmu, kemungkinan kamu akan menjadi wanita komandan, paling tidak menjadi pelayannya.“ Kini Haris yang menjawab.
“Komandan? Siapa yang ingin menjadi wanita komandan kalian? Aku tidak sudi!“ Lara menolak mentah-mentah ajakan mereka bertiga untuk membawanya.
Pasalnya, di dalam hati Lara sudah ada yang mengisi, ia tidak mau menjadi wanita orang lain selain menjadi wanita dari pria yang ia suka.
“Seharusnya kamu senang karena menjadi target calon istri komandan kami yang kuat. Kenapa kamu menolak?“ Carlof mengatakan dengan wajah yang heran.
Kenapa wanita yang satu ini menolak, padahal banyak wanita yang ingin menjadi wanita komandannya, tetapi komandannya memiliki sifat pemilih dan tidak sembarangan dalam memilih wanita.
Wanita di depannya adalah yang beruntung karena telah dipilih dan mereka bertiga ditugaskan untuk mencari wanita berbulan-bulan.
“Karena ada seseorang yang aku suka! Aku tidak akan menjadi wanita orang lain, terutama menjadi wanita komandanmu, itu mustahil! Aku lebih baik mati daripada menjadi wanita komandanmu!“
Rai menoleh ke samping untuk melihat Lara yang baru saja mengeluarkan kata yang pedas. Sejak tadi Rai hanya diam menyimak, sebab ia tidak tahu apa masalahnya dan mencoba untuk mengetahui permasalahan antara Lara dan ketiga pria muda di depannya.
Begitu memperhatikan kata-kata Lara dan ketiga pria, secara kasar Rai mengerti bahwa ketiganya dari anggota The Linzation, lebih tepatnya Seizure yang ditugaskan untuk membawa Lara.
Namun, ada sesuatu hal yang tidak dimengerti oleh Rai, ada satu poin yang menurutnya janggal dan aneh, yakni tujuan komandan Seizure yang menugaskan ketiga pria ini.
Tujuannya apa? Apakah untuk 'itu'?
Penolakan Lara yang diucapkan secara terus menerus membuat ketiganya marah, emosi kemarahan naik perlahan dari tubuh ketiga pemuda tersebut, dan yang paling jelas ialah Garol.
Tubuh Garol bergetar hebat, wajahnya menjadi merah dan terdistorsi. Amarahnya telah melonjak drastis dan ia mencoba untuk menahannya sekuat mungkin karena momentum menyerang belum tepat.
“Apa maksudmu?!“ Carlof yang tenang kini menjadi murka.
Haris yang dekat dengan Carlof sedikit terkejut melihat karakter Carlof yang tenang sekarang begitu marah seperti sekarang.
Pada saat Lara mengatakan itu, Haris tak sengaja meihat mata Lara yang sekilas melirik Rai.
“Kamu lebih memilih pria kurus ini daripada komandan kita yang kuat? Apakah kamu bodoh?!“ Haris berkata keras pada Lara.
Haris sadar dengan hal ini dan mengetahui ada sesuatu yang berbeda dari pandangan mata Lara kepada Rai.
Kemungkinan besar wanita ini jatuh cinta dengan pria yang ada di sebelahnya
“A-apa maksudmu! A-aku tidak mengerti.“ Lara pura-pura tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Haris.
Rai yang ada di sebelahnya tidak tahu apa maksud perkataan Haris.
“Kalau kamu tidak mau dibawa secara baik-baik, maka jangan salahkan kami untuk membawamu dengan cara yang kasar, mungkin sangat kasar.“ Carlof berkata dengan serius.
“Diam, Carlof! Komandan memberi tahuku jika wanita ini tidak ingin dibawa dalam kondisi hidup, kita diperbolehkan membawanya dalam kondisi tanpa nyawa, asalkan jasadnya utuh dan bagian vitalnya tidak tergores.“ Garol berkata panjang lebar dengan wajah yang masih memerah karena marah.
__ADS_1
“Jadi, kita tidak perlu khawatir wanita ini mati atau tidak.“ Garol menambahkan.
Dua tangan Garol terkepal kuat dan siap menyerang. Haris dan Carlof pun sudah berancang-ancang untuk siap bertarung.
Di detik berikutnya, sosok Garol menghilang bersamaan dengan sekelebat bayangan hitam menuju Lara.
Sebuah tinju tiba-tiba muncul di depan wajah Lara hendak memukulnya. Lara belum sempat bereaksi karena gerakan ini begitu cepat, ia cuma bisa menutup mata.
Tepat ketika tinju itu ingin menghantam wajah Lara, sesuatu adegan yang mengejutkan terjadi.
Bang!
Sesuatu benda yang keras bertabrakan dengan kuat hingga menciptakan bunyi yang kuat dalm radius beberapa meter.
Angin yang kencang pun muncul dan menghembuskan rambut Lara yang menjuntai.
Lara membuka matanya perlahan dan matanya langsung melebar terkejut.
Saat ini di depannya ia melihat sebuah tangan seseorang yang berhasil menahan tinju Garol.
Mata Lara bergerak dan ia melihat bahwa tangan ini adalah milik Rai.
Tangan kiri Rai dengan tepat waktu menahan tinju kuat Garol.
Jika saja ia telat satu detik saja, mungkin Lara sudah terluka parah sekarang.
Garol, Carlof, dan Haris membelalak terkejut, terlukis jelas rasa ketidakpercayaan di wajah masing-masing dari mereka.
Jujur, Garol tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang. Tinjunya yang mengandung 90% dari kekuatan penuhnya begitu mudah ditangkap oleh satu tangan Rai. Sebagai perbandingan Haris yang memiliki kemampuan menyerap tinjunya pun tidak bisa menahan tinjunya satu ini.
“Maaf, aku tidak mengizinkan kalian mengambil wanita ini.“ Rai berkata dengan dingin sampai membuat tubuh Garol yang panas merasa kedinginan.
Setelah mengatakan itu, tangan kiri Rai mendorong tinju Garol dan membuat Garol mundur beberapa meter.
“Kau seharusnya tidak ikut campur dalam masalah ini! Ini masalah antara kami dan dia!“ Garol berkata dengan marah sambil jarinya menunjuk Lara.
“Sekarang ini sudah menjadi urusanku, lantaran wanita ini anggota timku, kalian sama sekali tidak berhak untuk mengambilnya. Jika kalian bersikeras ingin mengambilnya … bunuh aku terlebih dahulu kalau kalian bisa.“ Rai membuka maskernya dan berkata dengan wajah yang dingin.
Begitu Lara mendengar kata-kata yang dilontarkan Rai, Lara merasa nyaman dan manis sekaligus senang karena ada seseorang yang berniat untuk melindunginya.
Ini pertama kalinya ia diperlakukan seperti ini oleh orang lain selain keluarganya.
Sudah lama sekali Lara berjuang sendiri tanpa bergantung pada orang lain, ia melindungi dirinya sendiri dan bukan orang lain. Kini ia mengalami perasaan dilindungi oleh seseorang setelah sekian lamanya, ternyata rasanya dilindungi orang lain tidaklah buruk.
“Wajah putih kecil berniat melindungi kecantikan? Apakah kamu bercanda?“
“Jangan kira setelah kau bisa menahan tinjuku dirimu itu yang terkuat, tadi hanya kebetulan saja, lagi pula aku tidak mengeluarkan seluruh kekuatanku pada pukulan itu.“
“Sudahlah, hentikan khayalanmu. Tidurlah dan berbaring, jangan lupa membaca majalah seksi sebelum tidur agar kamu bisa puas dengan khayalan yang ada di kepalamu. Hahaha!“
Garol mencibir tindakan Rai dan perkataannya.
Setelah melihat wajah putih Rai, rasa benci pada Rai muncul di dalam hati Garol.
Ia menghina dan mengejek Rai, Garol masih belum percaya bahwa Rai orang yang kuat, ia masih menganggap kejadian yang baru saja terjadi adalah sesuatu yang kebetulan.
“Haha! Benar, Garol!“
__ADS_1
Haris dan Carlof mengubah wajahnya dan tertawa puas setelah mendengar ucapan Garol.
“Kalau begitu, ayo kita bertarung!“ kata Rai yang tidak memedulikan ejekan Garol.
“Yo, ternyata nyalimu kuat juga, ya! Sesuai dengan permintaanmu, aku akan melawanmu!“
Garol berdiri sambil membunyikan sendi-sendi kepala dan jari-jarinya, ia melemparkan tas ke sembarang tempat dan fokus pada Rai.
“Aku titip, Kuro dan tasku, kamu mundur beberapa meter di belakangku.“ Rai menyerahkan Kuro dan tasnya kepada Lara dan menginstruksikan untuk menjauh.
“Emm … baiklah. Hati-hati~” Lara berkata dengan nada yang semakin kecil.
Telinga Rai mendengar jelas ucapan Lara, dan ia menjawab, “Aku akan baik-baik saja, itu hanya mereka.“
“Emm … oke~”
lara mundur puluhan meter dari tempat Rai dan Garol berada, ia berdiri sambil memeluk Kuro di dadanya, tas milik Rai ia gendong di belakang punggung, matanya melihat sosok Rai dengan sorot mata yang berbeda.
Melihat Lara sudah pindah ke tempat yang aman, Rai mengembalikan pandangannya ke arah Garol dan menatapnya dengan serius.
“Ayo, kita mulai!“
Selepas kata-kata itu jatuh, sosok Rai dan Garol menghilang, dan keduanya muncul lahan kosong di tengah-tengah antara jarak keduanya.
Tinju Rai dan Garol bertabrakan sangat keras hingga menciptakan bunyi dentuman yang kuat.
Keduanya saling bertukar pukulan satu sama lain, dan tanpa sadar membuat bunyi gaduh yang berkelanjutan.
Secara tidak langsung pertempuran keduanya mengundang banyak monster di sekitar berdatangan ke arah mereka.
Lara menyadari hal ini dan ia melawan monster yang datang ke arahnya. Tidak hanya Lara, Haris dan Carlof pun membunuh monster yang datang mencoba membunuh mereka.
Akan tetapi, kedua sosok yang saling bertempur tidak menyadari hal ini selama beberapa saat.
“Rai! Hati-hati monster-monster berdatangan ke arah kita!“
Suara nyaring Lara terdengar jelas di telinga Rai, karena itu Rak tersadar dan segera memberhentikan pertarungan.
Rai menambahkan daya keluaran kekuatannya pada tinju kanannya dan dengan secepat kilat tinjunya menghantam perut Garol yang hendak memukulnya juga.
Di dalam penglihatan Garol tiba-tiba menjadi cepat, dan ia tidak bisa menyeimbangkannya sehingga Garol terkena pukulan telak Rai.
“Ugh!“
Tubuh Garol terlempar beberapa meter dan jatuh di dekat Carlof dan Haris yang sedang bertarung melawan monster.
Sehabis menjatuhkan Garol, Rai langsung bergegas menuju Lara yang sedang memegang Kuro di tangan kirinya, dan tangan kanannya menggenggam batas besi tajam untuk menyerang monster yang mendekat.
Duar!
Kepalan tangan Rai membunuh Roachzer dalam sekali serangan.
“Fokus dan waspada, jangan sampai terkena cakar dan gigitan mereka,” kata Rai yang telah berdiri di sebelah Lara.
Kedua tangannya terus bergerak untuk memukul monster dan matanya fokus pada monster yang berdatangan.
Ia lupa tidak mengeluarkan senjatanya, tetapi ia jug sengaja tidak menggunakan senjatanya untuk melatih kemampuan hand to hand atau tangan kosong miliknya.
__ADS_1