
Mereka bertiga berjalan di atas jalan utama yang membawa mereka ke Kota Lhee Utara.
Pepohonan yang tinggi dan besar selalu menemani mereka sepanjang jalan, juga beberapa mobil yang berhenti dan hancur mereka hindari dan lewati.
Jalanan ini memiliki rintangan yang membuat perjalanan mereka bertiga tidak begitu membosankan.
“Aku baru ingat, kamu membuang mayat besar itu ke mana, Rai?“ tanya Loret yang sedang berdiri di atas mobil yang seluruh bagiannya berkarat.
“Arah selatan,” jawab Rai yang berjalan menepi untuk menghindari mobil sedan yang rusak.
“Kau membuangnya begitu saja? Tidak memeriksa terlebih dahulu?“ Loret menoleh ke samping kiri seketika saat Rai menjawab pertanyaannya.
“Sudah, hanya ada kepingan batu kristal berwarna coklat.“ Rai mengambil beberapa pecahan benda yang mirip dengan kristal, namun memantulkan warna coklat.
Melihat benda yang bersinar di tangan Rai, segera Loret turun dan mendekati Rai yang terus berjalan ke depan.
“Coba aku lihat.“
Loret mengambil kepingan batu berwarna coklat dari telapak tangan Rai, lalu dia mendekati batu itu dengan wajahnya.
Menatap dengan lekat, Loret mengamati pecahan batu coklat ini dengan seksama dan cermat.
Sambil mereka berdua berjalan di belakang Flank yang memimpin perjalanan, tatapan Loret terus menjelajahi seluruh tubuh kepingan batu tersebut.
“Ini batu kehidupan monster besar yang kita bunuh itu, aku kira Rist Stone model baru.“ Loret menoleh pada Rai dan berkata setelah mengetahui batu yang diambil oleh Rai.
“Ada gunanya?“
“Tidak ada, buang saja, ini tidak ada artinya.“ Loret menyerahkan kepingan batu tersebut pada Rai kembali dan menjawab.
Menatap batu di tangannya, Rai segera membuangnya ke samping jalan, kepingan batu kristal itu semuanya masuk ke dalam semak belukar.
“Oh iya, kau membuangnya di jarak berapa meter dari tempat kita beristirahat?“ Loret bertanya lagi pada Rai yang ada di sampingnya.
“Dua ratus meter kurasa, tapi tidak tahu pasti.“
“Tergeletak begitu saja di sana?“
“Tidak, aku potong-potong dan disebarkan ke segala arah.“
“Bagus, Rai!“
Loret memberi dua jempol tangan pada Rai, kerja Rai cukup bagus, padahal sebenarnya ia lupa untuk memberitahukan kepada Rai untuk memisahkan bagian tubuh monster ke berbagai tempat.
Tujuan dilakukannya itu untuk mengoceh monster agar tidak terlacak bahwa kita berada di sekitar monster itu berada, supaya mereka terkecoh dan bingung sehingga membuat keberadaan mereka aman.
“Jujur, aku belum pernah melihat monster yang semacam itu sepanjang aku bepergian dari kota Lhee Selatan.“
Loret yang sudah lama tinggal di Kota Lhee Selatan selama beberapa tahun lamanya dan beberapa minggu bepergian hingga sekarang, ia belum pernah menemui monster yang serupa dengan Boss Huuzer Crawler.
“Benar, aku juga belum pernah, monster itu sangat kuat, bahkan kekuatan tinjuku tidak begitu kuat untuk menghancurkannya.“ Flank menyahut sembali mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
Mengangkat tangannya terkepal, kilatan semangat terlintas dalam pandangannya.
Tinju batu saja masih tidak bisa mengimbangi kekuatan dari monster besar yang semalam membuatnya cedera cukup parah.
Hingga pukulan dua tinjunya tidak membuat punggung monster tersebut cedera parah, hanya suara retakan yang terdengar dan juga tubuh monster itu terdorong ke depan.
Normalnya satu tinju batu miliknya bisa menghancurkan Huuzer Crawler yang biasa, bahkan bisa menghancurkan Big Huuzer Crawler dengan banyak pukulan.
Tinjunya yang kuat ini tidak begitu berarti jika dihadapkan dengan monster besar yang semalam itu, Flank merasa bahwa dia masih sangat lemah.
Kepercayaan diri Flank seketika runtuh.
“Dipikir lagi monster besar itu agak mirip Huuzer Crawler. Aku terasa familiar dengannya.“
Loret tiba-tiba saja berkata pada dirinya sendiri tapi Rai dan Flank mendengar ucapannya.
“Aku juga berpikir seperti itu.“ Terus berjalan di depan, Flank juga setuju dengan perkataan Loret.
Rasanya monster yang ia lawan itu sama dengan jenis Huuzer Crawler yang lainnya, hanya ada perbedaan yang jelas, yakni cara berjalan.
Rai yang sudah tahu ketika monster itu mati, cuma bisa bisa mengangguk dan kembali fokus pada jalan.
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan mengikuti jalan hingga tak terasa 5 hari berlalu begitu saja.
[Bunuh 116 Huuzer Crawler (F-). Dapatkan +116 Exp, +116 Koin!]
[Bunuh 5 Big Huuzer Crawler (E-). Dapatkan +50 Exp, +50 Koin!]
[Bunuh 193 Huuzer Crawler (F-). Dapatkan +193 Exp, +193 Koin!]
[Bunuh 14 Big Huuzer Crawler (E-). Dapatkan +140 Exp, +140 Koin!]
[Bunuh 1 Corro Huuzer Crawler (E+). Dapatkan +70 Exp, +70 Koin!]
….
[Bunuh 1 Big Huuzer Crawler (E-) dan 27 Huuzer Crawler (F-). Dapatkan +37 Exp, +37 Koin!]
[Selamat Anda Telah Naik Level!]
“Seberapa jauh lagi kita berjalan? Ini sudah satu minggu sejak kita keluar dari kota Lhee Pusat.“
Loret bertanya kepada dirinya sendiri sembari melihat kertas yang ada di tangannya.
“Entahlah, aku pun tidak tahu, berapa lama kita harus menempuh perjalanan.“ Flank memegang besi runcingnya menusuk Huuzer Crawler yang telah mati.
Rai menatap ke sekitarnya yang hanya ada pohon tinggi besar, di sekelilingnya terdapat banyak sekali mayat monster yang tidak lagi utuh.
Mereka bertiga telah selesai dalamm membantai monster-monster yang berdatangan.
Selama 5 hari ini, Rai bersama kedua pria ini berjalan menyusuri jalan.
Pada awalnya mereka kira di sini tepatnya di jalan jarang sekali monster yang tinggal, tapi perkiraan mereka salah.
Banyak sekali Huuzer Crawler yang paling lemah di tingkatan monster berdatangan, juga Big Huuzer Crawler yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Monster-monster di sini masih sama dengan apa yang ada di Kota Lhee Pusat.
Hingga pada saat mereka bertemu sebuah desa mati, beberapa ratus monster Huuzer Crawler berdatangan dan beberapa Big Huuzer Crawler menyerang.
Total mereka bertemu dengan sebuah desa adalah tiga kali, satu di antaranya memiliki Corro Huuzer Crawler.
Sebetulnya Rai dapat membunuh Corro Huuzer Crawler, dikarenakan ia tidak ingin membuka kemampuan terkuatnya, Rai harus menahan untuk menggunakan seluruh kemampuannya.
Bahkan Majestic of Mind tidak dia gunakan saatt berperang, sesekali ia menggunakan secara sembunyi-sembunyi.
Sudah cukup menunjukkan bahwa kedua pria asing ini bahwa kekuatan berpedangnya bagus, kalau Rai mengungkapkan semuanya itu bukan suatu hal yang bagus, di dunia ini, Rai harus berhati-hati.
Terlalu nyaman sendiri, terlalu biasa dengan kesendirian membuat Rai tidak begitu mempercayai orang, di dunia yang telah rusak dan berantakan ini, Rai belum berani menaruh kepercayaan kepada salah satu orang yang ada di sini.
Investasi yang beresiko besar untuk bangkrut.
Meski begitu Rai belajar dengan mereka berburu makanan, tak disangka di hutan ini terdapat babi liar, ayam, dan sapi.
Hal itu dilakukan karena Rai berkata pada mereka bahwa bekal makanannya telah habis.
Pastinya ada sesuatu yang aneh dengan Rai membawa begitu banyak makanan di dalam ukuran tas yang sebesar itu, mereka berdua pasti curiga dengan hal itu dan mencoba untuk mencari tahu.
Melihat dari beberapa hari yang lalu saat ia memberi makanan pada keduanya, ekspresi mereka berdua agak lain, hal ini membuatnya merasakan bahwa mereka sepertinya ada niat buruk padanya.
Karena belum tepat saatnya, Rai tidak ingin mereka menyerangnya sebelum sampai di Kota Lhee Utara.
“Ayo berjalan! Kita harus pergi dari sini sebelum matahari tenggelam di barat.“ Flank berkata pada Rai dan Loret yang ada di belakangnya.
“Ayo.“
Flank dan Loret mulai berjalan menjauh, Rai bersama Kuro mengikuti di belakangnya sembari melihat punggung keduanya.
Dua hari ini mereka tampak berbeda, perilaku kepada diri Rai tidak begitu ramah seperti di awal bertemu.
Rai tidak begitu peduli dengan sikap mereka yang cuek seperti itu, bukan lagi hal yang asing bagi hidup Rai, di Bumi pun ia sering diperlakukan seperti itu, sudah makanannya sehari-hari, dan ia pun tidak terkejut.
Mulai saat ini kewaspadaan Rai menjadi tinggi, karena mereka berdua telah menunjukkan sisi buruknya padanya, bisa saja sewaktu-waktu menyerangnya bisa di saat lengah atau situasi yang tak menguntungkan.
Kembali lagi dengan anggapannya sejak awal, di dunia ini cuma bisa mempercayai diri sendiri.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian saat hari sudah memasuki sore hari, mereka bertiga secara bersama melihat sebuah tembok besar dan tinggi di kejauhan.
“Akhirnya kita sampai.“ Loret berdiri di depan terowongan yang dipenuhi berbagai kendaraan yang rusak dan berkarat, dan berkata.
“Cukup cepat perjalanan ini, dibandingkan dengan perjalanan menuju kota Lhee Pusat dari kota Lhee Selatan, butuh dua minggu lebih.“ Flank berbicara seraya memandang tembok yang sudah memiliki banyak retakan dan lubang yang lumayan besar.
Rai menatap pada tembok yang masih bisa berdiri kokoh di depannya, sepertinya Kota Lhee Utara telah menjadi kota yang ditempati oleh monster.
“Ayo masuk ke dalam.“ Flank berkata yang ditujukan pada Loret dan Rai, lalu dia pertama kali berjalan ke dalam.
“Ayo.“ Loret menoleh pada Rai yang ada di belakang dan mengajaknya untukke dalam.
Mendengar ajakan ini, Rai mengangguk, lalu mengikuti Loret dan Flank yang sedang masuk ke dalam.
“Gelap sekali ….“
Di dalam terowongan, pencahayaan langsung berkurang drastis, diluar yang masih bersinar agak ke oranye karena masuk sore hari sinarnya tidak sepenuhnya masuk ke dalam terowongan, membuat mereka bertiga kesulitan untuk berjalan dan melewati rintangan.
Loret dan Flank harus mengeluarkan senjatanya untuk meraba apa yang ada di depan, memudahkan untuk bisa keluar dari terowongan.
Sementara itu, Rai lewat seperti biasa karena majestic of mind miliknya bisa digunakan untuk merasakan benda sekitar dalam jarak beberapa meter saja, kemampuan ini sangat berguna.
Melompatin mobil, menepi, meminggirkan tubuhnya, dan memanjat tubuh mobil, akhirnya tidak lama mereka melihat sebuah cahaya yang ada tidak jauh di depan.
Wajah tidak suka Loret dan Flank langsung berubah menjadi kegembiraan, keduanya dengan cepat berjalan menuju ke depan, rasa tidak sabar dan penasaran membuat mereka menjadi terburu untuk melihat pemandangan yang ada di luar terowongan.
“Woahh!“ Loret berseru pada saat melihat pemandangan yang ditampilkan di depannya.
Flank mengangguk sambil menatap pemandangan yang ada di dalam pandangannya.
Berjalan ke sebelah mereka berdua, akhirnya Rai melihat sebuah pemandangan yang cukup menyegarkan.
Kota Lhee Pusat dipenuhi gedung tinggi, namun telah banyak pohon dan tumbuhan yang menyelimuti sebagian besar bangunan, tampak sejuk saat dilihat.
Akan tetapi, saat di malam hari Rai menduga kota ini akan menyeramkan, seperti kota mati yang ditinggalkan oleh penduduknya bertahun-tahun dan ditempati oleh makhluk halus atau astral tak kasat mata.
“Kita harus pergi ke bangunan terdekat dan memberhentikan perjalanan ini. Lalu istirahat hingga pagi esok tiba.“ Flank menoleh pada Loret dan Rai, berkata dengan wajah serius.
“Baik. Kita tampaknya harus pergi melewati jalan ini.“ Tangan Loret menunjuk ke arah jalan yang masih menyambung dengan jalan yang ada di dalam terowongan.
“Cepat kita harus pergi.“
Flank berjalan pertama kali seperti biasanya, lalu Loret mengikuti Flank sambil memegang pukulan besi yang sudah mulai berkarat dan rusak.
Menatap ke terowongan yang ada di belakangnya sebelum akhirnya Rai berjalan di belakang mereka berdua.
Jalan yang kini mereka pijak, tampaknya sama seperti jalan layang yang ada di dalam Kota Lhee Pusat.
Hanya saja, kali ini mereka bertiga memasuki kota bukan keluar dari kota.
Sejauh mereka bertiga berjalan di jalan layang yang besar, mereka tidak menemukan satu monster pun di dekatnya, cukup beruntung karena tidak ada yang menjadi penghalang untuk sampai ke gedung terdekat.
Flank dan yang lainnya perlahan berjalan di depan sebuah bangunan yang bertingkat lima dengan modelnya yang memanjang ke samping, lebar bangunan lebih besar dibandingkan panjang bangunan ke belakang.
Sudah terlihat jelas bahwa bangunan ini adalah sebuah apartemen atau hotel, tapi tidak begitu mewah, Rai bisa menebak hotel ini memiliki klasifikasi di bawah hotel bintang 5, perkiraan berada ditingkat kemewahan di hotel bintang 3.
Berdiri di depan pintu masuk yang telah hilang pintu serta kaca jendelanya, Flank memutuskan untuk masuk terlebih dahulu.
Tangan kirinya berubah menjadi tinju batu dan tangan kanannya memegang erat besi runcing, selangkah demi selangkah ia masuk ke dalam ruangan yang ada di balik pintu masuk dan keluar.
“Aman,” ucap Flank yang kedua matanya masih memindai dan mengawasi sekitar ruangan di lantai pertama ini.
Setelah Flank mengucapkan satu kata itu, Loret ikut masuk dengan postur tubuh yang siaga penuh ke dalam ruangan, lalu di ikuti Rai yang berjalan tegap dan santai.
Sebenarnya Rai sudah mengetahui ruangan lobby hotel ini tidak memiliki monster, tapi ada beberapa monster di lantai atas, jumlah pastinya masih belum Rai ketahui.
Sama dengan bangunan yang sudah pernah Rai masuki, di sini banyak barang hancur yang ditutupi debu tebal serta tanaman merambat yang begitu lebat, juga ada tanah yang menyelimuti sebagian lantai yang telah rusak.
“Kita berpencar untuk memeriksa lantai bangunan ini, lalu bertemu lagi di tempat ini. Ayo!“
Kini Loret yang menginterupsikan untuk pergi memeriksa setiap ruangan yang ada di lantai pertama hotel yang telah tua dan rusak.
Flank mengangguk dan kemudian berjalan menuju lorong barat hotel.
__ADS_1
Melihat sosok Flank yang sudah bergerak, Loret menoleh pada Rai dan menganggukkan kepalanya sekali sebelum pergi ke utara lorong.
Hanya Rai yang terisisa, tidak ada lorong lain selain lorong timur, jadi ia mulai berjalan untuk memeriksa ruangan-ruangan yang ada di lorong sana.